EXTRAORDINARY YOU

EXTRAORDINARY YOU
Kesalahpahaman


"Aaaaaa!, Kecoa!"teriak Li chen berdiri dari dudukannya, tidak sadar air anggur yang berada dalam cangkir di pegangnya tertumpah mengenai pakaian dibagian dada Xia lu.


Xia lu langsung berdiri dengan mulut terbuka lebar melirik pakainnya yang mengotor.


Semua mata jadi terpusat memerhatikan Xia lu dan Li chen.


Li chen terkejut melihat noda minuman anggurnya tumpah membasahi pakaian Xia lu, ia langsung meletakan cangkir dan memeluk Xia lu dari samping.


"Zhang, aku akan membawanya berganti pakaian di kediamanku, Maaf Xia lu aku karenaku..."ucap Li chen terpotong.


"Tidak apa"sela Xia lu menggelengkan kepala.


Li chen membawa Xia lu berjalan sambil memeluknya dari samping menutupi pakaian depan Xia lu yang nampak transparan karena bewarna biru muda dan agak tipis


Zhang menghembuskan nafasnya melihat kepergian Xia lu, "Membuat kucemas saja tadi, ku kira Xia lu yang berteriak"gumamnya.


***


Hari mulai malam, lentera besar disetiap sudut tempat dinyalakan menerangi keadaan malam.


Tamu yang baru hadir semakin banyak memenuhi lapangan, orang-orang sibuk saling mengobrol sesama menceritakan tentang bisnis dan lainnya.


Dari gerbang masuk kedalam kediaman Lu zheng yang dipenuhi orang-orang, tampak dua gadis cantik berjalan dengan anggunnya menuju kedudukan khusus yang berada ditengah lapangan.


"Terimakasih, hanfu cantiknya Li chen"ucap Xia lu yang berjalan digandeng oleh Li chen.


"tidak perlu, kita adalah teman aku bisa berbagi apapun padamu"balas Li chen tersenyum hangat merapikan rambut Xia lu yang tertiup angin.


Xia lu tersenyum, ia menatap wajah cantik Li chen sambil berjalan mendekati Zhang dan Kakanya yang asik menyambut tamu yang baru berdatangan.


Saat dua gadis itu berjalan, tamu yang baru berdatangan pun menjauhkan tubuh mereka memberi jalan bagi dua gadis cantik itu.


Zhang berdiri melihat Xia lu yang berganti pakaian hanfu bewarna vanilla dengan motif hiasan tangkai bunga dibagian pinggangnya.


Angin tertiup menerpa rambut panjang Xia lu yang di kuncir tinggi kebelakang.


Tiba-tiba datang perkumpulan Pria tua dengan pakaian terhormatnya berjalan menghampiri Zhang dan Lu zheng.


"Salam Guru"ucap serempak semua orang yang berada disitu menundukan kepalanya.


Para guru tua berjalan menghadap Kaisar Zhang dan Pangeran Lu zheng untuk pengucapan salam dan selamat atas kesembuhan Pangeran Lu zheng.


"Oh ya, Xia lu aku ingin menemui seseorang sebentar, dadah"lontar Li chen melepaskan gandengan tangannya dan pergi menjauh.


Xia lu hanya ditinggal sendiri, ia pun memilih menjauh merasa tidak nyaman ingib menemui Zhang namun takut menganggu Kakak dan adik yang berbahagia sedang itu menyambut Para tamu.


Xia lu ikut bergabung dengan Para pemuda anggota pasukannya dengan Zhang, saling mengobrol santai dan sebagainya.


Asiknya Xia lu bergabung dengan Para pemuda, tiba-tiba muncul sosok gadis berdiri dibelakang Xia lu yang duduk dikursi.


"Putri"panggil Ceh yi dengan pelan.


"Ceh yi"sebut Xia lu tersenyum menolehkan kepalanya kebelakang.


Ceh yi tersenyum hangat menatap wajah Xia lu.


"Apa kau sudah makan malam?"tanya Xia lu.


"Sudah"jawab Ceh yi tersenyum, ia mendekatkan wajahnya kesamping Xia lu ingin membisikan sesuatu.


"Mengapa Putri tidak bersama Kaisar Zhang saat ini?"tanya gadis lugu itu berbisik pelan.


