EXTRAORDINARY YOU

EXTRAORDINARY YOU
kesalahpahaman tentang perang


Zhang tersenyum memegang wajah Xia lu, ia menyatukan keningnya pada kening Xia lu, "Berjanjilah tetap disisiku selamanya"lirihnya dengan nafas mengemburu dirasakan oleh Xia lu.


"Emm"angguk Xia lu tersenyum menatap bola mata Zhang dari dekat.


"Aku sangat menyayangimu"ucap Zhang mendekap tubuh Xia lu kembali dengan senyuman senang.


"Aku juga"ucap Xia lu tersenyum senang mengusap-usap punggung kekar Pria yang dipeluknya.


***


Pasukan Zhang kini melanjutkan perjalanan mereka lagi, mereka berkuda pelan sambil melihat sekitar keadaan kota dikekaisaran yang tidak terlalu padat tidak seperti Kekaisaran Xing xing maupun Yuan.


beberapa lama kemudian mereka sudah sampai di pertengahan kota, saat memasuki kota tengah sontak Para rakyat disitu menghentikan kegiatan mereka melihat Sosok Kaisar yang memimpin Kekaisaran terbesar secara langsung didepan mata mereka.


"Hormat Yang Mulia, hormat Yang mulia"seru Semua rakyat disepanjang jalan membungkukan tubuh mereka.


Dari jauh disimpang jalan sebelah kanan tampak dua kuda putih yang ditunggangi Dua Pria keluar dari jalan itu menuju keramain tempat.


"Kaisar muda Zhang, Putri Xia lu!"Panggil Pangeran Dong li berteriak dengan senyuman hangat melambaikan sebelah tangannya dari atas kuda.


Seketika Zhang menghentikan pacuan kudanya beserta semua yang berkuda dibelakangnya.


"Dia adalah ayah Dong li?"tanya Xia lu berucap pelan melihat sosok Pria tua yang berkuda disamping kuda Pangeran Dong li.


"hm"dehem Zhang menjawab pertanyaan Xia lu.


"Aku penasaran Raja siapa yang akan kita lawan, dan pasukan seperti apa mereka"ucap Xia lu.


"Mereka adalah bangsa asing yang pemimpinnya disebut seorang Raja, dalam dinasti kita disebut Kaisar namun bagi mereka disebut Raja"ucap Zhang menatap wajah Xia lu yang berduduk didepannya.


"Ada juga disebut Presiden"sebut Xia lu yang membuat Zhang terkejut.


"Presiden?, aku belum pernah mendengar istilah kata itu"heran Zhang menaikan sebelah alisnya.


"Tentu saja kare..."jawab Xia lu terpotong karena Pangeran Dong li dan ayahnya sudah berada dihadapannya sekarang.


"Salam Kaisar muda Zhang"salam Kaisar Gu li melempar senyum hangat pada Zhang.


"hm"dehem Zhang memasang wajah datar.


"Hai Xia lu"sapa Dong li melempar senyum pada Xia lu yang menunggangi kuda bersama Zhang.


"Hai Dong li"sapa balik Xia lu melempar senyum hangat.


Dong li beralih melirik orang yang menunggangi kuda dibelakang kuda Zhang, "Hai Li chen"sapanya tersenyum.


Li chen hanya berdiam dengan memasang wajah datar, kita hanya teman Dong li kau sadarkan itu(batinnya).


Keadaan jadi hening setelah sapaan Dong li pada Li chen yang tidak ada jawaban sama sekali.


Kaisar Gu li membuka suara, "Maaf merepotkan Yang Mulia, Saya sangat bersyukur anda bersedia untuk membantu Perang melawan bangsa asing ini, Kami dan Para Rakyat tidak akan pernah melupakannya"Ucapnya dengan senyuman hangat.


Zhang tersenyuk tipis, "Biasa saja Kaisar Gu li, aku hanya ingin Dinasti Xing xing ini aman dan bersih dari jejahan Bangsa asing"jawabnya.


