
Malam hari
Kediaman Xia lu,dalam kamar berbaring Gadis cantik diatas ranjang dengan posisi tiarap menghadap kearah pintu dan menopang dagu diatas bantal sebagai tumpuan sikunya
Sebelah tangannya yang memegang kuas sedang menulis sesuatu diatas titah
"Ceh yi apakah ini cocok?"tanyanya pada gadis pelayan yang lebih muda darinya sedang berduduk sila dilantai asik memandangnya sedari tadi
Ceh yi langsung berdiri dan mendekat ketepi ranjang lalu mendudukan bokongnya disitu
"Kau lihat"Ucap Xia lu mengulurkan tangannya memberikan Titah yang bertulisan panjang pada Ceh yi
Ceh yi mengambil titah itu dan membacanya
Selesai membaca dan menggulung titah itu
"Wah,Kak Xia lu tulisan anda sangat rapi dan indah"puji Ceh yi tersenyum menatap wajah Xia lu
Xia lu beralih berduduk dan meletakan bantal dipangkuannya
"Aku harap besok banyak para gadis muda yang mengumpul dikediamanku dan berlatih beladiri"Ucapnya tersenyum senang
"Kak Xia lu anda semakin hari semakin cantik,Saya yakin jika Para pangeran,Tuan muda pasti menyiapkan lamaran pada anda"Ucap Ceh yi tersenyum malu-malu
"Apa?,aku tidak ingin menikah secepat itu,lagian tidak ada yang cocok denganku"Ucap Xia lu
"Bagaimana Jika Kaisar Zhang Xing,Putri?"tanya Ceh yi menaik turunkan alisnya dengan senyuman menggoda
"emm,di..dia,dia lu..mayan"jawab Xia lu memalingkan mukanya
"Tapi kata para rakyat Kaisar Zhang tidak suka dengan wanita,bahkan dia sudah lama menjadi Kaisar selama dua tahun namun tidak pernah membuka penerimaan selir maupun pemilihan Permaisuri"Ucap Xia lu menopang kepala dengan memandang keatas
"Benar Putri,Saya juga mendengar Kaisar Zhang itu orangnya sangat dingin,suka kasar,dan kejam namun anehnya saat waktu anda belum siuman dia sangat perhatian pada anda,suka mengunjungi dan berduduk disamping Ranjang sambil memandang wajah anda"Ucap Ceh yi menceritakan apa yang dilihatnya
"Dan saat saya masuk untuk menjaga anda Kaisar Zhang menolak dan malah menyuruh saya istirahat saja"ucap Ceh yi lagi
"Jadi menurutmu dia Pria yang dingin namun dibalik itu sangat perhatian pada orang yang disayanginya"Ucap Xia lu yang diangguki langsung Ceh yi
"Dia pasti sangat menyayangi anda dan apa jangan-jangan Kaisar Zhang..."ucap Ceh yi dengan senyuman nakalnya
"jangan-jangan menyukai anda"tunjuk Ceh yi pada Xia lu dan langsung berdiri
"Apa yang kau katakan?"Kesal Xia lu langsung melempar bantal mengenai Ceh yi
Ceh yi menangkap lemparan bantal dan tersenyum nakal
"mengapa anda tampak kesal,saya hanya bercanda"Ucapnya
"Kau ini"kesal Xia lu memayunkan bibirnya
"hehe,Apa titah ini saya berikan sekarang pada Kasim?"Tanya Ceh yi menundukan kepalanya
"Eh tidak usah,biarkan aku saja yang menemui Kasim sekaligus berbincang-bincang"Jawab Xia lu turun dari ranjang dan berjalan mendekati Ceh yi
"Tapi ini sudah mal.."Potong Ceh yi
"tidak apa,kau tidurlah lebih dulu kau pasti lelah melakukan tugas ini dan itu"Ucap Xia lu tersenyum mengambil titah tergulung ditangan Ceh yi lalu berjalan menuju pintu dan keluar
Ceh yi mengangkat kedua bahunya akan keinginan Xia lu
***
Dijalan istana yang berada disamping Kediaman para Kasim yang dipagar batu bata menjulang keatas,keadaan begitu sunyi disekitarannya
Dua pria sedang berbicara disitu dengan wajah seriusnya
"Itu sulit Han shu,a..aku yakin tidak akan mampu mengatakan itu padanya"Ucap Zhang berkacak pinggang dan mengusap-usap wajahnya
