
"Tuan Muda ruoli"Ucap Xia lu menjauhkan tubuhnya dan menurunkan tangan orang yang merangkul pundaknya
"selamat pagi"Ucap Tuan muda ruoli tersenyum menatap wajah xia lu
"emm..selamat pagi"Ucap Xia lu tersenyum dengan paksaan,entah mengapa dia merasakan ada sesuatu yang janggal pada lelaki ini
Xia lu melangkahkan kakinya lebih cepat lagi berjalan menjauhi Lelaki itu
"oh iya kita belum berkenalan kan?"tutur tuan muda ruoli ikut berjalan cepat mengejar Xia lu
Saat berjalan disamping Xia lu Lelaki itu langsung merentangkan tangannya tepat didepan wajah Xia lu membuat gadis itu berhenti berjalan
Xia lu menaikan alisnya melihat tangan lelaki itu menghalang jalannya
Tuan muda ruoli merubah posisinya,dia langsung menghadap kedepan Xia lu dengan senyuman
"kenalkan aku tuan muda ruoli..aku harap kita berteman dengan baik..Aku pasti akan sering bertemu denganmu saat perjalanan ke gunung weimeng jadi bagaimana kita berteman mulai saat ini?bagaimana?"Tanyanya dengan mengulurkan tangan kanan pada Xia lu
Xia lu berpikir sejenak seraya menatap lelaki tinggi didepannya
"Emm..mari kita berteman"Jawab Xia lu tersenyum manis menyambut uluran tangan Tuan muda ruoli
Tuan muda ruoli tersenyum
selangkah sudah maju(batinnya)
Xia lu juga tersenyum
jika aku menghindar dan menolak pertemanannya aku yakin dia pasti akan semakin curiga(batinnya)
**Diaula besar**
Semua murid sudah berkumpul,mereka berduduk dilantai depan meja masing-masing begitu tegap dan rapinya
Pakaian mereka semuanya setiap harinya begitu berkualitas karena semua pemuda disitu sudah dipastikan kaya dan terhormat
masing-masing diatas meja mereka terdapat titah kosong dan sepasang kuas dan tinta
Dimeja Xia lu..
keadaan begitu canggung dimeja itu
Xia lu melirik kesamping kirinya yang terdapat lelaki dengan wajah hitam
Begitu saksama xia lu menatap wajah lelaki itu terutama memandang sudut bibir seksi lelaki itu dengan wajah melamun
*Tidak kusangka bibirku bersentuhan dengan bibir itu..ahh*(batin Xia lu)
Xia lu menyentuh bibirnya sambil memandang bibir Kaisar Zhang dengan wajah memelas
Asiknya memandang bibir lelaki disampingnya itu,tiba-tiba Kaisar Zhang menengokan kepalanya kesamping menatap wajah Xia lu yang juga sedang menatapnya
"astaga"Terkejut Xia lu langsung menggeser tubuhnya kesamping kanan hingga berhantupan dengan tubuh Kaisar Ying
"Ada apa?"kesal Kaisar Ying menjauhkan sedikit tubuhnya
"tidak"jawab Xia lu menggeser tubuhnya kembali dengan senyuman canggung menatap Kaisar Zhang yang juga sedang menatapnya
Gadis itu memajukan tubuhnya lebih maju kedepan meja,dia meletakan satu tangannya diatas meja dengan menopang dagu
*sial*(batin Xia lu)
Kaisar Ying memandang xia lu yang menopang dagu lalu beralih memandang Kaisar Zhang yang memandang Xia lu
krik..krik..krik..
Keadaan jadi hening diaula,bahkan diantara meja xia lu yang suasana jadi begitu canggung yang dirasakan dua orang karena tragedi ciuman tidak sengaja sore kemarin
"kheem"batuk Kaisar Ying tiba-tiba
disekitar dudukan itu jadi menoleh dan melirik Keorang yang batukan itu
"kheem..khemm"batuk Kaisar Ying dengan sengajanya
"ck"dengus kesal Xia lu memperbaiki posisinya berduduk tegak
*aku tidak boleh merasa canggung,anggap semuanya biasa saja..iya seperti biasa*(batin Xia lu)
Xia lu melirik para pemuda dimeja lain dengan tersenyum dan dibalasi senyuman juga
Didalam aula paling depan..
