EXTRAORDINARY YOU

EXTRAORDINARY YOU
Lomba


Besoknya


Di Perguruan Shang, keadaan tampak ramai


Siswa maupun siswi yang belajar di perguruan cukup populer itu mengumpul ditengah lapangan menonton Perlombaan pedang season tiga yang dimana giliran Para gadis baru dimulai.


Mereka bertanding diatas panggung besar yang melingkar ditengah lapangan, dibangunan lantai dua yang berada dipinggir lapangan itu Para guru beserta Para senior pelajar duduk berjejer menjuri Para peserta yang ikut lomba.


Ditengah-tengah dudukan Para guru, berduduk Dua orang sangat disegani itu yang wajih menjuri Para murid perguruan itu.


Dibawah Para pemuda maupun gadis bersorak ramai akan Peserta lomba berikutnya.


"PUTRI YU RI...PUTRI YU RI...PUTRI YU RI"


"PUTRI MU XI...PUTRI MU XI...PUTRI MU XI"


Sorak orang-orang dibawah saling mendukung Dua gadis yang naik keatas panggung yang sudah dipagari dengan tali getah.


Putri Mu xi dan Putri Yu ri saling berdiri sehadapan dengan memegang pedang tajam ditangan mereka masing-masing.


Dua orang diatas sana berbisik pelan melihat dua gadis yang siap bertarung itu.


"Zhang, aku tebak Putri yang melawan Putri Mu xi itu akan menang"bisik Xia lu ditelinga Zhang.


Zhang tersenyum tipis, ia membuka suara, "Kau benar, apa kau tahu dia adalah ketua penari pedang bertopeng emas saat waktu Perayaan keberhasilan pada malam hari saat itu?"ucapnya tersenyum.


"Benarkah?, jadi dia"ucap Xia lu menjauhkan sedikit tubuhnya dan melipat kedua tangan didepan dada.


Zhang melirik kesamping menatap wajah Xia lu, "Dan ternyata gadis penari yang menggantikannya Tuan junyi yang adalah Xia lu, pantas saja waktu itu semua pemuda tidak ada yang tidak memalingkan pandangannya terhadap Penari cantik waktu itu, sangat cantik"puji Zhang menyinggung Xia lu secara langsung.


Xia lu seketika menatap wajah tampan Pria yang duduk disampingnya, "Tidak aku sangka Pria berwajah hitam yang selalu bersamaku saat itu adalah Seorang Kaisar, luar biasa sekali"ucapnya tersenyum langsung menatap lurus kembali.


"dan tidak ku sangka orang yang kuanggap Pria adalah seorang gadis nakal"sambung Zhang lagi tersenyum dengan tatapan lurus.


Asiknya berbincang tiba-tiba terdengar suara kentongan yang dipukul keras, "tong..tong..tong"suara kentongan yang berada disamping panggung itu.


Putri Mu xi melirik sekilas keatas melihat Dua orang yang sedang berbincang dengan senyuman senang.


Dasar gadis sok cantik, sok hebat memang dia bisa berpedang sampai jadi juri disamping Kaisar Zhang, mentang-mentang Calon Permaisuri sok berkuasa sekali dan tersenyum-senyum seperti itu(batin Putri Mu xi)


"PERTANDINGAN AKAN DIMULAI ANTARA PUTRI MU XI DAN PUTRI YU RI, KITA LIHAT DAN SAKSIKAN SEKARANG SIAPAKAH YANG AKAN MENANG"ucap Keras wasit yang berada dibawah memukul kentongan tadi.


Putri Mu xi dan Putri Yu ri berkuda-kuda siap-siap menyerang dengan saling melempar tatapan tajam.


Guru Min hu akulah yang pasti akan memenangkan pertarungan pedang Putri ini, aku tidak akan menyiakan ajaran anda pada saya(batin Yu ri tersenyum tipis)


"bersiaplah kalah Yu ri"ucap Mu xi menyunggingkan senyum sinisnya pada gadis itu.


"satu...dua...tiga"hitung sang wasit memulai pertandingan.


mendengar hitungan itu, dua gadis itu langsung melayangkan pedang tajam mereka secara bersamaan.


"ting...ting...ting"dentingan pedang beradu sengit saling menghantam dan mendorong


Keadaan jadi hening, semua mata memusat menonton pertarungan itu.


Hanfu kedua gadis itu berkibar tertiup angin, lingkungan rindam karena hari sudah mulai sore.


Yu ri terbaring dilantai menghindari pedang tajam Putri Mu xi, ia menggulingkan tubuhnya kesamping menghindari ujung pedang Putri Mu xi yang ingin melukai bagian perutnya.


Putri Mu xi agak kesal serangannya ingin melukai Putri Yu ri sudah beberapa kali gagal, selalu saja Yu ri bisa menghindari ataupun menangkisnya.


Dengan percaya diri, Yu ri mulai membangkitkan dirinya kini gilirannya untuk melawan, ia langsung berdiri dan mengarahkan pedangnya pada Mu xi.


