
"brakkk"
pintu terbuka lebar menampakan beberapa orang yang berdiri diluar kamar melotokan matanya terkejut melihat dua sosok orang dalam kamar
"achemm"bersin Xia lu tiba-tiba
"apa matamu sudah baikan?"tanya Zhang menyentuh kelopak atas mata Xia lu
"Iya Zhang"jawab Xia lu menjauhkan tangan Zhang
"khemm, khemm"dehem Han shu yang berdiri diluar kamar melangkahkan kakinya masuk
"Han shu bagaimana di perayaan?"Tanya Zhang menjauhkan tubuhnya dari Xia lu
"Lancar Yang mulia, tidak terjadi masalah apapun"jawab Han shu menundukan kepalanya saat berada dihadapan Xia lu dan Zhang
"emm baiklah, Xia lu aku pergi dulu kau bisa lihat-lihat kediaman ini bersama Ceh yi dan Prajuritku akan menjaga disekitaran sini"tutur Zhang tersenyum melirik Xia lu
"Emm"angguk Xia lu tersenyum
"hm"dehem Zhang tersenyum menatap manik mata Xia lu
"emm"gumam Xia lu membalas dengan senyuman juga
Zhang melangkahkan kakinya menuju pintu dan sekilas melirik Xia lu
"Setelah melihat kediaman, kau harus istirahat dan tidur cepat yah"ucapnya penuh perhatian
Zhang membalikan kepalanya kembali menatap Par prajuritnya yang berada diluar kamar
"iya"jawab Xia lu melambaikan sebelah tangannya pada Zhang dengan tersenyum
Zhang menolehkan kembali kepalanya dan melirik Xia lu dengan tatapan lembut, saat matanya menangkap cincin emas yang berada dijari manis gadis itu ia merasa sangat senang rasanya ingin lekas menikah dan selalu bersama Xia lu
"Yang mulia, ayo ada sesuatu penting yang ingin saya katakan pada anda"ucap Han shu yang berdiri disamping Zhang sedari tadi memanggil Kaisarnya itu yang sedang melamun hanyut dalam dunia cinta
"Yang mulia"panggil Han shu lagi sedikit menggatuk lengan Majikannya dengan hati-hati
Zhang seketika tersadar dengan gatukan Han shu, ia menatap lurus kembali dengan raut wajah berubah datar
"Yang mulia ada hal penting yang ingin saya katakan"bisik Han shu ditelinga Sang Kaisar
"Han shu kenapa kau tidak bilang sedari tadi?"Tanya Zhang melirik kesamping menatap wajah Han shu
mendengar pertanyaan itu, Han shu bagai terkena hantaman batu kekepalanya
"Saya mulai tadi mengatakannya yang mulia, memanggil anda beberapa kali namun anda hanya diam dan tersenyum-senyum, saya merasa seperti berbicara pada dinding datar dan bla bla bla"Ucap Han shu panjang lebar
Semua orang menganga mendengar omelan Han shu yang diucapkan begitu cepat
Xia lu menahan tawa melihat Han shu yang berani mengomeli Zhang sang Kaisarnya sendiri, ia melihat dua Pria itu seperti seorang adik dan kakak
"Apa kau ingin ku nikahkan?"Tanya Zhang pada Han shu
Pertanyaan itu seakan membuat Han shu Si cerewet terdiam ditempat dengan mulut tertutup sangat rapat
Zhang tersenyum lalu melangkahkan kakinya keluar kamar
"Dia selalu punya cara membuat orang terdiam"gumam Xia lu tersenyum
"Ya..yang mulia saya tidak ingin menikah dulu"Teriak Han shu menyusul Kaisar Zhang yang menuruni tangga
Setelah kepergian Zhang dan Han shu, Xia lu melangkahkan kakinya menuju pintu masuk
"Kalian Pergilah"suruh Xia lu mengusir Para prajurit yang bertugas untuk menjaganya melihat sekeliling kediaman itu
