EXTRAORDINARY YOU

EXTRAORDINARY YOU
Penolakan Li chen


Senja hari


Di depan gerbang Kerajaan Yuan, tampak dua sosok orang yang menunggangi kuda bersama.


Topeng emas setengah wajah menutupi wajah kedua orang itu.


"Ayo kita berjalan-jalan dan kembali"ajak Xia lu yang berada didepan Zhang.


"Iya Xia lu"senang Zhang yang duduk dibelakang Xia lu langsung memacu kudanya.


Kuda dijalankan dengan pelan dan santai, sepasang kekasih itu menikmati angin sejuk malam yang masuk dalam hidung mereka.


"Lihat bulan malam ini sangat terang"girang Xia lu menunjuk kearah bulan penuh yang jauh di atas langit memancarkan cahaya terang.


Zhang tersenyum mengekori tunjukan tangan Xia lu, "iya"ucapnya singkat menunduk dan menatap wajah Xia lu yang terhalang topeng dengan perasaan senang.


Hari semakin hari cintaku semakin besar dan besar, aku ragu cinta ini akan semakin tak terkendali, hanya setiap senyum dan kedipan matamu sangatlah penting untukku(batin Zhang)


..." Yidian dian de ganjue...


(Sedikit demi sedikit perasaan ini mulai terasa)


...Yidian dian de nonglie...


(Sedikit demi sedikit perasaan ini semakin kuat)


...Pingdan de shenghuo dou zhuanbian...


(Kehidupan yang membosankan telah berubah)"Nyanyi Xia lu sambil tersenyum memandang bulan indah.


Zhang tersenyum mendengar nyanyian Xia lu.


..."Xiang bei wenrou zhanju ban...


(Sekarang dipenuhi dengan kehangatan dan kelembutan)


...Gushi chandongzhe jiyuan...


(Yang menggetarkan hati)


...Gu ju yingqi xu xia nuoyan...


(Mendorongmu untuk memberanikan diri membuat janji)"sambung Zhang menyanyi dengan suara merdu.


...Xia lu dan Zhang: Wo xiang pei ni zou geng yuan...


(Aku ingin melangkah bersamamu lebih jauh)


...Huiying zhe xingguang mantian...


(Menerangi seluruh langit ini)


...Man man jiang wo ronghua zai ni yanshen limian...


(Perlahan-lahan membuatku luluh akan tatapanmu)


...Wo xiang pei ni zou geng yuan...


(Aku ingin melangkah bersamamu lebih jauh)


...Zhe shi wo suoyou sinian...


(Aku sudah mengharapkan ini sejak lama)


...Yiqi bijian huanhua zui gandong de huamian...


(Bersama-sama menjadikan ini cerita yang mengharukan)


...Wo xiang pei ni zou geng yuan...


(Aku ingin melangkah bersamamu lebih jauh)


Zhang menggenggam sebelah telapak tangan Xia lu dengan erat sambil memacu kuda dengan sebelah tangan


...Zhishao zhe shuang shou yijiu jin jin de xiang qian...


(Setidaknya sepasang tangan ini akan terus begandengan dengan erat)


...Rang yi shou qingge de shijian...


(Biarkan lagu cinta ini)


...Jianzheng women de yongyuan...


(Menjadi saksi kebersamaan kita)"Mereka berdua berhenti bernyanyi dan saling menatap dengan senyuman manis.


"Aku mencintaimu"ucap Zhang.


"Aku juga mencintaimu"sambung Xia lu menatap lurus.


Mereka pun berkuda santai sambil menikmati waktu berdua dan angin malam sejuk dan pemandangan pepohonan yang berada dipinggir jalan.


***


...Di tempat lain...


Toko persenjataan yang berada ditengah kota Kekaisaran itu, dalam kamar tampak dua orang berlawanan jenis sedang duduk di lantai.


Wajah mereka berdua nampak serius membicarakan sesuatu yang sangat penting.


"Dong li, kita hanya sebatas teman, aku tidak mempunyai perasaan lebih padamu maafkan aku, aku tidak bisa menerima lamaran ini"ucap Li chen dengan wajah sedihnya menatap manik mata Pria di depannya.


Li chen sejenak terkejut mendengar ucapan Dong li, raut wajahnya seketika menjadi dingin.


"Jika kau sudah mengetahuinya mengapa bertanya lagi?, aku memang menyukai Zhang dan baru menyadarinya"ucap Li chen tersenyum licik menopang dagu dengan siku yang bertumpu pada meja.


Dong li menatap gadis di depannya dengan wajah sedih dan kecewa.


"Kenapa kau harus menyukainya Li chen?, Kaisar Zhang telah bertunangan dengan Putri Xia lu, mereka saling mencintai apa kau tega menghancurkan cinta temanmu sendiri?"tanya Dong li menatap teduh wajah cantik gadis dihadapannya yang hanya terhalang oleh meja.


"brakkk"Li chen menggebrak meja tiba-tiba.


"Sudah cukup Dong li, ku bilang aku menolak lamaranmu, Cepat keluar!"Bentak Li chen dengan wajah marahnya.


Dong li langsung berdiri dan membalikan tubuhnya, "Ku harap kau menyadari secepatnya Li chen bahwa Kaisar Zhang hanya menyukai Putri Xia lu"ucapnya lalu melangkah pergi menuju luar kamar.


"Sialan"geram Li chen menggertakan giginya.


Di luar kamar...


