
Sesampainya di Kekaisaran Xing xing, hari sudah dini malam. Kaisar Zhang terus berkuda sambil memandang wajah Xia lu yang sedang tertidur bersandar ditubuhnya.
"sangat manis calon istriku ini"gumamnya tersenyum lebar menatap wajah gadis yang bersandar ditubuhnya.
Zhang menatap atas langit dengan senyuman lembut, Jika aku meminta aku ingin gadis yang bersamaku saat ini terus bersama selamanya, Hanya itu(batinnya).
***
...Istana Kerajaan Xing xing...
Dalam tempat Penjara besar yang berada paling belakang di istana itu, dimana Pangeran Dong li sudah dikurung dalam ruangan gelap dibatasi oleh Jeruji besi.
Terdengar suara teriakan, jerit dan pekikan dari ruang-ruang sebelahnya di telinga Pangeran Dong li yang sedang duduk dilantai memeluk tubuhnya sendiri.
"Mengerikan"gumamnya melihat sekitar dengan wajah ketakutan, ia tidak menyangka Penjara yang ditempatinya sangat mengerikan.
"Aku tidak menyangka suatu saat aku masuk dalam penjara ini, tapi mengapa tidak a..."ucapnya terpotong melihat Pria dengan tubuh kekarnya membuka pintu dan masuk mendekatinya.
"Karena anda seorang Pangeran, Yang Mulia Kaisar kami akan memutuskan besok pagi pemutusan hukuman untuk anda, Jangan terlalu senang karena tidak seperti penghuni didepan ruangan maupun disebelah ruangan anda"Ucap Pria itu dengan wajah dinginnya.
"Siapa kau?"tanya Dong li melirik kearah Pria itu berdiri, ia tidak bisa melihat jelas wajahnya karena ruangan yang gelap.
"Saya adalah Ketua Penjaga penjara ini"jawabnya langsung membalikan tubuh berjalan keluar.
Dong li mengangguk, "Xia lu maafkan aku, semoga kau sudah siuman, ini semua salahku berencana membunuh kekasih dari temanku sendiri, Aku benar-benar bodoh dan hilang akal"lirihnya sedih.
**Besok Pagi**
Dalam aula besar yang berada di istana Kerajaan Xing xing, Semua orang istana mengumpul seperti Menteri, Kasim, dan Jenderal. Mereka semua berdiri di hadapan karpet merah saling berlawanan.
Tampak diatas singgasana Kaisar Zhang duduk dengan wajah dinginnya menatap kebawah melirik pemuda yang di borgol kedua tangannya dan tubuhnya dililit rantai banyak.
"Harap dengarkan semuanya!"Tegas Zhang bersuara nyaring.
"Sesuai peraturanku Seseorang Yang berniat menghancurkan, memburukan, membunuh Kaisar maka tanggungnya adalah nyawa, tidak peduli dia orang ternama atau penting"ucap Zhang dengan wajah dinginnya melirik Dong li dibawah sana.
Dong li membungkukan tubuhnya dengan wajah bersalah, "Lakukan apapun Yang Mulia putuskan, saya akan menerimanya"terimanya.
"Tidak Zhang"saut seseorang dari arah pintu masuk aula, ia berjalan cepat ketengah aula.
Semua mata pun terpusat pada orang itu dengan wajah heran.
"Aku menolak keputusanmu, Dong li tidak seburuk itu Zhang, dia melakukan semua ini pasti ada alasannya"jelas Xia lu berdiri disamping Dong li.
Zhang seketika berdiri dari dudukannya, ia turun dari tahta dan menuruni tangga berjalan menuju dua orang yang berdiri ditengah karpet.
*Pagi-pagi dia sudah kesini bahkan belum mandi kulihat*(batin Zhang).
Sesampainya dihadapan Dong li dan Xia lu, Zhang melirik Xia lu dengan menaikan sebelah alisnya.
"Bukankah kita bersama sudah memutuskannya Xia lu?"Tanya Zhang melirik Dong li.
