Istri Kontrak Kaisar Kejam

Istri Kontrak Kaisar Kejam
S4 : Menjadi istri kedua tuan Viscount


Emm


Michelia tersenyum kikuk, ia merasa bersalah melihat wanita di depannya itu.


"Apa aku mengganggu nona?" tanya Liera dengan ramah. Sebenarnya ia tanpa sengaja melihat Viscount Elca mengendap-ngendap, lalu menaiki balkom kamar Michelia.


Sebenarnya ia ingin memergoki suaminya, tapi hatinya tidak tega menghentikannya. "Maaf sudah mengganggu nona malam ini, apa aku boleh berbicara?" tanya Liera.


Michelia mengangguk dengan ragu.


"Mari, kita ke taman sambil menikmati udara segar." Ujar Liera, kursi roda itu pun di dorong oleh pelayan setianya itu.


Sesampainya di taman, sang pelayan memberikan hormat meninggalkan mereka yang masih hanyut dalam keheningan dan menikmati angin malam.


Liera memejamkan matanya, menikmati angin yang menghembus ke arah wajahnya. Ia harus menyejukkan hatinya, walaupun angin itu tidak bisa menyejukkannya.


"Apa nona betah tinggal di sini?" tanya Liera memecahkan keheningan.


"Betah, aku sangat betah." Jawab Michelia dengan gugup.


"Santai saja dengan ku nona, aku tidak akan memakan mu." Liera terkekeh, gadis di depannya memang unik. Dengan wajah gugupnya itu membuatnya ingin mencubit pipinya. Pantas saja gadis di depannya selain cantik juga menggemaskan. Tidak heran suaminya tertarik.


"Seandainya nona tinggal di sini, apa nona akan senang?" tanya Liera dengan air mata yang siap meluncur.


"Tentu saja aku senang, di sini udaranya sejuk dan Duke Elios, Duchess Caroline sangat baik." Tutur Michelia. Kenyataannya memang ia betah tinggal di kediaman Duke. Seandainya boleh tinggal lebih lama, dengan senang hati dia akan menerimanya.


"Jika nona suka, nona bisa tinggal di sini." Ujar Liera.


"Terima kasih, tapi aku tidak bisa tinggal di sini. Ayah dan Ibu tidak akan mengijinkan ku." Ujar Michelia. Lebih lagi, Pangeran Almeer, justru dia yang akan paling menentang.


"Aku senang bertemu dengan nona. Selain ramah dan lembut, nona sangat cantik. Pantas saja banyak rumor tentang nona. Aku yakin, banyak laki-laki yang akan tertarik pada nona." Ujar Liera. Secepat mungkin ia memalingkan wajahnya.


Termasuk suami ku.


"Aku belum mengantuk, hanya ingin mencari udara segar. Lalu kenapa nona belum tidur."


Michelia menelan ludahnya, ia memainkan ibu jarinya di bawah meja. "Aku, aku hanya belum tidur saja." Ujar Michelia tersenyum paksa.


Liera tersenyum, ia menatap ke arah meja. Tidak akan sanggup dirinya menerima kenyataan jika Michelia tidak berbohong.


"Jangan memanggil ku nyonya, Viscount Elca belum meresmikan diri ku sebagai nyonya kediamannya." Ujarnya dengan air mata menggenang. Nyatanya, selama ia berstatus menjadi istrinya. Viscount Elca tidak pernah mengumumkan dirinya sebagai nyonya kediamannya. Bahkan para pelayan pun masih memanggilnya dengan sebutan Nona. Di seluruh Kekaisaran ini, status Nyonya sangat di butuhkan. Berarti suaminya bersungguh-sungguh menikahinya. Namun tidak dirinya, ia harus bersabar menerima kenyataan itu.


Michelia menunduk, bukan maksud hati dia menyebut statusnya. Akan tetapi ia merasa kasihan dengan wanita di depannya. Seandainya dia berada di posisi itu, pasti dia akan memilih pergi.


"Tipe laki-laki apa yang nona sukai?"


"Tidak banyak, hanya dia yang perlu mencintai ku." Jawab Michelia singkat.


"Mungkinkah tipe seperti suami ku,"


Michelia tak bisa mengatakan apa pun, dia menunduk memalingkan wajahnya.


"Jangan gugup, aku hanya bertanya. Apa seperti suami ku yang di idam-idamkan oleh para wanita di Kekaisaran ini. Banyak wanita yang terang-terangan menggodanya, namun ia tidak tertarik sama sekali. Aku tidak tau, apa aku bisa menjadi wanita idamannya." Tuturnya terkekeh.


"Seandainya, nona menjadi pasangannya. Aku yakin, kalian pasangan yang sangat cocok dan serasi. Pasti banyak yang iri pada kalian." Liera meremas baju tidurnya, ia menunduk merasakan denyut perih di hatinya.


Michelia yang semakin gelisah, ia tidak sanggup meneruskan pertemuannya itu. "Aku sudah ngantuk nona, maaf aku tidak bisa menemani nona." Ujar Michelia langsung berdiri, lalu melangkah pergi.


"Bisakah nona Michelia menjadi istri kedua tuan Viscount."


Seketika Michelia menghentikan langkahnya, ia memutar tubuhnya. "Apa maksud nona?" tanya Michelia dengan santai. Seakan tidak terjadi apa pun.


"Pikirkan, aku akan senang nona menjadi istri kedua Viscount." Liera memutar kursi rodanya, menuju ke kamarnya. Sementara Michelia mengusap wajahnya dengan kasar. Dadanya naik turun, apa tadi dia tidak salah dengar? atau jangan-jangan Liera sudah tau hubungannya.