
"Dialah sosok gadis yang aku cari selama ini, gadis yang membuatku tidak bisa tidur nyenyak jika tidak menatap wajahnya, gadis yang bisa mengukir senyum dibibirku yang kaku, gadis yang memberikan berjuta kebahagian yang tidak terhitungnya, dia adalah istriku, istriku Xia lu"lontar Zhang yang membuat semua orang yang mendengarnya terharu.
Xia lu tidak bisa menahan tangisnya, ia terus menangis tanpa suara saking terharunya saat ini.
***
Selesai acara itu, di dalam ruang rias yang berada dalam studio
Xia lu dan Zhang duduk di sofa terus saling berpelukan erat, mereka tidak berhentinya menangis karena begitu haru.
"Aku tidak menyangka menemukanmu disini, hikss hiks"ucap Xia lu sesegukan menangis membasahi kemeja yang dipakai Zhang.
"Dan aku tidak menyangka Xia lu aku bisa berada disini"sambung Zhang menyapu lembut rambut Xia lu.
Asiknya dua orang itu berpelukan mereka tidak sadar di samping sofa yang mereka duduki kini berdiri dua orang dengan wajah sedihnya.
"Akhirnya, Yang Mulia Kaisar bisa menemukan Putri Xia lu"ucap Han shu.
"Jadi dia Pria yang diceritakanmu Xia lu malam tadi?"tanya Yu ri yang berdiri disamping Han shu.
Xia lu melepaskan pelukannya, ia menghapus air matanya dan menatap Yu ri dengan menganggukan kepala lalu beralih melirik Pria disamping gadis itu.
"Han shu"sebut Xia lu agak sedikit terkejut.
Han shu tersenyum, tiba-tiba dia menaikan kedua alisnya, "Apa Putri Xia lu yang pernah menumpang jalan di mobil bos ku?, suaranya mirip"herannya.
Xia lu menaikan sebelah alisnya, ia melirik Zhang lalu Han shu dengan wajah terkejut.
"Jadi bos mu yang sakit gigi itu adalah Zhang?"tanya Xia lu yang membuat Zhang tersentak.
"Jadi anda adalah gadis yang memakan mie dengan mengenakan helm?"tanya Han shu tersenyum lebar.
Xia lu mengangguk cepat, "aku memakai helm karena aku bisa menangis sepuasnya tanpa dilihat siapapun apalagi aku makan Mie pedas agar tidak ada yang menyadari jika aku menangis sambil memakan Mie"lirihnya terdengar sedih.
"Mengapa kau menangis?"tanya Zhang.
"tentu saja karena dirimu, aku tidak rela kita berpisah dan sulit bagiku kau tidak ada bersamaku"jawab Xia lu yang membuat Zhang merasa bersalah.
"Maaf aku membuatmu menangis, sekarang aku akan selalu bersamamu, kita akan bersama selamanya"lontar Zhang lagi langsung menarik dan memeluk tubuh Xia lu kembali.
"Ahh, sosweet sekali, aku juga ingin dipeluk oleh bintang Mr. Zhang"ucap Yu ri menghentakan-hentakan kakinya di tempat.
"Tidak boleh, jika aku boleh"larang Han shu membuka suara.
"Siapa kau berani melarang?"bantah Yu ri menghadap Han shu dengan lagak beraninya.
Han shu melepaskan kancing jas-nya dengan gaya cool, ia memperbaiki kerah kemeja maupun kancing dipergelangan tangan lalu rambut pendeknya yang mengkilat rapi.
"Aku adalah sekretaris Mr, Zhang, sedangkan kau siapa hah?"tanya Han shu memajukan tubuhnya kedepan Yu ri.
Yu ri terkejut, ia jadi memundurkan langkah kakinya sampai tersudut kedinding oleh Han shu.
"Kau gadis beruntung bisa melihatku secara dekat"ucap Han shu tersenyum nakal mendekatkan tubuhnya pada Yu ri.
"Aaaa...Xia lu Pria ini narsis sekali dia bukan tipeku aku in..."ucap Yu ri terpotong.
