
"kubilang tidak junyi"Ucap Zhang tersenyum tipis pada Xia lu
"Baiklah"angguk Xia lu mengedipakan sebelah matanya berjalan melewati Kaisar Zhang
"tunggu"Ucap Zhang berjalan cepat mengejar Xia lu
Para pemuda lainnya pun mulai berpencar melakukan perjalanan mencari jalan arah menuju gunung weimeng ditengah hutan besar dan lebat itu
Untuk dua pengawal bertugas menjaga tenda perkemahan
Keadaan begitu hening dan sunyi,dipertengahan hutan dua orang berlawanan jenis berjalan berdampingan sambil melihat sekitar tempat
"Kaka Zhu tujuan kita sudah dekat,Aku dan kau sama-sama membalaskan dendam pada Kaisar wezi,jika berhasil mendapatkan batu giok aku akan mengungkapkan semuanya..itu harus berhasil!"Ucap Xia lu tersenyum
"Kau sangat teguh berniat menghancurkan seseorang yang paling disegani itu..aku bangga memiliki teman yang percaya diri dan pemberani sepertimu"Ucap Zhang melirik Xia lu yang berjalan disampingnya
"hahaha..biasa saja"tawa Xia lu tersenyum hangat melirik Kaisar Zhang
Kaisar Zhang tersenyum tipis mendengar tawa Xia lu
"oh iya jika kita berdua berhasil mendapatkan batu itu aku ingin kaulah yang dulu memanfaatkan batunya untuk kelumpuhan kakamu"Ucap Xia lu tersenyum hangat menghentikan langkah kakinya
Kaisar Zhang ikut menghentikan langkah kakinya
"tidak..aku ingin kau lebih dulu memanfaatkan batunya untuk mengetahui isi titah misterius itu"ucap Zhang tidak setuju akan keinginan Xia lu
Xia lu memutar bola matanya dan menatap wajah hitam Kaisar Zhang
"Baiklah"Ucap gadis itu tersenyum
"tapi bagaimana kau akan melawan lelaki tua bangka dan licik itu?"tanya Kaisar Zhang menatap wajah Xia lu
"lihat saja jika sudah berhasil mendapatkan batu giok itu"jawab Xia lu tersenyum
"junyi aku akan terus ada dibelakangmu jika kau membutuhkan sesuatu"ucap Zhang tersenyum pada Xia lu
"emm"angguk Xia lu
"Ahhhhh..kapan kita sampai jika berjalan pelan seperti ini?"Tanya Xia lu mulai melangkahkan kakinya berjalan kembali
"Bagaimana jika berlari..apakau tahan?"Tanya Zhang dengan tatapan lurus
aku ingin mengetesnya apa dia sanggup(batin Zhang)
"Tentu saja"jawab lantang Xia lu
Aku sudah berapa kali juara lomba berlari tentu saja sangat tahan(batin Xia lu)
"Sekarang kita mulai berlari jika yang kelelahan duluan akan disuruh memetik buah yang berada dihutan ini"Ucap Xia lu
Tidak menunggu,Mereka berdua mulai berlari cepat menginjak hamparan rerumputan dihutan itu
\*\*\*\*\*
Ditempat lain
Kaisar Ying berjalan ditengah hutan bersama Tuan muda ruoli dan tiga pemuda lainnya
"Hutan ini mengapa hawanya terasa mencekam?"Tanya Pangeran Wuwei,Pangeran Kedua Kekaisaran wei
"Dikekaisaran kami tidak se-seram ini"Ucap Linyi,Putra mahkota kekaisaran qing
"diamlah"tegur Kaisar Ying berwajah jutek
Keadaan jadi hening lima pemuda yang berjalan disekitar hutan hanya berdiam sambil melihat sekitar
"aku sangat kagum tadi dengan Junyi,mengapa dia seberani dan sesantai itu berhadapan dengan para serigala?"Ucap Tuan muda ruoli dengan senyuman mengingat Xia lu
"benar aku penasaran Pemuda itu yang hanya menyandang gelar Tuan muda berani melawan Kaisar Ying"Ucap Pangeran Wu wei begitu terbukanya
