
Besoknya
...Kekaisaran Taitai...
Kediaman milik Xia lu yang berada di istana kerajaan itu, dalam kamar tidur dikediaman itu tampak dua orang berlawanan jenis duduk di depan meja saling berlawanan.
"Xia lu makanlah, pagi tadi kau tidak makan dan sekarang makanlah ini sudah siang hari"suruh Ying menyuguhkan piring berisi lauk ikan bakar kehadapan Xia lu.
Xia lu menggelengkan kepalanya, "Aku tidak nafsu"jawabnya dengan pandangan kosong memandang makanan diatas meja.
Ying menarik nafas dan menghembuskannya dengan kasar, "Kau harus makan, aku akan pergi ke aula untuk mengurus penceraian kepada semua selir dan pengembalian semua menjadi milikmu"ucapnya berdiri dari dudukan.
"hm"dehem Xia lu menjawab.
"Baik, aku akan kembali malam nanti setelah mengurus semuanya"ucap Ying tersenyum melirik Xia lu lalu membalikan tubuhnya dan keluar pergi dari kamar.
Setelah kepergian Kaisar Ying, Xia lu memanggil Para pelayan dan meminta mereka yang memakan hidangan lalu membersihkannya.
***
...Kekaisaran Xing xing...
Kediaman Zhang, dalam kamar yang tampak begitu berantakan, barang-barang berpecahan tergelatak di lantai dimana-mana.
Di dekat jendela, Zhang berdiri menghadap luar jendela dengan wajah dinginnya.
Tiba-tiba datang Gadis masuk dalam kamar dan berjalan menghampiri Zhang.
"Zhang"panggilnya dengan lembut berdiri dibelakang Zhang.
Zhang membalikan tubuhnya dan menatap gadis yang memanggilnya.
"Janganlah bersedih Zhang, sahabatmu ini akan selalu ada dan mengerti perasaanmu, Xia lu itu mengapa dia melakukan semua ini padamu"ucap Li chen dengan wajah bersedih menatap Zhang.
"Li chen, mengapa kau bisa ada saat malam itu dikamarku?"tanya Zhang mengalihkan pembicaraan.
Li chen sedikit terkejut mendengar pertanyaan Zhang, "aa, aku kan sudah bilang ingin melihat kenangan masa kecilmu dulu dalam kamar itu se se seperti patung kotoran itu yang kau ceritakan padaku dan lainnya"jawabnya dengan terbata-bata.
"Mengapa wajahmu berkeringat?"tanya Zhang dengan wajah datarnya ingin menyentuh wajah gadis dihadapannya.
"Aah, cuaca siang ini panas sekali, aku pergi dulu"jawab Li chen langsung membalikan tubuhnya dan berjalan pergi.
"Jangan terus bersedih Zhang, Xia lu tidak sebaik yang kau pikirkan, cobalah membuka hati untuk yang lain"ucap Li chen sebelum menginjak lantai luar kamar.
Zhang hanya terdiam memandang kepergian Li chen dan menyimak apa yang dikatakan gadis itu.
***
Di kediaman Xia lu yang berada di Kerajaan Xing xing
"Dimana Putri?"tanya Ceh yi yang memeluk botol kaca bening berisi air susu sapi yang ditugaskan oleh Xia lu.
"Kakak Xia lu, saya sudah membawa susu yang anda minta, sungguh menyenangkan memeras susu sapi seharian"Lontar Ceh yi dengan wajah mulai bingung merasa tidak ada sautan sama sekali.
Ceh yi masuk dalam kamar mandi, kamar ganti lalu mencari keberadaan wanita yang sudah ia anggap seperti kakanya sendiri.
"Dimana yah?"gumamnya mendekati jendela dan melihat tempat luar jendela yang begitu sunyi.
Saat Ceh yi ingin membalikan tubuh, ia tidak sengaja melihat sebuah gumpalan titah yang tergelatak di atas rerumputan halus.
"Bukankah titah itu aku pernah melihatnya saat Kakak Xia lu menulis kemarin pagi?"gumam Li chen mengerutkan alis dan menajamkan penglihatannya.
Ceh yi keluar dari kamar, ia berjalan menuju samping kamar itu untuk melihat jelas titah menggumpal yang dilihatnya.