"Apa kau bilang narsis?, Bos Zhang"panggil Han shu membalikan tubuhnya melirik arah sofa yang kosong.
Yu ri ikut melirik kearah sofa yang kosong tidak ada yang duduk.
"Dimana mereka?"tanya Yu ri menaikan kedua alisnya.
***
...Di luar studio...
Keadaan begitu ramai dipenuhi akan reporter maupun yang lainnya menunggu Sang Bintang keluar untuk menanyakan perihal tentang kejadian tadi.
Dalam mobil yang terparkir dihalaman luas luar studio itu, tampak dua orang berlawanan jenis yang melepaskan masker dan topi mereka.
"Xia lu"panggil Zhang yang memegang roda kemudi mobil.
"hmm?"jawab Xia lu tersenyum melirik kesamping menatap wajah Zhang.
"tidak jadi, kau ingin kemana?"tanya Zhang tersenyum menyalakan mesin mobil dan menjalankan mobilnya dengan sebelah tangan.
"Aku ingin kemana saja"jawab Xia lu tersenyum memandang lurus.
Zhang menganggukan kepalanya, "Bagaimana jika kita kerumahmu?"tanyanya.
"Rumahku?, ayah pasti akan mengajukan pertanyaan tentang apa yang terjadi di studio saat kau bertemu denganku, tidak usah"tolak Xia lu menggelengkan kepalanya.
"Kita keapartemenku saja, mengisahkan semuanya apa yang terjadi"ucap Xia lu tersenyum.
"Baik"setuju Zhang melajukan mobil yang dikendarainya.
***
Sesampainya di apartemen milik Xia lu.
Xia lu dan Zhang masuk dalam apartemen milik Xia lu yang lumayan besar ada beberapa ruangnya.
Mereka tidak menutup pintu karena pintu masuk otomatis sudah ditutup sendiri dengan menggunakan ucapan kata sandi.
"Kau tinggal sendiri?"tanya Zhang melihat kesekitar kamar dengan kedua tangan dimasukan dalam saku celananya.
"iya, saat aku remaja aku sudah biasa tinggal sendiri diapartemen"jawab Xia lu berjalan menuju pengantungan barang sambil melepaskan mantel yang dipakainya lalu mengantungnya.
Zhang mengangguk, dia duduk di sofa yang berada ditengah ruang lalu melirik Xia lu yang berjalan menuju dapur dan mengambil sesuatu dalam kulkas.
Xia lu kembali membawa Dua kaleng sprit lemon yang diambil dari kulkas dan duduk disamping Zhang lalu meletakan dua kaleng sprit itu keatas meja didepan sofa yang mereka duduki.
"Minumlah"pinta Xia lu tersenyum.
Zhang mengangguk, ia mengambil satu kaleng sprit dan ingin membuka tutupnya.
"Kau tidak tahu cara membukanya-kan?, biar aku membukakannya untukmu"sela Xia lu mengambil kaleng ditangan Zhang dan membukanya.
Xia lu memberikan kembali kaleng itu ketangan Zhang lalu mengambil kaleng sprit miliknya.
Zhang tersenyum, ia meminum air lemon dalam kaleng dengan sekali tegukan habis.
Xia lu juga minum sprit ditangannya yang sudah dibukanya, selesai meminum sampai habis ia meletakan kaleng diatas meja kembali dan menatap wajah Zhang.
"Rasanya sangat enak, semenjak aku kembali kedunia ini baru aku menemukan rasa minuman saaangat menyegarkan dan enak"lontar Xia lu tersenyum manis mengelap sudut bibirnya.
Zhang mengamati wajah dan tingkah Xia lu tersenyum, "Produk ini baru, dan perusahaanku yang telah memproduksinya"tuturnya yang membuat Xia lu terkejut.
"Dan aku yang membuatnya"ucap Zhang lagi tersenyum menyodongkan tubuhnya pada Xia lu.
Zhang mengamati wajah Xia lu dengan intens, "Kau lebih lebih cantik, dan manis disini"ungkapnya tersenyum.
"Kau juga lebih lebih tampan disini, gaya rambutmu"balas Xia lu terkekeh memalingkan mukanya.
