EXTRAORDINARY YOU

EXTRAORDINARY YOU
Rasa sakit


"Maaf Zhang, tadi yang aku katakan hanya bercanda, ahh aku kesini kebetulan ingin melihat-lihat kenangan masa kecil kita, patungmu dan jepit rambut"tunjuk Li chen menunjuk ruang kamar penyimpanan barang kuno yang pernah Xia lu masuki.


Zhang hanya terdiam, ia membalikan tubuh dan berjalan pergi dengan cepat keluar dari kamar.


Li chen ikut keluar kamar mengejar Zhang yang menuruni tangga. Dengan langkah cepat gadis itu menuruni tangga.


"Zhang"panggil Li chen yang ingin menuruni tangga yang tinggal dua anak tangga lagi.


Zhang yang sudah selesai menuruni anak tangga dan menginjak hamparan rumput seketika membalikan tubuhnya dengan wajah datar.


Saat ingin menuruni anak tangga, tiba-tiba sebelah Kaki Li chen oleng hingga tubuhnya ikut oleng dan jatuh di pelukan Zhang begitu dekat.


Zhang langsung berputar dengan mengangkat tubuh Li chen dan meletakan tubuh gadis itu.


Li chen langsung menjauhkan tubuhnya dengan wajah bersalah, "Maaf membuatmu repot"ucapnya melirik sesuatu di pakaian bagian dada Zhang.


"Hm, aku harus mencari Xia lu dimana dia?"tanya Zhang langsung berlari pergi melewati Li chen tanpa melirik gadis itu.


Li chen membalikan tubuhnya dan memandang kepergian Zhang, ia menyentuh bibirnya dengan senyuman licik.


***


...Di tempat lain...


Dibalik pohon yang berada taman Istana Kerajaan Yuan, sosok gadis cantik duduk dengan memeluk tubuhnya sendiri dari balik pohon.


Keadaan begitu sunyi dan gelap ditaman itu, hanya terdengar isakan tangis kecil begitu memilukan.


"Hikss...hikss, aku harus bisa melepaskannya, ini adalah pilihan sulit yang aku putuskan, maaf Zhang"isak Xia lu diiringi air mata yang terus mengalir membasahi pipinya.


Dadanya begitu sesak melihat kejadian barusan apalagi saat teringat mimpi buruk yang ia alami terus menghantui pikirannya.


"Aku tidak bisa bersamamu selamanya, dari awal perasaan ini salah, aku sangat salah menjalin cinta dijaman ini, aku hanyalah gadis asing yang tidak kau kenal, seseorang yang menganggu kehidupanmu Zhang bersama Li chen"racau Xia lu, air menitik terus menerus membasahi pipinya.


Xia lu memandang keadaan sekitar tempat yang gelap, sama dengan yang dirasakannya saat ini, tidak ada penerang jalan yang ditemukannya.


"Aku memanglah harus pergi dari sini, dari jaman ini agar kau baik-baik saja dan bersama Li chen, itupun sudah cukup, aku hanya ingin kau baik-baik saja Zhang dan aku rela berkorban apapun demi dirimu, Hikss...hikss"racaunya lagi diiringi isak tangis.


Xia lu memeluk erat kedua lututnya dengan perasaan sangat sesak menyiksa dadanya.


Tiba-tiba terdengar suara teriakan tidak jauh dari tempat Xia lu bersembunyi.


"Xia lu, dimana kau?!"teriak Zhang yang memegang lentera berjalan memasuki kawasan taman sambil tengok kanan dan kiri.


Xia lu yang mendengar teriakan itu langsung berdiri dan menghapus air matanya dengan cepat.


Zhang berlari cepat sambil tengok kanan dan kiri melihat sekitar taman, ia memasuki kawasan pepohonan dan terus melangkah dengan wajah cemas.


entah mengapa ku rasa Xia lu ada disini(batin Zhang).


