EXTRAORDINARY YOU

EXTRAORDINARY YOU
makan malam


"Xia lu apa jangan-jangan kau sedang hamil?"tanya Zhang yang sontak membuat Xia lu melebarkan matanya.


"A...a a apa yang kau katakan?, kita saja belum pernah berhubungan badan lebih da..da da ri itu"ucap Xia lu terbata-bata.


"hahaha"tawa pecah Zhang melihat reaksi Xia lu saat mendengar dirinya mengatakan tentang kehamilan.


Xia lu seketika melirik Zhang kembali yang asiknya tertawa, ia jadi kesal dan langsung berdiri, "aku pergi saja"ketusnya beranjak dari tempat duduk dengan menghentakan kaki secara kasar.


Zhang jadi berhenti tertawa, ia langsung berdiri dan berlari menghalang jalan Xia lu, "Jangan pergi, mari kita makan bersama"ajaknya kembali menyentuh pundak gadis itu dan membawanya duduk kembali.


Xia lu memayunkan bibirnya dengan wajah kesal, "kou menyebalkan"gerutunya.


Zhang mencubit kedua pipi Xia lu dan duduk kembali, dia mengambil sumpit dan mengapit daging ayam goreng yang diiris-iris halus lalu mengarahkannya pada bibir Xia lu


"aaaaa, makanlah"ucap Zhang mengarahkan sumpit yang mengapit ayam itu pada bibir Xia lu.


Xia lu mendongakan kepalanya langsung menyambar ayam didepan matanya itu dan mengunyahnya dengan senyuman.


Zhang tersenyum mengambil irisan ayam goreng kembali dan mengarahkan pada bibir Xia lu.


Xia lu menelan kunyahannya dan langsung menyambar suapan Zhang padanya terus menerus.


Zhang tentu sangat senang terus menyuapi semua makanan yang tersaji diatas piring kedalam mulut Xia lu satu persatu bahkan Xia lu juga menyuapinya secara bergantian.


Mereka saling bersuapan penuh senyuman senang saling menatap penuh keromantisan.


Sesudah makan, dua orang itu minum arak bersama sampai habis sebanyak dua teko yang tadinya berisi penuh melengis tak tersisa di minum Xia lu dan Zhang.


"huwaaa habis"keluh Xia lu menatap gelas kecil ditangannya dengan wajah memelas sedih.


Zhang yang sedang mabuk berat beranjak dari dudukannya dan berjalan kesembarang arah dengan tubuh sempoyongan.


"hiks...hiks...hiks, kau ingin kemana Pria tampan"tangis pura-pura Xia lu beranjak dari dudukan dan berjalan sempoyongan mendekati Zhang yang menuju kehamparan bunga-bunga cantik tumbuh ditanah


"Siapa yang menangis?"Gumam Zhang dengan nada ngaur, ia membalikan tubuhnya dan tiba-tiba


"bukk"Xia lu memukul sekaligus mendorong bidang dada Zhang hingga mereka berdua terjatuh dihamparan bunga-bunga cantik yang mengelilingi tempat.


"huwaaaaa"tangis pecah Xia lu yang membuat Zhang jadi setengah sadar dari mabuknya mendengar tangisan gadis itu.


"Xia lu"panggil Pria itu tersenyum manis mengusap-usap belakang punggung Xia lu.


"hahaha"tawa Xia lu tiba-tiba, ia merubah posisinya berbaring disamping Zhang lalu langsung memeluk erat tubuh Kekar Pria itu dari samping.


Zhang tersenyum ia menyentuh bahu Xia lu dan semakin mendekap tubuh gadis itu.


Xia lu menyandarkan kepalanya disekitar atas bidang Zhang dengan pejaman mata dan sebelah kaki gadis itu menindih kedua kaki Zhang.


Angin malam berhembus menerpa rambut dua orang yang berbaring itu, keadaan begitu sunyi hanya terdengar suara halus ranting pohon yang bergoyang-goyang disekitar.


"Xia lu"panggil Zhang dengan sangat lembut, pandangan matanya menatap atas langit yang begitu indah dihiasi banyak bintang kecil dan bulan penuh yang berada ditengah-tengahnya.


"...."hening tidak ada sautan sama sekali dari orang yang ia panggil.


Merasa tidak ada sautan, pandangan Zhang beralih kesamping menatap wajah cantik gadis yang ternyata sudah tertidur pulas dengan mulut sedikit terbuka nampak sangat menggemaskan dimatanya.


