Istri Kontrak Kaisar Kejam

Istri Kontrak Kaisar Kejam
Bab 66_tertangkap


Anastasya memperhatikan mereka begitu lekat. Hingga datanglah seorang laki-laki dengan memakai baju khas seorang Kaisar menuju ke arah Lady flavia.


15 menit kemudian..


Anastasya masih memperhatikan mereka seraya bersendekap di dada. Namun tidak ada yang menarik hal sama sekali.


Karna merasa bosan, Anastasya memilih melanjutkan berkeliling.


Selama di perjalanan pula Anastasya sering menanyakan pada pelayan Yuna, dan pelayan Yuna pun dengan senang hati menjawab semua pertanyaannya.


Anastasya menghentikan langkah kakinya, ketika melihat sebuah terowongan yang tidak terawat, banyak akar pohon merambat yang menjalar di temboknya. Anastasya melangkah kan kakinya kembali menuju terowongan itu, "Yang Mulia," pelayan Yuna menghentikan langkah kaki Anastasya.


"Jangan kesana, Kaisar Emerald tidak memperbolehkan siapa pun kesana," ucap pelayan Yuna.


Saat Anastasya hendak melangkah kan kakinya menuju ke arah pelayan Yuna. Entah kenapa kakinya sangat berat, tanpa sadar ia berbalik dan menyusuri terowangan itu. Anastasya ingin memanggil pelayan Yuna. Namun mulutnya tidak bisa di buka seperti terkunci.


"Yuna," teriak Anastasya di dalam hatinya. Ia tidak bisa menoleh ataupun berteriak. Sementara Yuna telah pingsan.


Langkah kaki Anastasya berhenti di depan sebuah pintu dengan cat warna hitam. Pintu itu pun terbuka. Lalu Anastasya masuk ke dalam mengikuti langkah kakinya yang tidak bisa di kendalikan itu, "Selamat datang," suara yang dingin dan tegas itu mampu membuat bulu kuduk Anastasya merinding.


Anastasya memperhatikan sekelilingnya hingga terlihat seseorang memakai jubah hitam, menutupi semua bagian tubuhnya dari ujung kaki sampai kepala. Orang itu pun mendekat ke arah Anastasya dan membuka penutup kepalanya.


"Monster," ucap Anastasya membulatkan matanya, wajahnya mengerikan layaknya luka bakar dan menghitam. Bola matanya berwarna merah dan memiliki gigi runcing.


"Aku sudah tidak sabar ingin bertemu dengan mu, sekaligus mencicipi simbol mu."


Anastasya mengepalkan tangannya, "Dasar gila, aku tidak memiliki simbol." teriak Anastasya.


"Dasar bodoh, kau memilikinya. Hanya saja kau belum membangkitkannya. Tapi tenanglah setelah bulan purnama aku akan mengambil simbol itu untuk menambah kekuatan ku. Dengan begitu aku bisa menjadi penguasa, hahaha."


Orang itu tertawa lepas, menggelegar di ruangan sunyi itu dan senyap sinar matahari. Bahkan hanya ada cahaya lilin yang menerangi ruangan itu.


"Cih, iblis seperti mu tidak pantas untuk hidup." ucap Anastasya.


Orang itu pun tersenyum menatap Anastasya, ia merentangkan tangannya, "Bunuhlah jika kau bisa membunuhku."


Anastasya menggertakan giginya, seketika ia ingat. Di dalam novel Iblis ini mati akibat persatuan dari kekuatan Kaisar Alex dan Pangeran Gabriel saat menyelamatkan Elisha.


"Kau, akan mati. Kau akan mati dasar Iblis." teriak Anastasya di sela-sela nafasnya yang terengah-engah.


Orang itu melepaskan kekuatannya, Anastasya merosot ke lantai. Ia memegang lehernya yang sangat sakit.


Dari arah kanan kirinya terlihat rantai yang mengarah ke kakinya dan mengikatnya, "Iblis sialan lepaskan aku," teriaknya menggema.


Ha ha ha


"Aku suka gadis pemberani, simpanlah semua tenaga mu. Percuma kau melawan, kau tidak bisa memiliki kekuatan apapun kecuali kau membangkitkan simbolnya." ucapnya.


Sementara di luar Kaisar Emerald ketakutan setengah mati setelah menemukan pelayan Yuna tak sadarkan diri di dekat terowongan itu.


Kaisar Emerald menuju ke ruang rahasianya, ia berjalan dengan tergesa-gesa lalu membuka pintu ruangan itu dengan kasar. Benar dugaannya, ia melihat Permaisuri Anastasya kakinya di rantai.


"Yang Mulia," Kaisar Emerald merasa iba melihat Anastasya dengan rambut berantakan.


"Kenapq? apa kau ingin membebaskannya?"


"Yang Mulia hamba akan memberikan dua orang yang memiliki simbol. Asalkan Yang Mulia melepaskannya." ucap Kaisar Emerald seraya bersujud di hadapan sang Iblis.


"Aku tidak membutuhkannya, jika pun dua orang memiliki simbol tidak akan mampu melampau kekuatan simbol gadis ini."


Iblis itu menuju ke arah Kaisar Emerald sekali tangannya bergerak, tubuh Kaisar Emerald terbanting ke arah tembok. Hingga tembok itu retak.


"Baiklah, aku memberi mu kesempatan. Sebagai gantinya bawalah Kaisar Alex kesini sudah dari dulu aku menginginkan tubuhnya sekaligus kekuatannya."


Anastasya menganga, "Jangan," tanpa sadar kata itu keluar dari mulutnya. Ia mengingat Pangeran Gabriel yang ternsenyum padanya, ia juga mengingat permintaan maaf Kaisar Alex yang bahkan menundukkan kepalanya pada dirinya untuk meminta maaf.


"Bagaimana jika mereka meninggal," batin Anastasya.


"Baik, hamba akan melakukannya." ucapnya seraya berdiri lalu melihat ke arah Anastasya dengan tatapan sulit di artikan.