EXTRAORDINARY YOU

EXTRAORDINARY YOU
Kenakalan Zhang


...Kediaman lama Zhang yang berada di istana Kerajaan Yuan....


Dalam kamar besar yang memiliki ruang, masuk Xia lu yang ditarik Zhang sedari tadi.


"apa tidak ada kamar lain?"Tanya Xia lu.


"kita menginap sementara dikerajaan Yuan ini"jawab Zhang yang sedang mengunci kamar.


"A..ap"gumam Xia lu jadi gugup, gadis itu melihat sekitar kamar yang sangat luas, terdapat banyak tirai transparan yang menutupi disetiap ruangan maupun melekat disetiap tiang.


Zhang tersenyum membalikan tubuhnya, ia mendekati gadis yang tampak gugup itu.


"Aku tidak akan berbuat apapun, percayalah padaku"ucapnya tersenyum menyentuh pundak Xia lu.


Xia lu mendongakan kepalanya menatap wajah Zhang, "apa aku bisa melihat-lihat dalam kamar?"Tanyanya.


"Tentu saja Xia lu"angguk Zhang tersenyum menyapu-nyapu atas rambut Xia lu.


Zhang beralih menarik tangan Xia lu dan membawanya berjalan masuk dalam satu ruang kecil yang dalam terdapat simpanan barang-barang kuno yang disusun di Rak seperti sebuah piala yang terbuat dari patung, jepit rambut cantik seseorang dan sebagainya.


"apa ini?"tanya Xia lu menyentuh sebuah patung yang berbentuk aneh, seperti bentuk atas ice cream cornetto.


"Itu kerajinan patung bentuk kotoran manusia"jawab Zhang langsung menutup mulutnya rapat-rapat menahan tawa.


"Hahaha, apa kau yang membuatnya?"Tanya Xia lu melihat barang-barang lainnya lagi.


"Iya, dulu itu ku gunakan sebagai balas dendam Pada kaka Lu zheng waktu kecil berumur tujuh tahun pernah kencing sembarangan di kamarnya"jujur Zhang memalingkan wajahnya.


Xia lu seketika berhenti dan membalikan tubuhnya menatap Zhang yang memalingkan wajahnya.


"haha, kau kencing sembarangan bagaimana bisa?"Tanya Xia lu tersenyum.


"emm...saat itu kaka yang mengerjaiku memasukan kecoa palsu dalam cel**a da**m ku"jawab Zhang tanpa melirik Xia lu karena tidak berani.


Mendengar jawaban Zhang membuat Xia lu tak kuasa menahan tawanya, "hahaha, jadi karena kecoa?, hahahaha"tawa lepas Xia lu.


Beruntung tempat dalam kamar itu agak kedap suara jadi tidak akan terdengar dari luar.


Zhang tidak tahan, ia langsung keluar dari ruangan dan duduk ditepi ranjang dengan melipat kedua tangannya tampak kesal.


Xia lu jadi terhenti tertawa, ia melangkahkan kakinya mendekati pintu masuk ruang itu dan mengintip Zhang yang duduk ditepi ranjang dengan wajah datar dan kesalnya.


Gadis itu tidak peduli dan kembali melihat barang lainnya, asiknya melihat Xia lu menemukan sebuah titah yang bergulung dan membukanya karena penasaran.


Dalam titah itu tampak sebuah lukisan aneh yang menggambarkan bangunan kota dikekaisaran yang hanya setengah dilukis dan setengahnya kosong.


"lukisan macam apa ini?, mungkin belum sempat selesai"gumam Xia lu menutup titah kembali dan meletakannya ke rak.


sudah beberapa lama Xia lu melihat-lihat barang-barang milik Zhang disitu dia jadi penasaran akan sosok Pria yang kesal tadi tidak bersuara sama sekali mulai tadi.


Xia lu mengintip dari balik dinding melihat sosok Pria yang tadinya memakai baju kini bertelanjang dada memamerkan tubuh kekarnya dengan melipat kedua tangan didepan dada, namun wajah dan gayanya masih tampak sedang kesal.