Sesampainya, Ceh yi mendekati tempat dimana titah itu tergelatak diatas rerumputan halus. Dia berjongkok dan ingin mengambil titah yang menggumpal itu dengan tangan kiri karena sebelahnya memegang botol susu, namun saat ingin mengambilnya tiba-tiba tampak tangan mulus menyentuh bahunya.
"Jangan berani mengambilnya!"larang orang yang berdiri dibelakang Ceh yi langsung berjongkok dan mengambil dengan cepat gumpalan titah itu.
Ceh ti seketika berdiri, ia melirik kesamping, "Putri Li chen"sebutnya dengan lemah lembut.
"Kau, mengapa kau juga tidak kembali?, Junjunganmu Xia lu ja**ng itu sudah kembali Kekaisaran Taitai bersama Kaisar Ying, apa kau tidak tahu?"beber Li chen dengan sengajanya.
Ceh yi melebarkan matanya mendengar ucapan Li chen yang dibilang sangat tidak terduga.
"Ba...bagaimana mungkin?"tanya Ceh yi dengan menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Hahaha, bagaimana mungkin?, dasar bodoh"ejek Li chen tersenyum licik melangkahkan kakinya kedepan Ceh yi.
"Benad-benar bodoh sama seperti Xia lu"ejek Li chen lagi tersenyum licik.
"Kakak Xia lu tidak bodoh, apa yang kau katakan jika Kakak Xia lu tau kau seperti ini dibelakangnya maka..."ucap Ceh yi terpotong.
"Maka apa?, semua sudah berakhir, hubungan Xia lu dan Zhang sudah hancur berkeping-keping itu semua karena aku, aku telah membuat kesalahpahaman diantara mereka, Kau ingin tau ceritanya tapi jika kau ingin tau kau tidak akan bisa bernapas lagi sesudah mengetahuinya, apa kau ingin?"tanya Li chen tersenyum licik menyentuh dagu Ceh yi.
"Apa yang kau lakukan pada Kakak Xia lu?!"bentak Ceh yi yang membuat Li chen marah.
"Kau berani membentakku Hah!, apa kau ingin mati?, Ku beritahu hal ini sebelum kau mati, sungguh kasihan ini sebagai bonusmu dariku"Ucap Li chen menyunggingkan senyumnya.
"Saat kau membawa selembar kertas yang ditulis Xia lu aku sempat membacanya waktu kau terjatuh saat perjamuan, lalu aku sengaja mengganti pakaianku sama dengan yang dipakai Xia lu karena aku memiliki dua pakaian itu jadi Xia lu yang memakainya satu, Aku menunggu dalam kamar milik Zhang dan saat Zhang datang dia langsung memelukku dengan mesra dan aku bisa merasakan kehadiran Xia lu ditengah pintu ingin melangkah masuk dalam kamar namun dia sepertinya langsung pergi dan juga..."beber Li chen terpotong.
"Pakkk"sebuah tamparan keras mengenai pipi sebelah kiri Li chen.
"Berani sekali kau melakukan ini pada Kakak Xia lu, apa salah dia padamu?!"bentak Ceh yi dengan tangan gemetar habis menampar pipi gadis dihadapannya.
Pipi Li chen memerah, wajahnya seketika berubah sangat dingin dengan mata mengkilat marah.
Li chen merebut botol yang dipeluk Ceh yi dengan tangan sebelah kiri.
"Kau!"geram Li chen mengangkat botol disebelah tangan kanannya ingin memukul kepala Ceh yi.
Ceh yi memundurkan cepat langkah kakinya menjauh dari hadapan Li chen namun semakin ia menjauh Li chen semakin melangkah maju mendekatinya sampai-sampai ia tersandar di dinding kamar.
"jangan"larang Ceh yi menggeleng-gelengkan kepalanya melihat Li chen dihadapannya yang bersiap melayangkan botol kaca berisi air susu itu kekepalanya.
Dengan senyuman licik Li chen melayangkan botol kaca itu, dan saat ingin mengenai kepala Ceh yi tiba-tiba tubuh Li chen di dorong oleh seseorang dari samping.
"LI CHEN!"bentak Zhang merebut botol ditangan Li chen dengan wajah tampak sangat marah.
"HAN SHU, BAWA CEH YI DAN BOTOL SUSU INI!"suruh Zhang pada Han shu yang berada dibelakang Zhang langsung melaksanakan tugas.