"Meski aku baru mengenalmu tapi akulah yang paling mengerti perasaan yang kau alami saat ini Li chen"gumam Dong li.


***


...Di tempat lain...


Xia lu dan Zhang yang sedang berkuda bersama sudah memasuki wilayah perkotaan tengah yang tampak padat akan Para rakyat berlalu lalang karena pasar malam yang memang selalu diadakan setiap malamnya.


Mereka masih memakai topeng setengah wajah agar tidak dikenali oleh Para rakyat untuk bisa menikmati waktu jalan-jalan mereka berdua(atau kencan yah heheh)


Keadaan begitu ramai, pinggir jalan berjejer meja dagangan sepanjangan jalan berada setiap depan toko, Lontaran mulut banyak keluar dari orang-orang yang berlalu lalang meramaikan jalanan itu.


"Kita turun"pinta Xia lu menggatuk punggung tangan Zhang.


"Iya iya"jawab Zhang berbisik ditelinga Xia lu dan meniup dibagian belakang telinga gadis itu dengan nakalnya membuat dia jadi kegelian dan wajah yang merona malu.


"Hentikan Zhang ini di depan umum"tegur Xia lu menjauhkan wajahnya dengan tersenyum malu.


"Aku sudah lama tau jika kelemahanmu adalah di bagian telinga, kau sangat sensitif dan peka yah jika aku meniupnya"Ucap Zhang tersenyum menggoda.


Setelah mengatakan itu Zhang langsung turun dari kuda dan menarik talinya membawa kepinggir jalan untuk memakirnya.


Xia lu hanya berdiam diatas kuda, ia memandang sosok Pria yang menarik tali kuda yang ditungganginya dengan memayunkan bibir.


Setelah memakir kuda dikawasan kosong pinggir jalan, Xia lu turun dengan disambut Zhang yang berdiri dibawah menyambut tangannya.


"Terimakasih"ucap Xia lu tersenyum.


saat sepatu sandal Xia lu sudah menginjak tembok Zhang langsung menarik tangan Xia lu dan membawanya berjalan ketengah jalan.


...Kekaisaran Taitai...


Kediaman Para selir, dalam kamar tempat tidurnya yang sangat luas


keadaan sepi karena semua Para selir telah tertidur kecuali dua orang.


"hikss...hikss...hiks"tangis Selir mei mei dari dalam selimut yang membungkus seluruh tubuhnya.


Wanita itu menangis tersedu-sedu dari dalam selimut namun dia membungkam mulutnya dengan tangan agar isak tangis itu tidak terdengar oleh yang Selir lainnya yang sudah tertidur.


Mengapa aku jadi semakin menjauh dari Ying setelah kami melakukan hubungan itu, Ini semua juga karena wanita ja**ng itu benar-benar sialan(batin selir Mei mei).


Selir agung Suzy yang berbaring tidak jauh dari samping Selir Mei mei jadi meraza terganggu mendengar tangis seseorang yang membuatnya susah untuk tertidur, ia beralih duduk dan melihat kesekitar.


Suzy menengok kesamping dan matanya menangkap selimut yang sedikit tergerak oleh orang yang berada didalamnya.


"Mei mei, kau menangis?"Tanya Suzy membuka suara dengan wajah heran.


Mei mei seketika langsung membuka selimutnya dan memperlihatkan air mata yang terus keluar, "Iya suzy, ini semua karena wanita ja**ng itu"ucapnya terdengar menyedihkan.


Suzy melepaskan selimut yang dipakainya, ia mengesot mendekati Mei mei yang tidak jauh darinya.


"Apa yang terjadi kisahkan padaku Mei mei?, kita sama-sama akan melawan wanita itu"tanya Suzy dengan wajah cemasnya membantu Mei mei duduk.


"Aku akan mengisahkan semuanya"ucap pelan Mei mei yang sudah berduduk menatap selir lainnya yang terdampar dilantai sudah tertidur pulas.


...Kekaisaran Yuan...


...Tengah kota...


Xia lu dan Zhang saling bergenggaman tangan menyusuri jalan sambil menengok kesamping melihat dagangan pinggir jalan yang terdiri dari kacang rebus, bakpao dan makanan hangat sebagainya.


"Kau ingin apa?, makan atau membeli sesuatu?"tawar Zhang dengan tatapan lurus.


"emm, bagaimana jika makan mie ramyeon pedas, aku sudah lama tidak memakannya dan terakhir kali jika tidak saah saat Perguruan bersama Pangeran Dong li, Tuan muda ruoli dan Zi rui"ucap Xia lu tersenyum senang.


"Mie ramyeon?"ucapnya Zhang.


"iya Mie, kau juga ingin makan?, malam-malam seperti ini sangat menyenangkan jika memakannya aku selalu memakannya saat dijam"ucap Xia lu terpotong langsung menutup mulutnya rapat-rapat.


aku hampir mengatakan kebiasaanku Makan mie diam-diam dijaman modern tanpa sepengatahuan ayah(batin Xia lu)


"di jam ap maksudmu?"tanya Zhang mengerutkan alisnya heran.


"Ahh tidak ada, ayo kita ke toko kedai mie ramyeon itu terlihat ramai sekali"ajak Xia lu menunjuk arah toko yang tampak ramai dari luar karena toko itu terbuka dari depan.


Zhang mengangguk, ia menarik tangan Xia lu lebih dulu dan mereka berdua berjalan menuju toko kedai itu.


bersambung...