Guru hu wei berdiri dengan pakaian terhormatnya,disamping kanan dan kirinya terdapat beberapa Kasim yang masing-masing memegang lembar titah begitu banyak
"Selamat pagi semuanya,Hari ini adalah hari pertama kompetisi pemilihan,harap semuanya bisa memberikan hasil yang terbaik"
"Kompetisi ini berupa pertanyaan penting yang harus kalian jawab,Saya sudah menyiapkan pertanyaannya dilembar titah yang dipegang para kasim disamping saya..Semuanya harus semangat dan pokus jangan membuat nama keluarga kalian buruk jika hasilnya tidak sesuai harapan kalian,itu tergantung bagaimana pengetahuan dan keseriusan kalian..paham?"Tanya Guru Hu wei berucap keras menatap semua pemuda
"PAHAM GURU"jawab serempak Semua dalam aula
Guru hu wei mengangguk
"Kasim bagikan lembar persoalannya"Perintah guru itu melirik samping kanan dan kiri
Semua kasim yang bertugas langsung berhambur membagi persoalan disetiap meja dengan sopan
Selesai pembagian soal yang harus dijawab itu,semua pemuda mengerjakan jawabannya dan menulisnya dititah kosong
keadaan begitu hening,semua wajah dalam aula begitu serius dan hening hanya gerakan tangan menulis yang terdengar
Dimeja Xia lu..
Xia lu begitu tenang menjawab pertanyaan-pertanyaan mengenai ilmu alam
*ya ampun persoalannya sangat mudah,seperti saat aku ujian sekolah Menengah saja*(batin Xia lu)
disetiap titah berisi tulisan Sekitar 50 soal pertanyaan yang sangat sulit bagi orang dijaman itu
Disamping xia lu yang terdapat Kaisar Zhang dan Kaisar Ying sama-sama dalam keadaan tenang dan kalem menjawab persoalan dititah
Keadaan begitu hening,ada yang menengok kesamping,ada yang menengok keatas,ada yang mengangkat kepalanya tinggi-tinggi
Ditempat lain
Kekaisaran Yuan
Seorang lelaki tampan berduduk dikursi dekat jendela dengan tatapan kosong,wajahnya begitu mucat,bawah matanya begitu hitam dan bibirnya yang kering
Dibelakangnya terdapat Lelaki muda dan tinggi yang menjaganya dari belakang
"aku harap zhang tidak bertekad mengambil batu giok yang katanya direbutkan semua orang itu"Gumamnya memandang luar jendela
Lelaki dibelakangnya membuka suara
"Pangeran Lu zheng..maafkan saya terlambat memberitahu hal ini..Yang mulia Kaisar Zhang mengikuti perguruan untuk mendapatkan batu giok itu dengan menyamar"ucap Lelaki itu dengan wajah hati-hati
"sudah kubilang..mengapa dia begitu keras kepala..Aku yakin dia tidak akan bisa melawan Lelaki tua bangka itu"Ucap Pangeran Lu zheng dengan tatapan kosong menatap luar jendela
"Maafkan saya baru memberitahu ini..karena Yang mulia Kaisar melarang saya untuk memberi tahu ini kepada anda..Namun saya tidak tahan melihat anda terus cemas pada yang mulia Kaisar yang jarang mengunjungi kediaman anda hingga memberi tahu tentang ini"tutur sopan lelaki muda dibelakangnya
"tidak apa..anggap saja aku tidak mendengar dan mengetahuinya..lagipula itu keputusannya..aku hanya seorang pembeban dan hama disini bagi semua orang..Aku selalu saja menyusahkan adikku yang malang itu..bahkan dia tidak pernah memikirkan dirinya sendiri,selalu saja memikirkan akan kesembuhanku"Ucapnya dengan wajah kecewa
Lelaki dibelakangnya yang mendengar itu jadi tersayat hatinya,dia begitu prihatin