"ku kira dia sudah tidur ataupun sedang melakukan sesuatu, ternyata dia masih diam dan kesal seperti tadi"gumam Xia lu.


Xia lu pun keluar dari ruangan itu dan berjalan pelan mendekati Zhang yang duduk seperti patung saja, tidak bergerak sama sekali hanya bola matanya yang bergerak.


Saat sudah berada didepan Zhang, Xia lu membungkuk dan menatap wajah tampan Pria yang hanya memasang wajah datar padanya.


"Zhang"panggil Xia lu


"hm"dehem Zhang menjawab.


"Kau marah?"tanya Xia lu menatap manik mata Zhang.


"hm"dehem Zhang menjawab.


"Yasudah, maafkan aku"ucap Xia lu ikut duduk disamping Zhang.


"Hm"dehem Zhang masih dalam mode ngambek.


Tiba-tiba Xia lu memeluk tubuh Zhang dari samping dengan memayunkan bibirnya, "Zhang"panggilnya dengan nada manja.


Xia lu menyentuh roti sobek Zhang dan menekan-nekannya dengan wajah gemas.


"Sayang mengapa kau sensitif sekali, aku penasaran bagaimana dirimu saat kecil pasti sangat lucu, tampan dan manis"puji Xia lu menunjukan sikap manjanya.


"Sayang"goda Xia lu menyentuh wajah tampan Zhang dan membelainya lembut.


Zhang tak kuasa menahan langsung memegang pergelangan tangan Xia lu dan mendorong gadis itu berbaring di Ranjang.


Zhang mehimpit tubuh Xia lu dan menatap wajah gadis dibawahya, "panggil sekali sekali lagi apa tadi?"Tanya Zhang akhirnya membua suara.


"sayang"jawab Xia lu tersenyum manis.


"cup"kecup Zhang mencium pipi mulus sebelah kanan Xia lu.


"cupp"kini sebelah kiri lagi.


Xia lu jadi tersenyum manis menerima ciuman Zhang, ia sedikit mengangkat kepalanya dan mencium balik pipi mulus Zhang.


"mmmoa"


Zhang jadi tersenyum manis, ia mencium kening Xia lu lalu menyusur kebawah mencium batang hidung mancung Xia lu lalu mencium berselabahan pipi mulus gadis itu.


Jadinya Wajah Xia lu sudah dipenuhi kecupan oleh Zhang.


Zhang beralih ingin mencium bibir mungil Xia lu yang kini ia pandang dan amati sejenak.


"Malam ini tidak akan ada yang menganggu, Han shu, Ceh yi ataupun yang lain benarkan Xia lu?"tanya Zhang tersenyum menggoda menatap manik mata Xia lu.


"Emm, kita bisa berciuman sepuasnya"jawab Xia lu langsung menarik belakang leher Zhang dan mencium lebih dulu bibir seksi Pria itu.


Zhang membalas ciuman Xia lu dengan lihainya, kedua tangannya memegang wajah gadis itu.


Kedua tangan Xia lu meraba belakang punggung kekar Zhang menyentuh kulit Pria itu.


Lidah dan bibir mereka saling bersentuhan dan bermain, bertukar ludah sesamanya, ciuman yang begitu nikmat dan menyenangkan.


Pintu yang dikunci dari dalam seakan mengamankan pasangan yang dimabuk cinta itu.


Semakin malam keadaan begitu sunyi dan gelap, Lilin dan lentera sudah dimatikan dalam kamar Sang Kaisar muda itu.


"hangat sekali tubuhmu"ucap suara Pria dari dalam selimut


"ssstt, tidurlah"tegur gadis dari dalam selimut.


"hem"dehemnya.



...**Pagi hari**...


...**Kediaman Lu zheng**...


Di halaman depan dapur, Para pelayan dan Prajurit berlalu lalang membawa setiap piring jumbo yang tersaji lauk makanan beserta membawa mangkok besar yang berisi nasi putih menuju meja bundar yang berada depan dapur itu.



Disalah satu dudukan banyak yang mengelilingi meja itu, Pangeran Lu zheng duduk di kursi roda kayunya berada depan meja.



