EXTRAORDINARY YOU

EXTRAORDINARY YOU
Karena Mie pedas


Li chen terdiam ditempat, ia menaikan sebelah alisnya dengan wajah tampak berpikir.


Apa yang terjadi pada gadis itu?, semoga ada kabar buruk(batinnya)


...Dalam kamar.....


Zhang membaringkan tubuh Xia lu diatas ranjang, setelah membaringkan dia beranjak dari atas ranjang dan melepas pakaian atasnya yang dinodai muntahan Xia lu dan juga topeng yang melekat diatas kepalanya.


"Mengapa dia bisa pingsan?"gumamnya meletakan pakaian atas dan topengnya di atas meja samping Ranjang itu.


Lin zu dan Ye yi masuk dalam kamar dengan wajah cemas dan heran, mereka berdua berdiri di depan ranjang dan melirik Xia lu yang masih belum sadar akan pingsannya.


Zhang berjalan menghampiri Lin zu, saat berada dihadapan pemuda ia meraih tangan Lin zu dan meletakan sebuah plakat bercetak kepala singa.


"Lin zu segeralah pergi Ke-istana Kerajaan Yuan dan ambillah pakaian di kediamanku, bawalah plakat ini dan tunjukan pada yang bertugas"perintah Zhang dengan wajah datarnya.


Lin zu langsung mengangguk, ia mengenggam plakat ditelapak tangannya dengan perasaan gugup melihat tubuh Kekar Zhang yang begitu menggoda dimatanya, ia tergoda ingin juga mempunyai tubuh seperti itu.


"Pergilah sekarang"perintah Zhang berjalan kembali kesamping ranjang sambil memandang Xia lu yang berbaring di atasnya.


Lin zu langsung melaksanakan perintah, ia membalikan tubuh dan melangkahkan kaki menuju luar kamar.


"Zhang kebetulan aku ada minyak terapi, ujung botolnya ini bisa didekatkan dibawah hidung Xia lu nanti dia akan cepat bangun" ucap Li chen masuk, ia berpapasan dengan Lin zu yang keluar dari dalam kamar.


Li chen menghampiri Zhang yang duduk ditepi ranjang sedang mengelap sudut bibir Xia lu bekas muntahan dengan sapu tangan.


"sini"pinta Zhang melirik Li chen yang sudah berdiri dihadapannya.


Li chen mengulurkan tangannya memberikan botol minyak pada Zhang lalu ia memandang wajah cantik Xia lu.


Zhang mengambil botol itu lalu memberikan sapu tangan pada Li chen, "kau letakan sapu tangannya diatas pakaianku itu"pintanya pada gadis itu.


Li chen tersenyum, "baik"jawabnya mengambil sapu tangan bekas muntahan Xia lu lalu berjalan mendekati meja samping ranjang dan meletakannya diatas pakaian Zhang.


Ye yi yang berdiri sedari tadi didepan ranjang hanya terdiam, ia menelan ludahnya dengan susah payah melihat tubuh kekar Kaisar Zhang dari belakang tampak sebuah tato yang bergambar garis-garis kepala singa.


Zhang membuka botol lalu menyodongkan tubuhnya pada Xia lu, ia mendekatkan ujung botol dibawah hidung Xia lu hingga gadis yang sedang pingsan itu perlahan membuka mata.


Sontak Zhang langsung tersenyum lega, "Kau baik-baik saja?, apa yang terjadi?, apa ada yang sakit?"tanyanya menyentuh wajah Xia lu.


"Aku baik-baik saja"jawab Xia lu tersenyum merubah posisinya duduk.


Zhang membantu Xia lu berduduk, ia langsung memeluk tubuh Xia lu karena merasa cemas.


Xia lu tersentak merasakan sentuhan kulit bidang dada Zhang yang menyentuh kulit wajahnya.


"Kau mengapa bertelanjang?, apa kau tidak malu melihat mereka yang memandang tubuhmu Zhang?"bisik Xia lu dengan pelan.


Zhang melirik Li chen yang menundukan kepalanya lalu menengok kebelakang melirik Ye yi yang mematung ditempat.


"Kalian berdua pergilah, aku ingin bicara berdua pada Xia lu"pinta Zhang melepaskan pelukannya dan menatap wajah cantik Xia lu.


Ye yi langsung beranjak dari tempatnya, ia segera pergi keluar tidak ingin menganggu sepasang kekasih itu.


Li chen perlahan membalikan tubuhnya, ia melangkahkan kaki dengan pelan menuju kamar sambil tengok kebelakang melirik Xia lu dan Zhang.


"Apa ada yang sakit?, hemm?"tanya Zhang membelai lembut kedua pipi Xia lu.


"Entahlah, aku hanya merasa mual dan tiba-tiba muntah, mungkin karena kebanyakan makan Mie Ramyeon"jawab Xia lu tersenyum.


"Ini semua salahku membiarkanmu memakan banyak Mie pedas"melas Zhang menyapu-nyapu belakang rambut Xia lu.


