
...Kediaman Zhang...
Dalam kamar, Zhang duduk ditepi ranjang dengan wajahnya yang tampak kesal.
"Erghh, Han shu Han shu, bagaimana lagi sekarang?, Kakaku bahkan berani menyentuh tangan Xia lu, menyebalkan sekali"gerutu Zhang melipat kedua tangannya didepan dada dengan pandangan lurus.
Han shu yang berdiri tidak jauh dari Ranjang membuka suara," "Bagaimana jika Yang Mulia ke kamar Pangeran Lu zheng sekarang, siapa tahu mereka melakukan hal lebih sepert..."ucapnya terpotong melihat Sang Kaisar langsung beranjak dari Ranjang dan berlari cepat keluar kamar.
"Hah?"bengong Han shu menatap kepergian Sang Kaisar.
***
...Kamar Pangeran Lu zheng...
"Braakk"pintu kamar dibuka oleh Zhang dan melangkah masuk.
Saat melangkah masuk, Zhang merubah jalannya menjadi sempoyongan dan sebelah kakinya terangkat, "Xia lu, bantu aku"lirihnya nampak menyedihkan.
Xia lu yang memegang kartu langsung meletakannya diatas meja dan berlari membantu Zhang berjalan.
"Ada apa Zhang?"Tanya Lu zheng jadi cemas.
"tidak apa, hanya terkilir dibagian kaki"jawab Zhang.
Xia lu meletakan tangan Zhang dipundaknya, ia memapah Pria itu dengan wajah tampak sangat cemas.
"Kapan ini terjadi?, bagaimana kakimu bisa terkilir, dan apa masih sakit?, Zhang jika berjalan hati-hati jadi terkilirkan"cemas Xia lu membawa Zhang duduk di tepi ranjang.
Zhang tersenyum tipis menundukan kepalanya, ia menatap raut wajah cemas yang melekat di wajah cantik gadis yang memapahnya.
"Xia lu, kau ambil minyak urut dalam kamar rias itu untuk mengobati kakinya yang terkilir"ucap Lu zheng menolehkan kepalanya kebelakang melirik Zhang.
"Baik"angguk Xia lu yang sudah membantu Zhang duduk.
Xia lu langsung ingin membalikan tubuhnya tiba-tiba dihentikan oleh Zhang.
"Xia lu, ayo kita ke-kamarku saja"tahan Zhang langsung menarik tubuh Xia lu dan memeluk pinggang gadis itu dengan erat.
"Aku ingin menikmati waktu bersama dengan calon istriku yang menggemaskan ini"manja Zhang mengeser-geser hidung mancungnya diperut Xia lu.
Xia lu jadi tersentak, ia menjauhkan kepala Zhang dan menatap Pria itu.
"Acheemm"bersin Lu zheng dengan sengajanya.
"Ayolah"ajak Zhang tersenyum menggemaskan dimata Xia lu.
Xia lu mengangguk ia kembali membantu Zhang berdiri dan memapah Pria itu keluar dari kamar.
"Sampai jumpa Lagi kak Lu zheng"Teriak Xia lu dari luar kamar.
"Iya, Lain kali kalian berdua kunjungi aku jika ada waktu"Teriak Pangeran Lu zheng dari dalam kamar.
Zhang dan Xia lu melangkah pergi, mereka berdua sempat berpapasan dengan Chu xi ditengah jalan.
Chu xi hanya menundukan kepalanya dengan sopan namun dia sejenak heran melihat Zhang dipapah oleh Xia lu.
***
...sesampainya dikamar......
Zhang mendorong pintu dan dia masuk bersama Xia lu.
Mereka berdua masuk dan menuju Ranjang, Xia lu membantu Zhang duduk ditepi ranjang.
"Tutup pintunya"suruh Zhang menunjuk arah pintu yang terbuka.
"Baik, kau tetap duduk disitu"pinta Xia lu langsung membalikan tubuhnya dan berjalan menuju pintu.
Xia lu menutup pintu kamar dengan rapat lalu membalikan tubuhnya namun tiba-tiba Zhang muncul didepannya membuatnya terkejut.
Zhang langsung menggendong tubuh Xia lu dengan gaya cool dan membawa gadis itu menuju ranjang.
"aa...aapa yang kau lakukan?"tanya Xia lu berpikir keras apa yang terjadi, ia bingung melihat Zhang bisa berjalan seperti biasa tanpa merasa kesakitan bahkan bisa menggendongnya.
Zhang hanya berdiam dengan tatapan lurus dan datarnya.
"Zhang turunkan, ternyata kakimu terkilir bohongan yah, uhh menyebalkan!"kesal Xia lu meronta ingin turun.
Zhang menghempaskan tubuh Xia lu di atas ranjang dan langsung menindih tubuh gadis itu.
"Kau tahu, aku cemburu melihatmu menghabiskan waktu bersama kakak Lu zheng makanya aku bolak balik tadi kekamar Kak Lu zheng tapi kau tidak mengerti"ucap Zhang menatap wajah Xia lu dari dekat.
Xia lu menatap wajah Zhang, "Kau cemburu dengan Kakakmu sendiri?, kami kan hanya bermain kartu"tuturnya.
"Bermain kartu tapi selama itu?"Kesal Zhang langsung menjauhkan tubuhnya.
Zhang berjalan mendekati meja yang berada disamping ranjang.
Saat Zhang menegok kebelakang, Xia lu langsung memalingkan wajahnya kembali.
Zhang tersenyum, ia berdiri tegak kembali dan membalikan tubuhnya.
