EXTRAORDINARY YOU

EXTRAORDINARY YOU
Perjalanan


...Dua hari kemudian......


Sore hari


Kediaman pelatihan


Tengah lapangan berbaris beberapa pemuda memakai pakaian jubah biru tua yang sama dan senada, berdiri begitu tegak dengan wajah tampak tegas.


Didepan barisan itu terdapat Tiga orang yang berdiri dengan posisi kedua tangan berada dibelakang.


"Malam ini juga kita akan mulai berangkat menuju Kekaisaran Li dengan jalan pintas yang akan membutuhkan waktu selama sehari, untuk peristurahatan aku sudah menghitung gabungan waktunya"ucap Kaisar Zhang dengan wajah datarnya menatap para pemuda.


"Kita hanya akan membawa sekitar empat puluh anggota dari gabungan dua pasukan, satunya pasukan Putri Li chen yang akan ikut berangkat saat kita melewati Kekaisaran Yuan"ucap Xia lu dengan wajah datarnya.


"Apa ada pertanyaan?"tanya Jenderal Pei yang berdiri disamping Xia lu.


"Tidak, kami paham!"jawab semuanya dengan serempak.


Xia lu melirik kesamping menatap wajah Jenderal Pei, "Oh iya Jenderal Pei jangan lupa setelah ini aku ingin membawamu bicara"ucapnya tersenyum.


"Ba..."jawab Jenderal pei terpotong.


"Tentang apa sayang?"tanya Zhang langsung memeluk pinggang ramping Xia lu dari samping secara terbuka dan menarik tubuh gadis itu mendekat pada tubuhnya.


Para anggota yang berbaris tersenyum diam-diam melihat sikap romantis Sang Kaisar dingin itu yang tidak disangka mereka beberapa hari ini.


Xia lu menaikan sebelah alisnya dengan sikap terbuka Zhang memamerkan keromantisannya didepan para anggota.


selama latihan dua hari ini sikap Zhang begitu terbuka, dia selalu memperlihatkan keromantisannya terhadapku pada Para anggota pasukan, aku kan jadi malu-malu(batin Xia lu).


Xia lu mendongakan kepalanya menatap wajah Zhang, "khemm, Zhang aku ingin membicarakan ini pada Jenderal pei tentang pengalaman Pasukanmu, aku ingin mendengar cerita luar biasa dari pasukan-pasukanmu saat menghadapi kesulitan"jawab Xia lu tersenyum.


Zhang melirik sekilas wajah Jenderal pei dengan tatapan sengit, ia kembali menatap Xia lu.


"mengapa kau tidak bilang padaku?, mengapa kau ingin dia yang menceritakannya padamu?, mengapa kau harus bertanya padanya?, aku ketua pasukan dan juga calon suamimu tidak payah kau mendengar cerita pasukan ini darinya, cukup dengarkan dariku saja"Ketus Zhang dengan wajah kesal dan cemburunya yang tampak sangat jelas.


Semua orang melongo melihat raut wajah cemburu Zhang dan juga kata yang dikeluarkan sosok Pria yang dikenal tidak berperasaan itu.


"hah, iya iya aku mendengarnya darimu saja, kau jangan marah yah"ucap Xia lu tersenyum manis mengusap-usap wajah tampan Zhang.


Dasar cemburuan(batin Xia lu).


Zhang seketika melempar senyuman sombong pada Jenderal pei yang menutup mulutnya menahan tawa.


Ternyata Kaisar Zhang yang dingin itu juga bisa bersikap kekanak-kanakan, sungguh lucu dia merasa cemburu padahalkan aku dan Putri Xia lu sebatas kenalan saja(batin Jenderal pei).


"Ayo kembali, kalian semua bersiaplah untuk pemberangkatan nanti"ucap Zhang membawa Xia lu berjalan kesamping melewati barisan para anggota.


Para anggota dan Jenderal Pei membungkukan badan atas kepergian Dua orang yang terlihat sangat mesra itu.