"Benar..apa kalian merasakan sesuatu aneh pada Tuan muda junyi..aku seperti merasa ada yang janggal"ucap Tuan muda ruoli melirik para pemuda yang berjalan disampingnya
"tidak..aku tidak merasakan sesuatu sama sekali"Jawab lainnya
"tidak ada apapun,Pemuda itu hanya sangat manis dan menyenangkan"Ucap Pangeran Linyi melirik Tuan muda ruoli
"bahkan dia sangat ahli beladiri,Dikompetisi saja hampir membunuh Pangeran Gu ji yang tubuhnya sangat besar itu"Ucap Pangeran Wu wei
Kaisar Ying yang berjalan paling depan yang asiknya mendengar percakapan pemuda dibelakangnya tiba-tiba terhenti
"Ssstt"tegur Kaisar Ying menatap lurus kedepan dengan mata tajamnnya
"ada apa?"tanya Ruoli melirik arah tatapan Kaisar Ying
"ular kobra?"Gumam empat orang yang berada dibelakang Kaisar Ying
"bagaimana jika kita bunuh saja?"Tanya ruoli
"tidak kita usir saja..namun jika dia menganggu kita langsung bunuh saja"jawab Kaisar Ying melangkah kakinya dengan pelan kedepan ular kobra yang asiknya melilit tubuh tikus yang sudah mati
\*\*\*\*\*
Dilain tempat
Xia lu dan Kaisar Zhang masih berlari begitu lamanya
Xia lu berlari dibelakang Kaisar Zhang
"sudah kubilang Kau yang akan kalah junyi"teriak Kaisar Zhang yang berlari didepan Xia lu
"hei jangan sombong,kita hanya beda berada langkah saja"Teriak Xia lu tersenyum
"keras kepala..jika lelah hentikan saja"Ucap Kaisar Zhang melirik kebelakang
"Tidak"ucap Xia lu menggelengkan kepalanya
"Kau pikir aku akan menyerah"Ucap Xia lu tersenyum
Lelaki hitam ini ternyata juga cepat sekali berlari bisa berada didepanku,tidak ada salahnya jika dia memang cepat diakan lelaki tapi tetap saja sangat cepat berhasil melewatiku(batin Xia lu)
"aku harus bisa melawannya"gumam Xia lu menatap lurus dengan tatapan tajam
Xia lu berlari lebih cepat dan berada berdampingan dengan Kaisar Zhang
seketika Zhang menoleh kesamping wajahnya nampak terkejut melihat Xia lu sudah berlari sejajar dengannya
ternyata yang kuduga tidaklah benar,pemuda cukup kuat berlari sampai bisa mengejarku(batin Zhang)
Xia lu melempar senyum pada Zhang dan menatap kesekitar
Tiba-tiba Gadis itu menghentikan lariannya dan berhenti ditempat membuat Lelaki bersamanya juga jadi berhenti
"ada apa junyi?"Tanya Zhang menaikan dua alisnya melihat raut wajah serius Xia lu
"apa kau tidak merasa janggal dengan tanaman disamping pohon itu?"Tanya Xia lu melirik tanaman yang layu dan hancur berdamparan disekitarnya
"mengapa dia terlihat seperti tidak diterima oleh tanah,tanaman yang lainnya biasa saja tidak mengalami layu seperti itu...terik matahari jika dipagi hari pasti juga akan mengenainya"Ucap Xia lu berjalan pelan mendekati tumbuhan itu
Kaisar Zhang ikut berjalan mengikuti Xia lu
"atau dia dirusak oleh hewan buas?"Gumam Xia lu berjongkok memandang tumbuhan yang hancur terpisah,dedauanan yang berwarna sudah menguning tua beserta rantingnya
Xia lu mengambil anak panah yang berada ditas penyimpanan anak dan busur yang berada di punggungnya
Gadis itu menancapkan Anak panahnya masuk ketanah namun ada yang janggal,anak panah itu tidak bisa masuk lebih dalam
