
"Putri i..ini..ini tidak pantas bagi Putri,me..mengapa anda menyuruh saya me..rangkul anda"gagap Pria yang merangkul pundak Xia lu
"Tidak apa,aku hanya ingin memberi pelajaran pada seseorang"Bisik Xia lu
kedua orang yang terlihat berpelukan itu masuk dalam kamar milik Xia lu lalu menutup pintu kamar
Zhang yang sedari tadi melirik Xia lu langsung mendorong para gadis didepannya,Ia langsung pergi dari kediaman Xia lu dengan wajah terlihat merah padam
Semua gadis terheran melihat Pria tampan itu yang tiba-tiba pergi begitu saja,mereka pun bubar untuk pulang setelah latihan memanah tadi
Dalam kamar..
Xia lu berduduk dilantai dengan tawa yang tidak berhentinya
"Putri..Sa..sa"gagap Pria yang berduduk sila didepan Xia lu
Xia lu seketika menghentikan tawanya dan menatap pria didepannya
"Bagaimana perlihatkan jenis gambar liontinnya padaku"Ucapnya
Pria didepannya langsung mengambil kertas dalam selipan pakaiannya,dia memberikan kertas terlipat itu pada Xia lu
Xia lu mengambilnya dan melihat gambar yang tertera didalamnya
"Emm yang ini bagus,bunga mawar yang digabungkan dengan kepala singa"Ucapnya tersenyum
"Tapi Putri tidak ada seseorang yang berani memilih jika ingin membuat liontin dari jenis ini"Ucap Pria itu berwajah hati-hati
"Hah,apa maksudmu?,tidak peduli pokoknya aku ingin jenis liontin ini dan Pesan sebanyak 60 karena anggotanya berjumlah 60"Ucap Xia lu melipat kedua tangannya didepan dada
"Kau boleh kembali sekarang,Jenderal Pei Terimakasih"perintah Xia lu
"Baik Putri,Sama-sama"angguk Jenderal Pei lalu berdiri
Jenderal pei membungkukan setengah badannya lalu berbalik pergi keluar dari kamar Xia lu
Xia lu beranjak dari dudukannya,ia berlari menuju atas ranjang dan membaringkan tubuhnya dengan posisi telentang
"Rasain Zhang,dasar Pria perayu"oceh Xia lu memandang langit-langit kamarnya
"Hahaha"tawa renyah mengingat kejadian tadi
**Malam Hari**
Bulan dilangit nampak bersinar memancarkan cahaya terang ditemani bintang-bintang yang menghiasi indahnya malam
Disebuah kamar
Seorang Pria menatap luar jendela dengan melipat kedua tangannya didepan dada,Ia memakai jubah terbuka yang memamerkan bidang dada dan perutnya yang sangat Sixpack
"Tidak ku sangka dia berlaku mesra dengan Pria lain didepan mataku sendiri,Xia lu apa sebenarnya yang kurang dariku?"tanyanya berucap sendiri
"Kau sungguh membuatku marah"Ucapnya memandang luar
Zhang menghembuskan nafasnya dengan kasar,ia berbalik dan berjalan menuju luar kamar
Saat diluar kamar,Zhang berpapasan dengan Han shu
"Han shu semua cara telah gagal,tidak ada yang berhasilnya sama sekali menarik Hati Xia lu ataupun membuatnya terpesona padaku,Semuanya gagal dan aku sangat tidak menyukai kegagalan"Ucap Zhang berwajah datar menatap Han shu
Han shu langsung bersujud ditempat dengan wajah ketakutan
"Maafkan saya Yang mulia,Saya hanya berusaha.."Ucapnya terpotong
"Bahkan Xia lu berpelukan mesra dengan Jenderal Pei didepan mataku sendiri tadi pagi"Ucap Zhang langsung berjalan pergi melewati Han shu
\*\*\*\*\*
**Kediaman Xia lu**
Dalam kamar,Xia lu sedang duduk depan meja riasnya tidak jauh dari samping ranjang
Gadis itu memandang wajahnya dalam cermin dengan senyuman cantik
"Jika aku kembali kejaman modern,aku akan mencoba memakai salah satu hanfu dan berfoto bersama ayah"ucapnya dengan lembut
"Aku jadi teringat akan Yu ri,ah aku sangat merindukannya"Ucap Xia lu menyentuh kedua pipinya
