
"Seperti Harry porther"jawab Kaisar Zhang tersenyum nakal pada Xia lu didepannya
"eee"kesal Xia lu menginjak sebelah kaki Kaisar Zhang tetapi lelaki itu tidak meringis sama sekali
Xia lu mendengus kesal dengan wajah terlihat lucu dimata Kaisar Zhang
Sesudah menginjak Xia lu mendekati kembali dinding tadi yang dicurigainya,dia ingin menyingkirkan sebuah lukisan dengan berjinjit tinggi
Tangan xia lu berusaha meraih lukisan yang jauh dari jangkauan tangannya
Kaisar Zhang berjalan mendekati Xia lu,dia berjinjit dan mengambil lukisan itu
Xia lu berbalik dan menatap lelaki didepannya dengan tersenyum
"terimakasih"Ucap Xia lu
Kaisar Zhang hanya diam dan memberikan lukisan ditangan pada Xia lu
"minggir kau"pinta Kaisar Zhang menunduk menatap Xia lu
Xia lu mengangguk dan menggeser tubuhnya kesamping dengan cepat
Kaisar Zhang mendekatkan dirinya kedinding,dia berjinjit lebih tinggi,tangannya menggeser papan yang dipasangkan lukisan tadi
"Ketemu"Ucap Kaisar Zhang tersenyum
"benarkah?"tanya Xia lu tersenyum
Tangan Kaisar Zhang mengambil sesuatu didalamnya lalu menunduk menatap Xia lu
"apa ini?"tanya Kaisar Zhang menghadap Xia lu,tangannya memperlihatkan titah yang masih tergulung bewarna keemasan
Mata Xia lu seketika berbinar,dia langsung mengambil titah ditangan Kaisar Zhang dan membuka titah itu
Saar terbuka yang terlihat tidak ada tulisan apapun membuat Kaisar Zhang yang juga melihat itu jadi heran
"benar ini..terimakasih"Ucap Xia lu langsung memeluk tubuh Kaisar Zhang tiba-tiba
Kaisar Zhang terkejut baru pertama kali ada orang yang berani memeluk dirinya
Xia lu yang begitu senangnya seketika tersadar memeluk seseorang lelaki
"Maaf"Ucap xia lu menjauhkan tubuhnya
"tidak apa...mengapa kau terlihat begitu senang mendapatkan titah yang hanya kosong itu?"Tanya Kaisar Zhang
"Karena ini memanglah terlihat kosong..seseorang memberitahuku bahwa aku harus menggunakan air dari batu giok hijau untuk melihatkan isi tulisan dalamnya yang memang disembunyikan oleh Kaisar wezi"Ucap Xia lu tersenyum pada Kaisar Zhang
"coba kulihat"ucap Kaisar Zhang mengambil titah itu ditangan Xia lu
Kaisar Zhang melihat titah yang hanya kosong itu dengan mata tajamnya,dia menyentuh titah itu dengan wajah menelisik
"emm..sepertinya kau benar..dari mana kau tahu hal seperti ini?"Tanya Kaisar Zhang pada Xia lu
"rahasia"Ucap Xia lu tersenyum,dia berjalan mendekati pintu dan mendobraknya agar terbuka
Kaisar Zhang menggulung titah ditangannya dan menyimpannya dalam saku celananya
"Junyi..Kau tidak akan bisa membukanya sekuat apapun"Ucap Kaisar Zhang berbalik melirik Xia lu
"lalu apa kita akan menunggu lama?"Tanya Xia lu berjalan kembali mendekati Kaisar Zhang
"emm"angguk Kaisar Zhang
sebenarnya aku bisa mendobrak pintu yang dikunci dirantai banyak sekalipun tapi aku tidak ingin menunjukannya karena aku tau kau pasti akan curiga..bagaimana lagi(batin Kaisar Zhang)
Xia lu memilih berduduk dilantai dan bersandar dinding menatap sekitar kamar
"Jendelanya juga"ucap Xia lu memayunkan bibirnya melirik kejendela yang dirantai gembok juga
Kaisar Zhang ikut berduduk disamping Xia lu
"apa kau tidak merasa takut terkunci seperti ini?"tanya Kaisar Zhang melirik kesamping menatap wajah xia lu
"tidak sama sekali..aku jadi teringat saat aku kecil..seorang anak kecil yang melihat hal yang tidak pantas untuk didengar dan dilihatnya"Ucap Xia lu tersenyum pada Kaisar Zhang
"Apa yang kau dengar dan lihat?"Tanya Kaisar Zhang berwajah serius menatap wajah xia lu
Xia lu tersenyum tipis
"Saat itu malam yang begitu dingin dan sunyi begitu gelap,aku terkurung dalam gudang..perasaan takut,gelisah menghantuiku..aku memeluk tubuhku sendiri dengan perasaan sangat takut..ketakutan itu bertambah lagi saat aku mendengar suara teritakan diluar gudang..suara teriakan wanita"
"wanita itu berteriak minta tolong namun hanya aku yang mendengarnya..aku berusaha mendekati pintu gudang dengan tubuh gemetar..saat didekat pintu aku melihat sedikit celah dari lubang pintu..wa..wanita yang berteriak itu sedang dipaksa melakukan hal yang memalukan,Kulihat Seorang Pria memaksa sedang melakukan hubungan intim pada wanita itu..wanita itu berusaha melarikan diri namun akhirnya Dia dibunuh ditempat dan Pria itu tetap melakukan hal yang menjijikan padanya"Ucap Xia lu dengan wajah terlihat sedih