"setelah selesai menyajikan Chu xi nanti kau panggil Kaisar Zhang dan Putri Xia lu kemari, Putri Xia lu pasti bersama dengan Kaisar dikediaman Kaisar sendiri"tutur Lu zheng pada Chu xi yang sibuk menyusun piring.



"Siap pangeran"jawab Chu xi tersenyum.



\*\*\*



...**Kediaman Zhang**...


Dalam kamar...



"Zhang dimana katamu pelembab bibirnya?"Teriak Xia lu yang berdiri di depan lemari yang terbuka, tangannya meraba-raba dan membuka setiap peti yang bersusun dalam lemari.



"tak...tak...tak"hentakan terdengar dari arah pintu masuk kamar mandi.



"Dia menaruhnya dimana?"gumam Xia lu masih sibuk mencari dalam lemari besar yang hanya mempunyai satu pintu.



Tiba-tiba tampak tangan kekar ikut masuk dalam lemari, "sepertinya aku menaruhnya disini Xia lu"jawab Zhang yang berdiri dibelakang tubuh Xia lu.



"Dimana?"tanya Xia lu lagi.



Xia lu membalikan tubuhnya dan terkejut mendapati Zhang yang memakai baju handuk mandi seperti jubah, bidang dada yang kekar yang tampak dan ujung rambut membasah sangat terlihat menggoda.



Xia lu menelan salivanya dengan susah payah melihat ketampanan Pria di depannya, jika gadis lain yang melihat sekarang pasti sudah akan menjerit gila.



"Kurasa ada dibagian belakangmu Xia lu"ucap Zhang, tangannya beralih mencari dalam lemari yang dihalangi Xia lu.



"Aku minggir saja dulu dari sini?"tanya Xia lu langsung ingin beranjak pergi namun dihalang Zhang.




"tapi kau akan susah menc..."ucapnya Xia lu terpotong.



"aku merasa ada disini"sela Zhang mendekatkan tubuhnya pada Xia lu, tangan kanannya menahan pintu lemari dan agar Xia lu tidak bisa pergi kemanapun.



Xia lu jadi termundur kebelakang dengan wajah heran


...*mengapa dia tidak membiarkanku pergi saja dari depan lemari ini agar tidak susah mencarinya*(batinnya)...



"Disini"ucap Zhang dengan pelan mendekatkan wajahnya pada Xia lu, matanya sembari menatap wajah Xia lu lalu menatap peti-peti kecil yang berada dibelakang Xia lu dan membukanya.



"dimana?"tanya Xia lu menolehkan kepalanya kebelakang melihat tangan kiri Zhang yang membuka-buka peti kecil.



"emm dimana yah, kurasa disekitar sini"ucap Zhang dengan pelan terus mendekatkan wajahnya disamping wajah cantik Xia lu sembari tangannya memeriksa setiap dalam peti kecil.



Dekat semakin dekat tiba-tiba mendarat sentuhan lembut namun nakal yang dirasakan Xia lu mengenai bibirnya.



"mmm...achhh"gumam Xia lu langsung mendorong bidang dada Zhang hingga Pria itu jadi sedikit menjauh dari tubuhnya.



"Apa itu tadi hah?, dasar mesum"tanya Xia lu tersenyum menyentuh bibirnya.



Zhang tersenyum menatap wajah Xia lu


"khemm, aku hanya mencari pelembab bibir tadi"jawabnya dengan wajah seolah tidak terjadi apa-apa.



"aku akan mencarinya lagi, kurasa ada diujung tadi sudah ingin kudapatkan kau malah mendorongku"ucap Zhang kembali memajukan tubuhnya pada Xia lu.



Xia lu langsung mendorong bidang dada Zhang dan berlari pergi, "Zhang pembohong, kau semakin nakal"teriak Xia lu.



"Iya aku memang berbohong, Xia lu kau tidak perlu pelembab bibir biarkan bibirku saja membasahi bibirmu agar lembab dan tidak kering"ucap Zhang tersenyum nakal berlari mengejar Xia lu yang naik ke atas ranjang.



"Eeeee, Menyebalkan"kesal Xia lu melempar bantal mengenai wajah Zhang.