"Benar, anda tidak perlu sungkan"sambung Xia lu melempar senyum pada Pria paruh baya itu.


"Aigooo, siapa dia sangat cantik sekali?, mengapa kau baru menyadari jika ada gadis didepan Kaisar muda Zhang"tanya Kaisar Gu li melempar senyum pada Xia lu.


"Dia calon Permaisuriku, dan tidak lama kami akan menikah"jawab Zhang tersenyum memeluk tubuh Xia lu dari belakang.


Melihat itu semuanya memalingkan muka dengan wajah terkejut dan malu.


"oh iya, kapan kita akan melanjutkan perjalanan?"Tanya Zhang menarik tangannya kembali.


"menyebalkan"dengus pelan Xia lu yang terdengar ditelinga Zhang.


"Baik Yang Mulia, Saya sudah membawa sekitar Seribu anggota Prajurit yang akan muncul dari arah tersembunyi dipadang tandus selanjutnya saya ingin membicarakannya pada anda"ucap Kaisar Gu li dengan wajah tegasnya.


"Hm, Jalan kembali"perintah Zhang langsung memacu kudanya kembali.


Mereka semua berkuda kembali dengan ditambah Anggita Pasukan dari Kaisar Gu li setengahnya, Pemimpin yang berkuda didepan adalah Pangeran Dong li, Jenderal Pei dan Li chen sedangkan dibelakang tiga orang itu Kaisar Zhang yang berkuda bersama Xia lu dan Kaisar Gu li sedang sibuk membicarakan tentang strategi yang akan diatur oleh Zhang.


***


Dibalik pohon rimbun, tampak dua sosok Pria dengan pakaian mewahnya duduk diatas bebatuan sedang mengasah pedang tajam masing-masing.


"Pedang kesayangan baruku ini tidak lama lagi akan ternoda darah"ucap Pria yang memakai mahkota kecil yang tidak menyanggul rambutnya, ia memandang Pedang yang berkilat tajam yang selesai di asahnya.


"Yang Mulia, apa anda berani melawannya?"tanya Pria yang duduk disampingnya.


"Kau meragukanku, aku akan melakukan apapun untuk bisa mendapatkannya meski harus tanggungan nyawa sekalipun"jawabnya tersenyum licik membayangkan sesuatu dibenak kepalanya.


"Yang Mulia benar luar biasa, anda itu memang cocok tidak Pria brengsek itu sangat jauh dari anda"ucap Pria yang bertanya tadi.


***


Hari sudah menjelang sore


Para pasukan yang bergabung kini sudah berada di jalan besar perhutanan yang jauh dari Kota Kekaisaran Li, pinggir jalan itu banyak pohon rimbun yang berdiri sejejer rapi.


Keadaan hanya hening, semua yang berkuda terdiam sibuk dengan pikiran mereka sendiri.


Asiknya berkuda tiba-tiba Kaisar Zhang yang berada ditengah menghentikan kudanya membuat semuanya ikut berhenti.


"Aku akan membagi tiga kelompok sesuai rencana, karena di depan mata kita ada tiga jalur jalan yang akan menuju padang tandus kita akan berperang"Ucap Zhang dengan wajah dinginnya.


Semua orang mengangguk dengan wajah serius mendengar ucapan Zhang.


"Jalur lurus, itu akan dipimpin olehku dan Xia lu"ucap Zhang.


"Eh maaf menyela Zhang, sebaiknya Xia lu bersamaku saja dan Kau bersama dengan Kaisar Gu li"Sela Li chen tidak setuju akan Zhang.


"Benar, aku bersama Li chen, dan Kau bersama Kaisar Gu li sedangkan Dong li bersama dengan Jenderal pei"sambung Xia lu setuju.


"Tapi aku ingin kau bers..."ucap Zhang terpotong.


"Tidak Zhang, Kau percayakan padaku jika aku bisa melindungi diriku sendiri"sela Xia lu tersenyum percaya diri.