Terlihat wajah Xia lu nampak menekan anak panah ditangannya terus kebawah namun hasilnya anak panah itu hanya sebagian temasuk
Kaisar Zhang yang melihat apa yang dilakukan Xia lu,Ia mengeluarkan pedang tipisnya membuat Xia lu berwajah heran
"apa kau ingin membunuhku disini?"Tanya Xia lu melirik Kaisar Zhang yang berwajah dingin berjongkok dengan mengarahkan pedang yang mengkilat tajam kedepannya
Zhang terkekeh mendengar ucapan Xia lu yang mengira ingin membunuhnya
"bisa kau minggir?"Tanya Zhang melirik kaki Xia lu
Xia lu menaikan satu alisnya,dia memilih berdiri dan sedikit menjauh dari tumbuhan yang hancur tergeletak ditanah
Kaisar Zhang mencabut anak panah milik Xia lu dan melemparnya kebelakang tanpa melirik pada orang yang dilemparkannya
Xia lu langsung menangkap anak panahnya dengan wajah terkejut karena tingkah lelaki bersamanya yang selalu tidak bisa ditebak
Zhang memasukan pedangnya kedalam tanah seperti yang dilakukan Xia lu pada anak panahnya
Zhang menekan pedangnya lalu menggesernya kesamping hingga tanah itu jadi tersurut kebawah membuat Xia lu yang melihatnya jadi berjongkok disampingnya
"ada sesuatu didalamnya?"Tanya Mereka berdua dengan serempak saling menatap
Bola mata mereka bertemu menggambarkan maksud aneh
Xia lu langsung mengalihkan pandangannya kebawah
Zhang tersenyum tipis melihat tingkah Xia lu
aku sedikit ragu atau memangkah sikapmu yang memang pemalu(batin Zhang)
Kepala Xia lu yang menunduk sedang melirik kebawah itu perlahan menengok kembali menatap Lelaki disampingnya yang ternyata masih sedang menatapnya
Saat tatapan kembali bertemu Xia lu jadi tersentak,dia langsung menepis tangan Kaisar Zhang yang memegang pedang
Xia lu mengambil ahli menyentuh pedang milik Zhang dan mencungkir tanah menggunakan ujung pedang itu
mengapa dia tidak berhenti menatapku seperti itu,Kaka Zhu jangan membuatku jadi gugup seperti ini..Tapi aku harus bisa bersikap biasa saja(batin Xia lu)
"Apa ini?"Gumam Xia lu yang mencungkir tanah melihat sesuatu yang masih terhalang oleh tanah diatasnya
Xia lu beralih meletakan pedang yang dipegangnya kesamping dari tanah yang dicungkirnya tadi
Kedua tangan mulus gadis itu menyentuh tanah lalu membongkahnya menyingkirkan tanah yang menutupi sesuatu
tangannya saja sangat mulus dan agak kecil(batin Zhang)
Saat tanah itu sudah tersingkirkan,terlihat sebuah peti beukuran sedang yang bewarna ke perakan dan berkarat
"Peti?"Gumam Kaisar Zhang menaikan sebelah alisnya memandang peti itu
Xia lu menepuk-nepuk sesama telapak tangannya mengibaskan sisa tanah yang melekat ditelapak tangannya
Setelah itu dia langsung mengambil peti itu dan mengeluarkannya
\*\*\*\*\*
Ditempat lain
"akhirnya mati juga ular kobra ini"Ucap Kaisar Ying memandang Ular yag tergeletak ditanah dengan tubuh terpisah-pisah
"beruntung dia belum sempat menggigitku"ucap Pangeran Wu wei memasuki pedang kedalam penyimpanan diikat pinggangnya
"ayo kita melanjutkan perjalanan lagi"Ucap Tuan muda ruoli yang langsung berjalan melingkahi ular