Zhang tiba-tiba mempercepat langkah kakinya saat melihat seseorang yang dicarinya berjalan pelan menghadapnya.


"Kau dari mana saja Xia lu?, aku mencarimu kemanapun sedari tadi"cemas Zhang langsung memeluk tubuh Xia lu dengan erat.


Xia lu hanya terdiam menerima pelukan Zhang, hal penting yang ingin kukatakan aku tidak akan mengatakannya padamu, aku tidak ingin membuatmu cemas padaku(batinnya).


Zhang melepas pelukannya, ia ingin menyentuh wajah Xia lu namun seketika tampak tangan mulus menahan tangannya.


"Jangan menyentuhku"larang Xia lu menurunkan tangan Zhang yang ingin menyentuh wajahnya.


Zhang mengerutkan alisnya dengan wajah tampak heran akan Xia lu, "ikut denganku"ajaknya langsung menarik tangan Xia lu dan membawa gadis itu pergi dari tempat gelap itu.


Xia lu terpaksa menerima ajakan Zhang yang membawa dan menuju ketempat yang terang dan sunyi.


Zhang membawa Xia lu keatas jembatan yang berada ditaman itu dengan langkah cepat.


Sesampainya di atas jembatan, Xia lu langsung melepaskan tangan Zhang yang memegang pergelangan tangannya.


"Kau ingin membicarakan hal penting apa tadi?"tanya Zhang menatap wajah Xia lu dengan lembut.


"tidak jadi, apa kau hanya ingin menanyakan tentang itu padaku?"tanya balik Xia lu memaksudkan sesuatu.


"Apa maksudmu?"tanya Zhang heran.


"Apa kau tidak menjelaskan apa yang terjadi dikamarmu tadi?"tanya Xia lu memajukan tubuhnya mendekat kedepan Zhang dan semakin mendekat.


Xia lu meraba Jubah dibagian dada Zhang, matanya mengamati noda pink berbentuk bibir menempel di pakaian Pria itu.


"Dan noda lipstik ini?"tanya Xia lu langsung menekan dan mendorong bidang dada Zhang yang bernoda bekas lipstik orang yang sudah ia tahu.


Tubuh Zhang termundur, ia menunduk menatap noda lipstik yang menempel dipakaiannya tanpa ia sadari.


Zhang seketika mendekat kedepan Xia lu kembali namun Xia lu langsung memundurkan langkah kakinya.


"Ini..."ucap Zhang terpotong menghentikan langkah kakinya.


"Cukup Zhang, jangan menjelaskannya aku semua sudah tahu dan melihat dengan mataku sendiri, kau memeluk Li chen dan bahkan noda lipstik ini?, mulai sekarang jangan temui aku!, aku akan pulang sendiri!"tegas Xia lu dengan wajah marahnya langsung menabrak tubuh Zhang dan pergi.


Zhang memegang dadanya yang sakit karena ditabrak Xia lu, ia membalikan tubuhnya dan berlari mengejar Xia lu.


Bukannya berhenti, Xia lu malah berlari cepat menjauh dari Pria itu.


Dua orang itu berlari cepat saling mengejar dan menghindar, saat berada disimpang empat jalan istana, Xia lu memilih belok kekanan bersembunyi dibalik semak-semak lebat yang berada dipinggir jalan itu lalu duduk disitu.


Zhang menghentikan langkah kakinya saat berada ditengah jalur, ia tengok kanan lalu kiri melihat tidak ada siapapun.


Zhang pun memilih jalan lurus mengira Xia lu pasti pergi kearah lurus yang menghubungkan jalan menuju gerbang kerajaan.


"Xia lu!"teriak Zhang terus berlari kejalan lurus.


Xia lu keluar dari sembunyian dan berjalan menuju jalan lurus dengan pelan sambil bersembunyi jika ada yang melihat.


***


Xia lu kembali dengan berkuda bersama Ceh yi untuk kembali Kekaisaran Xing xing, sedangkan Zhang dia menyusul dari belakang saat Xia lu diam-diam pergi.