"Baiklah"pasrah Zhang tersenyum menyapu-nyapu rambut Xia lu.


"Prajurit serahkan satu kuda untuk Putri Xia lu!"teriak Kaisar Gu li memerintah pada Prajuritnya yang berkuda dibelakang.


Mendengar itu Salah satu Prajurit menyelang perkumpulan dengan membawa kuda menuju Kaisar Gu li.


Xia lu turun dari atas kuda dibantu Zhang yang tampak sedikit kecewa.


Sesampainya muncul kuda disamping Xia lu yang dibawa oleh Prajurit Kaisar Gu li, Xia lu langsung naik keatas kuda itu lalu melirik Zhang.


"Sampai ketemu di medan perang"ucap Xia lu tersenyum santai pada Zhang.


"Kita akan berpencar dalam tiga jalur, bagi masing-masing kelompok sebanyak seratus delapan puluh anggota, paham?"Tanya Zhang pada semua orang.


semuanya mengangguk paham.


"Jadi bersiaplah"ucap Zhang langsung memacu kudanya lebih dulu berjalan lurus lalu diikuti Kaisar Gu li dan beberapa Prajurit banyak.


Pangeran Dong li dan Jenderal Pei pergi kearah jalan kanan diikuti banyak Prajurit juga, sedangkan Xia lu dan Li chen mereka pergi kearah jalan kiri diikuti banyak Prajurit juga.


Keenam orang yang masing-masing memimpin kelompok itu sudah menyiapkan senjata tersembunyi yang berada terselip diikat pinggang maupun selipan jubah besar, untuk Para prajurit mereka memakai baju besi dengan membawa masing-masing pedang dan tombak.


***


Dijalan yang Xia lu lewati, keadaan hanya hening sepanjang jalan dikelilingi pepohonan rimbun itu.


"Li chen"panggil Xia lu melirik Li chen sejenak yang berkuda disebelahnya.


"Iya Xia lu"jawab Li chen tersenyum melirik kesamping.


"emm, aku ingin bertanya soal Ayahmu, ap dia baik-baik saja?"Tanya Xia lu dengan wajah peduli.


"Ayahku?, entahlah aku juga merasa sangat cemas, aku ingin secepatnya dia sembuh namun bagaimana lagi saat ini aku tidak ada disisinya dan untuk menggantikannya disini, Semoga kita pulang membawa kemenangan"jawab Li chen dengan wajah tampak sedih.


"Jangan bersedih, aku yakin ayahmu pasti akan sembuh"ucap Xia lu melempar senyum hangat pada Li chen.


"Terimakasih"seru Li chen melempar senyum balik, ia mengangkat sebelah tangan kanannya memperbaiki poni rambut yang keluar lalu menyelipkannya kembali di belakang telinga.


Xia lu tersentak melihat sesuatu yang terpasang di pergelangan tangan Li chen, ia jadi melirik gelang dipergelangan tangan sebelah kirinya.


"Cantik bukan gelang ini?"tanya Li chen tersenyum menunjukan gelang anyaman cantik bewarna pink muda dengan papan nama terukir nama dirinya pada Xia lu.


"emm"angguk Xia lu langsung menyembunyikan gelang yang terpasang di tangan kirinya dengan menyembunyikan tangannya itu dibelakang punggung.


"Kau tahu Zhang lah yang telah membuatkannya sendiri untukku Xia lu"Ucap Li chen tersenyum senang memandang gelang ditangannya.


"Zhang?"tanya Xia lu.


"iya"jawab Li chen melempar senyum pada Xia lu.


Xia lu mengangguk, ia menatap lurus kembali jalan didepan matanya.


Apa maksudnya?, bukankah Zhang bilang hanya membuatkan gelang ini untukku tapi kenapa Li chen bisa memiliki yang sama persis, Ah sudahlah tidak usah dipikirkan(batinnya).


