Istri Kontrak Kaisar Kejam

Istri Kontrak Kaisar Kejam
Ekstra Part : kepergian Elisha


"Permaisuri,"


Kaisar Alex memeluk tubuh Anastasya dari belakang, ia menenggelamkan kepalanya di bahu Anastasya.


"Apa urusannya telah selesai?"


Anastasya melepaskan pelukan Kaisar Alex dan memegang kedua pipinya.


"Sudah, dia hanya membicarakan omong kosong yang tidak penting."


Anastasya berjinjit, ia mencium bibir Kaisar Alex dan **********. "Apa Permaisuri mencoba menggoda Ku?"


Kaisar Alex langsung membopong tubuh Anastasya, ia membaringkan tubuh Anastasya di ranjang empuknya.


"Malam ini biar hamba yang melakukannya,"


Anastasya mendorong tubuh Kaisar Alex, ia ******* bibir Kaisar Alex seraya meraba dada bidangnya itu.


Emmmmm


Anastasya membuka kancing baju Kaisar Alex satu per satu, kemudian ia memberikan Kiss Mark di setiap garis-garis perut Kaisar Alex. Sedangkan Kaisar Alex merasakan darahnya menghangat.


Sementara Anastasya telah merasakan jarum tegak yang menonjol di bawahnya, ia segera meremas tonjolan panjang itu, membuat Kaisar Alex mendesah.


Segera Anastasya membuka celana Kaisar Alex, ia meremas junior yang menegang itu dan perlahan-lahan ia memasukan ke lubang semestinya. Anastasya menggoyangkan pinggulnya, desahan keluar dari mulut Kaisar Alex.


"Oh, Permaisuri."


Anastasya mendekatkan bibirnya ke bibir Kaisar Alex dan mereka pun saling membalas. Kini Kaisar Alex ******* salah satu dua buah benda kenyal itu.


"Ah, Permaisuri. Sungguh aku tidak kuat." Kaisar Alex membalikkan tubuhnya, hingga ia menghimpit tubuh Anastasya.


"Biar Aku saja yang melakukannya,"


Kaisar Alex menghentakkan juniornya. Terjadilah malam itu, malam yang penuh kehangatan. Malam yang penuh penguncian satu sama lainnya. Bahkan sang bulan pun cemburu terhadap kedua insan itu.


Sinar matahari telah masuk ke dalam jendela, Anastasya pun mengerjapkan matanya. Ia menoleh ke samping, melihat Kaisar Alex menopang kepalanya seraya tersenyum menatap ke arahnya.


"Yang Mulia,"


"Apa tidur Mu nyenyak?"


Cup


Kaisar Alex mencium Anastasya, "Aku sangat menyayangi mu Permaisuri."


"Hamba juga sangat mencintai mu Yang Mulia."


Kaisar Alex kembali ******* bibir Anastasya. Merekapun ingin memulai adegan panas itu, namun di hentikan oleh ketokan pintu.


"Yang Mulia, Permaisuri." seru pelayan Mery.


"Iya Mery, Aku dan Yang Mulia akan segera keluar." teriak Anastasya.


Anastasya mendorong Kaisar Alex, "Permaisuri kita seharusnya melanjutkannya," seru Kaisar Alex dengan perasaan dongkol.


"Yang Mulia, tadi malam kita sudah melakukannya. Bahkan hamba bisa tidur jam 2, Yang Mulia tidak lelah sama sekali." Anastasya menggerucutkan bibirnya, memutar bola matanya.


Ha ha ha


"Baiklah, nanti malam kita akan melanjutkannya lagi."


Kaisar Alex turun dari ranjangnya menuju ke kamar mandi. Setelah membersihkan diri ia masih melihat Anastasya yang tampak uring-uringan di kasurnya.


"Permaisuri,"


Kaisar Alex memberikan handuk kecil itu, ia duduk di tepi ranjang, menanti Anastasya mengeringkan rambutnya.


Anastasya mengusap kepala Kaisar Alex dengan handuk itu. Aroma sampo Kaisar Alex membuat Anastasya tak berhenti mencium rambutnya.


"Apa Permaisuri menyukai aroma rambut ku?


"Tentu saja Yang Mulia, aroma apa pun pasti hamba menyukainya."


Kaisar Alex mendonggakkan kepalanya, Anastasya langsung memberikan ciuman singkat di bibir Kaisar Alex.


Setelah itu Anastasya turun, ia menuju ke lemari memakai jubah mandinya.


"Yang Mulia hamba mandi dulu, apa perlu hamba membantu Yang Mulia memakai baju Yang Mulia."


Sedangkan lawan bicara hanya memperhatikan lekukan tubuh Anastasya yang berjalan di depannya tanpa sehelai benang pun.


"Yang Mulia.."


"Kenapa Permaisuri sangat sexi sekali?" Kaisar Alex memperhatikan Anastasya dari bawah ke atas.


Anastasya hanya menggelengkan kepalanya, "Dasar mesum." teriak Anastasya.


Setelah 30 menit.


Anastasya dan Kaisar Alex keluar dari kamarnya. Ia melihat Ana yang menggendong Putri Viola dan menghampirinya.


"Berikan pada Ku," ucap Anastasya.


"Kesayangan Bunda," Anastasya mencium kening sang Putri lalu beralih ke pipi gembulnya.


"Dan juga kesayangan Ayah," timpal Kaisar Alex, ia ikut mencium Putri Viola di pipinya.


"Hormat hamba Yang Mulia dan Permaisuri."


Kedua pasangan itu menoleh, "Oh Elisha." sapa Anastasya.


"Maaf mengganggu waktu Permaisuri dan Yang Mulia. Hamba dan Kendrix serta Arnoz harus pergi. Maaf selama kunjungan kami merepotkan Permaisuri."


"Tidak Elisha, kenapa harus terburu-buru?"


"Hamba tidak mungkin meninggalkan toko hamba terlalu lama Permaisuri. Maaf," ucap Elisha merasa bersalah, tapi bukan justru itu yang ingin ia ungkapkan ia ingin melihat Kaisar Alex bersama lagi.


Hamba tidak mungkin membuat Elisha lebih lama disini, hamba takut Elisha berbuat onar dan lebih lagi hamba takut Mantra Kutukan itu terjadi di tubuh Elisha.


"Permaisuri, sebelum hamba pergi bolehkan hamba melihat Putri Viola." ucap Arnoz dengan penuh harap.


Anastasya mengangguk, ia berjongkok menjajarkan badannya dengan badan Arnoz.


"Cantik sekali.." seru Arnoz.


"Baiklah, Arnoz. Ayo,"


Elisha menggandeng tangan Arnoz lalu memberikan hormat di ikuti Kendrix dan kedua pelayannya.


Setelah itu mereka menuju ke halaman depan dan menaiki keretanya.


Selang beberapa saat datanglah sebuah kereta membuat Kaisar Alex dan Anastasya mengkerutkan keningnya.