"Tidak Putri, ini sudah tugas kami semua dari Yang mulia untuk menjaga Putri"tolak Para prajurit dengan kepala menunduk
"kalian pergilah, hari ini diberi libur dan jangan bilang pada Kaisar Zhang kalian tidak perlu takut jika ketahuan"ucap Xia lu berusaha meminta Prajurit itu pergi
"Tap..."Ucap Para prajurit terpotong
"Tidak ada tapi-tapian"potong Xia lu dengan tatapan tajam menatap Para Prajurit
Para Prajurit langsung saja membungkuk dengan wajah takut
"ba...baiklah Putri"ucap mereka secara bersamaan
Para prajurit jadi pergi dengan terpaksa akan perintah Xia lu, ingin bagaimana lagi mereka tidak bisa membantah perintah calon permaisuri itu
Xia lu beralih melirik Ceh yi yang berdiri diluar pintu dekat pintu hanya terdiam menyimak ditempat sedari tadi
"hei Ceh yi, ayo kita melihat sekitar kediaman ini"ajak Xia lu tersenyum senang
Ceh yi langsung mengangguk cepat dengan senyuman manis
tidak saya sangka hari yang saya impikan menjadi kenyataan dimana Putri sangat diperhatikan, peduli dan disayangi memiliki sosok Pria yang bisa melindungi dan mencintai Putri, Saya selalu berdoa Saat-saat seperti ini terus terjadi(batinnya)
Xia lu mendekat pada Ceh yi dan menggandeng tangan gadis itu membawanya menuruni tangga menuju bawah
Dua gadis itu tersenyum senang berlarian ditengah lapangan menuju kebelakang bangunan persenjataan yang terdapat tempat indah lainnya
\*\*\*\*\*
Dilain tempat, jalan istana
Zhang dan Han shu berjalan pelan sambil berbincang-bincang
"Yang mulia, salah satu mata-mata di pasukan kita mendapat informasi penting barusan tadi"ucap Han shu dengan wajah serius
"Tentang?"tanya Zhang menaikan kedua alisnya dengan tatapan lurus
"Kaisar Ying"jawab Han shu setengah-tengah
"Katakan semuanya"ucap Zhang menghentikan langkah kakinya
"ini memalukan Yang Mulia, saya bisikan saja"ucap Han shu berjinjit mendekatkan mulutnya ketelinga Zhang
Han shu membisikan sesuatu ditelinga Zhang membuat wajah Pria itu tampak sedikit terkejut
"itu bagus"gumam Zhang
Selesai mengatakan itu, Han shu menjauhkan tubuhnya
"Lalu anda mengapa baru sebulan menikah, mengapa tidak langsung saja?"tanyanya dengan wajah cemberut
"ingin bagaimana lagi itu adalah keinginan Xia lu, jika aku menolak syaratnya maka kami tidak akan menikah dan aku tidak ingin itu"jawab Zhang
Han shu mengangguk-angguk, dalam hati ia bertanya
mengapa menunggu sebulan, aku jadi heran?(batinnya)
\*\*\*\*\*
Kediaman Xia lu dan Zhang
Xia lu yang selesai melihat sekitaran kediaman masuk dalam kamar tidur beserta Ceh yi
"krekk"pintu dibuka setengah oleh Xia lu
Mereka berdua masuk dalam kamar dan menutup pintu kembali
"Ceh yi tidurlah bersamaku"Pinta Xia lu menghempaskan tubuhnya di atas ranjang
"Saya tidur dibawah saja Kak Xia lu"tolak Ceh yi tersenyum
Xia lu duduk dari baringannya dan melirik Ceh yi yang berjalan menuju dirinya
"tidak boleh, kau harus tidur denganku"ucapnya lagi
"Baiklah Kak Xia lu"jawab Ceh yi tersenyum
Dua gadis itupun tidur dalam kamar dengan pulas dan nyaman
Tengah malam...
