EXTRAORDINARY YOU

EXTRAORDINARY YOU
Kemajuan Lu zheng


tiba-tiba kejadian tak terduga jadi, karena tidak tahan Zhang menyodongkan tubuhnya dengan memiringkan kepala langsung mendekati bibirnya pada Xia lu dan melahap pisang itu yang setengah keluar dari bibir Xia lu.


Xia lu melototkan matanya terkejut tidak main, tubuhnya mematung ditempat diam tak berkutik.


Semua orang disekitar ikut terkejut, Li chen dan Mu xi yang ingin mendekati dua orang itu jadi terhenti melangkahkan kaki.


Zhang menjauhkan wajahnya kembali dan mengunyah pisang yang diambilnya dari mulut Xia lu.


Xia lu masih mematung ditempat, ia menelan langsung pisang dalam mulutnya tanpa dikunyah hingga membuat dia jadi terbatuk.


"uhuk...uhuk...uhuk"batu Xia lu memukul depan dadanya.


Zhang seketika cemas langsung mengambil gelas kaca yang berisi air minum yang berada di atas meja dibelakang dudukan itu dan meminumkannya pada Xia lu.


"apa kau baik-baik saja?"Tanya Li chen yang berdiri di depan Xia lu yang berduduk.


Keadaan jadi hening, semua mata jadi tertuju pada tempat dudukan terhormat yang diduduki oleh pemimpin Kekaisaran.


Xia lu yang selesai minum menatap Li chen yang berdiri dihadapannya, "aku baik-baik saja"jawabnya tersenyum.


Zhang meletakan kembali gelas dan merangkul pundak Xia lu didepan semua orang.


"Aku dan Putri Xia lu akan pulang, pamit untuk semua guru disini"ucap Zhang beranjak dari dudukannya sembari merangkul Xia lu yang juga ikut berdiri.


Para guru mengumpul didepan Zhang dan Xia lu hingga Li chen harus meminggirkan tubuhnya menjauh.


Para guru memberi salam pamit dan diikuti Para siswa dan siswi, mereka semua membungkukan badan


"Salam hormat Yang mulia"ucap semuanya dengan serempak.


"hm, berdirilah"perintah Zhang.


Semua orang berdiri kembali dan memerhatikan Xia lu dan Zhang.


Zhang langsung saja melangkahkan kakinya dan berjalan bersama Xia lu ketengah kerumunan menuju gerbang luar.


Semua orang berminggiran membuka jalan bagi dua orang itu.


Dikerumunan...


"Li chen kau lihatkan Kaisar Zhang tidak peduli lagi padamu karena si Xia lu itu, dia bahkan tidak melirikmu sama sekali mulai hari pertama perlombaan ini sampai saat ini padahal kau sudah semakin cantik, jika kau membutuhkan bantuan apapun panggilah aku"asut Mu xi berbisik ditelinga Li chen


Li chen menyunggingkan senyumnya, "aku tidak perlu bantuanmu dan aku bisa mencapai sendiri keinginan dan tujuanku"ucapnya menegaskan.


**Sore hari**


**Kekaisaran Yuan**


**Kediaman Pangeran Lu zheng**



Tengah lapangan, Pangeran Lu zheng duduk dikursi roda, ia memegang busur dan bersiap melesatkan anak panah menuju sasaran papan panah yang jauh dari hadapannya.



"whussss"anak panah itu melesat dan menancap dipapan panah tepat di lingkaran bewarna merah.



"prok...prok...prok"tepuk tangan seseorang yang berada dibelakangnya.



Para pelayan dan prajurit dari kejauhan ikut bertepuk tangan melihat Pria tampan dan gagah itu sedari pagi tadi berlatih memanah setelah sekian dua tahun lamanya.



Lu zheng tersenyum kembali ingin memanah lagi namun tiba-tiba pemuda yang berdiri dibelakangnya membuka suara, "Pangeran sebaiknya anda istirahat, sudah semenjak pagi anda berlatih memanah"ucap Ceh yi memperingati Majikan-nya



"tidak perlu, tunggu sampai menjelang malam"tolak Lu zheng sembari melesatkan anak panahnya.