Sesampainya diistana Kerajaan Xing xing, Xia lu langsung saja menuju kediaman miliknya dulu yang berada di istana itu dan masuk dalam kamar bersama Ceh yi.


Dalam kamar...


Ceh yi berdiri didekat ranjang dengan kepala ditundukan takut melihat raut wajah Xia lu yang duduk diatas ranjang tampak marah bercampur kecewa entah karena apa dia tidak bisa tahu dan bertanya.


"Ceh yi kau kunci pintu maupun jendela dari dalam, setelah itu tidur disampingku"suruh Xia lu berbaring diranjang lalu menarik selimut menutupi seluruh tubuhnya.


"Siap Kakak"jawab Ceh yi langsung melaksanakan perintah Xia lu tanpa bertanya tentang apapun.


Xia lu merubah posisi baringannya menyamping, buliran air mata mengalir keluar menyapu pipi mulusnya. Tangisan yang penuh rasa luka dan sakit itu harus ia sembunyikan dari balik selimut.


Ceh yi yang selesai mengunci pintu dan jendela ikut berbaring disamping Xia lu dengan posisi talentang. Dia hanya menatap langit-langit dalam kamar sambil berkata dalam hati.


Saya tidak akan bertanya Kakak Xia lu jika anda tidak memberitahu, Saya hanya akan tetap diam menerima apapun perintah anda(batin Ceh yi).


Ceh yi pun memilih tertidur karena Xia lu sudah tertidur, namun yang ia kira gadis itu tidur padahal sedang menangis tanpa mengeluarkan suara saking merasa sesaknya dengan apa yang terjadi.


Hari semakin malam, keadaan begitu sunyi terdengar langkah kaki dari luar kamar itu.


"Kalian buka jendela, jika kalian melihat seseorang dari dalam kamar tutup saja kembali"perintah Zhang pada Prajurit yang ditugaskannya.


Zhang berdiri didepan pintu kamar yang ditempati Xia lu, ia sungguh ingin menjelaskan kesalahpahaman antara dirinya dengan Xia lu dan mengapa gadis itu marah padanya.


"Yang Mulia sepertinya ada seseorang dalam kamar, saya lihat dari jendela tadi"ucap Prajuit melapor menghadap Zhang yang berdiri melipat kedua tangannya didepan dada.


Zhang mengangguk dan meminta Prajurit itu kembali ketempat lalu ia memandang pintu kamar dan mendekatkan kepalanya dipintu.


"Xia lu, kau sudah tidur?, mengapa kau tidak tidur disebelah kamarku? atau kamar dikediaman kita?"tanya Zhang dengan suara lembutnya.


"...."hening tidak ada jawaban sama sekali dari dalam kamar.


Zhang menarik napas dengan berat lalu menghembuskannya dengan kasar, ia memandang bangunan-bangunan dikediaman milik Xia lu dulu sebelum mereka bertunangan.



**Besok Paginya**



...**Dalam kamar kediaman**...



Tampak gadis cantik sedang menulis sesuatu di titah yang berada diatas meja riasnya.



"Maaf Zhang, aku harus melakukan ini"gumam Xia lu sambil menulis pesan sesuatu dititah itu.



Selesai menulis Xia lu menutup titah lalu menggulung dan meletakannya dalam laci di meja rias itu.



Xia lu beranjak dari dudukannya dan melirik Ceh yi yang masih tertidur diatas ranjang dengan balutan selimut.



Xia lu berjalan mendekati pintu kamar lalu membuka kunci gemboknya, pintu dibuka olehnya dan saat terbuka.



"brukkk"tubuh Seseorang yang duduk bersandar dipintu jadi ambruk dilantai tepat didepan Kaki Xia lu.



"Zhang"sebut Xia lu langsung duduk dengan wajah cemas melihat Pria dihadapannya memejamkan mata.