"anda harus berusaha Yang mulia,Jika ingin membuat seorang wanita itu luluh harus menggunakan kata-kata indah"Ucap Han shu tersenyum
"Tapi aku.."ucap Zhang terpotong
"Coba Yang mulia anggap saya ini adalah Putri Xia lu,misalkan emm seperti ini"Ucap Han shu memundurkan langkah kakinya
"misalkan anda harus bisa membuatnya terkaget dengan gerakan tiba-tiba anda,Seperti ini anda mendorong Putri Xia lu kedinding lalu sebelah tangan anda menempel di dinding mengunci agar Putri Xia lu tidak bisa pergi kemana-mana"Ucap Han shu bersandar di dinding
Kaisar Zhang berjalan mendekat dan melakukan apa yang dikatakan Han shu
"apa seperti ini?"Tanyanya menempelkan sebelah telapak tangannya didinding
"tubuh anda harus lebih mendekat pada saya"ucap Han shu tersenyum
"hm"dehem Kaisar Zhang berwajah datar mendekatkan tubuhnya pada Han shu,jika dilihat dari samping Han shu sudah tidak dapat terlihat lagi karena terhalangi pakaian lengan Kaisar Zhang yang bermotif seperti kelalawar
"hem..hem"gumam Xia lu bernada ria sambil berjalan menuju depan Kediaman Kasim
"Jadi yang mulia ikuti ucapan saya..Kau adalah wanita yang tercantik dihatiku di banding siapapun,di siang hari kau bagai matahari yang menyinari hariku dan di malam hari kau bagai bintang yang menerangi kegelapan hatiku"Ucap Han shu tersenyum nakal akan yang diucapkannya
"Ck,itu agak berlebihan"Ucap Zhang
"coba anda tirukan dulu..yah yah"Pinta Han shu dengan wajah memelas dan mata berbinar memohon
"Baiklah"ucap Zhang
Zhang menatap wajah Han shu dengan wajah datar
"Kau adalah wanita yang tercantik dihatiku di banding siapapun"
Dibalik dinding depan Kediaman para Kasim,Xia lu bersandar disitu mendengar ditelinga tajamnya suara tidak asing,ia juga memiringkan kepalanya menangkap Kaisar Zhang yang sedang berbicara dengan seseorang yang tidak jelas terlihat
"di siang hari kau bagai matahari yang menyinari hariku dan di malam hari kau bagai bintang yang menerangi kegelapan hatiku,kau tahu kau adalah alasanku selalu tersenyum"Ucap Zhang berwajah datar menatap wajah Han shu
Xia lu kaget mendengar ucapan Kaisar Zhang yang begitu diluar dugaannya mengatakan itu,tangannya yang memegang titah jadi mengenggam erat titah itu karena kesal
Dibelakangku dia ternyata perayu kelas kakap,iiiii Zhang menyebalkan,bukankah kata para rakyat dia tidak menyukai wanita tapi apa ini,sungguh menyebalkan(batin Xia lu)
Dengan sengaja Xia lu menghentakan kakinya dengan keras lalu berlari pergi memilih masuk dalam Kediaman Para Kasim
"siapa?"Tanya Zhang mendengar hentakan kaki itu langsung menjauhkan tubuhnya dari Han shu
Saat Han shu berbelok,dia menghentikan langkah kakinya dan tidak melihat siapapun
"Mungkin suara tadi itu adalah seekor kucing"gumam Han shu membalikan tubuhnya
"Yang Mu.."Ucapnya terpotong tidak mendapati Sosok sang Majikan yang sudah menghilang pergi
"Yang mulia,pokoknya saya akan menyatukan anda dan Putri Xia lu..semangat!"Ucap Han shu tersenyum
**Besok paginya**
Ditengah kota Kekaisaran Xing xing,didepan sebuah papan besar yang berada didepan bangunan khusus pengumuman yang berada ditengah-tengah mengumpul banyak rakyat jelata khususnya perempuan didepan papan pengumuman itu
Mereka membaca sebuah titah yang mengumumkan Tentang Penerimaan Sebuah pasukan wanita yang akan dilatih khusus Oleh Seorang Putri yang namanya sudah sangat dikenal itu
"Wah,apa kau akan ikut masuk?"