"Siapa yang kau rindukan?"Tanya seseorang dari belakang
Xia lu melototkan matanya dengan wajah terkejut langsung berdiri dari dudukannya
"Zhang"ucapnya menolehkan kepalanya belakang melirik Sosok Lelaki yang sangat tampan dengan jubah terbuka memamerkan bidang dada dan perut yang sangat Sixpack
Xia lu menelan salivanya dengan susah payah
Kaisar Zhang mendekati Xia lu yang mematung ditempat tidak bergeming sama sekali,Ia menarik kursi yang menghalangi tubuh Xia lu dan meletakannya kesamping
Tiba-tiba Zhang langsung mengangkat tubuh Xia lu membuat sang empunya melebarkan mata
"aa..aa..apa yang kau lakukan"Ucap Xia lu memberontak turun
"Aku tanya selagi lagi siapa yang kau rindukan!"bentak Zhang menghempaskan tubuh Xia lu diatas ranjang itu dengan wajah marah
"a..a..aku hanya merindukan"jawab Xia lu terpotong
"Oh kau merindukan Jenderal Pei bukan?,atau si Ying?"Tanya Kaisar Zhang menaiki atas ranjang dan menghimpit tubuh Xia lu
"Bukan Zhang"jawab Xia lu menggeleng-gelengkan kepalanya
*Astaga mengapa Zhang terlihat sangat marah seperti ini,aku kan hanya memberinya pelajaran tapi tidak kusangka dia masih mengingat hal itu kukira dia sudah melupakannya*(batin Xia lu)
"Benarkah,atau bisa saja kau menyukainya?Tanya Zhang mendekatkan wajahnya pada Xia lu
"Kubilang bukan!,Apa urusanmu menanyakan orang yang kusuka Zhang?!"Bentak Xia lu ingin berduduk namun didorong Zhang kembali
Zhang mencekal pergelangan tangan Xia lu dengan sebelah tangannya
Xia lu menatap wajah Zhang diatasnya dengan pancaran mata lembut
"Zhang,mengapa kau terus marah-marah akhir-akhir ini?"lirih Xia lu terdengar lembut
Bola mata mereka saling bertemu menyembunyikan sesuatu yang sangat sulit mereka ungkapkan
"dan kau apa hubunganmu dengan jenderal Pei?"Tanya Zhang dengan nada suara yang tadinya membentak-bentak berubah lembut mencairkan akan tatapan lembut Xia lu padanya
"Aku hanya memberinya tugas mengurus liontin tanda yang akan di berikan pada anggota pasukanku"jawab Xia lu menatap wajah Zhang
Zhang tersentak mendengar jawaban Xia lu yang membuatnya merasa bersalah
"dan kau mengapa kau selalu membentak-bentak?"Tanya Xia lu
Sebelah tangan Zhang terulur membelai pipi Xia lu dengan tatapan sangat lembut,ia memandang sudut bibir mungil Xia lu dengan saksama
Jantung Xia lu seketika berdetak sangat kencang melihat arah mata Zhang yang sedang memandang bibirnya
*Deg deg deg*..
Zhang malah mendekatkan bibirnya ke bibir gadis di bawahnya sontak membuat gadis itu memejamkan mata cantiknya
angin berhembus masuk dari jendela dalam kamar menerpa rambut Kaisar Zhang dan juga Xia lu
*deg..deg..deg*
Perlahan-lahan Zhang semakin mendekatkan bibirnya ke bibir Xia lu,Saat hanya berjarak beberapa centimeter tiba-tiba
"Yang mulia"panggil Han shu membuka pintu kamar
"kreek"
Han shu langsung menutup mulutnya dengan kedua tangan melihat dua orang diatas ranjang yang sedikit lagi melakukan ciuman
Xia lu sontak membuka matanya dan Mereka berdua melirik arah pintu masuk dengan wajah terkejut
Han shu melototkan matanya,ia langsung berbalik dan berlari keluar langsung menutup pintu kamar
*Ya ampun aku datang disaat yang salah,kukira Yang mulia Kaisar Zhang akan berbuat kasar pada Putri Xia lu,Mamae aku sungguh salah waktu*(batinnya)
Zhang langsung menjauhkan tubuhnya dan memperbaiki jubah yang dipakainya
"khemm"dehemnya memalingkan muka,wajahnya tampak merona malu bak kepiting rebus
*bersambung*..