...**Kekaisaran Li**...



Kekaisaran terbesar keempat setelah Kekaisaran Taitai, dimana para rakyat disini mayoritasnya kebanyakan menyukai bisnis membuat Pakaian-pakaian dan aksesoris bagus hingga itulah siapa yang datang Kekaisaran ini pasti tidak lupa bersinggah untuk membelinya.



Di salah satu restoran mewah yang ada ditengah kota Kekaisaran itu, di dalam tempatnya begitu ramai akan Para orang terpandang yang sedang makan di setiap meja pendek tampak dua Pria memakai topeng hitam sewajahan sedang berbincang serius duduk saling berhadapan.



"Tunggu besok sore besok kawan, kita pasti akan menang"ucap salah satu Pria diantaranya.



"Tentu saja, kita memang pintar dan cerdik menggunakan Raja Dylan dari bangsa asing itu yang akan berperang melawan Pasukan Kerajaan ayahmu sendiri dibantu oleh si cunguk itu"ucap Pria yang duduk dihadapannya menyunggingkan senyum sinis.



"haha, lalu kita akan membantu Raja itu melenyapkannya hingga sesudah itu baru aku bisa bernafas dengan tenang"sambung Pria sedikit lebih pendek dihadapannya.



"tapi aku penasaran apa yang membuatmu bisa jadi seperti ini?, kau jadi orang berbeda"tanya Pria lebih tinggi dihadapan pria pendek itu.



"cih, itu karena penolakan seseorang terhadapku, jadi aku tidak ada jalan lain aku akan melakukan segala cara agar bisa mendapatkannya"jawabnya tersenyum.



Depan gerbang Istana Kerajaan Xing xing, Para anggota pasukan yang ingin melakukan perjalanan kini sudah mulai bersiap, mereka semua menunggangi kuda dan bersiap pergi namun menunggu Dua sosok orang yang belum siap didepan kuda mereka.


"Xia lu, berkuda-lah denganku"ajak Zhang menarik tangan Xia lu dan membawanya berjalan mendekati kudanya.


"aku sendiri saja Zhang, aku bisa berkuda sendiri"tolak Xia lu menghentikan langkah kakinya, ia tersenyum menggelengkan kepalanya.


"Baiklah"pasrah Zhang melepaskan pegangan tangannya, ia membalikan tubuh dan melanjutkan jalan mendekati kuda.


Xia lu juga membalikan tubuhnya dan berjalan mendekati kudanya kembali namun tiba-tiba, "Kau tidak akan bisa lepas dariku, Nona manis"bisik Zhang memeluk Xia lu dari belakang.


Xia lu mematung ditempat, ia melihat kearah Para anggota pasukan yang menunggangi kuda sudah menundukan kepala dengan tersenyum diam-diam yang bisa dilihatnya.


"Kau tahu Xia lu, aku hanya ingin kau berkuda bersamaku agar kau bisa aku lindungi kapanpun, aku takut jika terjadi apapun padamu, aku tidak merasa aman jika kau tidak bersamaku, tolong kau mengerti"lirih Zhang menyandarkan kepalanya di atas bahu Xia lu.


"Baiklah"setuju Xia lu melepaskan kedua tangan kekar yang melingkar dipinggangnya lalu membalikan tubuhnya menghadap Zhang.


Xia lu berjinjit dan mendekatkan bibir ke bibir Zhang, "cupp"kecupnya sekilas mencium bibir seksi Zhang.


Zhang tersenyum, ia menarik tangan Xia lu kembali mendekati kuda.


Xia lu tersenyum, dia langsung saja naik keatas kuda dan duduk didepan, sedangkan Zhang dia berada dibelakang Xia lu langsung memegang tali kuda.


"Siaplah!"teriak Zhang langsung memacu kudanya dengan cepat.


Jenderal Pei dan Para anggota pasukan langsung mengikuti dari belakang.