"menggemaskan"gumam Zhang mengusap lembut rambut Xia lu lalu beralih menyentuh wajah gadis itu dengan senyuman hangat.


**Kekaisaran Yuan**


**Kediaman Jenderal Chen**



Dalam sebuah kamar, duduk seorang gadis di depan meja rias sedang menatap dirinya dalam cermin.



"Aku tentu cantik, tapi mengapa Zhang bisa menyukai Xia lu?, gadis itu memang cantik tapi apa salahnya jika aku akan mempercantik diriku mulai sekarang, agar Zhang bukan hanya melirik Xia lu tapi juga Li chen yang adalah sahabatnya"ucap Li chen menatap wajahnya dalam cermin dengan tersenyum sinis.



Li chen menyisir rambut hitam panjangnya yang terurai lurus dan rapi, "mulai saat ini aku-lah yang akan menjadi gadis tercantik seluruh Kekaisaran, aku akan membuat semua Pria terpukau padaku, memang selama ini aku terlalu sibuk mengurus urusan politik dan berlatih sampai aku lupa mempercantik diriku"ucapnya tersenyum menatap wajahnya dalam cermin.



Kediaman Xia lu dan Zhang


Keadaan tampak sunyi di kediaman besar itu, Para pelayan maupun prajurit yang bertugas di kediaman itu sepertinya sedang beristirahat.


Kamar besar yang berada dibagian samping kediaman itu, tampak sosok Pria tampan dengan tubuh kekarnya menggendong seorang gadis cantik tengah tertidur pulas.


"buka pintunya"perintahnya pada gadis yang berdiri depan pintu itu yang menundukan kepalanya dengan wajah takut.


mendengar perintah itu, gadis itu langsung membuka pintu kamar dan Pria itupun masuk.


Dia berjalan menuju Ranjang besar dan membaringkan tubuh gadis di gendongannya di ranjang itu dengan hati-hati.


"Ceh yi"panggil Zhang sembari memakaikan selimut pada Xia lu.


"Iya Yang mulia"saut Ceh yi yang berdiri didekat pintu membungkukan badannya.


ini pertama kalinya Kaisar Zhang memanggil nama saya, saya sangat beruntung(batin Ceh yi)


"Jaga Xia lu, kau bisa tidur disampingnya itu tidak masalah"ucap Zhang beranjak dari atas ranjang.


Ceh yi langsung bersujud dilantai, "Baik Yang mulia"ucapnya.


Zhang tersenyum tipis, ia langsung berjalan keluar kamar dan masuk ke-kamar sebelah.


Ceh yi berdiri lalu menutup pintu kembali dan menemani Xia lu tidur meski agak merasa tidak nyaman karena dirinya hanyalah seorang pelayan, tapi bagaimana lagi sang Kaisar menyuruhnya.



**Dua hari kemudian**...


Selama dua hari itu semua orang sibuk dengan urusan masing-masing.



Pagi hari, hari ini adalah hari dimana Pembagian hadiah dan perayaan menangnya siswa maupun siswi akademik kerajaan yang mengikuti perlombaan.



Di Perguruan itu, tengah lapangan luas hamparan rerumputan yang menghijau di atasnya terdapat beberapa meja segi empat yang berjejer rapi.



Diatas meja terdapat banyak sekali bingkisan hadiah mulai dari terbesar sampai kecil memenuhi atas meja itu.



"PERHATIAN-PERHATIAN UNTUK PARA JUARA PEMENANG MENGUMPUL KEDEPAN SANG KAISAR DAN CALON PERMAISURI BESERTA PARA GURU YANG AKAN MEMBAGIKAN LANGSUNG HADIAHNYA"Teriak Kasim pengurus acara yang berdiri tidak jauh dari samping Para guru.



Para siswa maupun siswi yang beruntung mengumpul dan berbaris rapi di hadapan orang-orang tinggi itu.



Satu persatu Kasim meneriaki nama pemenang dan yang disebutkan namanya langsung maju dan bersalaman Kepada Para Guru dan bonusnya bisa bersalaman dengan calon Permaisuri.



Xia lu tersenyum hangat setiap memberikan bingkisan pada anak muda yang bisa dibilang lebih muda darinya.



Setelah selesai pembagian hadiah, kini giliran merayakan akhir acara dengan lomba bebas yang sudah jadi tradisi tahunan.