"apa mungkin sampai malam kita baru sampai dipegunungan?"Tanya Pangeran Linyi
"mungkin"jawab Tuan muda ruoli
\*\*\*\*\*
Didekat pohon
"wah peta disekitaran pegunungan weimeng"Ucap Xia lu tersenyum ceria memandang peta ditangannya yang diambil dari dalam peti perak
"tidak tersangka kita menemukan peta"Ucap Zhang tersenyum ikut memandang peta yang dibuka Xia lu lebar-lebar
"Kaka zhu mendekatlah"Ucap Xia lu yang asiknya menyimak isi peta
"hm"dehem Kaisar Zhang mendekat kesamping Xia lu
"lihat,ini adalah tanda peta yang kita temukan..sekitar seratus langkah kaki kita akan keluar dari hutan ini dan akan menangkap pemandangan gunung besar weimeng"Ucap Xia lu memperlihatkan peta ditangannya kedepan Kaisar Zhang disampingnya dengan tersenyum senang
"oh"angguk Zhang berwajah datar menyimak isi dalam peta
"Iss menyebalkan..cuman bilang oh,kau seperti Kaisar Zhang saja yang kata pemuda dikekaisaran dikenal irit bicara dan berwajah dingin itu"kesal Xia lu menjauhkan tubuhnya kembali dan berjalan lebih dulu
Kaisar Zhang terkekeh melihat Xia lu yang nampak kesal,dia melirik Kearah tanah tadi yang dalamnya terdapat peti namun sudah diambil isinya
"tentangnya adalah kemisteriusan"gumamnya
Zhang langsung mengejar Xia lu yang sudah berjalan menjauh darinya
🍃🍂
**Hari menjelang malam**
matahari mulai menyembunyikan dirinya sedikit semakin sedikit
Lingkungan perlahan menggelap menandakan menjelangnya malam
Diatas bebatuan kecil yang tergelatak banyak,dua orang sedang berjalan menginjak bebatuan itu
"Kaka zhu lihat gunungnya sangat besar"Teriak Xia lu yang berjalan membelakangi Kaisar Zhang
"hm"dehem Kaisar Zhang yang berjalan santai diatas bebatuan kecil sambil memandang pegunungan hijau didepan matanya
Xia lu menyunggingkan senyumnya mendengar Lelaki dibelakangnya hanya berdehem yang membuatnya agak kesal
Karena kesal gadis itu memilih membuka titah yang bergulungan ditangannya yang adalah peta bagian seluruh tempat dipergunungan wei meng
"Kaka zhu kita harus kearah mana lagi?"Tanya Xia lu yang asiknya memandang peta ditangannya lalu memandang kedepan memandang pegunungan yang menjulang tinggi sudah didepan matanya
Kaisar Zhang mendekat kesamping Xia lu dan ikut melihat dalam peta
"Bagaimana jika kita melakukan pencarian kedalam gua ini?,gua yang berada disudut tengah bawah pegunungan?"Tanya Kaisar Zhang
"kenapa orang-orang berpikir pegunungan ini berbahaya?,aku jadi semakin penasaran"Ucap Xia lu melangkahkan kakinya kembali
"kitakan belum berada dekat pegunungan junyi,tidak akan tahu bagaimana nantinya"ucap Zhang berjalan mengikut Xia lu
Xia lu yang mendengar ucapan Zhang hanya terdiam
Sepanjang jalan mendekati Pegunungan Weimeng yang begitu besar dan terkesan menyeramkan karena hari sudah menggelap,kedua insan itu hanya berdiam dengan kewaspadaan penuh setiap saat
Kini memasuki pepohonan rimbun yang berada disekitar pegunungan itu,penglihatan tidak semakin jelas karena dipenuhi kabut dan embunan asap menambah suasana terasa mencekam disekitaran pegunungan itu
Hanya terdengar suara jangkrik,katak yang memanggil hujan dan suara-suara aneh lainnya
