Istri Kontrak Kaisar Kejam

Istri Kontrak Kaisar Kejam
Bab 38_menemukan mu


Permaisuri Anastasya membalikkan badannya, ia ingin cepat-cepat keluar menemui orang itu. Sementara Duke Rachid, Enzo dan Enzi dibuat bingung, merekapun mengikuti Permaisuri Anastasya.


Sesampainya di depan toko tadi, Permaisuri Anastasya mengedarkan pandangannya. Matanya terus mencari orang itu. Namun hasilnya nihil tidak menemukan orang itu.


bruk


"Ma, maaf saya tidak sengaja." ucap Anastasya merasa bersalah menabrak pria paruh baya yang menutupi semua bagian tubuhnya hingga kepala dengan jubah hitam tipis.


Pria paruh baya itupun hanya menganggukkan kepalanya dan tersenyum. Setelah Anastasya di rasa menjauh ia menoleh lalu tersenyum misterius.


Dia memilikinya ucapnya tersenyum devil..


Sementara Anastasya terus mencari orang tersebut hingga tatapannya tertuju orang yang duduk di kursi putih seraya memakan roti di pinggir jalan.


"Tuan," ucapnya menepuk pelan bahunya.


Laki-laki itupun menoleh, "Apa Lady mencari sesuatu?" tanya laki-laki itu kebingungan.


Benar ini orangnya batin Anastasya menatap lekat laki-laki itu. Memiliki rahang yang tegas, berkumis, hidung mancung dan jangan lupakan mata itu berwarna hitam. Ayahnya berasal dari Kekaisaran Matahari sedangkan Ibunya berasal dari Kekaisaran Emerald. Tetapi kedua orang tuanya telah meninggal.


Kekaisaran Emerald, Kekaisaran yang ahli dalam bidang racun. Kekaisaran Emerald telah lama menjadi musuh Kekaisaran Matahari. Jika ada warga yang memiliki darah dari Kekaisaran Matahari. Maka dia akan di usir dari Kekaisaran Emerald. Kekaisaran Emerald tidak pernah menerima rakyatnya yang memiliki darah dari Kekaisaran Matahari. Maka sebab itulah banyak rakyat Kekaisaran Emerald yang menjadi Kekaisaran Matahari.


"Ekhem, tidak apa Tuan. Saya hanya kasian terhadap Tuan," kilah Anastasya tersenyum lembut. Dalam hatinya ia bersorak senang telah menemukan harta dunia.


Akhirnya aku menemukan mu..


Orang yang dicarinya adalah orang yang ahli dalan racun. Di dalam dunia novel orang itu pernah di tolong oleh Elisha sehingga dia memiliki hutang budi dan melakukan apapun yang di perintahkan oleh Elisha.


"Maaf Lady, saya ada urusan penting," ucapnya gugup yang hendak pergi. Ia takut ketahuan identitasnya hingga mendapatkan hukuman.


"Tunggu, Tuan." Anastasya meraih lengan laki-laki itu.


"Saya tau siapa anda. Bukankah Anda berasal dari Kekaisaran Emerald."


Deg


Seketika orang itu menelan salivanya susah payah. Ketakutan mulai masuk lebih dalam lubuk hatinya. Ia menoleh lalu menundukkan kepalanya.


"Jangan takut, saya tidak akan membongkar identitas Tuan. Tapi saya disini bermaksud untuk melindungi Tuan." tutur Anastasya.


Laki-laki itupun melihat Anastasya dari bawah ke atas. Jika dilihat dari bajunya yang berkualitas. Perempuan di depannya bukan berasal dari kalangan bawah.


"Percayalah," ucap Anastasya tersenyum.


Laki-laki itupun menganggukkan kepalanya. Hatinya tenang melihat senyum Anastasya sekaligus ia mempercayainya. Ia pun mengikuti Anastasya dan menggenggam tangannya menuju ke sebuah penginapan.


Merekapun masuk ke dalam penginapan Roseline.


"Selamat datang Lady, ada yang bisa saya bantu."


"Saya ingin menyewa satu kamar dan beberapa baju untuk laki-laki di samping saya."


"Oh baik Lady, mari saya antar ke kamar Lady dan Tuan." ucap pelayan itu menunjukkan jalan. Setelah melewati tangga yang lumayan melelahkan.


Sampailah mereka di lantai tiga di kamar bernomor 20. Pelayan itupun memeberikan kunci.


"Tunggu Lady, kita mau apa?" tanya laki-laki itu keheranan. Ia takut jika perempuan di depannya berbuat macam-macam.


"Buanglah pikiran kotor Tuan, saya bermaksud ingin Tuan membersihkan diri." ucap Anastasya menggelengkan kepalanya. Membuat laki-laki di depannya bersemu merah karna tau isi pikirannya.


ceklek


Pintu kamar itu terbuka, memperlihatkan spring bed berukuran besar berwarna putih. Tempat merias diri, lemari bercat putih dan juga sofa berwarna putih. Semua di kamar itu bernuansa putih. Bersih, nyaman dan wangi.


"Sekaran Tuan masuk dan carilah beberapa pakaian di dalam lemari itu."


Laki-laki itu pun masuk mendahului Anastasya. Begitupun Anastasya yang hanya mengekori dari belakang lalu duduk di sofa seraya mengambil koran di meja itu.


15 menit kemudian..


"Lady," ucapnya laki-laki di depannya gugup. Rasa malu mulai keluar dari wajahnya. Laki-laki itupun hanya menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


Anastasya mendonggakkan kepalanya, laki-laki di depannya bisa di bilang sempurna. Memiliki postur tubuh yang sexi. Otot perutnya terlihat di baju putih yang transparan.


"Sempurna," kata itu lolos dari mulut Anastasya. Lagi-lagi laki itu malu dengan bersemu merah di wajahnya.


Deg


Jantungnya berlomba-lomba meloncat. Nafasnya mulai memburu.


"Ayo kita keluar,"


Anastasya menaruh kembali koran di tangannya ke tempat semula. Sebelum Anastasya melangkah kan kakinya. Laki-laki itu menghentikannya.


"Tunggu Lady, nama saya Sean." ucapnya terlihat gugup.


Anastasya tersenyum, "Sean. Panggil saja saya Tasya." ucapnya berlalu pergi.


Sesampainya di luar penginapan yang di ekori Sean. Anastasya melihat dari jauh, Duke Rachid, Enzo, Enzi dan Mery dengan wajah lelah mengahampirinya.


"Permaisuri datang dari mana?" tanya Mery di iringi keringat keluar dari dahinya.


"Lebih baik kita pulang, nanti aku akan menjelaskannya, ayo Sean." ucap Anastasya membuat ke empat orang itu menghembuskan nafas lelah serta kebingungan dengan laki-laki yang mengikuti Anastasya.