
"Hector, perintahkan pada semua bangsawan. Kita akan mengadakan rapat," titah Kaisar Alex.
"Baik Yang Mulia," jawab Hector berlalu pergi.
"Enzo, Enzi Ayahanda akan mengadakan pesta untuk kalian apa kalian senang?"
"Itu terserah Ayahanda saja," jawab Enzo.
Enzo dan Enzi kembali melanjutkan makannya.
Setelah selesai makan, Kaisar Alex, Anastasya dan Pangeran Gabriel segera menuju ke aula istana. Di sana sudah berjejer rapi para bangsawan, saling berhadapan. Menyambut Kaisar Alex yang telah lama meninggalkan mereka.
Setelah itu Kaisar Alex duduk di singgasanahnya, sementara Pangeran Gabriel dan Anastasya duduk di sampingnya.
Sebelum memulai pembicaraannya Kaisar Alex menghembuskan nafas pelan, "Aku tau, aku sudah menghilang begitu lama. Maaf bukannya aku ingin lalai dari tugas istana, tapi aku memulihkan kekuatan ku.
Dan ada sesuatu yang ingin aku sampaikan tentunya harus menanyakannya lebih dulu pendapat kalian. Aku ingin kembaran ku ini juga mendapatkan hak dari Permaisuri, bagaimana pendapat kalian?"
Salah satu Duke memberikan suara, "Hamba setuju saja Yang Mulia. Tapi bagaimana dengan..." Perkataan Duke itu menjeda, membuat Kaisar Alex paham perkataannya. Dimana ada peraturan hari, bulan atau tahun untuk mereka bertiga membagi waktu.
"Aku akan mengurusnya," ucap datar lalu melirik ke Anastasya dan Pangeran Gabriel.
"Dan besok aku akan mengadakan pesta penyambutan kepulangan Pangeran Enzo dan Enzi, aku sebagai Kaisar Matahari mengundang semua bangsawan untuk menikmati penyambutan kedua Pangeran." ucap Kaisar Alex dengan lantang.
Setelah mengucapkan hal itu Kaisar Alex, Pangeran Gabriel dan Anastasya keluar dari aula istana. Tidak ada lagi pembicaraan lagi antara Kaisar Alex dan Para Bangsawan. Mereka semua dengan senang hati menerima keputusan Kaisar Alex.
"Ada sesuatu yang ingin aku katakan pada kalian," ucap Kaisar Alex menuju ke kamar utamanya.
"Begini, aku akan membuat peraturan. Satu bulan sekali Permaisuri akan tidur dengan ku dan satu bulan lagi Permaisuri akan menghabiskan waktu dengan Pangeran Gabriel. Tapi setiap satu minggu sekali Permaisuri harus mendapatkan pemeriksaan dari istana. Karna kita tidak tau, Permaisuri hamil dengan ku atau dengan Pangeran."
"Tapi kan kita bisa mencocokan dengan tes darah Yang Mulia." timpal Anastasya, karna dia tau jika Negeri ini sudah maju bahkan sudah ada suntikan dan jenis operasi.
"Memang benar Permaisuri, aku tidak ingin mengambil resiko. Bisa saja Permaisuri hamil anak ku, tapi ..." Kaisar Alex melirik Pangeran Gabriel sebagai kode persaingan.
"Aku tidak ingin benihnya juga tercampur dengan anak ku." sambungnya lagi membuat Anastasya hanya melongo.
"Permaisuri aku ingin nanti malam kita tidur bersama," seru Pangeran Gabriel.
"Tidak, Permaisuri bagian ku." ucap Kaisar Alex.
Sengatan listrik dan adu mulut mulai terjadi di antara mereka. Sementara Anastasya hanya memijat pelipisnya. Benar juga, baru kali ini dia memiliki dua suami. Bahkan tidak ada yang saling mengalah. Karna telinganya sudah penuh dengan perdebatan mereka berdua.
Anastasya pun melerai, "Cukup !"
Seketika Pangeran Gabriel dan Kaisar Alex diam menatap ke arah Anastasya.
"Aku sudah putuskan, untuk malam ini kita akan tidur bersama, tidak akan terjadi apa-apa diantara kita."
"Baiklah, kali ini aku mengalah. Tapi setelah pesta, Permaisuri bagian ku." Kaisar Alex melipatkan kedua tangan di dadanya, ia menatap Pangeran Gabriel.
"Huh, jangan sombong. Mentang-mentang bisa bersama dengan Permaisuri duluan." ucap Pangeran Gabriel.
"Heh, kau yang sombong. Jika karna aku bukan baik hati. Aku tidak akan mau membangkitkan mu, dasar bocah tengil."
"Kau,"
Anastasya hanya berwajah masam melihat perdebatan kecil di antara mereka.
Dalam sekejap mereka menjadi perempuan, sepertinya aku harus mengubah celana mereka menjadi gaun batin Anastasya.
Anastasya berdiri, bermaksud meninggalkan mereka yang masih berdebat.
"Permaisuri," Kaisar Alex melihat ke arah Anastasya yang sudah hendak melangkah.
"Sebaiknya kalian selesaikan masalah kalian, aku ingin istirahat." ucap Anastasya dengan hati dongkol.
"Mery, siapkan kasur yang lebih luas." ucap Anastasya dengan lantang.
Setelah kepergian Anastasya, Kaisar Alex dan Pangeran Gabriel saling menatap tajam kemudian tertawa bersama.