Istri Kontrak Kaisar Kejam

Istri Kontrak Kaisar Kejam
season 2_siapa nona Ingrid?


Ketika pintu itu terbuka, Pangeran Abigail merasa senang, ia berfikir Putri Viola mau memaafkannya, tapi setelah melihat siapa yang muncul, mendadak raut wajahnya tiba-tiba berubah.


"Emm, Putri bolehkah aku bertemu dengan Putri Viola." ucapnya sendu.


Mau tidak mau harus menjalankan perintah sang Kakak, walaupun berat untuk berbohong.


"Maaf Pangeran, Kakak tidak ingin di ganggu."


Pangeran Abigail menunduk, "Aku mohon Putri ijinkan aku bertemu dengan Putri Viola." lirihnya.


Aduh aku tidak tega,


Bisa-bisa pertahanan ku bobol.


"Gini saja Pangeran, bagaimana jika nanti aku membujuk kakak. Pangeran tenang saja, mungkin Kakak butuh waktu." balasnya sambil tersenyum terpaksa.


Pangeran Abigail membenarkan perkataan Putri Maya, "Em, baiklah. Besok aku akan kesini lagi."


Pangeran Abigail masih menunduk, ia berjalan gontai menuju ke kamarnya.


"Tapi sayang, besok Pangeran hanya lihat tempatnya saja, orangnya malah hilang." gumam Putri Maya seraya melipatkan kedua tangannya di dada.


"Memangnya siapa yang bakal hilang Putri?" tanya Duke Rachid membuat Putri Maya kaget.


"E, bocor, e bocor." Putri Maya menatap tajam ke arah Duke. "Bisa tidak, datang itu tidak langsung mengejutkan. Seperti hantu saja, datang tanpa di undang pergi tanpa pamit." pekik Putri Maya.


"Jika Putri kehilangan jantung atau pun hati, aku rela jantung dan hati ku menggantikannya."


Putri Maya pun hanya menatap horor ke arah Duke, ia memundurkan kepalanya ke belakang, "Paman yakin, sudah pasti paman jadi hantu gentayangan."


"Hantu di hati Putri juga tidak masalah, bahkan tiap detik, tiap menit, tiap hari, tiap minggu, tiap bulan, tiap tahun. Hamba siap menerima tuan Putri ku, permata ku." ucap Duke Rachid lembut sambil membungkukkan badannya.


"Putri jangan seperti ini, bagaimana jika tidak ada wanita mau dengan ku, ah, apalagi Nona Ingrid itu, tidak mau dengan ku." ucap Duke Rachid tanpa sadar ia mengucap nama wanita lain.


Putri Maya berdecak pinggang, "Siapa Nona Ingrid?" tanya Putri Maya, ia sudah siap menerkam Duke Rachid hidup-hidup.


Matilah aku, keceplosan ni mulut.


"Jelaskan !" pekik Putri Maya.


Ingin menjelaskan, tapi takut melihat wajah Putri Maya yang menyeramkan. Tidak di jelaskan sama saja akan di makan hidup-hidup.


"Itu, Putri anu.."


"Jangan ha ho ha ho," ucap Putri Maya singkat dan padat.


"Kemarin aku bertemu Putri Ingrid, oh maksud ku tidak sengaja bertemu dengannya. Ya betul tidak sengaja. Pas waktu itu dia sering menempel dengan ku, pas waktu itu juga


Aduh di lanjutkan sudah seram gini


Ya, waktu itu aku memberikan dia tumpangan saat aku melihat keretanya tidak bisa jalan. Dan setelah itu."


Putri Maya mengelus dadanya dengan sabar, "Awas saja jika Duke sama seperti Pangeran Abigail yang langsung terperangkap dalam rencana licik ulet tempel, yang kemana-mana hanya menempel di ketiak." ucap Putri Maya, ia membuka pintu kamar Putri Viola. Malam ini ia akan tidur dengan Putri Viola untuk menemaninya.


"Em, Pama Duke, jangan lupa besok kita harus pagi-pagi berangkat. Dan satu minggu jangan mengubungi Ku."


"Put,"


Brak


Duke Rachid bermaksud ingin menolak ucapan Putri Maya, namun Pintu kamarnya sudah tertutup rapat. Dirinya hanya pasrah, esok hari mungkin dirinya akan di diamkan kembali. Sudah biasa bagi dirinya, jika membuat Putri Maya kesal. Dan hasilnya dia harus membujuk Putri Maya dengan susah payah.