EXTRAORDINARY YOU

EXTRAORDINARY YOU
Pingsan tiba-tiba


Sore hari


Dalam aula, keadaan begitu ramai oleh Para tamu yang sudah berdatangan atas acara pernikahan yang datang tiba-tiba dan lebih cepat itu.


Mereka berdiri dilantai aula saling mengobrol pelan sesama tamu yang berhadir. Seperti semut yang berhamburan memenuhi aula besar itu semakin lama semakin bertambah.


Di ujung aula, atas singgasana terdapat sosok Pria tampan yang memakai pakaian serba merah dengan jubah besar dibagian lengan seperti kelalawar. Wajah putihnya tampak begitu berseri dengan senyuman tipis begitu mempesona.


Para musisi kerajaan yang berada disamping dudukan singgasana sedang sibuknya memainkan alat musik tradisional meramaikan suasana dalam aula.


Di kawasan kosong karpet merah, di hadapan karpet itu Para Menteri, Jenderal dan Kasim dengan pakaian bagus bersusun rapi menunggu acara dimulai, mereka tidak berhentinya tersenyum karena senang akan hari yang ditunggu-tunggu datang dimana Sang Kaisar atau pemimpin akan menikah.


Semua keperluaan sudah disiapkan hanya perlu menunggu sang pengantin wanita.


Tiba-tiba dari arah pintu besar masuk di aula itu berjalan sosok Pria tampan mengenakan jubah hitam dengan sulaman emas dibagian dadanya begitu mempesona dan gagah diikuti Pria lebih muda dibelakangnya.


Semua orang membungkuk saat Pria itu lewat menginjak karpet merah menuju atas singgasana.


Sesampainya Pria itu diatas singgasana, Zhang yang duduk seketika berdiri dan memeluk tubuh Pria dihadapannya.


"Apa kabar adikku?"tanya Lu zheng mengusap-usap punggung Zhang.


"Baik, kakak?"tanya Zhang tersenyum.


"Iya baik"jawab Lu zheng melepaskan pelukannya. Dia membalikan tubuh menghadap para tamu yang berada dibawah.


"Tidak kusangka doaku terkabul akhirnya adikku akan menikah"sorak Lu zheng yang disambut tepuk tangan dari semua orang yang berada dibawah.


"prok...prokk"tepuk tangan meriah semua orang dengan senyuman senang.


Lu zheng kembali menuruni tangga menuju kebawah dan menyambut Para tamu kerajaan lain yang baru datang.


Beberapa lama kemudian...


Keadaan semakin ramai dalam aula menunggu pengantin wanita yang belum datang.


Zhang yang duduk diatas sana sudah merasa gelisah tidak menentu, bahkan keringat dingin mulai keluar dari dahinya.


Tiba-tiba dari pintu masuk aula, berjalan kelompokan Para wanita paruh baya dengan di depannya terdapat gadis cantik yang memakai pakaian serba merah dengan kepala dan wajah ditudungi.


Kelompokan itu berjalan dengan pelan menginjak karpet merah, semua mata tentu tidak bisa berpaling untuk melihat sang pengantin wanita yang memakai hanfu merah begitu mempesona.


Di atas sana Zhang seketika berdiri dari dudukannya, ia menuruni tangga dan saat menginjak lantai bawah, "Han shu ambilkan erhu"perintahnya.


Han shu yang berada dikumpulan Para kasim langsung berlari menuju Para musisi kerajaan dan mengambil alat musik kesayangan Kaisarnya lalu menghampiri Zhang dan memberikannya.


"Terimakasih"ucap Zhang bersiap mengambil ahli ingin memainkan alat musik ditangannya.


Han shu menundukan kepala lalu kembali ketempatnya dengan senyuman senang.


Alat musik terdengar merdu dimainkan oleh Zhang yang berjalan pelan mendekati Xia lu yang berhenti melangkahkan kakinya ditengah karpet merah, ia begitu terpana hanya melihat sosok wanita yang sangat dicintainya memakai pakaian pengantin yang sama dengannya.


"Zuoguyoupan, xiang ge xiaohai, cike xintiao nai ming bu mingbai meiliao jiepai?


(Lihatlah sekeliling, seperti anak kecil, apa kau tau hatiku berdetak tanpa rima saat ini?).


OH...Ohhh...


Xia lu tersenyum dibalik tudung yang menutupi wajah dan kepalanya mendengar nyanyian Zhang.


Nai zoule guolai tai haokan, lian yike dou wufa cong nai shenshang yi kai


(Kau berjalan melewatiku, sangat cantik, aku tidak bisa mengalihkan pandanganku darimu).


Oh...Ohhh...


Wei nai wo panming shua shuai, wei nai wo bu zai dengdai


(Karenamu, aku berusaha sok tampan. Karenamu, aku tidak mau menunggu lebih lama lagi).


Semua orang diaula tersenyum girang mendengar Sang Kaisar itu menyanyi di depan umum.


Wei nai paoqi renhe shiqing zhi qiu nai ai


(Aku bisa menyerahkan semuanya hanya untuk cintamu).