"Ayo Ceh yi, ikut denganku"ajak Han shu mengambil botol ditangan Zhang lalu menarik tangan Ceh yi dan membawa gadis lugu itu pergi.
"Kau sudah gila?!"bentak Zhang menatap Li chen yang menundukan kepalanya tidak berani menatap wajah Zhang.
Li chen terkejut, kedua tangannya bersembunyi kebelakang punggung mengenggam titah yang menggumpal sengaja disembunyikannya. Tubuhnya gemetaran karena takut.
"Li chen ku tanya mengapa kau melakukan ini?, mengapa kau ingin memisahkanku dengan Xia lu?"tanya Zhang menatap Li chen yang menundukan kepalanya.
"Ku tanya sekali lagi!"bentak Zhang menggoyang-goyangkan tubuh Li chen.
Li chen menatap wajah Zhang berusaha memberanikan diri, "AKU MENCINTAIMU!"teriaknya dengan kencang.
"Aku mencintaimu Zhang, semasa kecil sampai saat ini aku ingin kita selalu bersama!"lirih Li chen menatap manik mata Zhang.
"Tapi aku tidak menyukaimu Li chen!, Kau tau kan jika aku hanya mencintai Xia lu"tegas Zhang pada gadis itu.
"Mengapa kau tidak mencintaiku Zhang?, mengapa harus dia?, mengapa tidak aku?"tanya Li chen menatap wajah Zhang dengan wajah sedih.
"Apa bedanya aku dengan Xia lu?, dia memang gadis baik aku juga gadis baik, dia cantik aku juga cantik Zhang, dan juga aku lebih mengenalmu dibanding dia?, aku lebih dulu bertemu dirimu daripada dia!, hanya aku yang pantas denganmu bukan?, kita adalah sahabat semasa kecil sampai detik ini lalu apa kurangnya aku dimatamu Zhang?"Tanya Li chen dengan buliran air keluar dari mata tidak sengaja mengalir dipipinya.
Zhang menatap wajah Li chen dengan tatapan datar, "Karena dia adalah cintaku, aku hanya jatuh cinta padanya, Xia lu berbeda dari gadis lain dia memang gadis yang sangat baik dan tidak akan menghianati seorang teman dibelakang, seperti dirimu saat ini Li chen!"Jawabnya dengan tegas.
Li chen yang mendengarnya seperti ditusuk-tusuk sebilah pedang tajam mengenai hatinya begitu sakit apa yang dilontarkan Zhang.
"Kau memanglah temanku Li chen, aku menyayangimu dan itu benar, namun perasaanku hanya sebatas itu tidak lebih, ku harap kau mengerti itu, Kita hanyalah teman dan cintaku hanyalah Xia lu"perjelas Zhang.
"Hikss...hiksss, Xia lu tidak sebaik yang kau pikirkan Zhang!, dia pembohong gadis pembohong!, mengapa kau harus menyukainya?, selama ini kau tidak pernah membentakku tapi sekarang kau berani membentakku hanya karena gadis ja**ng itu!"ucap keras Li chen yang membuat Zhang tidak bisa menahan kemarahannya.
"PAAKKK"
Tamparan begitu keras mengenai sebelah pipi kanan Li chen, wajah Li chen seketika memerah biru memar.
Zhang maju lebih dekat kedepan Li chen dan merebut sesuatu yang disembunyikan gadis itu dibelakang tubuhnya.
Li chen melebarkan matanya melihat titah gumpalan yang diambil Zhang.
Zhang merapikan titah yang menggumpal lalu membaca tulisan dalam titah itu dengan wajah seketika berubah serius.
"Xia lu pembohong bukan?, dia gadis asing yang telah membohongimu"oceh Li chen menghapus air matanya.
"Aku harus menemui Xia lu sekarang"tegas Zhang langsung ingin pergi namun ditahan oleh Li chen.
Li chen memeluk tubuh Zhang dari belakang dengan erat, "Jangan pergi, kau hanya milikku Zhang, Xia lu tidak pantas untukmu dia pasti akan kembali kedunianya sendiri"lirihnya terdengar sedih.
Zhang melepaskan kedua tangan Li chen yang melingkar dipinggangnya dengan kasar, ia menoleh sekilas kebelakang melempar tatapan tajam dan membunuh pada Li chen.