"Itu kesalahan, Dong li memang adalah teman, aku berpikir dia tidak mungkin orang seperti itu, aku membantah apa yang aku pikirkan terhadap Dong li meski perasaanku terluka, namun kata teman tidak cocok lagi untuknya mulai sekarang... Zhang aku harap kau berikan hukuman yang cocok untuknya"lirih Xia lu langsung membalikan tubuhnya.
Dong li melirik kesamping menatap Xia lu.
Xia lu melirik sekilas Dong li dengan tatapan datar, "Tidak ada permen lagi"gumamnya langsung melangkah pergi.
Dong li menelan susah ludahnya mendengar ucapan Xia lu terhadapnya, ia menundukan kepala tidak berani menatap wajah Kaisar Zhang yang sedang menatapnya.
"Xia lu terlalu baik, aku terpaksa memberikan hukuman ini padamu...Prajurit cambuk Pangeran Dong li sebanyak dua ratus kali lalu hukumanmu bertambah menulis permintaan maaf dengan tetesan darahmu sebanyak lima puluh kata"titah Zhang dengan wajah dinginnya menatap wajah Dong li.
\*\*\*
Kamar utama di kediaman Zhang dan Xia lu, dalam kamar mandi disitu Xia lu sedang berendam dikolam bebatuan dengan wajah begitu datar.
Pandangannya kosong melamunkan sesuatu yang ada dibenaknya. Wajah cantiknya sedikit dibasahi oleh air.
"Ini adalah pilihan yang sulit aku harus putuskan"gumamnya menyeka air mata yang ingin keluar.
Xia lu menyeka air mata yang terus ingin keluar, perasaannya begitu sesak dan bimbang teringat akan dirinya pingsan kemarin sore yang memimpikan sesuatu yang membuatnya terus larut dalam pikiran itu.
Dia teringat saat mimpi itu Pria yang disayanginya akan menghilang dari dunia yang ditempatinya jika dia terus tinggal bersamanya namun jika ia memutuskan meninggalkan orang yang disayanginya maka orang itu akan baik-baik saja.
Tak kuasa menahan air mata, mengalir air mata menyapu pipi Xia lu.
"Dari awal tugasku hanya bersinggah dan memperbaiki bukan terus berada disini namun aku ingin lebih, aku ingin tetap berada disini, ini adalah pilihan yang sulit...hikss hikss hikss"isak tangis Xia lu membungkam mulutnya dengan kedua tangan agar tidak terdengar dirinya sedang menangis.
Air mata terus keluar menetes bercampur dengan air dalam kolam.
"Tok...tok, Kakak Xia lu Yang Mulia Kaisar Zhang ingin bertemu dengan anda"panggil Ceh yi mendekatkan kepalanya di pintu kamar mandi.
Xia lu tersentak mendengar panggilan Ceh yi, ia langsung menghapus air matanya lalu beranjak dari kolam pemandian dengan mengangkat pakaian tipis yang membaluti tubuhnya hanya sebatas atas dada.
"Beritaukan padanya silakan masuk, aku sedang berpakaian"pinta Xia lu.
"Baik"jawab Ceh yi langsung berlari pergi menuju luar kamar.
Sesampainya di luar, Ceh yi membungkukan badannya menghadap Kaisar Zhang.
"Yang Mulia silakan masuk, Putri Xia lu sedang berpakaian anda boleh menunggu didalam"ucap Ceh yi dengan sopan.
"Baik, kau boleh pergi"titah Zhang menatap kedalam kamar.
Ceh yi langsung berjalan pergi dari depan kamar itu dengan langkah cepat.
"Eh tunggu Ceh yi"tahan Han shu yang berada di belakang Zhang membalikan tubuhnya.
Zhang sekilas melirik kebelakang melihat Han shu berjalan mendekati Ceh yi, ia memandang dalam kamar kembali dan melangkah masuk.
Han shu menarik tangan Ceh yi dan menbawanya pergi.
Dalam kamar, Zhang menutup pintu kamar dari dalam lalu membalikan tubuhnya berjalan mendekati Ranjang dan duduk santai diatasnya.
"kreekk"pintu kamar mandi terbuka menampakan Xia lu yang memakai hanfu biru muda.
Xia lu melirik kesekitar kamar dan menangkap Zhang yang duduk santai melempar senyum lembut padanya.