Istri Kontrak Kaisar Kejam

Istri Kontrak Kaisar Kejam
Ekstra Part : Sungai Semi


Seorang laki-laki tampak tampan dan gagah dengan senyuman yang mengembang di bibirnya. Memakai kemeja berwarna hitam dan jubah Kekaisaran berwarna merah serta membawa sebuah nampan di atasnya terdapat satu piring dan satu gelas.


Laki-laki itu duduk di tepi ranjang, ia tersenyum seraya mengelus pipi wanita di depannya itu, "Sayang bangun," ucapnya.


"Ngantuk," lirih wanita itu.


"Hais, Permaisuri."


Kaisar Alex mencium bibir Anastasya, hingga Anastasya membuka matanya dengan lebar.


emm


Anastasya pun mengalungkan tangannya ke leher Kaisar Alex, ia membalas ciuman Kaisar Alex.


Setelah hampir 15 menit, Anastasya melepaskan ciumannya.


"Permaisuri, makan dulu. Katanya mau piknik,"


"Ah, benar. Hamba hampir lupa." Anastasya menyingkapi selimutnya. Ia hendak turun namun Kaisar Alex memegang lengannya, Anastasya menoleh, "Ada apa Yang Mulia?"


"Makan dulu, aku sudah susah payah membuatkan sarapan," Kaisar Alex melirik tangannya yang memegang nampan itu.


"Hais, hamba lupa." Anastasya kembali duduk di tepi ranjangnya, ia tidak tau apakah masakan itu enak apa tidak. Anastasya kembali menelan ludahnya.. Ia kembali mengingat Pertama kali dia makan nasi goreng yang Kaisar Alex buat saat hamil. Alhasil, yang ada malah ke asinan, tapi karna tidak ingin mengecewakan Kaisar Alex. Ia menghabiskan nasi goreng itu dalam keadaan terpaksa.


Kaisar Alex menyodorkan sendok itu, sedari tadi dia sudah bersusah payah membuatkan nasi goreng, karna selama hamil. Makanan favorit Anastasya adalah nasi goreng.


Anastasya membuka mulutnya, satu kali ia mengunyah. Tidak ada rasa keasinan, "Yang Mulia enak sekali." puji Anastasya dengan mata berbinar.


Kaisar Alex tersenyum, selama dia bergelanyut dengan wajan di dapur semua pelayan istana hampir menyuruh Kaisar Alex berhenti, karna melihat sang junjungan membuat seluruh dapur seperti kandang ayam, satu kali dia masak, ia menyuruh Mery mencicipinya lebih dulu. Jika keasinan Kaisar Alex membuatnya lagi dan lagi, dia tidak ingin membuat Anastasya merasakan masakannya yang pertama kali. Ia tau jika masakannya keasinan, tapi Anastasya tidak memberitaunya, khawatir dirinya akan kecewa.


Sebelum Anastasya pamit pergi ke kamar mandi, Kaisar Alex mencicipi masakannya. Ia terkejut, bahkan memuntahkannya. Hanya demi dirinya, Anastasya rela berbohong. Kaisar Alex pun langsung membuang nasi goreng yang ia masak.


"Permaisuri apa enak?" tanya Kaisar Alex dengan regu.


"Hem," Anastasya mendekik, ia mengambil alih sendok dari tangan Kaisar Alex. Lalu mengambil nasi goreng itu dan mulai menyuapinya.


Satu kali suapan, Kaisar Alex terbelalak. Ia tidak menyangka masakannya akan se enak itu.


"Enak kan?"


Merekapun makan nasi goreng itu sepiring berdua. Setelah selesai makan Kaisar Alex dan Anastasya bersiap piknik di luar. Sementara pelayan Mery tidak ikut, ia harus menjaga Putri Viola. Hanya pelayan Ana dan Isak lah yang menjadi pengawal mereka berdua.


Telah selesai semua persiapan pikniknya, kini Anastasya dan Kaisar Alex harus menaiki kereta istana. Kaisar Alex masuk lebih dulu, setelah itu giliran Anastasya. Sebelum Anastasya duduk di samping Kaisar Alex, lengan Anastasya di tarik oleh Kaisar Alex, hingga tubuhnya duduk di pangkuan Kaisar Alex.


"Yang Mulia,"


Kaisar Alex mendekatkan bibirnya ke bibir Anastasya, ******* bibirnya, begitupun Anastasya menyambut ciuman Kaisar Alex. Selama di perjalanan mereka hanya saling bercanda, saling menggelitik, sesekali mereka berciuman. Tak terasa perjalan mereka menuju sungai semi telah sampai.


Anastasya turun lebih dulu dari pangkuan Kaisar Alex kemudian di ikuti Kaisar Alex.


"Waw, indah sekali Yang Mulia." seru Anastasya berdecak kagum melihat bunga tulip yang beraneka ragam, ada yang berwarna merah, kuning dan biru. Bunga tulip itu berjejer rapi di pinggiran sungai yang mengalir dengan tenang. Dan terdapat rumput kecil yang hijau, menambah kesan bagusnya pemandangan itu.


"Ayo," Kaisar Alex menggandeng lengan Anastasya, merekapun menelusuri sungai itu di ikuti pelayan Ana dan Isak.


"Yang Mulia, apa nama tempat ini?" tanya Anastasya, dia memang tidak tau tempat itu karna di dalam novel tidak ada cerita mereka piknik.


"Sungai Semi, karna sungai ini hanya di kelilingi bunga tulip." Kaisar Alex menghentikan langkah kakinya, lalu menoleh ke belakang, "Kalian pergilah !" perintahnya pada Isak dan pelayan Ana.


"Kenapa tidak ada orang sama sekali Yang Mulia?" tanya Anastasya memperhatikan sekelilingnya yang tampak sepi.


"Karna aku membuatnya, khusus untuk Istriku seorang. Sungai Semi tidak di khususkan untuk umum, aku hanya membuatnya khusu untuk anggota istana," ucapnya tersenyum.


Selama Anastasya hamil, Kaisar Alex diam-diam menyuruh Hector untuk mengurus Sungai Semi yang ia buat khusus untuk sang Anastasya. Ia takut Anastasya merasa bosan, lalu membuat sungai itu hanya untuknya dan juga anaknya kelak.


Mereka pun meneruskan perjalannya dengan Anastasya tanpa pelayan Ana dan Isak. Ia membawa Anastasya ke jembatan kecil yang berada di tengah-tengah sungai itu.


Kaisar Alex berjongkok, ia memegang kedua tangan Anastasya, lalu mencium punggung tangannya.


"Yang Mulia,"


"Aku ada sesuatu untuk mu Permaisuri,"


Kaisar Alex mengambil sesuatu di celananya, sebuah kotak berwarna merah.


"Terimakasih sudah menjadi bagian hidupku, terimakasih karna telah memaafkan kesalahan bodoh ku, terimakasih karna telah memberiku kesempatan kedua. Mau kah Permaisuri menua bersama ku?"


Anastasya mengangguk, tersenyum haru. Baru kali ini Kaisar Alex melakukan pelamaran itu. Seumur hidupnya hanya ada pernikahan politik di antara mereka dan kini semuanya telah berubah.


Kaisar Alex mengambil cincin bermutiara safir hijau itu, ia memasangkan di jari manis Anastasya kemudian menciumnya lagi.


"Terimakasih Yang Mulia."


Kaisar Alex berdiri, ia mencium kening Anastasya.


Sementara di bawah pohon, terlihat kedua orang yang memperhatikan mereka sedari tadi, "Jiwa jomblo ku meronta-ronta," batin keduanya.


#NT lagi baikan, maaf jika lama😳