For you~~


For you~~


Gei nai quanbu wenrou peizhe nai zou zai nai zuoyou buguan renhe shihou huitou


(Memberikanmu kelembutan menemani dirimu dan selalu berada disampingmu kapanpun kau kembali aku akan memberikanmu seluruh alam semesta).


For you~~


Gei ni zhengge yuzhou


(Untukmu, aku akan pergi melalui api ataupun air).


Zhi wei nai futangdaohuo yuan yu nai gong bai touxiangzhele mo


(Dan berharap selalu bersamamu sampai dunia berakhir jika itu perlu).


Wo ai luan cai piyi ye huai que yuanyi wei nai gai diao suoyou de huai xiguan


(Aku selalu berprasangka dan mudah marah tapi aku akan mengubahnya untukumu).


Zai tebie de nuhai, jiusan chaojia ye li bu kai, jiu xiang mingzhong zhuding women yao zai yikuai


(Kaulah perempuan yang paling spesial dan kita tidak akan terpisahkan bahkan jika kita sering bertengkar, kita seperti sudah ditakdirkan untuk bersama).


For you~~


For you~~


Dui nai hao wu baoliu


Shenme dou shuo


Pei nai zuomeng congci nai


Bu zai you jimo


(Aku akan memanjakanmu tanpa diminta


Berbicara dan bermimpi apapun bersamamu


Kau tidak akan sendirian lagi).


For you~~


(Untukmu, berikan hatimu padaku).


Oh~oh~~


Oh~oh~oh"Zhang menghentikan nyanyiannya saat sudah berdiri didepan Xia lu


"Lagu ini aku persembahkan khusus untuk wanita yang sangat kucintai tepat dihadapanku ini"lontar Zhang dengan sengajanya.


Semua orang yang mendengar lontaran manis Zhang jadi heboh.


Xia lu jadi tersenyum senang dari balik tudung.


Tiba-tiba terdengar suara kentongan"tong...tong...tong"dipukul dengan keras di sudut aula.


Keadaan jadi hening setelah kentongan itu dipukul menandakan acara akan dimulai.


"Menteri hukum"panggil Lu zheng berjalan mendekati Zhang dan berdiri disamping adiknya itu.


Menteri perhukuman atau sang pendeta yang bertugas membacalan ijab kabul langsung melangkah maju dan berdiri ditengah antara kedua belah pihak yang akan menikah itu.


Lu zheng mengambil alat musik yang dipegang Zhang, "Yang lancar"bisiknya tersenyum lalu pergi menjauh.


Zhang menarik nafas berat dan menghembuskannya dengan kasar, jantungnya berdegup sangat cepat tidak beraturan sekarang.


Sedangkan Xia lu, ia merasakan hal yang sama dengan Zhang, tidak sadar keringat sudah bercucuran membasahi rambut kepalanya saking gugupnya.


Para wanita yang mengiring sang pengantin wanitapun pergi menjauh termasuk Ceh yi yang berada dibelakang Xia lu ikut menjauh.


Pendeta berdehem menormalkan suaranya bersiap untuk berteriak keras.


"Salam Para hadirin terhormat semua yang berada disini, acara kini telah memasuki titik utama dimana Yang Mulia Kaisar Zhang dan Putri Xia lu akan menikah dengan memilih tradisi pernikahan sederhana namun luarbiasa!"Teriak Menteri hukum atau juga sang pendeta itu.


Keadaan hening, semua orang jadi begitu serius menonton pernikahan yang di tunggu-tunggu kini telah dimulai.


"Pertama-tama adalah pengucapan janji suci seumur hidup menuju sahnya hubungan, kedua meminta restu pada wali kedua belah pihak, dan terakhir adalah pengucapan selamat atas pernikahan yang selesai"ucap Menteri itu lagi dengan keras.


Menteri hukum atau juga pendeta membuka buku kumuh tebal yang bersampul emas di tangannya.


"Acara pertama, silakan untuk kedua belah pihak pengantin saling berhadapan dan mengenggam tangan"perintah Menteri itu sambil membaca buku ditangannya.


Xia lu dan Zhang mengulurkan kedua tangan mereka lurus, kulit tangan mereka bersentuhan saling bergenggaman erat.


Deg deg deg...


jantung Xia lu dan Zhang berdegup kencang tidak beraturan.


"Kemudian mengucapkan janji suci seumur hidup didepan semua saksi yang ada disini"ucap Menteri itu lagi hanya menengok buku dihadapannya.


Semua orang jadi begitu serius menonton apa yang ada didepan mata mereka.


"Pengucapan janji suci"Ucap menteri itu membaca buku tebal ditangannya


semua orang jadi serius dan tegang menunggu pengucapan janji suci seumur hidup yang adalah bagian penting dalam menuju sahnya


"DIDEPAN ALAM SEMESTA DAN SELURUH YANG ADA DIDUNIA INI YANG MULIA KAISAR MUDA ZHANG, APAKAU BERSEDIA MENJADI SUAMI DARI PUTRI XIA LU?, MENJALANI HIDUP BERSAMANYA DIKALA SUKA DAN DUKA, BERSEDIAKAH KAU?"Ucap Menteri itu dengan wajah serius dan suara nyaringnya.