Li chen tersenyum sinis melihat raut wajah Xia lu tampak memikirkan sesuatu.


Xia lu menarik tali kuda lebih kuat, ia berkuda sangat cepat mendahului Li chen.


"Kalian cepatlah, jangan lamban waktu kita sampai ke padang tidak banyak!"tegur Xia lu dengan wajah tegasnya berteriak kencang.


Mendengar teriakan Xia lu, Para prajurit langsung mempercepat kuda mereka.


***


...Padang tandus...


Terlihat bangsa asing dengan pakaian asingnya pula menunggangi kuda berbaris begitu rapi ditengah padang itu.


"Why so long?(Mengapa begitu lama)?"tanya Raja Dylan melirik kesamping.


"Please be patient(Harap Raja bersabar)"jawab Panglimanya yang berada di sebelah kudanya.


Tiba-tiba dari arah tengah datang kumpulan orang banyak dengan menunggangi kuda, pandangan Raja itu jadi tertuju pada Pria tampan dan gagahnya yang menunggangi kuda paling depan.


Dari arah samping kanan dan kiri tampak kelompokan lagi yang menunggangi kuda membuat Raja itu menaikan sebelah alis melihatnya.


Kelompokan yang berada ditengah menghentikan kudanya tidak jauh dari hadapan kelompokan Raja itu. Sedangkan samping kanan dan kiri juga menghentikan kuda mereka tidak jauh jaraknya dari kelompokan Bangsa asing itu.


"Why so many come?(Mengapa begitu banyak yang datang)?"tanya Raja itu tampak heran dan terkejut melihat banyaknya kelompokan yang mengelilinginya.


Zhang yang berkuda paling depan melangkah maju kedepan Raja itu dengan wajah datarnya.


Sesampainya didepan Raja itu, "Tidak usah berpura-pura lagi trikmu itu tidak akan berhasil"ucap Zhang tersenyum tipis.


Raja Dylan menaikan kedua alisnya dengan wajah tampak bingung melihat apa yang didepan matanya.


" I don't understand what you are saying Handsome man?(Saya tidak paham apa yang anda katakan Pria tampan?)"tanya Raja Dylan dengan bahasa asingnya melirik Kaisar Zhang


Perkataan asing itu membuat semua orang bingung apa maksud yang dikatakan Raja itu.


"What do you mean?(Apa maksudmu?)"tanya Xia lu berucap bahasa asing yang membuat semua orang terkejut.


Sontak semua mata melirik pada Xia lu yang memacu kuda pelan mendekati Raja itu.


"What does all this mean?(Apa arti semua ini?)"Tanya Raja Dylan melirik Xia lu, sejenak tubuh Pria itu mematung melihat wanita cantik yang berjalan pelan menunggangi kuda.


"What do you mean?, don't you invite war to be able to colonize our homeland?, that won't work!(Maksud anda apa?, bukankah anda ingin mengajak Perang untuk bisa menjajah tanah air kami?, itu tidak akan bisa!)"ucap Xia lu berbahasa asing yang membuat semua orang melongo tidak percaya.


Zhang terkejut mendengar Xia lu mengatakan sesuatu dengan bahasa asing yang dirinya pun tidak mengerti.


"War?, We don't invite war, our nation just wants to ask permission to enter this dynasty's place for business distribution to be brought to our place and a few days ago I sent a letter to the leader of this kingdom but in return we were asked to come here


Perang? (Kami tidak mengajak untuk perang, bangsa kami hanya ingin meminta izin masuk dalam tempat Dinasti ini untuk penyaluran bisnis dibawa ketempat kami dan beberapa hari lalu saya sudah mengirim surat pada pemimpin Kerajaan ini namun balasannya kami diminta datang disini)"ucap Raja Dylan tersenyum pada Xia lu.


Xia lu terkejut mendengar ucapan Raja itu, ia melirik Kaisar Zhang dan meminta Pria itu agar mendekat padanya.


