Istri Kontrak Kaisar Kejam

Istri Kontrak Kaisar Kejam
Bab 60_pengorbanan Arnoz


Ke esokan paginya ..


Anastasya bangun seraya menguap tanpa membuka matanya. Tanpa sadar tangan kanannya menyenggol batu keras di sampingnya itu. Ia membuka matanya dan mengira jika dirinya di culik lalu di buang kedalam hutan.


Anastasya menoleh kesamping, ia membulatkan matanya melihat dada sexi di depannya itu. Lalu mendonggakkan wajahnya melihat siapa yang tidur seranjang dengannya.


Dengan sigap Anastasya beranjak duduk. Ia memundurkan badannya ke sisi ranjang sementara kakinya langsung menendang orang yang berada di depannya itu.


bruk


"Aaa,"


Setelah merasakan sakit di bagian belakang kepalanya, laki-laki itu pun berdiri seraya mengelus kepalanya.


"Permaisuri,"


Laki-laki itu menatap wajah Anastasya dengan kesal.


"Ya, Yang Mulia kenapa ada disini?" tanya Anastasya dengan gagap. Ia masih menutupi sebagian dirinya. Setaunya tadi malam ia tidur sendiri.


"Lalu Pangeran Gabriel ada di mana?" tanya Anastasya.


Perkataan Anastasya menambah kesal di hati Kaisar Alex. Tadi dirinya sudah di tendang dari atas kasurnya dan sekarang pertanyaan yang membuatnya jengkel.


"Aku tidak tau," jawab Kaisar Alex dengan ketus. Ia membaringkan tubuhnya kembali dan menarik selimut ke tubuhnya. Ia berharap hatinya secerah matahari namun ketika bangun ia malah mendapatkan sambaran petir tanpa adanya hujan. Susah payah ia mengurung Pangeran Gabriel di dalam dirinya. Namun Permaisurinya yang telah ia pisahkan tidak lupa sama sekali dengan Pangeran Gabriel.


Kaisar Alex melirik Anastasya yang menggerakkan bibirnya. Ia tau Permaisurinya sedang menggerutu tak jelas. Seulas senyum muncul di sudut bibirnya. Melihat Anastasya yang begitu lucu dan imut. Kaisar Alex langsung mencubit hidung mancungnya itu.


"Yang Mulia," ucap Anastasya seraya mengelus hidungnya.


Kaisar Alex terkekeh, lalu beranjak berdiri.


"Cepatlah bersiap-siap kita akan makan bersama." ucap Kaisar Alex tersenyum dan berlalu pergi.


Sementara di sisi lain,


Arnoz mengawasi gerak gerik pelayan Ana, bahkan saat di dapur pun, dirinya berpura-pura mengambil air walaupun di marahi para pelayan dapur karna merasa kehadirannya mengganggu.


Arnoz hanya bersandar di pintu, melihat para pelayan yang sedang menyiapkan hidangan untuk Kaisar Alex dan Permaisuri.


Saat kondisi lengah, pelayan Ana melihat kanan kiri, ia mengeluarkan sebuah botol di saku celemeknya. Lalu, meneteskan air bening itu kedalam sup.


Arnoz yang sudah sampai di depan pintu, dengan ragu-ragu dia masuk dan melihat Permaisuri Anastasya yang duduk di kursi bersama Kaisar Alex.


"Permaisuri," cicit Arnoz dengan wajah menunduk.


"Ada apa Arnoz?" tanya Anastasya dengan lembut.


"Bolehkah hamba makan bersama Permaisuri,"


Ucapan Arnoz membuat Kaisar Alex geram, sedari tadi ia berusaha keras agar Permaisurinya mau makan berdua dengannya. Setelah mendapatkan seribu penolakan dari Anastasya dan pada Akhirnya Anastasya mengalah karna ancamannya memberi hukuman pada Arnoz dan Kendrix. Lalu sekarang datanglah seorang nyamuk tanpa di undang mengacaukan rencananya.


"Tidak bisa, kau makan saja di ruang makan," ucap Kaisar Alex seraya menatap tajam.


"Tapi hamba ingin makan bersama dengan Permaisuri," cicit Arnoz, walaupun dirinya sudah ketakutan setengah mati. Namun demi melindungi Permaisuri Anastasya ia harus melewati paku tajam di depannya itu.


"Yang Mulia, jika Yang Mulia tidak mau. Hamba yang akan makan bersamanya." timpal Anastasya beranjak berdiri.


Kaisar Alex di buat bungkam, ia menyerah.


"Baiklah," ucapnya pelan.


Anastasya menyuruh pelayan Mery untuk membawakan sebuah kursi sebagai tempat untuk Arnoz duduk di sampingnya itu.


Arnoz pun mengangguk dan duduk di samping Permaisuri Anastasya.


Pelayan Mery membantu Arnoz mengambilkan nasi, lauk pauk dan sup wortel bercampur dengan daging ayam yang dimasak bening dan sup itu telah di campur dengan racun.


Saat Anastasya ingin menguapi nasi kedalam mulutnya, segera Arnoz menghentikannya.


"Tunggu Permaisuri, biarkan hamba dulu mencicipinya. Jika tidak enak di mulut hamba. Permaisuri bisa menyuruh mereka memasak ulang." ucap Arnoz.


Permaisuri Anastasya mengangguk, ia kembali menaruh sendok di piringnya. Sementara Kaisar Alex sudah mengibarkan pendera perang. Bisa-bisanya nyamuk tanpa di undang itu berbicara tidak sopan pada Permaisurinya. Namun ia tidak berani memarahi Arnoz di depan Anastasya.


Arnoz menghela nafas, ia memakan nasinya yang telah bercampur dengan sup tadi. Sesuap tidak terjadi apa-apa. Dua suapan masih tidak terjadi dan ketiga suapan saat Arnoz hendak mengunyah tiba-tiba perutnya terasa sakit dan


bruk


Arnoz terjatuh kelantai membuat Anastasya dan Kaisar Alex terkejut.


"Arnoz ..." teriak Permaisuri Anastasya.