"Kaka zhu apa kita perlu mencari obor agar bisa melihat lebih jelas jalannya?"tanya Xia lu yang berjalan berdampingan dengan Zhang
Kaisar Zhang melirik kesamping menatap wajah Xia lu
"kita tidak punya obornya?"Jawab Zhang berwajah dingin terlihat menakutkan dimata Xia lu
Xia lu menghela nafasnya melihat raut wajah orang bersamanya
"Ya ampun,Kaka Zhu bisakah kau tersenyum saja mengapa memasang raut wajah seperti itu..Sudah hitam,berwajah dingin jadi merinding melihatmu seperti itu"ocehnya tanpa sadar
Kaisar Zhang tersenyum tipis mendengar ucapan Xia lu
"Kau pemuda penakut"ledek Kaisar Zhang
"siapa juga yang penakut?"Kesal Xia lu memonyongkan bibirnya kesal
"itu..hanya melihat raut wajahku kau sudah takut,berarti penakutkan?"ejek Zhang dengan sengajanya memancing kekesalan Xia lu
"eeeeee,bukan begitu maksudku..sudahlah"Jutek Xia lu melipat kedua tangannya didepan dada
"Apa kau lapar?"Tanya Kaisar Zhang
"mengapa bertanya?,lagian tidak ada makanan enak juga disini"jutek Xia lu memutar bola matanya melihat sekitar
"ada"jawab Zhang langsung menarik pergelangan tangan Xia lu membawanya berlari ditengah pepohonan rimbun itu
\*\*\*\*\*
**Dilain tempat**
pepohonan disekitaran pergunungan weimeng,Lima pemuda yang berstatus tinggi-tinggi berlarian kesegala arah dengan wajah panik
"Singa!!!,lari"Teriak salah satu Pangeran berlari kencang
"Ruoli dimana kau!"Teriak Kaisar Ying yang memutar tubuhnya ditengah-tengah pepohonan
"Ck..Semuanya jadi kabur melihat singa,akupun kabur..Karena bukan siang hari aku pasti sudah berani membunuh singa itu,malam dan gelap seperti ini aku tidak bisa melihat dengan jelas mana lupa membawa obor"Omel Kaisar Ying berwajag kesal karena terpisah dari empat temannnya
Kaisar Ying pun memilih berjalan sendiri mencoba mencari teman seperjalanannya sekitaran pegunungan itu
\*\*\*\*\*
**Didekat sungai**
Dua orang berduduk silang berdampingan dihamparan rerumputan sekitaran sungai itu
Didepan mereka terdapat kayu menumpuk yang diatur dengan berdiri untuk menyalakan api unggun,disamping perkayuan terdapat satu ikan mati yang terdampar diatas daun pisang terlihat segar yang siap untuk dipanggang
"kau coba junyi,apa batunya bisa?"Tanya Kaisar Zhang yang sedang menusuk satu ikan dengan anak panah milik Xia lu untuk dipanggang
"tidak bisa,kau lihat apinya tidak muncul-muncul"keluh Xia lu memayunkan bibirnya
"haha"tawa pelan Kaisar Zhang melirik Xia lu yang berusaha mengosok-gosok batu agar memunculkan api
"isss..susahnya dijaman kuno,tidak ada senter,lampu,setidaknya ada korek api untuk menyalakan api"Gumam Xia lu yang sedikit terdengar jelas ditelinga Zhang
"Senter,lampu,korek?"Tanya Zhang menaikan alisnya
"Ahh..itu hanyalah kalimat aneh..tidak usah pikirkan"Ucap Xia lu
Kaisar Zhang meletakan ikat yang ditusuknya setubuhan keatas daun pisang samping ikan satunya
"Sini biar aku yang menyalakan apinya"Ucap Kaisar Zhang mengambil ahli dua batu api ditangan Xia lu
Xia lu seketika tersenyum
"Kau memang Pria yang maskulin,serba bisa"puji Xia lu tersenyum menatap wajah Zhang
Zhang sekilas menatap wajah Xia lu lalu memandang batu yang ditangannya
