
Disebuah taman besar yang berada dekat danau bertempatan di istana kerajaan Xing xing
Taman itu sangatlah indah terdapat bunga-bunga yang tumbuh mekar dihamparan rerumputan yang menghijau bagai kulit mangga muda, sinar matahari di sore hari memasuki dan menyelip ke celah daun pohon sakura yang berada dekat jembatan yang berada diatas mata air
Dibawah pohon itu dua orang sedang duduk berdekatan dibawah naungan pohon sakura dengan menyandarkan punggung pada batang pohon
Mereka berdua sedang asiknya memandang pedang tipis berlapis emas dengan pegangan yang terbuat dari alumunium pada pedang itu terukir nama seseorang
"Zhang"panggil Xia lu menatap wajah Pria disampingnya dengan tatapan lembut
"hem?"dehem Zhang menolehkan kepalanya kesamping menatap gadis yang memanggilnya
"Apa kau tidak punya pekerjaan?"Tanya Xia lu dengan nada suara terdengar jutek
Zhang mengerutkan alisnya mendengar pertanyaan Xia lu yang membuatnya berpikir keras sekarang apa maksud akan gadis itu
Wajah Pria itu tampak kebingungan larut dalam pikiran kerasnya menebak maksud pertanyaan Xia lu
Xia lu tiba-tiba meyodongkan tubuhnya kesamping lebih dekat pada Zhang dan menatap wajah bingung Pria itu yang sangat membuatnya senang namun dia sembunyikan itu dari Zhang agar dia bisa menatap sisi lain Zhang yang hanya tunjukan padanya
Xia lu semakin mengangkat kepalanya, mendekat lebih dekat pada wajah tampan Zhang
Zhang semakin bingung melihat gadis bersamanya,ia menatap manik mata gadis itu dengan pancaran mata tajam mencari maksud Xia lu dengan bertatapan mata
Tiba-tiba Xia lu tertawa beserta senyum manis yang nampak dibibir mungilnya membuat Zhang semakin bingung
"hahaha"tawa pelan Xia lu langsung merebut pedang dari sebelah tangan kanan yang di pegang Zhang sedari tadi
Gadis itu langsung berdiri dan berlari pergi namun seketika dia lupa akan sesuatu hingga harus berbalik kembali mendekati Zhang, ia mengambil penutup pedang yang berada disebelah tangan Zhang
Setelah mengambil itu Xia lu tidak lupa memberikan kecupan mesra dibibir seksi Kaisar Zhang
"Cupp"
Pria itu seketika mematung bagai patung es yang membeku di musim salju, tidak bisa berkata dan tak bergeming ditempat
"Makasih Zhang pedangnya, aku sangat senang kau meluangkan waktu demi membuatkanku pedang luar biasa ini"tutur Xia lu
Xia lu tersenyum nakal berhasil membuat Pria dikenal dingin itu terdiam ditempat,ia berdiri dan membalikan tubuhnya seraya mengangkat bawah hanfunya yang agak panjang
Xia lu berlari kencang menginjak hamparan rumput dengan senyum senangnya menuju luar taman itu, gadis cantik itu sejenak memutar tubuhnya berada ditengah bunga-bunga mekar setinggi pinggangnya
Ia kembali berlari sambil menyentuh bunga disepanjang taman penuh senyuman senang terlihat sangat cantik
Di balik pohon
Zhang masih duduk ditempat,setelah kepergiaan Xia lu dia tersenyum sangat manis memperlihatkan gigi rapinya jika ada gadis manapun yang melihat senyum itu mungkin akan menggila
"Gadis nakal,dia selalu mencium tiba-tiba aku jadi tampak kaku kan?,hahaha"gumam Zhang diringi tawa pelan
Cinta yang begitu manis dan indah membuat kedua hati dua orang itu dipenuhi bunga-bunga, kesedihan?, mereka tidak memikirkan itu, Cinta adalah kebahagiaan yang dirasakan pada orang jatuh cinta, mereka menikmati Perasaan cinta dan bagaimana indahnya Cinta
**Malam Hari**
**Kediaman Kaisar Zhang**
Dalam Ruang kerja, duduk Sosok Pria dikursi kerhormatannya dengan tubuh tegaknya sedang menulis sesuatu di lembar kertas atas meja
Sesudah menulis, ia melipat kertas itu menjadi persegi kecil
"Han shu masuklah"Suruhnya memanggil Pengawal yang berada diluar ruangan itu
Langkah kaki terdengar pelan telinga Zhang, Han shu berjalan masuk dari arah pintu dan menghadap ke depan Bagindanya
"Kau perintahkan Kasim untuk mengantarkan surat ini ke Li chen"tutur Zhang berwajah datar meletakan kertas yang selesai di lipatnya keatas meja lalu melirik Han shu yang berada didepannya
Han shu kembali berdiri tegak dan mengambil surat itu
"Yang mulia..Putri Li chen pasti sangat terkejut akan kabar tunangan anda"ucapnya tersenyum
"kau benar, dia mengirimkan surat berisi omelan banyak terhadapku"ucap Zhang tersenyum tipis
"entah bagaimanakah nanti Malam besok Yang Mulia pasti sangat meriah ramai pad..."Ucap Han shu terpotong berucap cepat
"Iya iya kau cepat pergilah"perintah Zhang yang membuat Han shu memayunkan bibirnya sedikit kesal akan dirinya yang di minta pergi
"Yang Mulia mengapa terburu-buru saya ingin mengatakan sesuatu pada anda"Ucap Han shu mengedipkan sebelah matanya
"Nanti saja, kau cepat pergi"suruh Zhang menatap Pemuda di hadapannya dengan wajah datar
"Yah baiklah Yang mulia"tunduk Han shu membalikan tubuhnya, ia melangkahkan kakinya dengan pelan sambil bergumam pelan
"Yang mulia benar-benar menyebalkan masa saya sudah disu..."gumamnya terpotong
"Apa hah?"potong Zhang yang mengejutkan Pengawal cerewetnya itu
*apa Yang Mulia mendengarnya*?(batin Han shu)
Han shu menghentikan langkah kakinya , ia menolehkan kepalanya kebelakang melirik sekilas Kaisar Zhang yang juga sedang meliriknya dengan wajah datar
"Yang mulia jika bertemu Putri Xia lu langsung meleleh bagai es yang mencair dan saat di depan semua ora"Ucapnya terpotong lagi
"hem lalu..."dehem Zhang sambil mengetuk meja dengan jari telunjuknya,ia melirik Han shu dengan tatapan dingin membuat pemuda itu langsung berbalik dan kabur secepatnya
Zhang terkekeh pelan setelah ke pergian pemuda si lihai bicara bagai mesin itu yang sudah dia anggap seperti adiknya sendiri
"Han shu,han shu aku harus mencarikannya seorang gadis"gumam Zhang