Mu xi menanahan pedang Yu ri dengan pedang yang dipegangnya, namun Yu ri berbuat lebih ia tidak menarik pedangnya kembali namun ia mendorong pedangnya menekan pedang Mu xi lebih kuat.


Mu xi jadi geram, ia semakin tidak kuat menanahan dorongan pedang Yu ri hingga akhirnya pedang yang dipegangnya terbanting dan jatuh kelantai, "Ting..."suara pedang itu terjatuh.


Yu ri menyodongkan pedangnya keleher Mu xi dengan tatapan tajam.


"berhenti...pertandingan selesai, harap Para Juri mulailah penilaian terhadap kedua gadis itu"tutur Zhang dengan wajah datar dan tatapan lurusnya.


"Baik Yang mulia"seru semua guru menundukan kepalanya menghadap arah dudukan hormat yang berada ditengah antara mereka.


Para juri yang terdiri dari Guru-guru, senior murid disitu beserta Zhang dan Xia lu yang ikut menilai.


Setelah penilaian itu, kini lanjut lagi perlombaan pedang untuk Para siswi diperguruan Shang itu.


Sampai menjelang malam, hari sudah mulai senja acara lomba itu baru berakhir selama mulai Pagi tadi.


Setelah lomba berakhir dan akan dilanjutkan besok dengan lomba yang berbeda semua orang berpulangan ketujuan masing-masing.


***


Kediaman Xia lu dan Zhang


Xia lu dan Zhang masing-masing masuk dalam kamar mereka yang saling bersebelahan, karena menjelang malam dua orang itu mandi secara bersamaan namun tidak ditempat yang sama.


Tirai maupun jendela ditutup, lentera maupun lilin yang diletakan ditiang maupun di atas meja dinyalakan.


Setelah Xia lu selesai dengan kegiatan mandi, berpakaian dan menyisir rambutnya yang sudah kering lalu disanggulnya tinggi dan beberapa helai rambut pendek dibiarkan terurai bersebalahan.


Xia lu memang tidak terlalu mementingkan penampian, tampil sederhana dan apa adanya yang penting nyaman.


Gadis itu membuka pintu kamarnya dengan pelan dan saat terbuka, "woaaa"kejut Zhang berdiri tepat didepan Xia lu.


Xia lu memegang dadanya merasa kaget, "Kau"kesalnya memukul lengan Zhang.


Zhang tersenyum, ia meraih tangan Xia lu dan mengenggamnya membuat Xia lu jadi heran.


Zhang membawa Xia lu berjalan keluar, menuruni anak tangga dan berlari menginjak hamparan rumput menuju sebuah tempat yang berada paling belakang dari bangunan yang berada dikediaman besar itu.


Saat ingin sampai, Zhang langsung menutup kedua mata Xia lu sembari berjalan ketempat yang ingin ditunjukannya.


"apa yang ingin kau tunjukan Zhang?"tanya Xia lu tersenyum.


Zhang hanya diam dan terus berjalan membawa gadis bersamanya menyusuri tempat yang sangat sunyi hanya mereka berdua yang ada disitu.


Saat sudah berada didepan meja bundar tidak terlalu besar, Zhang melepaskan tangannya yang menutup kedua mata Xia lu.


Xia lu mengedip-ngedipkan matanya, saat melihat meja bundar yang diatas terdapat banyak makanan yang tersaji diatas piring kaca membuatnya tergiur menatap satu persatu makanan di atas itu.


Zhang berjalan dan duduk disalah satu dudukan batu, ia memandang makanan dihadapannya, "Xia lu duduklah dan makan, kau belum makan malam kan?"tanyanya sembari mengangkat teko yang berisi arak.


Xia lu langsung gerak cepat duduk di atas bebatuan dekat Zhang dengan senyuman lebar.


"Ini untukmu semua"ucap Zhang yang menuangkan arak dalam gelas kecil lalu meminumnya seteguk.


Xia lu menatap wajah Zhang dengan senyuman manis, "kau tahu sekali aku suka makan banyak"ucapnya.


"Iya aku tentu tahu, tiap hari kau bisa makan dua puluh piring lauk sebanyak itu"ucap Zhang tersenyum meletakan gelas ditangannya keatas meja.


Xia lu seketika mengigit bawah bibirnya mendengar ucapan Zhang padanya.


"Badanmu juga nampak mulai berisi"ucap Zhang lagi tersenyum menatap wajah Xia lu.


Xia lu seketika memalingkan wajahnya kesamping tidak berani menatap wajah Pria itu.


"Xia lu apa jangan-jangan kau sedang hamil?"tanya Zhang yang sontak membuat Xia lu melebarkan matanya.


bersambung...


ikuti terus yg cerita Xia lu dan Zhang, jgn lupa like, komen and subscribe dan mampir juga di karya satunya PUTRI DINGIN (eh gak, vote)