Malam itu, Pasukan Zhang dan Xia lu melakukan perjalanan menuju Kekaisaran Li. Beberapa lama sudah lewat perkotaan Kekaisaran Xing xing yang dipadati akan para Rakyat, saat kumpulan orang istana lewat mereka berminggiran dan membungkukan tubuh memberi hormat pada Sang Kaisar.


Xia lu yang berkuda bersama Zhang hanya melempar senyum melihat Para rakyat lalu menoleh kebelakang menatap wajah tampan Zhang.


***


...Kediaman Xia lu dan Zhang...


Depan kamar utama, dua orang berdiri saling berdampingan menghadap tengah lapangan kediaman itu.


"Jadi kau akan menjagaku, tidak masalah"ketus Ceh yi melipat kedua tangannya di depan dada.


"Apa kau tidak akan berterimakasih padaku?"Tanya Han shu menaikan sebelah alisnya menatap wajah Ceh yi.


"untuk apa?, itu tidak perlu paman jelek lagian aku bisa menjaga diriku sendiri"ucap Ceh yi tersenyum remeh pada Han shu


gadis ini, apa sama dengan Putri Xia lu sulit Kaisar Zhang mengerti(batin Han shu).


"Baik, awas jika kau membutuh bantuanku"kesal Han shu memayunkan bibirnya, ia menuruni tangga dan pergi dari depan kamar itu tanpa melirik Ceh yi kebelakang.


Ceh yi membungkam mulutnya dengan sebelah tangan, "ppftt"ia menahan tawa melihat kekesalan Han shu.


Gadis itu menatap bulan penuh yang bersinar dilangit, "semoga Kakak Xia lu pulang dengan membawa kemenangan, semoga dia selalu diberi kesehatan disana dan semoga tidak terjadi masalah, Saya sedikit lega jika ada Kaisar Zhang yang bisa menjaga dan melindungi Kakak Xia lu"ucapnya tersenyum.


***


Sudah begitu malam, Para Pasukan Zhang dan Xia lu sudah berada ditengah kota Kekaisaran Yuan.


Saat mendekati Toko persenjataan yang terkenal dikota itu, Para pasukan sejenak berhenti melihat Pasukan Jenderal Chen yang sudah bersiap didepan toko itu dengan dipimpin oleh Putri Li chen.


Zhang kembali memacu kudanya namun secara pelan, ia melewati depan toko dan menatap Xia lu yang tampak mengantuk.


"Gabung cepat!"perintah Jenderal Pei pada Pasukan Chen.


Para anggota pasukan Chen yang sudah menunggangi kuda langsung memacunya dan mengikuti dari belakang Pasukan Zhang.


Sepanjang jalan hentakan kaki kuda banyak terdengar, angin malam dingin menusuk bulu kuduk gadis cantik yang sedang tertidur pulas bersandar pada tubuh Pria dibelakangnya.


"Tidurlah yang nyenyak"gumam Zhang tersenyum menatap wajah cantik Xia lu yang menghadap kedepan.


"Zhang, apa dia baik-baik saja?"tanya Li chen yang mendekati kuda Zhang, ia menatap Xia lu yang tertidur pulas.


"Iya Li chen, dia memang suka mengantuk jika bersamaku akan cepat tertidur karena aku adalah tempatnya merasa aman dan nyaman"jawab Zhang tersenyum.


"oh, jika begitu dia sangat beruntung mendapatkan sosok Pria sepertimu Zhang, perhatian, setia dan tampan, aku yakin tidak ada Pria lain yang bisa merebut Xia lu darimu teman"ucap Li chen tersenyum hangat pada Zhang.


Kecuali azal-lah menjemput gadis manja ini(batin Li chen).


Zhang mengangguk, ia menatap jalan lurus kembali.


Li chen sedikit menjauhkan kembali kudanya, ia menatap lurus jalan sambil melirik diam-diam Xia lu dan Zhang.


Sok manja sekali Gadis itu, tidur bersandar ditubuh Zhang dasar tidak tau malu, aku yang lebih pas-nya dalam posisi itu bukan kau(batin Li chen).