"ting"suara benda kecil terjatuh dilantai namun tidak terdengar oleh Zhang.
Dia berjalan melewati pinggir ranjang menuju Xia lu yang duduk dengan kaki menggantung kebawah dari atas ranjang.
Sesampainya, Zhang langsung duduk disamping Xia lu dan meraih sebelah tangan gadis itu.
"Apa yang ingin kau lakukan?"Tanya Xia lu menaikan kedua alisnya.
"Mulai sekarang tanganmu dan tanganku akan terikat kemanapun"jawab Zhang tersenyum memperlihatkan tali yang diambilnya tadi.
"apa?"Xia lu terkejut dengan apa yang dikatakan Zhang.
Zhang tidak tinggal diam, ia langsung meumbar tali lalu mendekatkan tangan kirinya ditangan kanan Xia lu, begitu nakalnya Zhang melilit tangannya dan Xia lu jadi saling bersentuhan dan melekat seperti Lem.
"selesai, kemanapun kau pergi aku pasti ikut"ucap Zhang tersenyum jahil.
"eerghh"geram Xia lu mengangkat tangan kanannya, ia ingin mencubit tubuh Zhang namun seketika ia sadar disebelah tangannya ada tangan Zhang yang ikut terangkat.
"huh"Xia lu langsung memalingkan wajahnya.
"Iya, aku memang cemburu, aku tidak ingin kau melirik lelaki lain selain diriku, aku tidak ingin kau menemui seorang Pria tanpa diriku dan aku ingin kau selalu disisiku"ucap Zhang melirik Xia lu yang memalingkan wajahnya.
Xia lu masih memayunkan bibirnya dengan wajah kesal yang disembunyikan, "nye nye nye"gumamnya.
Zhang berdiri dari tempat duduknya dan berjalan membuat Xia lu juga terikut berdiri.
"Ke...kemana?"tanya Xia lu mengikuti langkah Zhang.
"Kamar mandi, kita akan mandi bersama"jawab Zhang tersenyum nakal.
"apa?, tidak mau"tolak Xia lu membalikan tubuhnya, ia berjalan kearah berbalik dari Zhang.
"Ayolah"ajak Zhang menghentikah langkah kakinya ditempat.
"apa ini?"tanya Xia lu tiba-tiba menghentikan langkah kakinya melihat sesuatu yang tergeletak dilantai tidak asing dimatanya.
Zhang membalikan tubuhnya dan membungkuk meraih benda kecil yang dilihat Xia lu lalu berdiri kembali
"ini, ini aksesoris seseorang yang aku temu dijalan saat waktu itu Kaisar Ying mengumumkan pencarian keberadaanmu"jawab Zhang memperlihatkan sebuah anting mutiara kedepan mata Xia lu.
Xia lu beralih mengambil anting-anting itu ditangan Zhang
"Ini sama dengan milikku, namun sebelahnya hilang saat hari itu juga tapi mengapa aku merasa ini adalah pasangannya"ucap Xia lu memandang anting-anting mutiara yang diambilnya ditangan Zhang.
"Benarkah, jadi kau berada disitu saat Kaisar Ying mengumumkan kehilangan dan kaburnya dirimu, wah kau memang nakal tidak menunjukan dirimu"ucap Zhang menatap wajah Xia lu.
"heh menunjukan diriku pada Kaisar Ying saat itu sama saja memalukan diriku sendiri Zhang, Kau taukan karena itu aku kabur dan menceraikannya"ucap Xia lu.
Zhang mengangguk, dia berdiri didepan Xia lu dan menatap wajah gadis itu dengan sangat lembut.
Xia lu menatap wajah Zhang yang juga menatapnya, "Apa kau percaya jika aku masih perawan?, kan aku bekas istri Kaisar Ying kau pasti akan berpikir ak..."tanyanya terpotong.
Mendarat kecupan lembut dikening Xia lu membuat gadis itu seketika terdiam.
Zhang menjauhkan wajahnya dan menatap Xia lu, sebelah tangan kanannya menyentuh wajah Xia lu dan membelainya lembut.
"Aku percaya itu, aku tidak peduli bagaimana dirimu, apapun yang ada padamu aku akan menerimanya, aku akan selalu percaya dan yakin jika kau mengatakan kebenaran apapun"ucap Zhang dengan lembut menatap manik mata Xia lu.
Xia lu langsung memeluk tubuh Zhang dengan sebelah tangan karena satunya terikat tali jadi hanya sebelah tangan.
Zhang tersenyum, ia menyapu-nyapu rambut gadis yang memeluknya dan juga mengecupnya.
"Xia lu, kita akan pulang setelah ini, kau harus mandi dulu ini sudah sore"Suruh Zhang.
"Tapi bagaimana dengan kedua tangan kita, bukankah kau akan selalu mengikutiku?"tanya Xia lu melepaskan pelukannya.
"Ku lepas du..."jawab Zhang terpotong.
"tidak perlu, kita akan mandi bersama"sela Xia lu tersenyum menggoda.
Zhang seketika tersenyum lebar mendengar ucapan Xia lu di luar dugaannya.
"Anting-anting ini simpan dimana?"tanya Xia lu.
"biar aku yang menyimpannya dan kita mandi"Ajak Zhang langsung mengenggam telapak tangan Xia lu yang terikat dengannya.
Zhang langsung menarik tubuh gadis itu dan membawanya berlari menuju kamar mandi.
Pintu kamar mandi dibuka, dua orang itu langsung masuk dalam kamar mandi dan menutup pintu kembali secara bersamaan.
bersambung...