"Dia sedang sibuk bersama dengan Kak Lu zheng, oh iya kau membawa titah kosong ataupun lembar kertas?"tanya Xia lu pada Ceh yi.


"Tunggu,"jawab Ceh yi memeriksa dalam hanfunya yang berlapis dua.


"Ini, saya kebetulan membawa lembar kertas"lontar Ceh yi menunjukan selembar kertas yang menggumpal bulat halus.


Xia lu menghembuskan nafasnya kasar melihat apa yang ditunjukan Ceh yi, "Begini kau ambilkan aku lembar kertas bersama dengan kuas, tanya pada pelayan sekitar"suruhnya tersenyum pada Ceh yi.


Ceh yi mengangguk cepat, ia langsung pergi melaksanakan tugas dari Xia lu.


tidak lama kemudian datang Ceh yi membawa selembar kertas beserta botol yang berisi tinta dan kuas langsung didalamnya.


Gadis lugu itu meletakannya diatas meja kertas dan botol kuas dihadapan Xia lu.


"Terimakasih"ucap Xia lu pada Ceh yi.


"Untuk apa Putri?"tanya salah satu anggkta yang duduk disekitar meja situ.


Mendengar pertanyaan itu sontak, semua anggota pasukan yang berada dimeja sama Xia lu melirik gadis itu yang membuka botol.


"Tidak ada, kalian lanjutkan saja mengobrolnya"jawab Xia lu melirik masing-masing pemuda yang meliriknya.


Mendengar itu, Para pemuda anggota pasukan itu melanjutkan obrolan asik mereka tentang pembelajaran dibidang beladiri dan sebagainya.


Xia lu mengambil kuas yang sudah dibasahi tinta hitam, ia menulis sesuatu diatas lembar kertas. Selesai menulis, Xia lu memberikan kertas itu pada Ceh yi.


"Kau berikan kertas ini pada Han shu, lalu bilang pada Han shu surat dariku untuk Kaisar Zhang, Dia mengirimkan ini surat karena tidak ingin menganggu Para Guru yang sedang mengobrol dengan Kaisar Zhang"tutur Xia lu dengan bisakan pelan yang hanya didengar oleh Ceh yi yang berdiri dibelakang kursinya.


"Siap"jawab Ceh yi dengan wajah serius mengambil Kertas itu dari tangan Xia lu.


Xia lu mengangguk mempersilahkan Ceh yi pergi.


"Putri, apa bisa saya bertanya?"tanya salah anggota pasukan yang tidak jauh dari dudukan Xia lu dalam satu meja itu juga.


"hem?"dehem Xia lu menaikan sebelah alisnya melirik pemuda yang ingin bertanya itu.


Dari kejauhan Ceh yi berjalan pelan sambil tengok kanan dan kiri mencari Han shu, karena keadaan ramai dan berkerumun dia tidak bisa melihat dengan jelas sampai-sampai tertabrak tubuh seseorang.


"Buukk"tubuh Ceh yi jadi terjatuh dengan posisi duduk bersimpuh memegang lututnya.


"Ah, Maaf"ucap Li chen berjongkok mengambil kertas yang terlepas dari tangan Ceh yi lalu mengembalikannya pada Ceh yi sambil membantu gadis lugu itu berdiri.


"Tidak masalah Putri Li chen"balas Ceh yi tersenyum.


Li chen mengangguk dan langsung berlalu pergi dari hadapan gadis itu.


Ceh yi berjalan kembali mendekati kerumunan Para pemuda yang berdiri dan menemukan Han shu yang sibuknya berbicara ditengah-tengah kerumunan.


"Han shu"panggil Ceh yi dengan panggilan akrab.


Han shu menoleh asal suara, ia seketika tersenyum Ceh yi memanggilnya, "Khem, Kalian mengobrollah, kekasihku mencariku itu dia"bebernya mendekati Ceh yi.


Mendengar itu para pemuda yang berkerumun menyoraki Han shu.


"uuuuuu"sorak mereka dengan tawa senang.


Ceh yi menutup bibirnya dengan rapat merasa malu jadi pusat perhatian karena Han shu.


"Ada apa sayang?"tanya Han shu berdiri dihadapan Ceh yi.


"Kau"kesal Ceh yi menggertakan giginya mendengar panggilan Han shu.