Terdengar suara langkah kaki didepan kamar itu
"kreekk"pintunya terbuka tidak lebar dan menampakan sosok Pria yang sangat tampan dan gagah
Dia tersenyum melihat dua orang yang tertidur pulas di atas ranjang dengan memeluk satu sama lain
"adanya dirimu aku tidak kesepian lagi"gumamnya
dia menutup pintu kembali dan berbalik
Pria itu berjalan pelan menuju depan kamarnya yang berada disamping kamar yang dilihatnya tadi
Dia masuk dalam kamarnya dan memilih tidur
...**Besok paginya**...
**Pagi yang cerah**
Disebuah kamar mewah, dalam kamar itu terdapat dua orang berlawanan jenis yang tertidur pulas dengan balutan selimut menutupi tubuh mereka
Di lantai, pakaian, kaos kaki, bahkan nampak \*\*\*\*\*\* \*\*\*\*\* tergeletak dimana-mana
"citt..citt"burung-burung bercicitan disekitaran luar kamar itu membuat seseorang yang sedang tertidur agak terusik dari tidurnya
"akhh"pekiknya memegang kepala, matanya perlahan terbuka samar-samar melihat bayangan langit-langit kamar
Saat penglihatan sudah jelas, ia melirik kesamping dan menangkap sosok wanita yang sontak membuatnya langsung berduduk dari baringannya
"Kenapa kau berada disini!"Bentaknya langsung membuat wanita itu terbangun dengan wajah terkejut
"Yang mulia kita semalam telah melakukannya"Ucap Selir mei mei duduk tanpa menutupi dua gundukannya yang penuh akan bekas gigitan membiru merah
Kaisar Ying jadi kaget, ia melihat sekeliling kamar dan berusaha menyadari apa yang terjadi
"Malam tadi Xia lu datang menemuiku, dia bersamaku malam tadi dan mengapa malah kau yang ada disini bersamaku apa yang kau lakukan padanya mei mei?!"tanyanya dengan wajah marah
"Apa yang kau katakan, itu bukan Xia lu dan jelas adalah Aku Ying, jika kau tidak percaya kau lihat semua bekas gigitan ini kau yang melakukan semuanya padaku mengapa kau malah mencari dan membicarakan Wanita \*\*\*\*\*\* itu!"Bentak Mei mei mencekram selimut yang menutupi setengah tubuhnya
Kaisar Ying tersentak dengan wajah bingung
"itu tidak mungkin jelas-jelas Xia lu ada bersamaku malam tadi, aku melakukan..."ucapnya terpotong saat muncul ingatan sesuatu dibenaknya
Dia teringat akan malam tadi mabuk-mabukan lalu melalukan sesuatu yang membuatnya seketika merasa malu
"Kau..."tunjuknya pada Selir mei mei
Kaisar Ying menggeleng-gelengkan kepalanya,"mulai sekarang, jangan pernah tunjukan mukamu lagi padaku mei mei, kenapa kau tidak menolak saja!"bentaknya penuh kebencian
Selir mei mei menundukan kepalanya dengan wajah takut
"hiks...hikss...hikss, bagaimana aku bisa menolak Yang mulia?, aku juga ingin kita melakukan itu agar aku mengandung calon Putra mahkota kekaisaran ini Ying...hikss...hiks..."Isak tangisnya sambil mengucek-ngucek mata yang membasah
"Mengandung calon Putra mahkota kau bilang!?, itu hanyalah hak Xia lu dialah yang berhak mengandung Putra mahkota kekaisaranku bukan kau!"bentak Ying begitu marah
"Tapi Xia lu adalah calon permaisuri Kaisar Zhang, dia adalah tunangan Kaisar Zhang mengapa Yang mulia tidak sadar juga, Kaisar Zhang lebih hebat dan berkuasa darimu bagaimana akan bisa merebut Xia lu si wanita murahan itu!"Bentak balik selir Mei mei juga marah
Kaisar Ying mendekat ke selir mei mei dan mencekram dagu wanita itu dengan tatapan marah
"lihat saja jangan anggap aku Pria yang lemah dibanding Zhang, aku akan membunuh Pria brengsek yang merebut milikku awalnya dan kau lupakan apa yang terjadi tadi malam itu semua adalah kesalahan!"ucapnya penuh perasaan dendam
Setelah mengatakan itu, Ying mendorong kuat dagu mei mei
"hiks...hiks...hiks"isak tangis Selir mei mei penuh perasaan kecewa dan marahnya
Kaisar Ying beranjak dari Ranjang dan menarik selimut menutupi setengah tubuhnya yang bertelanjang bulat
"jika kau tidak segera pergi dari sini, maka aku akan menceraikanmu sebagai selir"ancamnya mengagetkan Mei mei
Kaisar Ying langsung pergi masuk dalam kamar mandi tanpa peduli dan kasihan pada wanita itu
Selir mei mei beranjak dari Ranjang dan langsung memakai Hanfunya kembali dengan cepat dan penuh perasaan takut akan dirinya nanti diceraikan
...Kekaisaran Xing xing...