Chu xi memijat pelipis mendengar tolakan sang Pangeran yang bersikeras.



"ambilkan aku air minum, haus"pinta Lu zheng menolehkan kepalanya kebelakang melirik Chu xi.



"Baik Pangeran"jawab Chu xi langsung segera melaksanakan perintah dan pergi.



Pangeran Lu zheng menatap lurus kembali dan melesatkan anak panahnya.



tidak lama berselang, dari kejauahan Chu xi baru keluar dari dapur dan membawa gelas aluminum berwarna emas, ia berjalan menuju Sang Pangeran yang tampak sudah berhenti dengan aktivitas memanahnya.



"bruukk"busur panah yang dipegang Pangeran Lu Zheng jadi jatuh ke tanah.



Kedua Tangan Pria itu memegang berselelahan tangan kursi dan menguatkan pegangannya, ia berusaha untuk berdiri dari dudukannya membuat semua orang dari kejauhan yang melihat itu terkejut.



Chu xi melototkan matanya melihat Pangeran Lu zheng yang berhasil berdiri, gelas yang ia pegang jadi terjatuh ketanah dan membasahi rerumputan hijau lapangan itu.



"Pangeran Pangeran"panggilnya cemas berlari cepat mendekati Lu zheng.



Pangeran Lu zheng ingin melangkahkan kakinya maju dengan perasaan senang namun saat melangkah kakinya jadi oleng, "Pangeran Pangeran"Chu xi langsung kedepan Pria tinggi itu dan memegang lengannya.



"bukk"Pangeran Lu zheng jadi duduk kembali dikursi roda kayu itu dengan wajah tampak bahagia.



"Aku bisa berdiri tadi?"Tanya Lu zheng dengan senyum lebarnya pada chu xi.



Chu xi mengangguk dengan senyuman lebar, "iya Pangeran anda bisa berdiri tadi"jawabnya menahan air mata yang ingin keluar karena terharu.



Para pelayan maupun prajurit yang berada disekitar jadi mendekat dan berkumpul dengan senyuman bahagia melihat Pangeran itu tersenyum.



"Aku bisa berdiri tadi, apa kalian semua melihatku?"Tanya Pangeran Lu zheng dengan wajah senangnya melirik kesekitar.



Para pelayan dan prajurit mengangguk cepat dengan air mata yang di tahan ingin keluar, mereka terharu melihat Sang Pangeran itu tersenyum bahagia dan akhirnya bisa berdiri walau masih belum bisa berjalan itupun sangat membuat mereka senang.



Diatas atap, seseorang yang memantau keadaan dari atas melesat pergi dengan cepat mendengar dan melihat apa yang terjadi.



Kekaisaran Xing xing


Kediaman Xia lu dan Zhang


Diatas atap kamar, dua orang berlawanan jenis duduk dengan kaki menggantung dibawah sedang menatap pemandangan indah langit senja yang mulai menggelap.


"Xia lu apa kau percaya pada takdir?"Tanya Zhang melirik kesamping menatap wajah Xia lu yang tampak tenang.


Zhang mengangguk mendengar jawaban Xia lu, "aku pernah menemukan aksesoris seseorang tap.."ucapnya terpotong.


"YANG MULIA, YANG MULIA"panggil seseorang berteriak dibawah bangunan itu menengok keatas.


Sontak Dua orang itu menengok kebawah dengan wajah bertanya pada Pemuda yang memang selalu mengejutkan keberadaannya itu.


"ADA KABAR BAIK, PANGERAN LU ZHENG MENGALAMI KEMAJUAN DIA BISA BERDIRI"teriak Han shu dengan wajah tampak senang.


Mendengar ucapan itu Xia lu dan Zhang terkejut dan saling mereka sesama lalu melirik Kebawah kembali.


"Benarkah?"Tanya Zhang ingin meyakinkan lebih lagi.


"Iya Yang mulia"jawab Han shu tersenyum dibawah.


Zhang beralih melirik Xia lu dan langsung memeluk gadis itu tiba-tiba dengan tersenyum senang.


Xia lu melebarkan matanya merasakan pelukan Zhang sangat berbeda dari biasanya, ia merasa seperti di lilit ular.


