Istri Kontrak Kaisar Kejam

Istri Kontrak Kaisar Kejam
Bab 28_ Pernikahan Elisha dan Penobatan Permaisuri


Ke esokan paginya.


Pesta pernikahan sekaligus penobatan Ratu telah tiba. Kaisar Alex menggunakan baju khas kekaisaran beserta jubah kebesarannya. Ia hanya menatap dirinya di dalam cermin. Apa hatinya bahagia? entahlah. Hatinya seakan biasa saja terhadap pernikahan ini. Dulu di saat berperang hatinya tidak sabar menantikan pernikahan ini. Namun..


"Hormat hamba Yang Mulia, Ratu telah siap." ucap seorang pelayan.


Kaisar Alex mengangguk, ia segera menuju ke luar dan menjemput Ratu Anastasya. Kamar Ratu Anastasya berada dekat dengan aula istana. Sehingga memudahkannya menjemputnya saat akan menghadiri acar penting jika harus mewajibkan Ratu hadir. Sesampainya di kamar Anastasya Kaisar Alex hanya bersabar menunggu.


Deg


deg


deg


Detak jantungnya mulai beradu, tidak biasanya jantungnya seperti ini. Tadi ia memikirkan pernikahannya. Jantungnya hanya biasa saja. Tapi saat akan bertemu Ratu jantungnya seakan meledak.


krek


Pintu kamar Anastasya terbuka, memperlihatkan seorang wanita memakai gaun berwarna merah. Rambutnya yang kriting gantung di biarkan terurai. Belahan dadanya tidak terekspos. Namun terbilang sexi. Pinggang yang ramping dan keelokan tubuhnya membuat kaum adam menelan ludahnya susah payah.


Jantung Kaisar Alex semakin berpacu, ia tidak tahan melihat wanita cantik di depannya itu. Jika dulu ia bisa memalingkan wajah. Namun sekarang wajahnya tidak bisa berpaling. Seakan kepalanya ada paku yang menancap dan tidak bisa menoleh.


"Ekhem," Kaisar Alex berdehem sebagai penghilang ke canggungannya.


Sedangkan Anastasya hanya diam saja, tanpa merespon. Ia berjalan mendahului Kaisar Alex tanpa penghormatan sekalipun. Kaisar Alex tercengang dan langsung tersadar. Ia langsung menyusulnya dan berjalan di samping Ratu.


Degupan jantungnya bertambah kencang, keringat dingin mulai keluar dari tubuhnya. Ia melirik Ratu Anastasya yang hanya diam saja sedari tadi.


Kegugupan Kaisar Alex bertambah. Tanpa sadar tangannya bergerak sendiri menggenggam tangan Anastasya.


Anastasya menghentikan langkah kakinya, ia melihat ke arah tangannya. Lalu ekor matanya melihat ke wajah Kaisar Alex dengan tatapan tidak suka. Diam, tanpa sepatah kata apapun. Anastasya meronta tangannya minta dilepaskan.


"Jangan membuat ku malu Ratu, Ayo." Kaisar Alex mempercepat langkah kakinya. Bukan ia ingin segera menikah. Tapi ia tidak tahan dengan jantungnya. Terlihat di bibir Kaisar Alex seulas senyum mulai keluar. Saat tangan Ratu Anastasya berada di genggamannya, saat itu pula ribuan bunga menyapa di hatinya. Hatinya senang dan adem. Sesampainya di aula istana.


"Yang Mulia Kaisar Matahari dan Baginda Ratu telah tiba ..." teriakan pengawal membuat para pejabat beserta keluarganya menoleh ke arah pintu. Tak terkecuali Duke Erland, tatapannya tertuju saat tangan sang Putri di genggam oleh Kaisar Alex. Biasanya mereka hanya berjalan berdampingan, tapi saat ini membuat para pejabat beserta istrinya saling melirik.


Kaisar Alex sedikit melirik Ratu Anastasya yang hanya memasang wajah datar. Mereka terus berjalan bergandengan tangan hingga menaiki tangga dan duduk di singgasanah masing-masing.


Selang beberapa saat, datanglah seorang wanita cantik memakai gaun berwarna putih yang bertaburan 250 mutiara di gaun itu dan di iringi senyuman di wajahnya. Para pejabat hanya bersikap datar saja. Jujur saja hati mereka masih enggan untuk menerimanya. Hatinya mereka telah setia terhadap Kaisar Hugo.


Wanita itu terus berjalan menghampiri Kaisar Alex dan Anastasya. Sementara Kaisar Alex turun dari singgasanahnya. Ia menyambut hangat wanita itu.


Seorang pendeta istana maju, dalam hatinya semoga Kaisar Hugo membantu doanya untuk menyadarkan Kaisar Alex.


Maaf Yang Mulia, semoga anda bisa membantu doa kami. Agar Kaisar Alex cepat sadar apa yang dilakukannya salah.


Ia hanya bisa menghela nafas dan membacakan janji suci di ikuti mereka berdua.


Kaisar Alex membalikkan badannya, "Saya Kaisar Alexander akan mengangkat Elisha menjadi Selir resmi di Kekaisaran Matahari." ucapnya lantang.


"Hidup Yang Mulia," ucapan para pejabat membuat Elisha semakin percaya diri. Sementara di sisi lain, wanita itu mengepalkan tangannya.


"Dan hari saya juga akan mengumumkan, Saya Kaisar Alexander akan mengangkat Ratu Anastasya menjadi Permaisuri Kekaisaran Matahari."


Deg


Elisha diam membeku, ia menatap Kaisar Alex dengan tatapan sulit di artikan. Kaisar Alex melihat ke arah Ratu Anastasya ia menjulurkan tangannya, menyambut Ratu Anastasya. Ratu Anastasya pun berjalan dan menuruni tangga. Ia menyambut tangan itu, lalu duduk berjongkok di depan Kaisar Alex dan Kaisar Alex mengambil Mahkota di atas nampan yang di berikan oleh salah satu pelayan. Mahkota itu memiliki 500 butir mutiara putih dan kerangkanya terbuat dari emas. Mahkota yang pernah di pakai oleh Permaisuri sebelumnya, Permaisuri Clare.


"Terimakasih Yang Mulia, semoga Yang Mulia berumur panjang."


Kaisar Alex tersenyum, lalu membantu Anastasya berdiri di sampingnya dan menghadap ke arah para Pejabat.


"Hidup Yang Mulia Kaisar Matahari, Hidup Permaisuri." seru para pejabat.


Anastasya meremas tangan Kaisar Alex. Namun Kaisar Alex hanya menatap dan mengeluarkan ekspresi biasa saja.


"Baiklah, aku akan memanfaatkan takhta ini," batin Anastasya tersenyum sinis.


Sejenak Permaisuri Anastasya dan Selir Elisha saling pandang. Pandangan mereka saling menjatuhkan sama lainnya. Jika bisa diartikan pandangan itu "Kita Bisa Lihat Siapa Yang Akan Jatuh,"