"Kau sengaja memuji karena semua aku yang melakukannya,menangkap ikan,membersihkan ikan,mencari kayu dan sekarang"Oceh Lelaki itu dengan sengajanya
Xia lu hanya terdiam mendengar ocehan Zhang yang memang benar,dia menopang dagu sambil memandang Zhang yang sibuknya menyalakan api hingga nyala lalu memanggang dua ikan diatas perkayuan yang sudah berapi besar
Setelah memanggang,Dua orang itu sedikit menjauhkan tubuh dari perapian
Mereka saling berduduk berdampingan memandang dari jauh dua ikan terbakar diatas pekayuan yang belum menghangus
"Junyi apakau pernah berhubungan fisik?"Tanya Zhang tanpa melirik Xia lu disampingnya
Xia tersentak pendengar pertanyaan Lelaki disampingnya
*apa dia semakin curiga*?(batin Xia lu)
"Aku hanya pernah berciuman dengan kekasihku dikekaisaran Yuan,dia sangat cantik dan feminim"jawab Xia lu berbohong
"bukankah kau menyukai Putri Xia lu?"Tanya Zhang menatap wajah Xia lu
"benar aku menyukainya namun tidak mencintainya..aku hanya mencintai kekasihku"jawab Xia lu dengan bergaya maskulin memegang dadanya
"oh"angguk Zhang
"lalu kau?..apa kau menyukai seseorang,teman?"Tanya Xia lu mengesankan keakraban dan bergaya pria menaikan turun alisnya
Kaisar Zhang tersenyum mendengar pertanyaan Xia lu
"Aku tidak terlalu mengerti apa itu rasa suka,yang kutahu aku hanya perlu menyayangi dan peduli pada seseorang"jawab Kaisar Zhang menatap wajah Xia lu
"jawabanmu agak membuat bingung orang yang mendengarnya..jika peduli dan sayang itu artinya Kau menyukainya teman atau kaka Zhu"Ucap Xia lu
"Lalu jika aku memberitahu siapa orang yang aku sukai apa kau akan menjawab pertanyaan ku ini?"Tanya Kaisar Zhang berwajah berubah serius menyodongkan tubuhnya pada Xia lu
Xia lu menaikan kedua alisnya menatap wajah serius Zhang
"a..apa maksudmu?"gagap Xia lu memundurkan tubuhnya sedikit menjauh dari Kaisar Zhang
Dibalik pohon Seseorang terhenti ketika mendengar suara dua orang ditelinga tajamnya,dia mengintip dibalik pohon sekitar sungai itu
Xia lu yang terus temundur sampai tubuhnya jadi terbaring dihamparan karena Zhang yang terus mendekat kedepan tubuhnya
"Junyi apa Kau ingat kemarin malam saat kau mabuk..Kau mengatakan"Ucap Kaisar Zhang yang berada diatas tubuh Xia lu
Xia lu menutup depan dadanya dengan kedua tangannya menatap Wajah hitam Kaisar Zhang yang berada diatas
"Kaka zhu mi..mi..nggirlah..jika ada yang melihat akan menganggap kita gay"gagap Xia lu
"Mengapa jika gay?"tanya Zhang menatap wajah Xia lu dibawahnya dengan seringaian senyum
Xia lu menelan salivanya dengan susah payah mendengar apa yang dikatakan Zhang saat ini
Tatapan Zhang semakin tajam menatap orang dibawahnya
"Aku bertanya sekali lagi!..Apa yang ingin kau katakan malam kemarin..Kau terpotong mengatakan bahwa kau seorang.."tanya Zhang terpotong
Xia lu menatap manik mata Kaisar Zhang dengan perasaan yakin
"A..a..aku hanya ingin mengatakan bahwa aku seorang"
*apa yang mereka katakan sungguh aneh!,apa jangan-jangan Junyi*..(batin Kaisar Ying berwajah serius mengintip dari balik balik pohon)
***bersambung***...