
Tidak ingin menunggu, Li chen mengarahkan pedangnya lurus dengan gertakan gigi, ia berlari mendekati Xia lu dan berniat ingin menusuk dari belakang tubuh gadis yang sangat ingin dia singkirkan.
Tiba-tiba
"brukk"Xia lu ambruk jatuh ditanah, matanya terpejam dengan wajah tampah pucat.
Pedang yang diarah Li chen ingin mengenai belakang punggung Xia lu jadi terjatuh ditanah, ia terkejut gadis yang ingin celakai sudah ambruk duluan tiba-tiba.
Zhang memegang dadanya yang tiba-tiba sangat sakit, "erghhh"dengkuhnya menggertakan gigi.
ada apa ini?(batin Zhang)
Zhang semakin kesakitan, dadanya seperti ditusuk-tusuk beribu pedang tajam.
Jenderal Pei yang tidak jauh dari Xia ku selesai membunuh Para Prajurit langsung melihat kesekeliling, Matanya melebar melihat sosok gadis cantik dibiarkan tergeletak di tanah, "PUTRI XIA LU!"teriaknya yang mengejutkan semua orang.
Sontak semua berhenti saling menyerang, Kaisar Zhang seketika memalingkan tubuhnya, ia menangkap sosok gadis yang tergelatak ditanah.
Kaisar Ying, Pangeran Dong li dan Raja Dylan jadi berhenti menyerang, mereka mematung ditempat.
"BERHENTI!"pinta Kaisar Ying mengangkat tangannya keatas.
Para Prajurit dan Pasukan yang saling melawan seketika berhenti, keadaan jadi hening.
Kaisar Zhang langsung berlari mendekati Xia lu, ia duduk bersimpuh mengangkat tubuh Xia lu dan menyandarkan kepala gadis itu dibidang dadanya.
"Xia lu bangun!, Xia lu!, bangun!, Xia lu!"panggil Kaisar Zhang menepuk-nepuk pipi Xia lu dengan wajah cemas.
Kaisar Ying berlari mendekati Xia lu yang berada dipangkuan Kaisar Zhang.
"apa yang terjadi pada Xia lu?, wajahnya memucat?"Tanya Kaisar Ying ingin menyentuh wajah Xia lu.
"JANGAN BERANI MENYENTUH!"teriak Zhang melarang Kaisar Ying.
Zhang mendekatkan telinganya didepan dada Xia lu merasakan detak jantung gadis itu.
Zhang melebarkan matanya mendengar denyut jantung Xia lu begitu lemah dan lamban, ia langsung menggendong tubuh Xia lu dan berlari mendekati kudanya.
Zhang naik keatas kuda dengan mengangkat tubuh Xia lu begitu susahnya.
"BUBARKAN SEMUANYA!, JIKA TERJADI SESUATU BURUK PADANYA AKU TIDAK AKAN MEMAAFKAN SEMUA ORANG YANG BERADA DISINI, CAMKAN ITU!"teriak Zhang yang sudah duduk diatas kuda bersama Xia lu yang pingsan dalam pelukannya.
Zhang langsung memutar arah kuda, ia memacu kuda dengan cepat ingin kembali.
Semua orang mematung ditempat melihat apa yang terjadi didepan mata.
***
...Senja hari...
Dalam sebuah kamar mewah, tampak gadis cantik berbaring diatas Ranjang, disamping ranjang itu terlihat Pria yang duduk dengan wajah cemas mengenggam tangan gadis yang terbaring diatas ranjang itu.
"Apa yang sebenarnya terjadi padamu?, ini kedua kalinya kau pingsan tiba-tiba"cemas Zhang memandang wajah Xia lu.
"Kata tabib kau baik-baik saja, namun mengapa lama sekali aku menunggumu untuk sadar"lirih Zhang menyentuh wajah cantik Xia lu.
tiba-tiba masuk seseorang kedalam kamar itu menghampiri Kaisar Zhang yang tampak cemas.
Zhang langsung berdiri, ia pergi menuju luar kamar diiringi Jenderal Pei dibelakang.
Sesampainya diluar...