"siapa wanita itu?"tanya Kaisar Zhang memegang wajah Xia lu
"Ibuku"jawab Xia lu menundukan kepalanya,matanya berkaca-kaca mengingat saat dirinya kecil dimana didepan matanya ibunya dibunuh
"lalu siapa pria itu?"tanya Kaisar Zhang lagi
"musuh ayahku"jawab xia lu mengedip-ngedipkan matanya menahan air mata yang keluar dari matanya
tidak kusangka akhirnya aku menceritakan tentang ini pada orang asing(batin xia lu)
"Setelah itu..ayahku yang mengetahui itu langsung membunuh lelaki itu..dia tersungkur ditanah dengan tatapan kosong..aku memukul pintu berulang kali sampai tangannku berdarah dan juga berteriak,akhirnya ayahku mendengarnya dan membuka pintu gudang..sampai setelah kejadian itu ayahku tidak pernah memedulikanku lagi..Aku jadi seseorang sangat dibencinya bahkan dia memutuskan aku bertun"Ucap Xia lu terpotong
"bertun?"Tanya Kaisar Zhang dengan wajah serius mendengar cerita xia lu
"bertuntun padanya"jawab Xia lu tersenyum
bertunangan(batin Xia lu)
"Tidak kusangka ada orang yang mengalami hal seperti itu dimasa kecilnya..lalu saat ini kau tinggal bersama siapa?"Tanya Kaisar Zhang
"Bersamamu"Jawab Xia lu tersenyum
"maksudku apa ayahmu masih hidup?"tanya Kaisar Zhang
"Emm..dia sangat jauh dariku..tidak akan bisa aku temui"jawab Xia lu
"Aku harap kau bisa bertemu dengannya"Ucap Kaisar Zhang menyapu-nyapu rambut Xia lu
bagaimana bisa aku bertemu dengannya jika aku terjebak dalam dunia ini(batin Xia lu)
"Lalu kau?,apa kau pernah dalam keadaan seperti itu?"Tanya Xia lu menatap wajah Kaisar Zhang
"apa junyi bersedia mendengar ceritaku?"tanya Kaisar Zhang menatap xia lu
"tentu saja"angguk Xia lu tersenyum
pemuda ini..meski dia mengalami hal yang sangat buruk tapi kulihat dia tetap bisa tersenyum dan ceria berbeda denganku..lelaki yang kuat(batin Kaisar Zhang)
"Jika aku..aku berbeda dengan kau..aku sengaja mengurung diriku seharian dalam gudang sangat gelap,sunyi dan kotor setelah kematian Kedua orang tuaku dua tahun lalu itu..Setelah Hari kematian kedua orang tuaku..saat itu dan setelah itu aku sangat menyalahkan diriku sendiri karena terlambat datang dan tidak berada disisi mereka..Aku mengurung diriku sendiri bahkan parahnya aku menyakiti diriku sendiri"
"Aku mencambuk tubuhku berulang kali sampai rasanya kulitku mengelupas dan sakitnya tidak terasa lagi bagiku..Aku menangis tersedu-sedu bahkan berteriak sepuasnya dalam gudang melepaskan rasa bersalahku..Hanya satu hari itu aku menyalahkan diriku sendiri..Setelah melepaskan semua rasa bersalahku..Aku bertekad Membalaskan dendam,setelah hari itu tidak ada lagi keceriaan dalam hidupku...semuanya begitu hampa"Ucap Kaisar Zhang dengan mata berkaca-kaca menatap sekitar kamar
"Kita sama kaka zhu...ingat perkataanku..ada kalanya dimana kita merasakan kesedihan mendalam setelah itu pasti ada kebahagiaan..Jalan Hidup tidak bisa kita tebak..Jangan pernah berputus asa selama nafasmu masih berhembus"Ucap Xia lu tersenyum pada Kaisar Zhang
Kaisar Zhang menoleh kesamping menatap wajah Xia lu dengan tersenyum namun bola mata yang terlihat berkaca-kaca
Kaisar Zhang jadi terkekeh,dia tidak bisa menangis
"aku sulit untuk menangis junyi"Ucap Kaisar Zhang tersenyum
"Bagus"ucap Xia lu tersenyum
lega rasanya menceritakan hal ini pada pemuda asing,mengapa aku jadi menceritakan padanya?(batin Kaisar Zhang)
"aaaahh"Xia lu menutup mulutnya yang mengoap
"aku ngantuk..sampai kapan kita disini?"Tanya Xia lu menatap Kaisar Zhang dengan mata terlihat sayu
Kaisar Zhang menatap kesamping menepuk-nepuk bahunya memaksudkan Xia lu menyandarkan kepala dibahunya
Xia lu menggeleng-gelengkan kepalanya
"tidak perlu"Ucap Xia lu tersenyum
Tiba-tiba kaisar Zhang menarik kepala xia lu dan meletakannya dibahunya
Xia lu tersenyum,matanya mulai sayu dia mulai memejamkan matanya dan tertidur bersandar ditubuh Kaisar Zhang
Kaisar Zhang tersenyum menatap wajah Xia lu yang bersandar dibahunya
"entah mengapa aku selalu setuju dengan yang dikatakan pemuda ini..padahal aku sulit sekali untuk mengatakan apa yang kurasakan pada seseorang..sekalipun itu kakaku,han shu maupun li chen"gumam Kaisar Zhang
\*\*\*\*\*
Pagi menjelang..