Zhang mengangguk memantapkan hatinya,tangannya menggengam tangan xia lu lebih erat.


"AKU KAISAR ZHANG BERSEDIA MENJADI SUAMI PUTRI XIA LU, MENJALANI HIDUP BERSAMANYA DIKALA SUKA MAUPUN DUKA, AKU BERSUMPAH MENJAGA,MENYAYANGINYA,DAN MEMBAHAGIAKANNYA SEUMUR HIDUP DAN MATIKU"ucap Zhang dengan wajah serius menatap Xia lu didepannya.


"PUTRI XIA LU APAKAU BERSEDIA MENERIMA KAISAR ZHANG SEBAGAI SUAMI DAN BERSEDIAKAH KAU MENJADI ISTRINYA DIKALA SUKA DAN DUKA,BERSEDIAKAH KAU?"ucap menteri itu lagi dengan wajah serius melirik Xia lu yang kepalanya ditudungi.


Xia lu menganggukan kepalanya


"AKU PUTRI XIA LU BERSEDIA MENJADI ISTRI KAISAR ZHANG, MENJALANI HIDUP BERSAMANYA DIKALA SUKA MAUPUN DUKA, AKU BERSUMPAH MENJAGA, MENYAYANGI DAN MEMBAHAGIAKANNYA SEUMUR HIDUP DAN MATIKU"ucap Xia lu dengan tegas dan lancang.


"DIDEPAN ALAM SEMESTA DAN SEMUA YANG BERADA DISINI SEBAGAI SAKSI KALIAN MENYATAKAN DENGAN PENUH KEYAKINAN, MULAI SEKARANG KALIAN BERDUA ADALAH SEPASANG SUAMI ISTRI SAH....SAH"tegas Menteri itu dengan keras dan senyuman lebar.


"SAHH"sorak semua orang membalas.


"Prok...prok...prok"semua orang dalam aula bertepuk tangan dengan meriahnya begitu senang. Ada yang saling berpelukan tanpa sadar saking senangnya.


Zhang tersenyum memandang Xia lu dihadapannya.


Xia lu tiba-tiba memegang kepalanya yang begitu sakit, dadanya menyeri sangat sesak, tubuhnya seketika melemah hingga oleng mengejutkan Zhang.


"brukk"Xia lu jatuh dipelukan Zhang dengan mata sayu dan wajahnya yang memucat.


Melihat itu, semua orang jadi berhenti bertepuk tangan dengan wajah serius.


Zhang duduk dan meletakan kepala Xia lu dipangkuannya, ia membuka tudung Xia lu hingga terlihat wajah cantik gadis dipangkuannya, semua orang mendekat dengan wajah serius mengelilingi Xia lu dan Zhang.


Kedua tangan Xia lu terangkat dengan gemetaran menyentuh wajah tampan Zhang, penglihatannya sudah tidak nampak jelas hanya samar-samar melihat wajah Zhang.


"Xia lu, jangan membuatku cemas lagi"lirih Zhang memegang wajah Xia lu dipangkuannya dengan wajah sudah tampak begitu jelas sedang cemas.


Tuhan, mengapa aku tidak bisa melihat dengan jelas sekarang, apa yang terjadi?(batin Xia lu).


Zhang semakin cemas saat tidak mendapat jawaban dari Xia lu.


Penglihatan Xia lu semakin tidak jelas, ia meraba wajah tampan Zhang dengan dada naik turun.


"Z...Zha...Zhang, aaa"ucap Xia lu dengan napas terengah-engah merasa sesak.


Zhang menyatukan dahinya pada Xia lu dengan raut wajah cemas setengah mati, "Katakan ada apa?, kau baik-baik saja kan?"paniknya berucap dengan bibir gemetaran.


Penglihatan Xia lu semakin tidak jelas, hidungnya semakin sesak membuat dia kesulitan bernapas hingga akhirnya tidak bisa lagi ditahan.


Mata cantik Xia lu seketika tertutup rapat, detak jantungnya seketika berhenti.


Zhang bertambah panik, ia mendekatkan kepalanya kedepan dada Xia lu dengan mata melotot lalu memeriksa denyut nadi pergelangan tangan Xia lu yang tidak berdetak lagi.


"Xia lu, Xia lu"cemas Zhang dengan mata berkaca-kaca menepuk-nepuk pipi gadis dipangkuannya dengan tangan gemetar.


Semua orang yang melihat ikut cemas dan heran apa yang terjadi.


"XIA LU bangun!"teriak Zhang dengan histeris, air mata tiba-tiba keluar dari matanya mengalir tidak sengaja membasahi pipinya.


"XIA LU, XIA LUUUU!"Teriak histeris Zhang menggoyang-goyangkan tubuh gadis dipangkuannya.


Air mata yang mengalir membasahi pipi Zhang menitik jatuh dipipi Xia lu.


"XIA LUUUUU"teriaknya dengan histeris memeluk tubuh Xia lu dengan tangis pecah.


bersambung...