"Mulai saat ini, hubungan kita sebagai teman aku putuskan, jangan pernah menunjukan mukamu lagi dihadapanku!"ancam Zhang lalu berlari pergi.
Li chen jadi tersungkur ditanah mendengar ucapan Zhang yang sangat menyakiti hati dan membuat dadanya sesak.
***
sore hari
Dalam kamar kediaman Xia lu di Kekaisaran Taitai
Xia lu menutup tirai jendela, merapikan atas ranjang begitu rapi.
"beberapa lama lagi aku harus pergi dari dunia ini"gumam Xia lu memandang dalam kamar yang selesai dibersihkannya.
Setelah lama memandang, Xia lu keluar dari kamar dan menutup pintu. Dia melihat kesekitar keadaan tidak terlalu ramai ada beberapa pelayan dan prajurit yang berlalu lalang.
Xia lu diam-diam pergi dari kamar itu sambil bersambunyi dibalik semak-semak atau samping bangunan dikediamannya.
***
Di perbatasan Kekaisaran Yuan dan Taitai
Tampak Zhang menunggangi kuda dengan gagahnya. Kudanya berjalan begitu cepat bagai angin lewat saking cepatnya.
Dia hanya berkuda sendiri karena keinginannya sendiri tidak ingin membawa siapapun, menurutnya itu adalah keadaan darurat yang mendesakkan.
Zhang berkuda begitu cepat, tidak peduli apa yang terjadi dia harus bisa bertemu Xia lu dengan cepat, ia merasa ada hal yang mendorongnya menemui gadis pujaan hatinya itu.
Beberapa lama kemudian, keadaan mulai gelap, matahari sudah separuh menenggelamkan dirinya.
Akhirnya Zhang menempuh jalan secepat itu kini sudah berada di depan gerbang Istana Kerajaan Taitai. Melihat gerbang terbuka lebar Zhang langsung saja masuk dan menyemprotkan sesuatu dalam botol pada Penjaga gerbang.
Penjaga gerbang langsung ambruk ditempat.
Zhang berhenti berkuda, ia menyusuri dalam istana sambil bersembunyi dimana-mana memantau keadaan.
***
...Di tepi danau...
Xia lu berdiri menghadap danau besar, tempat dimana pertama kali dia berada dijaman itu.
"Inilah mengapa aku berpura-pura dengan Kaisar Ying agar aku bisa bertemu dengan danau ini lagi, tempat dimana aku muncul dan kembali"ucapnya memandang air danau yang begitu dalam dengan wajah sedih.
Xia lu memandang atas langit dengan mata berkaca-kaca
"Aku hanyalah gadis asing yang tidak pantas berada disini, aku hanyalah seorang petugas yang sudah selesai mengejarkan tugasnya disini jadi aku harus kembali"racaunya begitu sedih.
"Aku merelakan semuanya yang ada disini, aku tidak ingin Zhang terluka karena kehadiran ku dijaman ini, aku ingin dia baik-baik saja bersama dengan wanita lainpun tidak masalah asalkan dia baik-baik saja"racaunya lagi merasa begitu sesak.
Xia lu melangkah sedikit maju lebih dekat dengan danau. Dia menelan ludahnya dengan susah payah menatap air danau yang nampak sangat dalam.
Dengan memejamkan mata Xia lu mengangkat sebelah kakinya dan ingin melangkahkan kakinya
"Saat ini, detik ini semua cinta dan perasaanku disini akan terhapus bagai mulanya aku hadir disini"ucap Xia lu.
Dari jauh seseorang berlari sangat kencang ditengah lapangan mendekati danau, ia berlari begitu kencang melihat sosok gadis yang ingin menjatuhkan dirinya dalam danau hanya selangkah kaki saja lagi.
Xia lu mengangkat sebelah kakinya dan bersiap menjatuhkan dirinya dalam hitungan detik.
Saat kaki yang diangkatnya terturun sudah ingin terjatuh tiba-tiba tangan kekar menarik tangannya dari belakang.
Tubuhnya berputar balik dan ditarik kuat jatuh dalam dekapan erat orang yang menariknya.
"Janganlah pergi!, kumohon"lirih Zhang mendekap erat tubuh Xia lu tidak ingin berpisah.
Air mata pun tak kuasa dibendung Xia lu mendengar permohonan Pria yang mendekapnya saat ini.