"LOMBA TARIK TAMBANG AKAN DIMULAI, Juara wanita akan melawan juara Pria"teriak Kasim itu berteriak keras lagi hingga terdengar semua orang yang memenuhi lapangan luas itu.



Semua orang jadi bersorak ramai dan bertepuk tangan dengan meriahnya.



"huuuuuuuuu"


"Prok...prok...prok"



tepuk tangan dan sorak memenuhi tempat akan Para junior siswa dan siswi perguruan itu.



Juara wanita berbaris rapi memanjang kebelakang dibagian kanan, sedangkan juara pemuda sebaliknya berada dibagian kiri.



Xia lu tersenyum senang melihat pertandingan tarik tambang, ia jadi teringat akan dirinya dijaman modern ikut lomba itu saat masih SMA.



Salah satu Guru Maju membawa tali kuat dan panjang, peserta yang akan tarik tambang langsung menyambar tali dan memegang kuat tali itu.



Xia lu melirik kesamping menatap wajah Pria yang duduk disampingnya, "Zhang apa kau bisa melawan semua pemuda dan membantu Para gadis?, aku ragu mereka akan menang"ucapnya tersenyum.



Zhang menatap wajah Xia lu, "kau ingin aku membantu mereka?"tanyanya.



"emm"angguk Xia lu tersenyum mengedip-ngedipkan matanya.



Zhang jadi tersenyum dan mencubit gemas pipi Xia lu sejenak lalu dengan cepat beranjak dari dudukannya dan mendekati pertandingan yang akan dimulai ditengah lapangan itu.



Xia lu tersenyum memandang belakang punggung Kaisar Zhang.



"ini baru seimbang, aku akan membantu Para gadis"ucap Zhang langsung mengambil ahli paling depan memegang tali.



Semua orang terkejut dengan wajah tercengang, mereka berpikir jika begitu tentu saja para pemuda akan kalah lebih dulu.




"kalian keberatan?, kalian berjumlah sepuluh dan Para gadis berjumlah sepuluh jadi itu sudah seimbang jika aku membantu mereka"ucap Zhang menatap pemuda tidak jauh didepannya sudah dalam kesiapan penuh.



Para gadis yang berada dibelakang Zhang sudah tersenyum girang penuh kesenangan.



"Kami tidak keberatan, ayo kita berjuang!"ucap salah satu pemuda dengan wajah tegasnya.



mendengar ucapan itu, Para pemuda lain jadi membenarkan dan bersemangat kembali, "AYO MULAI"teriak yang lainnya.



Kedua belah pihak yang akan lomba tarik tambang itu jadi bersiap dengan memegang tali dan mengambil posisi nyaman untuk menarik talinya nanti.



Zhang sekilas menengok kesamping meliriknya Xia lu tidak jauh yang duduk ditempat duduk sedang memakan anggur juga sedang meliriknya.



Xia lu melempar senyum semangat pada Zhang membuat hati Pria itu menyejuk sekali, ia sangat senang Xia lu meliriknya.



"BERSIAP, ANAK PANAH INI ADALAH TANDANYA JIKA PITA YANG MENGIKAT DIPERTENGAHAN TALI MELEWATI ANAK PANAH YANG BERADA DIBAWAH ANDA SENDIRI MAKA KELOMPOKAN ITU MENANG...1,...2,....3"teriak Guru yang jadi wasit berdiri ditengah-tengah.



Semua orang mengangguk paham, mereka sudah tahu lebih dulu akan bagaimana tarik tambang.



Pandangan Zhang melirik Xia lu sedari tadi jadi terhalang karena wasit itu.



"tong..."satu pukulan kentongan terdengar ditelinga semua orang, pertandingan dimulai.



Para pemuda sontak langsung menarik tali dengan kuat secara bersamaan ingin mengalahkan Kaisar Zhang.



Zhang menahan tali yang ditarik oleh Para pemuda dengan wajah tampak biasa membuat wajah Para pemuda seketika memesang wajah memelas.



Para gadis yang berjejer dibelakang Zhang sudah tersenyum girang mereka jadi semangat dan ikut menarik.



Para pemuda yang merasakan tarikan langsung menahan kuat, kedua kaki mereka saling mengapit ke kaki lain, keringat sudah bercucuran ditubuh mereka, tangan dan kaki tampak bergetar menahan tarikan dari lawan kelompok.



Zhang menguatkan pegangannya, ia baru ingin menarik dan sekali menarik tali, Para pemuda jadi jatuh kedepan secara bersamaan.