Kaisar Gu li langsung bersujud dibawah kaki Zhang dengan wajah sangat bersalah, "Ampunilah Saya Kaisar muda Zhang dan juga Putra saya Pangeran Dong li, Saya benar-benar salah paham jika Raja itu sebenarnya bukan mengajak perang, dan ampuni Putra saya yang ingin berniat membunuh anda"Ucap Pria paruh baya bersujud.
"Ayah jangan lakukan itu!"bentak Dong li berjongkok didepan Kaisar Zhang, ia mendirikan tubuh ayahnya dengan wajah tidak suka.
Dong li melirik Kaisar Zhang, tiba-tiba ia bersujud dengan memeluk Kedua kaki Kaisar Zhang.
"Ma...maaf Kaisar Zhang aku sangat bersalah akan semua ini, to...long hukum mati saja aku, aku sudah tidak layak lagi hidup di dunia ini, hikss...hikss aku hanya ingin seseorang menerima cintaku itulah mengapa aku berniat membunuhmu Kaisar Zhang"Isak Pangeran Dong li menangis tersedu-sedu membasahi celana panjang yang dipakai Zhang.
"Siapa seseorang yang kau maksud?, apa itu Xia lu?, Kau ingin memisahkanku dengan Xia lu?"tanya Zhang dengan wajah dingin dengan tatapan lurus.
"Bukan Kaisar Zhang, di...dia adalah"jawab Dong li terpotong.
"Itu hanya alasan bohongannya Zhang, benar-benar Dong li pengkhianat!, aku menyesal berteman denganmu!"sela Li chen baru masuk dalam penginapan.
Li chen berjalan cepat menghampiri Dong li, ia menunjuk Dong li dengan wajah sangat kecewa.
"Karena dia sekarang Xia lu pingsan dan belum sadar, dia yang menyebabkan kekacauan ini!, Zhang sebaiknya dia dihukum mati saja ditempat"Geram Li chen dengan kilatan marah menunjuk Dong li.
"Li chen"sebut Dong li berdiri.
"SUDAH CUKUP!"bentak Zhang muak dengan apa yang terjadi.
"Jenderal Pei tawan Pangeran Dong li, bawa dia bersama pasukan dan masukan Pangeran Dong li kedalam penjara, hukumannnya aku akan memutuskan saat Xia lu sudah siuman"Perintah Zhang dengaj wajah dinginnya.
"Baik Yang Mulia"tegas Jenderal pei langsung mendekat kebelakang Dong li dan mencekal kedua tangan Pria itu dibelakang punggung.
"Kembalilah, bilang pada Han shu ataupun Ceh yi agar tenang saja disana, setelah ini aku akan menyusul pulang bersama Xia lu"titah Zhang pada Jenderal Pei.
"Baik Yang Mulia"jawab Jenderal Pei.
Zhang melirik Li chen yang memasang wajah marah melirik Dong li, "Li chen kau juga kembalilah, Kasian Ayahmu sendiri disana"pintanya.
"aku disini saja menjaga Xia lu Zhang"tolak Li chen.
"tidak perlu, Kembalilah"suruh Zhang langsung membalikan tubuhnya, ia berjalan masuk dalam kamar dan menutup pintunya.
Jenderal Pei membawa Pangeran Dong li keluar dari penginapan, di luar tampak Para anggota Pasukan Zhang yang menunggangi kuda, disekitar pinggir jalan Para rakyat berkumpul melihat apa yang terjadi.
***
...Dalam kamar di penginapan...
Zhang duduk di tepi ranjang dengan mengenggam kedua telapak tangan Xia lu yang terasa begitu dingin.
"Mengapa kau tiba-tiba pingsan Xia lu?, Kau membuatku sangat cemas kumohon bangunlah"lirih Zhang mengusap-usap telapak tangan Xia lu dengan wajah begitu cemas.
bersambung...
kira-kira Xia lu kenapa yah?, anehkan?
(kalau dalam minggu ini author gk up-up itu karena menyiapkan naskah buat Crazy up selama seminggu, mungkin ini cerita gk lama lagi akan tamat kalo author percept sih)