"Mengapa bagus bukan?, aku lebih tampan dari aktor Xiao Zhan bukan?"tanya Zhang terus menyodongkan tubuhnya sampai Xia lu terbaring disofa lebar itu.
Xia lu menganggukan kepalanya dengan kedua tangan menutup dadanya.
"Aku sangat merindukanmu"ungkap Zhang mendekatkan bibirnya pada Xia lu.
Xia lu memejamkan matanya, sentuhan bibir lembut terasa menyentuh bibir merahnya.
Zhang ******* bibir manis Xia lu dengan lembut dan dibalas Xia lu tidak kalah lembut.
**Besoknya**.
...**Dalam kamar di apartemen Xia lu**...
Xia lu duduk dari rebahannya baru bangun tidur, ia melihat dalam kamarnya yang tampak rapi lalu beranjak dari atas kasur dan pergi keluar dari dalam kamar.
Xia lu menuju dapur untuk membasuh mukanya lalu minum air putih dipagi hari, lalu kembali masuk dalam kamar dan mandi.
Selesai mandi dan berganti baju dengan style rumahan, Xia lu membuka tirai jendela lalu membersihkan dalam apartemennya mulai dari menyapu lantai, mengepel dan mengelap begitu rajinnya.
Selesai melakukan itu, tiba-tiba terdengar pencetan suara bunyi bel yang ditekan seseorang didepan pintu.
Xia lu yang sedang menyiram tanaman dibalkonnya pun berjalan menuju pintu sembari memperbaik ikatan rambutnya keatas
"titt"Xia lu menekan tombol kata sandi hingga pintu otomotis bergeser dan terbuka.
Saat terbuka, dua orang Pria berbadan kekar langsung menyekap Xia lu dan membius mulutnya hingga pingsan ditempat.
Dua Pria itu langsung membawa Xia lu secara tersembunyi tanpa diketahui siapapun dalam apartemen besar itu.
\*\*\*
Xia lu dibawa kesebuah ruang dimana dipenuhi lemari banyak, pakaian bagus banyak yang bergantung.
Tubuh Xia lu di duduki di kursi masih belum tersadar, terdapat dua wanita cantik disebelah kanan dan kirinya.
Dua wanita itu tersenyum melihat gadis yang masih pingsan itu, mereka secara bersamaan mengambil koper besar dan membuka diatas meja depan kursi itu.
Mereka mengambil alat perlengkapan make up mahal, dan mengaplikasikannya keseluruh wajah Xia lu begitu hati-hati dan serius.
Selesai mendadani wajah Xia lu mereka bahkan memakaikan gadis yang belum sadar itu dengan Gaun putih panjang yang begitu indah.
Memasangkan aksesoris seperti kalung, anting-anting dan mahkota diatas rambut Xia lu yang dikeriting gantung begitu indah.
Selesai menghias Xia lu lalu memasangkan sepatu tinggi bewarna putih mengkilat dikedua kaki mulus gadis itu.
Setelah menghias gadis itu mereka menutup matanya dengan kain merah.
Tiba-tiba Xia lu membuka matanya, penglihatannya gelap tidak melihat apapun, "Dimana ku?"tanyanya.
Hening, dua wanita itu langsung mencekal kedua bersebelahan tangan Xia lu dan membawanya berdiri dan berjalan keluar dari ruangan itu.
Saat keluar dari ruangan itu yang langsung menghubungkan tengah lapangan rumput halus yang begitu hijau dan luas.
"Dimana aku?, Ck lepaskan"berontak Xia lu berusaha lepas dari dua orang yang mencekal tangan dan membawanya berjalan.
Xia lu dibawa berjalan ketengah karpet merah yang begitu panjang menuju panggung tidak tinggi.
bersebelahan kanan dan kiri terdapat tempat duduk yang dipenuhi oleh orang-orang terhormat yang tampak tersenyum lebar memandang Xia lu.
Sesampainya menaiki panggung, dua wanita yang membawa Xia lu kembali turun dan menjauh.
Sosok Pria tampan yang mengenakan kemeja hitam yang terdapat setangkai bunga mawar dikantong depan dadanya.