Han shu langsung memalingkan tubuhnya menghindari melihat dua orang itu berpelukan.


Zhang melepaskan pelukannya dan menatap wajah Xia lu, "apa kau ingin ikut sekarang mengunjungi Kakak?"tanyanya dengan lembut.


Xia lu mengangguk, "iya aku ikut"jawabnya tersenyum.


Dua orang itupun melompat turun dari atas atap, kemudian masuk dalam kamar untuk mandi lalu berangkat pergi.


***


Kekaisaran Yuan


Kediaman Chen, dalam kamar duduk Putri Li chen dikursi dan depan meja tulisnya yang berada disamping Ranjang.


Gadis itu asiknya memandang delapan gelas didepannya yang mengosong.


"hahahaha, aku sudah berusaha secantik mungkin tapi apa yang kau dapatkan HAH?"ucapnya dengan nada ngawur.


"benar-benar gila, ck"dengusnya kesal.



**Malam hari**


Kediaman Pangeran Lu zheng, tengah lapangan berlari dua orang menuju kamar besar yang berada dipertengahan.



mereka naik atas tangga yang menghubungu kamar itu secara bersamaan.



Saat sudah berada didepan kamar, salah satunya mengetuk pintu.


"tok..tok..tok"ketuknya pelan.



"Masuklah"saut orang yang berada dalam kamar.



Dua orang itu saling melirik, lalu salah satunya langsung mendorong pintu dan melangkah masuk.



Saat masuk, hal pertama yang mereka lihat Sosok Pria tampan dengan bertelanjang dada duduk ditepi ranjang dengan melipat kedua tangannya.



Mendengar langkah kaki Pria itu sontak melirik arah pintu dan berjalan dua orang yang tampak menyimpan pertanyaan.



"Kalian kesini?"Tanya Lu zheng langsung ingin berdiri.



"eh kaka"sela Zhang langsung memegang pundak Kakaknya.



"Ternyata benar, Kaka Lu Zheng sudah bisa berdiri"ucap Xia lu tersenyum berdiri disamping Zhang.



"hehe"kekeh Lu zheng tersenyum melirik Xia lu.



"duduk Kak"pinta Zhang menekan bahu Lu zheng agar berduduk kembali di Ranjang.



"Iya iya"angguk Lu zheng duduk kembali.



Lu zheng melirik Xia lu kembali, ia melempar senyum membuat Zhang yang melihatnya jadi memeluk pinggang Xia lu dari samping.



Xia lu menaikan kedua alisnya akan tingkah Zhang.



"Khemm"dehemnya dengan wajah datar.



"Kakak syukurlah ada kemajuan sekarang, aku dan Xia lu sangat senang"ucap Zhang tersenyum hangat menatap wajah Kakanya.



Zhang melepaskan tangannya yang melekat dipinggang Xia lu, ia duduk bersimpuh dibawah dan mendongakan kepala menatap wajah Sang kakak.



"Kakak, ingatlah perkataan ibu, jangan pernah putus asa sebanyak apapun anak panah yang menghantammu dari segala arah, jika kau yakin dengan suatu hal kau pasti akan bisa melaluinya"ucap Zhang dengan mata sedikit berkaca-kaca.



Lu zheng tersenyum menyapu-nyapu rambut adiknya.



Xia lu jadi terharu melihat interaksi adik dan kakak itu.



"Kembalilah ini sudah malam, besok kita berbicara lagi"ucap Lu zheng menatap wajah Zhang.



Zhang berdiri kembali dan melirik Xia lu, "Baik kak"jawabnya singkat tersenyum.



Zhang meraih tangan Xia lu dan mengenggamnya, mereka menundukan kepala lalu membalikan tubuh dan berjalan pergi keluar dari kamar.



Lu zheng memandang belakang punggung dua orang itu yang berlalu pergi.



"Chu xi tutup kamar, mengapa kau malah bersembunyi dalam kamar ganti?"Tanya Lu zheng melirik arah kamar ganti.



Keluar pemuda dari dalam kamar itu dengan kepala menunduk, "hehe saya tidak ingin menganggu"jawabnya diiringi kekehan.