Istri Kontrak Kaisar Kejam

Istri Kontrak Kaisar Kejam
Bab 40_anggap saja kita tidak pernah kenal


Anastasya tersenyum lembut, lalu ia menggerakkan tangan kanannya dan


puk


Setelah memukul kepala Kaisar Akex. Anastasya mendorong Kaisar Alex hingga jatuh ke atas tempat tidurnya..


"Permaisuri," ucap Kaisar Alex dengan kesal. Ia beranjak duduk, menatap Permaisurinya yang menyunggingkan bibirnya.


Permaisuri Anastasya berdecak pinggang, "Apa, hah? beraninya kau melakukan itu padaku," bentaknya.


"Memang apa salahnya aku melakukan hal itu dengan istri sendiri," jawabnya enteng.


Anastasya memejamkan matanya, ia tidak suka ketika kata istri keluar dari mulut Kaisar Alex.


Hatinya teriris ketika mengingat sesuatu yang tak seharusnya ia ingat lagi.


"Istri," ucap Anastasya pelan, "Istri yang di buang oleh suaminya, istri tidak di cintai oleh suaminya. Bahkan dengan teganya sang suami menggandeng wanita lain. Apa itu bisa di katakan seorang suami?" tanya Anastasya terkekeh, namun hatinya masih sakit mengatakan hal itu, "Dengar Yang Mulia, sampai kapan pun tidak akan ada yang namanya hubungan di antara kita." ucap Anastasya membalikkan badannya hendak pergi.


"Maaf,"


Kata itu membuat Anastasya menghentikan niatnya untuk pergi.


"Maaf, tapi aku tidak bisa meninggalkannya sesuai keinginan ku. Nyatanya aku sudah merenggut kesuciannya." lirih Kaisar Alex namun masih di dengarkan Anastasya. Kaisar Alex juga tau Elisha sudah tidak perawan. Tapi, hal itu tidak di benarkan oleh Tuhan jika kita merenggutnya sebelum menikah.


"Maka bertanggung jawablah, aku tidak membutuhkan Yang Mulia."


"Tidak bisakah kita mulai dari awal dan hidup bersama," kata itu lolos keluar dari mulut Kaisar Alex. Kata yang dulu tak pernah ia harapkan dari hatinya untuk wanita di depannya itu. Kaisar Alex hanya menatap nanar punggung Permaisurinya.


"Satu atap dengan orang yang menghancurkan hidup ku," Anastasya tertawa lebar, "Dan pada kenyataannya aku membenci hal itu. Anggap saja kita tidak pernah kenal. Hanya sebatas orang asing. Aku tidak pernah mengharapkan apapun dari mu Yang Mulia. Jika pun aku mengharapkan sesuatu, tentunya aku tidak akan mengharapkan mu Yang Mulia." ucap Anastasya melanjutkan langkah kakinya.


Anastasya berniat menemui Sean dan yang lainnya. Ia juga ingin minta maaf atas perlakuan Kaisar Alex tadi yang tidak begitu sopan.


Anastasya terus melangkah kan kakinya hingga langkah itu terhenti ketika mendengarkan seorang wanita yang mengatai mereka.


"Elisha," teriak Anastasya dari jauh. Langsung saja Anastasya menghampirinya dan mencengkram lengan Elisha begitu kuat. Anastasya menatap tajam ke wajah Elisha, "Apa hak mu memarahinya?" bentaknya seraya menghempaskan lengan Elisha. Hingga Elisha jatuh ke dekapan pelayan di sampingnya.


"Memangnya apa salah jika aku memarahi mereka. Mereka semua tidak bersikap sopan santun padaku. Tidak bersikap sopan terhadap istri Kaisar."


"Cih," Anastasya meludah ke kiri, "Istri," kata Anastasya menekan. "Istri yang di pungut di jalan atau istri yang merebut suami."


Tanpa sadar Elisha melihat Kaisar Alex menuju ke arah mereka. Tentu saja hal itu menjadi kesempatannya. Sementara Anastasya tidak tau jika Kaisar Alex menuju ke arahnya karna membelakanginya. Ia pun mengeluarkan air mata palsunya untuk memojokkan Permaisuri Anastasya.


"Hamba tau Permaisuri tidak menyukai hamba, apa salah hamba Permaisuri? jika salah kan hamba jika Yang Mulia tidak mencintai Permaisuri," ucap Elisha seraya menghapus air mata di pipinya.


"Elisha, jujur saja aku hanya ingin hidup damai dan tentram. Aku tidak mempermasalahkan hubungan mu dengan Yang Mulia. Aku sudah menyerahkan Yang Mulia terhadap mu. Jadi sekarang aku sudah lepas dari tanggung jawab. Jadi aku harap kamu tidak ikut campur urusan ku, begitupun aku tidak akan ikut campur urusan mu. Cepat atau lambat aku dan Yang Mulia tidak bisa mempertahankan pernikahan ini." ucap Anastasya maju dan menepuk-nepuk bahu Elisha.


"Kalian ikut aku," perintah Anastasya di angguk ke empat orang itu. Ke empat orang itu melirik Kaisar Alex yang hanya diam membeku. Lalu beralih mengikuti Anastasya.


Sementara Elisha terkejut, apa yang di rencanakan nya di luar dugaan. Ia mengepalkan tangannya. Ia ingin memancing emosi Permaisuri Anastasya, Tapi gagal.


Sial umpatnya..


"Yang Mulia,"


Kaisar Alex masih dengan tatapan datar dan berlalu pergi. Telinganya panas mendengarkan Permaisurinya mengatakan seperti itu.