Istri Kontrak Kaisar Kejam

Istri Kontrak Kaisar Kejam
Bab 53_membawa ke istana


Anak itu...


Anastasya mencoba berfikir sejenak, melihat wajahnya saja tidak lah asing baginya. Ia melangkahkan kakinya menuju ke arah anak kecil itu.


Anastasya melepaskan tangan Kaisar Alex yang menggenggamnya begitu erat, ia berjongkok dan menatap lembut ke anak di depannya itu. Sementara wanita bangsawan yang di sapa anak itu memundurkan badannya memberikan tempat untuk Anastasya agar lebih leluasa.


"Apa kau ingin kue?" tanya Anastasya lembut seraya mengelus pipi gembulnya.


Dia, dia adalah anak yang aku cari, anak yang di bunuh oleh pelayan Elisha bersama ayahnya. Tapi apa hubungannya anak ini dengan Elisha, oh astagah aku semakin penasaran. Seharusnya aku membaca novelnya secara keseluruhan, oh dasar novel kagak jelas. Tapi bukan novelnya sih yang gak jelas, seharusnya aku yang gak jelas. Karna banyak chapter jadi aku langsung loncat saja bacanya. Hanya mengambil poin pentingnya saja (sama kayak autor lok liat novel banyak chapternya, loncat-loncat bacanya🤭)


"Aku lapar Nyonya," jawabnya dengan wajah menunduk.


Anastasya memperhatikan pakaiannya, bajunya lusuh dan banyak sobekan, tidak memakai sandal dan di wajahnya terlihat kotor.


"Dimana Ayah mu?" tanya Anastasya.


Sementara Kaisar Alex tersenyum hangat, hatinya sangat senang Permaisuri yang dulu ia abaikan kini menarik hatinya semakin dalam. Jujur saja dalam hatinya sungguh menyesal melakukan keputusan yang salah.


"Arnos," seru seseorang membuat Anastasya, Kaisar Alex dan anak laki-laki itu menoleh.


"Maafkan anak hamba Permaisuri, Yang Mulia Kaisar. Mohon jangan hukum anak hamba," ucapnya seraya bersujud di depan Anastasya dan Kaisar Alex.


"Oh, jadi nama mu Arnoz. Emm, bangunlah. Aku tidak akan menghukum mu ataupun anak mu,"


"Siapa nama Tuan?" tanya Anastasya


"Nama hamba, Kendrix Nyonya." jawabnya.


Anastasya mendonggakkan wajahnya melihat ke arah Kaisar Alex. Ia berharap Kaisar Alex mau menuruti permintaanya kali ini. Jika tidak, dirinya berjanji tidak akan memaafkan Kaisar Alex.


"Yang Mulia bolehkan hamba membawa mereka pulang. Hamba kasian melihat mereka,"


Kaisar Alex melirik ke arah anak kecil itu dan Ayahnya yang sedang menundukkan kepalanya. Mereka tidak berani melihat wajah Kaisar Alex dan Anastasya.


"Tidak perlu Yang Mulia Permaisuri, hamba tidak ingin merepotkan Yang Mulia." timpal Kendrix.


Jika aku tidak menuruti permintaan Permaisuri saat ini, Permaisuri akan membenci ku batin Kaisar Alex.


Kini mereka duduk di dalam kereta istana hanya berdua dan saling berdiam. Anastasya memejamkan matanya dan menyandarkan badannya ke sandaran tempat duduknya, "Permaisuri," sapa Kaisar Alex menghilangkan kesunyian dan keheningan sepanjang jalan di dalam kereta.


"Ya," Anastasya menjawabnya dengan singkat dan padat membuat Kaisar Alex ragu untuk menanyakannya.


"Ada apa Yang Mulia," tanya Anastasya membuka matanya, ia melirik Kaisar Alex yang sedikit gugup.


"Bolehkah aku bertanya," Kaisar Alex melihat ke arah Anastasya.


"Yang berkuasa disini Yang Mulia, kenapa Yang Mulia meminta ijin?" tanya Anastasya dengan acuh.


"Permaisuri memilih siapa antara aku dengan Pangeran Gabriel,"


"Aku, tidak akan memilih siapa-siapa. Bagi ku sekarang pertanyaan seperti itu tidak penting." Anastasya mengalihkan pandangannya ke arah luar.


Kaisar Alex tersenyum kecut, "Bisakah Permaisuri..."


"Sudahlah Yang Mulia. Hamba tidak ingin bahas apapun. Dan jika hamba boleh memilih, hamba ingin keluar istana dan tidak memilih menjadi seorang Permaisuri. Hamba ingin hidup bebas.."


Anastasya memotong pembicaraan Kaisar Alex, sedangkan Kaisar Alex menatap Anastasya dengan mata berkaca-kaca, apa kesalahannya dulu tidak bisa dimaafkan?


"Apa Permaisuri tidak akan memberikan ku kesempatan?" tanya Kaisar Alex dengan mata berkaca-kaca.


Anastasya hanya diam, ia mengabaikan pertanyaan Kaisar Alex.


Tak terasa perjalan yang mereka tempuh, kereta yang mereka tempati telah menginjakkan kakinya ke istana.


Anastasya langsung turun, ia menuju ke arah kereta yang ia tempati tadi. Lalu keluarlah Arnoz, Fendrix dan pelayan Mery dalam kereta. Sementara Duke Rachid juga ikut turun dari kudanya.


"Yang Mulia hamba ingin berbicara dengan Yang Mulia." teriak seorang wanita berlari ke arah Kaisar Alex dan Anastasya serta lainnya.


"Hamba mohon Yang Mulia, tolong jangan mempercayai semua perkataan pelayan tadi.." ucapannya menangis tersedu-sedu dan memegang tangan Kaisar Alex. Ia berharap Kaisar Alex luluh dengan tangisannya.


"Elisha," panggil Anastasya membuat Elisha menoleh ke arahnya. Jantung Elisha seakan berhenti melihat kedua orang di samping Anastasya yang sama-sama terkejut.


Mereka batin Elisha membulatkan matanya secara sempurna.