Dia melepaskan ikatan kain yang menutupi mata Xia lu dan disambut tepuk tangan sangat meriah dari semua orang yang duduk dibawah.
Xia lu menutup mulutnya melihat kesekitar, ia terkejut melihat penampilannya yang memakai Gaun pengantin begitu indah memanjang sampai kelantai panggung seperti Princess dari kayangan.
Semua tamu yang berhadir duduk dibawah begitu terpana melihat penampilan Dua orang di atas panggung itu sudah seperti Putri dan Pangeran sungguhan.
Tiba-tiba terdengar suara mic, "Selamat sore para hadirin semua yang berhadir disini, hormat pada Presiden Li Min sang ayah mempelai Pria, hormat pads Mr. Lu wen sang ayah mempelai wanita, hari indah ini dimana kita menyaksikan secara langsung pernikahan dan resepsi dari Mr, Zhang dan Nn. Xia lu, nama dua orang ini kalian tentu semua sudah tahu karena isi berita semua dipenuhi akan dua sosok orang ini"Ucao pembaca acara yang membacakan dibawah panggung dengan memegang mikrofon.
Xia lu dan Zhang saling menatap dengan senyuman senang.
"Khem, Pernikahan akan dimulai, silakan kedua mempelai berdiri berdampingan menghadap saya"ucap sang pembina pernikahan yang berdiri dibelakang Xia lu dan Zhang di atas meja mimbar.
Tiba-tiba Zhang langsung menggendong tubuh Xia lu dengan mesra membuat semua orang melototkan mata baru pertama kali melihat pasangan barbar dan terbuka itu.
Zhang berdiri dihadapan sang saksi nikah untuk membacakan sumpah seumur hidup.
Pria yang berada diatas meja itu seketika terbatuk melihat raut wajah dingin Zhang yang begitu serius.
"Zhang turunkan, ini didepan umum"pinta Xia lu berucap pelan.
"tidak"tolak Zhang dengan wajah datarnya.
"Cepat"pinta Zhang.
"Saat ini dan detik ini, di hadapan Tuhan, semua orang yang menjadi saksi disini pengucapan sumpah pernikahan"Ucap Pria yang berada diatas meja dengan wajah seriusnya berucap dengan keras.
"Apa anda bersedia bersumpah akan selalu bersama dengan Nona Xia lu melalui suka dan duka, bersumpah hidup bersama sebagai suaminya, bersediakah anda Tuan Zhang?"tegas Pria yang dihadapan Zhang.
Zhang menelan ludahnya, bibirnya terangkat, "Saya bersumpah akan selalu bersama dengan Nona Xia lu melalui suka dan duka dan bersedia menjadi suami sahnya!"tegasnya dengan penuh keyakinan dan keberanian menatap wajah gadis digendongannya saat ini.
"Nona Xia lu, apa anda bersedia menjalani hidup bersama Tuan Zhang, selalu bersamanya dalam suka dan duka, bersediakah anda menjadi istrinya?"tanya Pria itu lagi.
Xia lu meyakinkan dirinya menatap wajah Zhang yang sedang menatapnya.
"Saya sangat bersedia menjadi istri Tuan Zhang, hidup bersamanya dikala suka maupun duka, menjaga, melindungi membuatnya tersenyum, saya bersedia"lontar Xia lu dengan suara lembut namun penuh keyakinan.
"Dengan pernyataan penuh keyakinan, keberanian, keseriusan dan ketegasan ini, Mulai sekarang dihadapan Tuhan, saksi yang berada disini kalian berdua telah menjadi sepasang suami istri yang SAH, SAH!"tegas Pria diatas panggung meja itu dengan keras.
Zhang menurunkan Xia lu digendongannya, mereka berdua langsung saling berpelukan dan berciuman manis didepan semua orang.
"Prok...prok"semua orang yang duduk dibangku bawah bertepuk tangan dengan meriahnya.
"huhuhuuuuu"Sorak Han shu berdiri dari dudukannnya bersamaan dengan Yu ri yang juga berdiri disampingnya.
"YEEYYYYYYY, AKHIRNYA TEMANKU SUDAH MENIKAH"sorak Yu ri berteriak nyaring membuat gending telinga orang-orang disekitarnya sakit.