sinar matahari mulai muncul dari ufuk timur menyinari dunia
sinar itu mulai memasuki melewati jendela,sedikit celah sinar matahari mengenai wajah seorang gadis cantik yang terusik dari tidurnya
Dia mengerjapkan matanya mencoba sadar,perlahan gadis itu tersadar
dia melirik kesamping terdapat Lelaki yang masih tertidur bersandar didinding,Kaisar Zhang yang jadi sandarannya tidur semalaman
"eeeee"ucap Xia lu berdiri menjauhkan tubuhnya dan meregangkan badannya dengan tangan keatas dan memutar kepalanya
Asiknya merenggangkan badan tidak sengaja xia lu menundukan kepalanya dan menangkap dua orang terbaring tidak jauh didepannya
Mata Xia lu jadi melotot,dia berjalan pelan mendekati dua orang itu dan berjongkok
Xia lu mengulurkan tangannya memeriksa hembusan nafas wanita paruh baya beserta suaminya yang sudah kembali
tiba-tiba wanita itu membuka suara langsung memegang tangan Xia lu
"saudaraku..selamat ulang tahunmu untukmu..haha"kekehnya tersenyum tidak jelas
wanita itu melepaskan tangan xia lu dan tertidur kembali
Xia lu berdiri kembali dan mendekati Kaisar Zhang
"bangunlah..kita harus pergi cepat"Ucap Xia lu menggoyang-goyangkan tubuh Kaisar Zhang
Kaisar Zhang langsung membuka matanya dan berdiri
Xia lu juga berdiri dan melirik kearah pintu yang terbuka maupun jendela dalam kamar
"sepertinya mereka mabuk dan tidak menyadari keberadaan kita..mari kita pergi lewat jendela"Ucap Xia lu berjalan pelan mendekati jendela
Kaisar Zhang memeriksa saku celananya masih terdapat titah itu,dia pun berjalan mendekati jendela
Xia lu lebih dulu melesat keluar jendela dan sudah berada dibawah belakang bangunan itu
Kini giliran Kaisar Zhang melewati jendela dan meloncat turun
"tak"hentakan kaki Kaisar Zhang
Kaisar Zhang langsung menarik tangan Xia lu dan membawanya berjalan
"mana titah itu?"tanya Xia lu pada Kaisar Zhang
"ini"jawab kaisar zhang mengambil titah tergulung dalam sakunya dan memberikannya pada Xia lu
Xia lu tersenyum mengambilnya,dia terhenti berjalan dan menyimpan titah itu kedalam selipan ikat pinggang pakaian lelakinya
Tiba-tiba wajah yang tersenyum tadi jadi berubah panik
"Sekolah..perguruan..kita akan terlambat"Ucap Xia lu langsung menarik tangan Kaisar Zhang dan membawanya berlari melewati setiap belakang bangunan
Kaisar Zhang juga berlari cepat kini berubah dia yang membawa Xia lu berlari
Mereka berlari begitu kencang,dipenuhi dengan semangat tinggi
Mereka keluar dari pagar gerbang kediaman dengan jalan mengendap-endap karena penjaga gerbang itu sedang tertidur
karena masih pagi keadaan begitu sunyi memberuntungkan dua orang itu keluar dengan aman dan damai
**Dikamar asrama**
Kaisar Ying terbangun dari tidur nyenyaknya
Keadaan dalam asrama sudah begitu ramai akan para pemuda yang bersiap untuk perguruan
ada yang memainkan alat musik dipagi hari merasakan kedamaian hati
**Dari pintu besar asrama**
Xia lu dan Kaisar Zhang masuk secara bersamaan membuat pemuda yang berlalu jadi membicarakan Xia lu
"mengapa tuan muda junyi selalu berteman dengan orang seperti itu?begitu jelek dan memburukan diri sendiri"
"sudah bodoh bahkan jelek"
"Tuan muda junyi..tuan muda junyi apa dia tidak memikirkan reputasi dirinya berteman dengan tuan muda zhu si kulit hitam"
ucap para tuan muda disepanjang jalan membicarakan Xia lu yang selalu bersama kaisar zhang yang sedang menyamar