"Tidak, ini semua salahku karena keras kepala dan kau hanya ingin menuruti keinginanku agar aku tidak bersedih, aku memang agak kekanak-kanakan"ucap Xia lu tersenyum lembut sambil mencubit-cubit perut roti sobek Zhang.


Li chen mengepalkan tangannya melihat keakuran pasangan itu, ia kembali menatap kedepan dan berjalan cepat keluar dari kamar dengan wajah tampak kesal.


Cih, tunggu saja Xia lu kau telah merebut apa yang seharusnya menjadi milikku(batin Li chen)


***


beberapa lama kemudian...


Saat mereka masuk dalam kamar, Han shu dan Lin zu seketika dikejutkan dengan sosok dua orang dalam kamar yang sontak membuat mereka membalikan tubuh langsung.


"acheemmm"bersin Han shu dengan sengajanya.


"Sepertinya tempat ini berdebu, Lin zu kau jarang membersihkannya yah?"tanya Han shu melirik kesamping menatap wajah Lin zu.


Lin zu yang sedang memandang kotak peti dikedua tangannya sontak menaikan kedua alisnya tampak heran, ia sedikit kesal mendengar ucapan Han shu.


Mendengar suara orang bersin, Zhang dan Xia lu melepaskan pelukan mereka lalu melirik kearah pintu secara bersamaan.


"Kalian berdua kemarilah"pinta Zhang.


Sontak Han shu dan Lin zu langsung membalikan tubuh lalu berlari mendekati samping Ranjang.


"Yang Mulia ini adalah jubah anda"ucap Han shu menunjuk peti yang berada dipegangan Lin zu.


Zhang melirik kearah peti, ia berdiri lalu mengambil peti itu dari tangan Lin zu dan meletakannya di atas ranjang.


Xia lu turun dari ranjang lalu mendekat kedepan meja ingin mengambil pakaian atas Zhang yang dinodai muntahannya.


"Kau tidak perlu mencucinya, Han shu kau bungkus Pakaian itu lalu buang"perintah Zhang pada Han shu.


"Dibuang?, Ya...ya Yang Mulia biar saya saja yang mencucinya, Pakaian semahal itu tidak baik dibuang..."ucap Lin zu terpotong.


"Kau ingin?, ambillah"sela Zhang berdiri kembali dengan memakai jubah baru yang berwarna hitam.


Lin zu seketika tersenyum lebar, ia langsung mendekati meja dan memgambil Pakaian itu.


"Terimakasih Putri Xia lu, terimakasih Yang Mulia"girang Lin zu langsung pergi keluar membawa pakaian itu.


Xia lu menaikan kedua alisnya melihat Lin zu pergi, ia beralih melirik Zhang yang sedang merapikan pakaiannya.


"Han shu kau ambil kudaku disekitar kedai Mie Ramyeon tidak jauh dari arah kiri sana"pinta Zhang yang langsung dilaksanakan Han shu.


"dan Han shu..."ucap Zhang terpotong saat melihat orang yang ia sebut sudah menghilang.


"anak itu"gumam Zhang melirik Xia lu.


Zhang berjalan menghadap Xia lu dengan tersenyum, "Ayo kita kembali"ajaknya meraih sebelah tangan Xia lu dan mengenggamnya.


"ayo"angguk Xia lu tersenyum menatap wajah tampan Zhang.


Zhang memalingkan tubuhnya dan membawa Xia lu berjalan namun tiba-tiba


"tunggu dimana topengku?"tanya Xia lu melirik keatas Ranjang.


"itu dia"tunjuk Xia lu melihat topengnya terselip dibawah bantal, ia berlari mendekati dekat ranjang lalu mengambil topeng yang berada diatas meja juga.


Xia lu kembali mendekati Zhang, ia berjinjit dan memasangkan topeng itu pada Zhang lalu mengikatnya dari belakang.


Zhang tersenyum menyentuh depan topengnya, selesai Xia lu memasangkan topeng kini Zhang membalikan tubuh dan beralih dia memasangkan topeng pada Xia lu.


"Tidak lama lagi kita akan menikah tunggu beberapa hari lagi"ucap Zhang tersenyum selesai mengikat tali topeng dibelakang kepala Xia lu.


"hmm, sekitar berapa hari yah aku tidak ingat"ucap Xia lu tersenyum cengiran.


"Kau tidak perlu mengingatnya"ucap Zhang mengenggam tangan Xia lu kembali dan membawa gadis itu berjalan menuju luar kamar.


***


Kaisar Zhang dan Xia lu pun berangkat kembali menggunakan kuda yang diambil Han shu, mereka berdua berkuda bersama dengan posisi Xia lu berada didepan Zhang.


Mereka berkuda diiringi Han shu dibelakang, keadaan sudah sepi jalan kota tidak ramai hanya terdengar suara hentakan kaki kuda cepat secara beriringan sepanjang jalan.


Han shu yang berkuda dibelakang hanya bisa memalingkan wajah kesamping kanan dan kiri menghindari melihat kemesraan dua orang dalam satu kuda itu.


aku bagai nyamuk tidak berguna(batin Han shu).