"tidak pangeran..kata Yang mulia Kaisar Zhang,kewajibannya adalah menjaga anda dia ingin sekali anda bisa sembuh dan sangat merindukan bertarung dengan anda seperti dulu"Ucap Lelaki dibelakangnya dengan mata berkaca-kaca
"Tutup saja mulutmu..itu tidak akan pernah terjadi..lihat keadaanku sekarang berjalan saja aku tidak akan sanggup..aku hanya tinggal menghitung hari menunggu kematianku"ucap Pangeran Lu zheng dengan mata berkaca-kaca
Lelaki dibelakangnya beralih bersujud dilantai
"anda jangan mengatakan itu pangeran"ucap lelaki itu dengan lantang
Pangeran lu zheng melirik ke lelaki muda yang adalah pengawalnya itu bersujud didepan matanya
"berdirilah Chu xi..bersujud sebanyak apapun keputusanku tidak akan pernah berubah"Ucap pangeran lu zheng dengan wajah datar melirik Lelaki itu
Chu xi berdiri kembali dan melirik Pangeran Lu zheng
"lalu jika Pangeran terus seperti ini bagaimana dengan Putri Mu xi?..apa anda tidak bisa hidup demi dia?,atau anda menerima diri anda yang selalu direndahkan oleh Putri Mu xi bahkan dia tidak pernah sekalipun mengunjungi anda selama anda lumpuh"Tanya Chu xi dengan wajah sedih pada Pangeran Lu zheng
Pangeran Lu zheng hanya terdiam,dia mengalihkan pandangnnya kembali memandang luar jendela
Sebenarnya aku ingin sekali bisa keluar berjalan seperti dulu lagi(batinnya)
**Diperguruan xingxing**
Para pemuda masih dalam sibuknya mengerjakan persoalan uji kompetisi dalam aula,tidak dengan Xia lu dia sudah selesai sedari tadi hingga dia memilih menopang dagunya dengan kedua telapak tangannya
Tatapannya lurus melirik Fu li yang berduduk tepat berada didepan mejanya
"apakau sudah?"Tanya Kaisar Zhang tiba-tiba membuat Xia lu terkejut
"emm"angguk Xia lu menjawab dengan tersenyum pada Kaisar Zhang yang juga menatapnya
Kaisar Zhang langsung mengalihkan tatapannya dari Xia lu
Xia lu menaikan dua alisnya
*apa dia sama merasakan apa yang kurasakan*?(batinnya)
**Beberapa lama**..
setelah selesai pengujian kompetisi dalam ilmu pengetahuan alam itu,semua pemuda pergi keluar aula dan para kasim mengumpuli semua titah diatas meja masing-masing
\*\*\*\*\*
**Didepan luar aula**
"wah junyi..bagaimana Persoalan tadi?"Tanya Pangeran dong li berjalan disamping Xia lu
xia lu melirik kesamping menatap wajah orang yang bertanya itu
"lumayan..sangat sulit"jawab xia lu dengan wajah memelas
"Itu tidak mungkin..guru muda yang aku kenal orang yang pintar"Saut Zi rui disebelah Xia lu juga
"kau benar"ucap Pangeran dong li tersenyum pada Zi rui
Zi rui mengacungkan jempolnya tersenyum pada Pangeran dong li
"apa sih kalian"gumam Xia lu berjalan cepat menuju halaman tengah
"Kau akan kemana tuan junyi?"Tanya Pangeran dong li
xia lu menolehkan kepalanya kebelakang dan menjawab
"aku ingin menemui seseorang..jadi kalian berdua jangan ikuti aku"jawab Xia lu pada dua pemuda itu zi rui dan pangeran dong li
"baiklah"jawab keduanya dengan serempak
Xia lu kembali menatap lurus dan berjalan cepat
\*\*\*\*\*
**DiTaman perguruan**
Kaisar Zhang duduk santai bersandar dibatang pohon sambil menghirup udara sekitar
\***bersambung**...
\**jgn lupa like yh,dan komen karena komenan dan dukungan kalian author bisa semangat lagi,cinta para readers😚\*,dan makasih untuk yg udh beri vote maupun Hadiah poinnya thanks💜*