Zhang mengangguk, dia merasa ada yang janggal dari raut wajah yang Xia lu tunjukan saat mendengar ucapan Raja itu.


Saat berada disebalah kuda Xia lu, Zhang mendekatkan tubuhnya kesamping membisikan sesuatu


"Kau mengerti bahasanya Xia lu?"bisik Zhang menatap wajah Xia lu.


"emm, Katanya dia tidak mengajak perang melainkan penyaluran bisnis pada Kaisar Gu li, tapi sepertinya terjadi kesalahpahaman akan Kaisar Gu li yang tidak mengerti bahasa yang ia gunakan jadi dampaknya seperti ini"bisik Xia lu yang membuat Zhang sejenak terkejut.


"SERANG KAISAR ZHANG!"teriak Pangeran Dong li dari atas kudanya, ia menunjuk Kaisar Zhang dengan kilatan bencinya.


"SERANG"teriak seseorang lagi menunggangi kuda dari arah lain.


"Kaisar Ying"sebut Zhang mengepalkan tangannya.


Semua Prajurit yang mengikuti kelompok tadi melaksanakan perintah Kaisar Ying, Mereka bukanlah Prajurit Kaisar Gu li melainkan Kaisar Ying.


Para pasukan Kaisar Zhang dan Xia lu pun melawan Semua Prajurit dengan kemampuan beladiri mereka, meski jumlah mereka sangat sedikit itu tidak menjadi kelemahan mereka.


Kaisar Gu li terkejut melibat Putranya berteriak tampak begitu membenci orang yang dia minta bantuan, ia bingung apa yang terjadi.


Pasukan ini bu...bukankah Para prajuritku?(batin Kaisar Gu li)


"Dong li apa yang kau katakan!"teriak Xia lu terkejut mendengar teriakan Pria yang adalah temannya semasa diperguruan.


Li chen tersentak ditempat, ia tidak menduga Pria yang ditolaknya melakukan hal yang sangat tidak ia harapkan terjadi.


"HEI SI CUNGUK, KU BILANG XIA LU TETAPLAH MILIKKU!"teriak Kaisar Ying berkuda cepat mendekati Zhang dan Xia lu.


Kini dentingan pedang terdengar memenuhi padang tandus itu, Para prajurit menyerang para pasukan Kaisar Zhang.


Pertumpahan darah terjadi begitu cepat, padang itu semakin dilumuri darah banyak.


Kaisar Zhang turun dari atas kuda, ia melawan Dua Pria sekaligus yang berniat ingin membunuhnya.


Jenderal pei membantu melenyapkan Para prajurit banyak, Sama halnya dengan Raja Dylan yang tidak tau menau hanya bisa mengarahkan Pasukannya membantu Pasukan Kaisar Zhang yang begitu berjumlah empat puluhan melawan seribu orang.


Keadaan begitu risuh, lumuran darah, pedang dan mayat tergelatak dipadang tandus itu.


Raja Dylan ikut membantu Kaisar Zhang melawan Pangeran Dong li dan Kaisar Ying yang saling menyerang.


Xia lu membantu Li chen melenyapkan Para Prajurit yang tiada habisnya karena begitu banyak bertambah muncul dari arah tersembunyi.


Li chen tersenyum melihat Xia lu begitu gesit membunuh Para Prajurit dalam sekali tebasan, ia memundurkan langkah kakinya sedikit menjauh dari Xia lu.


Li chen melihat sekeliling semua orang yang asiknya saling melawan, ia kembali melirik Xia lu dari belakang memandang punggung gadis itu.


"Ini adalah kesempatan terbaikku untuk bisa menyingkirkannya tanpa diketahui siapapun"ucap Li chen tersenyum licik memandang pedang tajam ditangannya.


Tidak ingin menunggu, Li chen mengarahkan pedangnya lurus dengan gertakan gigi, ia berlari mendekati Xia lu dan berniat ingin menusuk dari belakang tubuh gadis yang sangat ingin dia singkirkan.


Bersambung...