Zhang tersenyum nakal, ia naik keatas ranjang namun Xia lu sudah melompat turun dari atas Samping Ranjang menghindari dirinya.



"weee"ejek Xia lu menjulurkan lidahnya.



"awas kau, aku akan mendapatkanmu"ucap Zhang tersenyum percaya diri.



"benarkah Tuan mesum?"tanya Xia lu bersembunyi dibalik tiang besar yang berada ditengah kamar.



Zhang berlari mendekati tiang dan mendekati Xia lu.


"Iya Nona manis"jawab Zhang meraih tangan Xia lu yang memeluk erat tiang.



Xia lu langsung menjauhkan tangannya, ia berbalik dan berlari pergi.



Terjadilah kejar-kejaran dari dalam kamar itu, Ranjang yang sudah rapi jadi berantakan, bantal dan seprai berserakan di lantai, penuh suara canda dan tawa mengisi dalam kamar itu.



"mau kemana lagi kau hah Nona manis?"tanya Zhang menghalang jalan Xia lu yang ingin keluar melompat dari jendela.



Xia lu berlari kearah pintu utama masuk dan membuka pintu



"brak"


Zhang menahan pintu yang ingin dibuka Xia lu dengan menyeringai senyum.



"Tuan"ucap Xia lu membalikan tubuhnya dengan tersenyum.



"Nona"ucap Zhang tersenyum dengan mengedip-ngedipkan kedua matanya menatap wajah Xia lu.



tiba-tiba terdengar suata ketukan pintu yang terdengar jelas karena posisi mereka sedang berada dibalik pintu itu sendiri.



"tok...tok, Yang mulia"panggil Chu xi dari luar kamar.



Sontak mendengar suara itu, Xia lu membuka suara


"Ada apa?"tanyanya berucap keras.



"Yang Mulia Kaisar Zhang dan Putri Xia lu diminta sarapan bersama dengan Pangeran Lu zheng"jawab Chu xi yang berdiri diluar pintu menundukan kepalanya.



"Baik kami akan datang segera"jawab Xia lu tersenyum.



"Pamit Putri"ucap Chu xi dengan sopan lalu membalikan tubuhnya dan beranjak pergi.



Setelah kepergian Chu xi, Xia lu langsung naik ke atas tubuh Zhang membuat Pria itu melototkan matanya.



Xia lu mengantung kedua tangannya dileher zhang dan kedua kakinya memeluk tubuh Zhang.



Zhang menelan salivanya dengan susah payah, Sebelah tanganya memegang erat punggung Xia lu dan sebelahnya memeluk pinggang ramping gadis itu.



"Kau ingin ciuman lagi kan?"tanya Xia lu tersenyum, ia langsung memiringkan kepala mendekati wajah tampan Zhang dan mendekatkan bibirnya.



Xia lu mencium duluan bibir Zhang dan \*\*\*\*\*\*\*\*\*\* dengan perasaan gugup dan jantung yang berdetak tidak beraturan.



deg deg deg, keduanya merasakan hal sama.



Zhang tersenyum menggoda ia membalas ciuman Xia lu tidak kalah manis, ia \*\*\*\*\*\*\* bibir Xia lu sambil berjalan mundur.



Harum maskulin tubuh Zhang sangat terasa dihidung Xia lu membuat gadis itu sangat menyukainya dan ingin lebih lama berdekatan dengan Pria itu.



Nafas hidung keluar saling terasa diantara keduanya, kulit wajah mereka saling bersentuhan dan bibir lembut kenyal saling \*\*\*\*\*\*\*.



Zhang duduk ditepi ranjang dengan kedua kaki mengantung dan Xia lu yang duduk dipangkuannya, ia mencium lembut bibir Zhang penuh perasaan cinta.



*tidak terhitung sebanyak berapa kali kami melakukan ciuman, aku senang dan menikmatinya, selama aku berada disini bersama Zhang aku akan menikmati waktu kebersamaan kami dan memberikan cintaku pada Pria yang sangat menyayangi dan menjagaku ini*.(batin Xia lu)