
Sesuai rencana Anastasya, semua orang panik bahkan Kaisar Alex yang mendengarkan nama Permaisurinya langsung keluar dan melihat Anastasya yang jatuh dari tangga hingga dahinya berdarah. Wajahnya langsung pias, ia takut terjadi sesuatu pada Permaisurinya itu.
"Permaisuri," teriak Kaisar Alex dengan wajah khawatir.
Tanpa basa-basi Kaisar Alex langsung turun dari tangga dan menggendong Anastasya ke kamar utamanya yang tak jauh dari ruang kerjanya.
"Cepat panggil Dokter istana," teriak Kaisar Alex.
"Permaisuri, Permaisuri.." Kaisar Alex menepuk pelan pipi Anastasya. Hingga Anastasya membuka matanya.
Aduh badanku remuk semua, sialan ! jika bukan karna rencana ku mana mau aku melakukan semua ini. Untung saja nyawaku masih ada batin Anastasya mendesah pelan.
Anastasya menggerakkan tangan kanannya ke dahinya. Dengan sigap Kaisar Alex menghentikannya.
"Jangan disentuh Permaisuri, dahinya terluka." ucap Kaisar Alex lembut.
Selang beberapa saat Dokter istana tiba, ia memeriksa Anastasya dengan stetoskopnya dan memeriksa denyut nadi di pergelangan tangan Anastasya.
"Apa kepala Permaisuri sakit atau pusing?" tanya Dokter istana, Dokter Herza.
Anastasya menggeleng pelan, langkah berikutnya ia diam seperti terjadi sesuatu dengannya.
"Baiklah hamba akan memberikan obat untuk luka di dahi Permaisuri." ucap Dokter istana yang hendak memberikan obat.
"Tunggu," Kaisar Alex merasa risih saat Permaisuri Anastasya akan di sentuh orang lain selain dirinya.
"Aku yang akan mengobatinya," ucap Kaisar Alex membuat semua orang terkejut.
"Yang Mulia tidak perlu biar hamba saja," timpal pelayan Mery.
"Benar Yang Mulia," lirih Anastasya dengan tatapan mengiba.
Kaisar Alex mengabaikan tatapan iba Anastasya, ia meniup pelan luka Anastasya dan mengompresnya. Setelah itu ia memberikan obat cair lalu memperbannya. Walaupun tangannya sedikit kaku, tapi Kaisar Alex lebih berhati-hati agar tidak menekan luka Anastasya.
Setelah selesai, Kaisar Alex memperhatikan satu per satu orang di hadapannya dengan menunduk.
"Katakan, sebenarnya ada apa? kenapa Permaisuri bisa terjatuh?"tanya Kaisar Alex dengan tatapan mengintrogasi.
"Yang Mulia, tadi Permaisuri bertengkar dengan Selir Elisha." jawab Mery seraya melirik ke arah Elisha yang gugup dan gemetar.
"Apa benar itu Elisha?" tanya Kaisar Alex dengan nada dingin. Ia menatap tajam ke arah Elisha.
"Ti,, tidak Yang Mulia. Hamba hanya tidak sengaja," jawab Elisha pelan, ia mendonggakkan wajahnya, "Hamba hanya ingin membela diri Yang Mulia." sambungnya lagi dengan tegas. Kali ini ia akan menyalahkan kedua orang yang paling membuatnya sesak napas setiap hari.
"Hamba hanya tidak suka Elisha bermain tangan dengan tamu yang hamba undang." timpal Anastasya, ia tidak mau kalah dengan Elisha, sengatan listrik pun terjadi di antara tatapan mereka.
"Sebenarnya apa yang kalian lakukan, hingga Elisha marah dengan kalian?"
Seketika Kendrix bersujud di hadapan Kaisar Alex, "Ampun Yang Mulia hamba hanya ingin berpamitan pada Yang Mulia saja. Tapi Selir Elisha melarang hamba agar tidak mengganggu Yang Mulia."
"Sudah aku bilang kalian harus tinggal disini selama yang kalian mau," timpal Anastasya, ia tidak ingin Elisha mencelakai mereka. Jika di lihat dari pertengkaran tadi, sepertinya Elisha memiliki hubungan yang rumit dengan mereka.
"Hem, tapi Elisha tetap bersalah karna dia telah mendorong Permaisuri." ucap Kaisar Alex.
Elisha memejamkan matanya, ia tidak ingin di hukum oleh Kaisar Alex, "Yang Mulia hamba hanya tidak sengaja."
"Elisha, tapi tetap saja kau membuat Permaisuri terluka dan aku tidak suka kau membuat Permaisuri terluka.."
"Tapi Yang Mulia,"
"Renungkanlah kesalahan mu di istana gelap jangan keluar dari sana sebelum aku memerintahkan mu untuk keluar." ucapnya dengan tegas.
"Yang Mulia,"
"Isak bawa Elisha ke istana gelap,"
Segera Isak membawa Elisha, ia menyeret Elisha untuk keluar kamar Kaisar Alex. Sesekali Elisha menoleh, berharap Kaisar Alex mempertimbangkan keputusannya.
"Dan untuk kalian, hukuman kalian..."
"Yang Mulia, hamba tidak suka Yang Mulia menghukum mereka," Elisha memotong pembicaraan Kaisar Alex. Ia tidak ingin kedua orang bersalah ini menerima hukuman yang bukan mereka perbuat.
"Permaisuri,"
Anastasya menyingkirkan selimutnya, ia turun dari kasur Kaisar Alex dengan wajah kesal.
"Permaisuri," Dengan sigap Kaisar Alex memegang tubuh Anastasya agar tidak jatuh.
"Lepaskan, aku tidak butuh bantuan Yang Mulia." bentak Anastasya menepis tangan Kaisar Alex.
"Hah, baiklah. Aku tidak akan menghukum mereka. Asalkan Permaisuri beristirahat disini. Jika Permaisuri menolak aku akan menjatuhi hukuman untuk mereka."
Dengan berat hati Kaisar Alex mengalah. Ia tidak mau Anastasya marah padanya dan mendiaminya. Dalam hati Kaisar Alex sangat marah pada Hendrix dan Elisha, gara-gara mereka Permaisurinya celaka. Jika bukan karna Permaisuri Anastasya sudah di pastikan Kendrix berada di tahanan.
#maap baru update, kuota tiba-tiba menghilang🤭 dam untuk para readers bersabarlah dan saksikan hukuman Elisha selanjutnya🤭