Istri Kontrak Kaisar Kejam

Istri Kontrak Kaisar Kejam
Season 2_Extra Part_Istri Ku, aku ingin..


#Yang Nunggu Kisah Putri Maya tunggu dulu🤭


Matahari telah beranjak dari tempat peraduannya, burung kicau pun telah bernyanyi dan menari. Sepasang insan itu masih berpelukan erat, enggan untuk melepaskan satu sama lainnya. Putri Viola terbangun karna merasakan silaunya matahari yang masuk melalui jendela kaca. Ia mengucek matanya lalu menoleh, melihat laki-laki yang kini menjadi suaminya.


Dengan hati-hati ia memindahkan tangan yang melingkar di perutnya. Kemudian membetulkan kembali selimutnya. Putri Viola hendak turun. Namun ia menghentikan saat melihat wajah Pangeran Abigail yang terlelap, rupanya tadi malam membuatnya sangat kelelahan.


Seharusnya dia lah yang kelelahan, bukan Pangeran. Tapi mengingat karna tubuhnya sangat lemah. Ia tidak memikirkannya.


Putri Viola mencoel pipi Pangeran Abigail. Namun yang dicoel hanya menggeliat. Ia terkekeh, "Sayang bangun ini sudah pagi." ucap Putri Viola seraya mencium lembut bibir Pangeran Abigail.


Pangeran Abigail merasakan sensasi nikmat, ia membuka mulutnya. Karna dia tau, siapa lagi yang membuatnya merasakan kehangatan itu jika bukan istrinya sendiri.


Tangan Pangeran Abigail menelusuri setiap lekukan tubuh Putri Viola, mulai dari paha mulus dan putihnya kemudian terus berjalan ke atas memainkan area sensitifnya.


Putri Viola melepaskan ciumannya, sedangkan Pangeran Abigail membuka matanya.


"Ternyata sudah bangun, hanya pura-pura tidur kah." ujar Putri Viola menarik hidung Pangeran Abigail.


"Istri Ku, aku ingin..."


Pangeran Abigail membalikkan tubuhnya, hingga kini tubuhnya berada di atas tubuh Putri Viola. Ia kembali menghujami Putri Viola dengan ciuman di bibirnya beralih ke arah kedua benda kenyal itu dan **********.


Desahan keluar dari mulut Putri Viola, kedua sengatan listrik mulai menjalar di tubuh mereka. Saat Pangeran Abigail ingin menancapkan kembali juniornya. Ketukan pintu membuatnya menghentikannya.


"Putri, Pangeran." ucap pelayan Mery, karna tidak ada sahutan ia merasa tidak enak. Mau bagaimana lagi, karna ini perintah dari Kaisar Alex.


"Anu itu di tunggu Yang Mulia dan Permaisuri untuk sarapan." ucapnya.


"Baiklah," sahut Putri Viola berteriak. "Sayang sebaiknya kita lanjutkan nanti saja," tawar Putri Viola.


Pangeran Abigail membenamkan kepalanya di ceruk leher Putri Viola, "Sayang sekali saja, masak Putri tega. Hem.." rajuk Pangeran Abigail.


"Baiklah kita melakukannya lagi," ucap Putri Viola membuat Pangeran Abigail menatap berbinar.


Pangeran Abigail yang sudah tidak tahan, ia langsung membuka lebar bokong Putri Viola dan menancapkannya kembali. Suara desahan itu kembali menggema di ruangan itu.


Sementara di ruang kerja Kaisar Alex.


Kaisar Alex dan Anastasya tidak mau kalah, mereka saling berdebat. Anastasya tidak terima Kaisar Alex mengganggu aktivitas putrinya. Sedangkan Kaisar Alex tidak terima tadi malam ia tidak berikan jatah karna Anastasya kelelahan mengurus pernikahan Putrinya.


"Yang Mulia," pekik Anastasya.


Untung saja saat berada di ruang tamu, Anastasya masih merendam emosinya. Sedari tadi ia sudah bilang jangan mengganggu Putrinya, tapi Kaisar Alex malah menyuruh Mery membangunkan mereka.


"Seharusnya Yang Mulia juga mengerti, mereka butuh waktu. Sama halnya dengan kita dulu."


"Aku tidak peduli, Permaisuri tega memarahiku."


"Yang Mulia hamba tidak bisa memilih Yang Mulia dan Putri kita. Kalian berdua bagian hidup ku yang paling penting." ucap Anastasya seraya mengusap wajahnya dengan kasar.


"Baiklah, hamba tidak ingin berdebat dengan Yang Mulia. Nanti malam Yang Mulia akan mendapatkan jatahnya." Anastasya kembali membujuk Kaisar Alex kali ini dia harus mengalah. Sering kali Kaisar Alex merasakan nyeri di dadanya. Ia tidak ingin terjadi apapun pada Kaisar Alex hanya karna masalah sepele.


"Bener, janji kan tidak tidur lagi." ujar Kaisar Alex ia tidak ingin di tinggal tidur lagi, karna membuatnya menderita semalaman.


"Iya." Angguk Permaisuri Anastasya.


tok


tok


tok


"Ibunda, Ayahanda. Yang Mulia Kaisar Emerald dan Permaisuri Emerald ingin berpamitan." seru pelayan Mery dari luar pintu.


"Iya sayang, kita akan segera kesana." jawab Anastasya. "Ayo," ajak Anastasya seraya menoleh ke arah Kaisar Alex.


Kaisar Alex pun menggandeng tangan Anastasya, sesampainya di depan pintu ruang utama istana. Kaisar Alex melihat Kaisar Emerald yang menunggu kedatanganya, semua pelayan dan pengawalnya telah siap.


"Apa Kaisar tidak akan menunggu Pangeran Abigail?" tanya Kaisar Alex.


Kaisar Emerald tersenyum, "Tidak usah, kami buru-buru. Mungkin mereka masih tidur dan aku berharap secepatnya kita memiliki cucu." ucap Kaisar Emerald.


"Baiklah kami pergi Permaisuri, suruh Putri Viola untuk main-main Kekaisaran Emerald.


"Iya, pasti mereka akan sering mengunjungi Permaisuri."


Setelah berpamitan satu sama lainnya, mereka keluar dari ruang pintu utama dan menaiki kereta. Setelah kepergian mereka Putri Viola dan Pangeran Abigail muncul dari arah belakang mereka.


"Ibunda, dimana Kaisar Emerald?" tanya Putri Viola.


"Kalian sudah telat," ucap Kaisar Alex langsung menarik lengan Anastasya menuju ke kamarnya.


"Mereka baru saja pergi Kak, sebaiknya Kakak istirahat saja. Aku ingin keluar sebentar." ucap Putri Maya.


Pangeran Abigail dan Putri Viola saling menatap, merasa tidak nyaman dan kemudian mengangguki perkataan Putri Maya.