"YUHUUUUU"sorak Han shu menyambung Yu ri.
Zhang dan Xia lu melepaskan ciuman mereka lalu saling menatap dengan lembut.
"Cekrek"sang fotographer yang memotret dibawah pose manis Xia lu dan Zhang saling bertatapan.
Kedua Pria terhormatnya yang namanya sangat disegani melangkah menaiki tangga secara berdampingan menuju Xia lu dan Zhang.
"Sekarang kita sudah menjadi besan Lu wen, tidak kusangka Putrimu yang cantik akan menjadi menantuku"Puji Drs. Li min merangkul pundak Mr. Lu wen yang adalah ayah Xia lu tampak akrab.
"Hahaha, Li min apa kau ingat saat kita masih dalam jenjang sekolah dasar, kita pernah membolos bersama"bisik Ayah Xia lu merangkul balik Drs. Li min.
"Benar, kita rahasiakan tentang ini pada cucu kita nanti, xixixi"bisik Dua Pria tua ini terlihat begitu akrab.
Sesampainya dihadapan Dua orang yang sudah menggelar sebutan suami istri itu, mereka saling berpelukan hangat.
"Ayah, ayah mertua"sebut Zhang dan Xia lu secara bersamaan.
Empat orang itu berpelukan hangat dan saling menatap wajah sesama.
"Kami berdua berharap kalian selalu bahagia panjang umur dan cepat memberikan Cucu pada kami benarkan Lu wen?"tanya Ayah Zhang.
"Sangat benar, hei kau kau harus bisa menjaga dan membahagiakan Putriku satu-satunya ini, setelah dia menikah dia akan jarang menemuiku"lontar Lu wen menatao Zhang lalu Xia lu.
"Ayah, ayah tidak akan sendiri, aku bisa menemui ayah kapanpun bersama Zhang nanti"balas Xia lu memeluk erat tubuh Ayahnya.
"Ayah berharap kau selalu bahagia, ibumu pasti merasa senang disana mengetahui Putrinya telah menikah"lontar Lu wen pada Xia lu.
"Hikss hikss"Xia lu jadi menangis mendengar itu.
"Hei menantu cantik ayah, sini peluk aku juga"Lontar Ayah Zhang merentangkan kedua tangannya.
Xia lu beralih memeluk Pria itu dan mereka pun berempat saling berpelukan dengan erat dan tawa bahagia.
Para Photographer profesional yang mengumpul dibawah panggung terus memotet empat orang ternama yang saling berpelukan itu.
Keluarga kecil itu saling merangkul sesama dan berfoto dengan pose berganti-ganti.
Han shu dan Yu ri yang sedang diwawancarai oleh Para reporter pun meninggalkan aktivitas mereka yang suka berbicara panjang dan cepat menuju Xia lu dan Zhang ikut berpoto.
Hari itu adalah hari yang bahagia, tawa dan canda selalu terisi bagi Xia lu dan Zhang yang dipisahkan oleh takdir dan dipertemukan juga lagi oleh takdir. Tuhan yang maha adil dan bijaksana akan selalu memberikan kebahagiaan pada setiap hambanya.
⭐Setiap keadaan sulit, menekan, tetaplah terus bersabar, terima, hadapi dan jalani. Dibalik kesulitan itu akan ada hal baik yang tak akan kau duga dengan itulah setiap insan manusia kalanya harus menerima dan mensyukuri setiap apa yang diberikan oleh Tuhan.
Cinta adalah perasaan indah yang tak tau kapan datangnya, setiap ada pertemuan pasti ada perpisahan. Ketika cinta datang kita harus bersiap menerima resikonya, kebahagiaan dan rasa sakit itu adalah resiko yang harus kita terima, namun tetaplah bertahan Cinta akan menunjukan keistimewaannya jika kau terus bersabar.
Jika kita menginginkan Cinta sejati maka pandanglah orang yang kau cintai saat ini secara sempurna dan sangat penting dalam hidupmu.⭐
(*asik nunggu malam pertama inih😂*).
***bersambung***...