"Usia harus maksimal 18 tahun"
"Aku ingin masuk dan menjadi anggota pasukan Putri Xia lu,wahh"
"Ini luar biasa,baru kali ini ada pembukaan suatu agensi kewanitaan yang akan membela dan bertugas menjaga ketentraman wanita"
"Wah aku ingin menjadi anggota agar aku bisa melindungi kaum perempuan dari bahayanya pria hidung belang"
"Jika ingin menjadi anggota,besok harus datang kekediaman Putri Xia lu untuk pemilihan"
Lontaran-lontaran keluar dari mulut para wanita disitu
Istana Kerajaan Xing xing
Ditaman besar dikerajaan itu
Duduk Pria tampan dengan pakaian terhormatnya diatas bebatuan banyak ditaman itu
"Dimana Xia lu?,kapan dia datang aku sudah menunggu selama dua jam-an sedari tadi"gumam Zhang memandang sekitar taman
Pria itu merasa heran akan gadis yang dipanggilnya tidak-tidak muncul menemuinya
"apa jangan-jangan dia?.."Cemas Zhang langsung berdiri dan berlari pergi menuju kekediaman Xia lu
sesampainya di kediaman Xia lu,ia langsung saja masuk dengan berlari cemas
Zhang menuju depan kamar Xia lu dan bertanya pada Pelayan yang berpapasan,ia sejenak melirik didepan kamar yang pintunya ditutup rapat
"dimana Putri Xia lu?"tanyanya pada beberapa pelayan muda didepannya
Para pelayan langsung bersujud dilantai dengan wajah takut
"Salam Yang mulia,Putri Xia lu berada dalam kamar dan saat ini tidak ingin bertemu siapapun"Ucap mereka dengan serempak
"pergilah"perintah Kaisar Zhang pada para pelayan yang bersujud dilantai
Para pelayan berdiri kembali lalu pergi dengan kepala menunduk melewati Kaisar Zhang
Setelah kepergiaan Para pelayan,Zhang melangkah maju mendekati pintu dan mengetuknya pelan
"Xia lu aku ingin bertemu denganmu"Teriak Kaisar Zhang dari luar kamar
Dalam kamar Xia lu tengah berduduk dilantai seraya mengelap pedang emas yang pernah diberikan Zhang padanya saat melakukan perjalanan kegunung Weimeng
"Tidak"ketus Xia lu menolak Zhang yang ingin bertemu dengannya
"aa..a..aku ingin meng.."ucap Zhang terpotong
"KUBILANG PERGI DAN AKU TIDAK INGIN BERTEMU DENGANMU ZHANG!"Bentak Xia lu dari dalam kamar
Gadis itu merasa marah akan kejadian tadi malam melihat Zhang sedang menggoda seseorang
Zhang terkaget mendengar bentakan Xia lu yang tertuju padanya,ia merasa terkejut mengapa gadis itu terdengar marah dan bernada tidak suka padanya seperti itu
Dari dalam kamar,Xia lu melihat sedikit celah dari bawah pintu sepatu sandal seseorang yang masih belum menghilang juga
"Kuhitung satu sampai tiga jika kau tidak pergi maka kita tidak akan pernah bertemu lagi atau aku akan pergi dari sini!'ucap Xia lu dengan keras
Kaisar Zhang bertambah terkejut lagi mendengar ucapan Xia lu,Ia terpaksa langsung pergi dengan wajah keheranan akan sikap aneh Xia lu
Dari dalam kamar
Xia lu memayunkan bibirnya sangat kesal mengingat ucapan manis Kaisar Zhang malam tadi dengan seseorang
"Kyau aydalah alasyan kyu untuk tersey nyum"Ngeyel Xia lu mengingat perkataan Kaisar Zhang yang membuatnya semakin kesal
"Pria tidak bertanggung jawab,setelah ciuman pagi semalam dia tidak merasa apapun,atau bahkan tidak mengungkit ciuman itu sama sekali,benar-benar menyebalkan,ck"dengus kesal Xia lu memandang pedang tajam ditangannya
*sambung..
*maaf yh kalo misalkan bahasa yg author gunakan dlm novel ini agak aneh,ya gk?😅,Maklum yah author itu tidak terlalu berwawasan luas dan ngerti Pem-bahasaan indo,jadi harus banyak belajar lebih*