"Menang, huuuuuu"sorak Para gadis berteriak nyaring dan berloncat girang.



Semua yang menonton ikut bersorak ramai.



Para pemuda bangkit kembali, "itu tidak cukup anggota kami harus ditambah sepuluh lagi"ucap salah satu pemuda tidak setuju.



Zhang pun hanya mengangguk setuju, Perlombaan dimulai lagi ronde kedua, sebelas orang dari kelompok Zhang melawan Para pemuda sedangkan kelompok lawan dua puluh orang.



Perlombaan dimulai lagi, semua orang bersorak ramai tentu mendukung Kaisar Zhang, Tarikan dan tarikan dirasakan oleh Zhang namun ia masih menahannya hingga para pemuda agak kesulitan akan itu.



Kelompokan pemuda semakin bertambah menjadi tiga puluh ikut membantu mencoba ingin mengalahkan Seorang Kaisar Itu.



Barisan kelompok mereka sampai mendekati bangunan kelas, bahkan ada yang sudah setengah masuk sampai-sampai memegang dinding dalam kelas agar kelompok lawan tidak bisa menang.



Perlawanan begitu sengit, Para pemuda sampai-sampai menggertakan giginya dengan penuh keringat bercucuran membasahi pakaian mereka.



Tiba-tiba tampak gadis menyela perkumpulan sembari menggulung dan melangkah maju langsung mengambil ahli membantu Para pemuda membuat semua orang jadi terkejut.



Xia lu tersenyum memegang ahli barisan depan pemimpin Para pemuda, "ayo lawan"ucapnya dengan keras.



Pegangan Zhang terhadap tali jadi dilepaskannya membuat Para gadis yang berada dibelakangnya jadi jatuh kedepan dan menabrak tubuhnya.



"Yeyyy, menang...menang...menang"sorak Para pemuda jadi senang



"Beruntung Putri Xia lu membantu kita jadi menang"ucap salah satu pemuda.



Zhang berjalan menghampiri Xia lu dan saat berada didepan gadis itu Ia langsung mengangkat tubuh Xia lu membuat semua orang melototkan mata dengan mulut menganga.



Xia lu memberontak ingin turun, ia begitu malu sekarang Zhang mengangkat tubuhnya didepan semua orang.



tidak jauh seorang gadis berdiri didekat Para guru dengan mengepalkan tangannya.



Zhang mendudukan Xia lu ditempat duduk kembali dan dia pun ikut berduduk disampingnya.



Xia lu menundukan kepalanya tidak berani menatap orang-orang, dia begitu malu sekarang karena ulah Zhang.



"ini adalah acara terakhir, kalian semua yang berada disini bisa menikmati sajian makanan maupun minuman yang berada disudut lapangan sana"ucap Zhang menatap orang-orang.



Semua orang pun menikmati akhir acaranya.



Xia lu hanya berdiam ditempat duduk sembari melihat Para siswa maupun siswi perguruan Shang itu, ia mengambil satu buah pisang yang berada dibelakang dudukan itu lebih tepatnya di atas meja.



Zhang asiknya memandang tingkah ngambek Xia lu yang begitu jelas dilihatnya.



Xia lu mengupas kulit pisang lalu mengulurkannya pada Zhang, "kau ingin?"tawarnya tiba-tiba tersenyum.



Zhang langsung menyambar buah pisang itu namun Xia lu langsung menjauhkannya dengan tawa pelan.



"hahaha, enak saja"ledek Xia lu menjulurkan lidahnya pada Zhang yang memasang wajah kesal.



tidak jauh berjalan dua gadis cantik mendekati Xia lu dan Zhang yang duduk didudukan terhormat.



Xia lu langsung memakan buah pisang ditangannya, buah itu setengah masuk dan setengahnya berada diluar.



"weee"jahil Xia lu menunjukan buah pisang dimulutnya pada Zhang dengan mata yang disengajakan juling.



tiba-tiba kejadian tak terduga terjadi, karena tidak tahan Zhang menyodongkan tubuhnya dengan memiringkan kepala langsung mendekati bibirnya pada Xia lu dan melahap pisang itu yang setengah keluar dari bibir Xia lu.



Xia lu melototkan matanya terkejut tidak main, tubuhnya mematung ditempat diam tak berkutik.



Semua orang disekitar ikut terkejut, Li chen dan Mu xi yang ingin mendekati dua orang itu jadi terhenti melangkahkan kaki.



*bersambung*...



***Jgn lupa like yh dan komen😃***