Di Kediaman Xia lu dan Zhang
Dalam kamar utama dikediaman situ
Dua gadis dengan rambur dikuncir tinggi keatas sedang sarapan diatas meja bundar sangat besar yang berada ditengah sudut kamar
hanya terdengar suara dentingan sumpit, maupun sendok yang beradu dengan piring
Asiknya makan, tiba-tiba terdengar ketukan dari luar pintu
"tok...tok...tok"
"mo..suklah"pinta Xia lu yang sedang mengunyah makanan
"krekk"
Pintu dibuka lebar, masuk Kaisar Zhang dengan membawa sesuatu yang disembunyikan di kedua tangan yang berada di belakang punggungnya
Dengan senyuman manis Zhang berjalan pelan mendekati Xia lu dan duduk bersila dilantai samping gadis itu
"maaf menganggu waktu makanmu"ucap Zhang tersenyum menatap wajah Xia lu yang tampak terheran
Xia lu menelan makanan yang berada dalam mulutnya dan membuka suara
"tidak apa"balasnya tersenyum
"aku merasa ada sesuatu yang kau bawa?, apa itu perlihatkan padaku?"Tanya Xia lu memiringkan kepalanya melirik kebelakang tubuh Zhang
"kau ingin lihat?, tapi ada syaratnya"jawab Zhang tersenyum mendekatkan wajahnya pada Xia lu menghalangi penglihatan gadis itu ingin melihat sesuatu yang dibawanya
Ceh yi hanya terdiam mematung ditempat bagai patung yang tidak disadari keberadaannya oleh dua pasangan yang dimabuk asmara itu
"Apa syaratnya?"tanya Xia lu menaikan kedua alisnya
"Syaratnya siang ini ikutlah bersamaku"ajak Zhang tersenyum menatap manik mata Xia lu
"kemana?"tanya Xia lu penasaran
"kau lihat saja nanti, mau atau tidak?"tanya Zhang
"Mau"angguk Xia lu tersenyum menatap Zhang lalu mengalihkan pandangannya ke makanan yang tersaji diatas meja yang sudah habis dimakan oleh dirinya sendiri
"Xia lu"panggil Zhang memasangkan sesuatu dileher Xia lu membuat gadis itu seketika terkejut
"syal?, kau membuatkan aku ini?"senang Xia lu menyentuh syal yang berbahan benang sutra yang sangat lembut menyelimuti lehernya
"emm, ini adalah balasan kau juga membuatkanku syal sebagai kado ulang tahunku, lihat ada namamu kusulam disini"ucap Zhang melihatkan diujung syal terdapat nama Xia lu yang tersulam rapi
"Terimakasih, aku sangat menyukainya"senang Xia lu tersenyum manis
"emm"angguk Zhang mencubit kedua pipi Xia lu dengan perasaan gemas