"Ini Putri Xia lu memintamu memberikan surat ini pada Kaisar Zhang dan Putri tidak bisa secara langsung menemui Kaisar Zhang karena tidak ingin menganggu dan merasa tidak enak badan"titah Ceh yi meraih tangan Han shu dan meletakan lembar Kertas diatas telapak tangan Pria itu.


"Baiklah"angguk Han shu tersenyum.


"Terimakasih"ucap Ceh yi.


Han shu sedikit menundukan tubuhnya dan, "mmooa"kecupnya mencium pipi Ceh yi tiba-tiba.


Tubuh Ceh yi jadi membeku ditempat, sementara Han shu langsung pergi dengan senyuman nakal.


Han shu berjalan mendekati dudukan khusus yang diduduki Oleh Kaisar Zhang, Pangeran Lu zheng dan Para guru terhormat.


"Yang Mulia, surat dari Putri Xia lu, dia tidak bisa menemui anda secara langsung karena tidak ingin menganggu"bisik Han shu yang berdiri dibelakang kursi Kaisar Zhang diam-diam memberikan selembar kertas pada Kaisar Zhang.


"Emm, kau pergilah"suruh Zhang.


Han shu menundukan kepala lalu pergi.


Zhang diam-diam membaca lembar kertas yang berisi tulisan dari Xia lu sambil mendengarkan obrolan Para guru.


Zhang, aku ingin membicarakan hal penting padamu selesai acara ini temui aku di kamar dikediaman milikmu(isi surat dari Xia lu dibaca Zhang dalam hati).


Zhang melipat lembar kertas dan menyimpannya dalam selipan jubah hitam yang dipakainya.


*****


Selesai acara perjamuan besar itu, hari semakin malam semua tamu berpulangan kembali ketempat mereka masing-masing.


Di kediaman milik Zhang di istana Kerajaan Yuan itu, dalam kamar utama tampak seorang gadis berdiri ditengah halaman kamar itu dengan mengenakan Hanfu bewarna vanilla dan rambut yang dikuncir tinggi.


Diluar kamar, Zhang berjalan sendirinya menaiki tangga dengan senyuman senang tidak sabar bertemu Xia lu.


Saat berada didepan pintu kamar, ia langsung membuka pintu dan menutupnya tidak rapat.


***


Di lapangan kediaman Zhang Gadis cantik berlari dengan mengangkat hanfu yang dipakainya menuju tangga menghubungi kamar.


"Tak...tak"hentakan kakinya menginjak tangga dengan cepat.


Saat gadis itu sudah berada didepan kamar dan ingin masuk tiba-tiba menghentikan langkah kakinya melihat dua orang dalam kamar.


"Aku sangat mencintaimu"ucap Zhang memeluk pinggang ramping gadis yang berdiri membelakanginya itu.


Zhang menyingkirkan rambut yang dikuncir gadis itu kesamping lalu ingin mencium belakang leher mulusnya.


Gadis cantik yang tidak jadi melangkah masuk itu perlahan memundurkan langkah kakinya, hatinya menyeri sakit melihat pemandangan di depan matanya.


"Zhang, aku juga sangat mencintaimu"ucap Li chen dengan keras membalikan tubuhnya menghadap Zhang.


Li chen berjinjit dan memeluk tubuh Zhang dengan menyandarkan kepalanya dibahu Zhang.


Xia lu yang berdiri di luar kamar langsung membalikan tubuhnya dan melangkah pergi cepat.


Zhang terkejut mengetahui gadis yang dipeluknya bukan Xia lu, ia langsung menjauhkan tubuhnya dari Li chen.


"Mengapa kau yang berada disini?, seharusnya Xia lu, Kukira kau adalah Xia lu karena pakaianmu sama yang dikenakan Xia lu tadi"lontar Zhang dengan wajah datar.


"Maaf Zhang, tadi yang aku katakan hanya bercanda, ahh aku kesini kebetulan ingin melihat-lihat kenangan masa kecil kita, patungmu dan jepit rambut"tunjuk Li chen menunjuk ruang kamar penyimpanan barang kuno yang pernah Xia lu masuki.


Zhang hanya terdiam, ia membalikan tubuh dan berjalan pergi dengan cepat keluar dari kamar.