EXTRAORDINARY YOU

EXTRAORDINARY YOU
Hanya kenangan


Di depan bangunan besar tempat para penumpang yang bersiap berangkat maupun kembali dari pesawat.


Sosok Pria tampan memakai jas hitam melepaskan kacamata hitamnya dengan perlahan menampakan sepasang mata cantiknya.


Para raporter banyak langsung menyergap mengelilingi Pria tampan dan tinggi itu.


"Benarkah anda akan menggelar acara konser sendiri?"


"Siapa sebenarnya wanita yang anda cari di postingan weibo anda?"


"Anda dirumorkan menjalin hubungan dengan aktris cantik Li wei, apa itu benar?"


Puluhan pertanyaan diajukan pada Pria tampan yang hanya memasang wajah dingin itu.


"Aku akan menjawab semua pertanyaan kalian"ucapnya menenangkan Para reporter yang mendesak.


"Aku akan menggelar konser sendiri besok malam di negaraku ini, tujuanku mencari seorang wanita yang sudah dua bulan tidak aku temukan, dan rumor hanyalah rumor itu bukan kebenaran"tegasnya lalu memasang kembali kacamata hitam dan berjalan menuju mobil hitam miliknya.


Orang-orang berjas biru dibelakangnya mencegat para reporter yang tidak berhentinya ingin mengajukan pertanyaan lagi pada sosok Pria yang sangat terkenal dibelahan dunia itu.


***


...Di apartemen bintang star...


Dalam kamar milik Xia lu


Xia lu tidak berhentinya menangis deras dari dalam selimut yang menutupi tubuhnya.


Kenangan beribu kenangan akan kebersamaannya dengan Pria yang sangat dicintainya terus teringat dibenaknya.


"Aku rasanya ingin kembali saja namun itu tidak akan bisa, ini seperti mimpi dan aku baru terbangun dari mimpi itu"racaunya tidak jelas.


"Entah mimpi atau nyata itu sama saja menyakiti perasaanku...hikss...hikss"ucapnya sesegukan.


Sampai menjelang malam, Xia lu baru berhenti menangis ia beranjak dari atas kasur dan berjalan menuju kamar mandi dan masuk kedalamnya.


"sssrrrrrr"suara air keran yang menyala terdengar dari dalam kamar mandi itu.


Hari kini telah malam, bulan penuh bersinar terang dilangit memberikan cahaya menyinari bumi.


"tak tak tak"suara ketukan lampu dipencet oleh Xia lu tepat keluar dari kamar mandi dengan mengenakan handuk baju dan rambut sebahu yang terurai basah.


Dalam kamar miliknya pun terang, Xia lu berjalan kedepan meja riasnya yang berada disamping lemari jauh dari samping kasur.


***


Di sebuah rumah besar begitu mewah dengan dinding dan keramik yang mengkilat bersih.


Memiliki banyak ruang didalamnya berliku-liku dan berbelok-belokan begitu besar dan panjang.


Di salah satu ruang mewah yang di penuhi perabaton alat kerja begitu bagus, dengan dinding berwarna abu-abu dan keramik lantai putih.


Satu meja besar yang berada dekat dinding, duduk seorang Pria tampan dikursi putar mengenakan kaos baju putih polos dengan celana panjang biasa bewarna hitam.


Dia sedang memandang laptop diatas meja tepat dihadapannya saat ini, jari tangannya yang putih dan kekarnya sedang sibuknya menekan tombol laptop menulis sesuatu.


Tampak dilayar kaca laptop itu terpapang tulisan Biodata identitas atlet olahraga wanita yang selesai diketiknya di aplikasi privasi biodata.


Jarinya bergerak-gerak menggeser hingga layar laptop itu terus bergerak kebawah.


"Zhang"panggil seorang Pria paruh baya mengenakan jaz biru tua masuk dalam ruang itu berjalan mendekati sosok Pria muda yang sibuknya memandang leptop.


"hm?"dehem Pria muda itu menjawab.


"Apa kau sudah menemukannya?"tanya Pria paruh baya itu berdiri didepan meja kerja Pria muda itu.


Pria muda yang mulanya duduk itu seketika berdiri dan keluar dari dudukannya.


"Belum ayah, aku merasa ada yang janggal"jawabnya berdiri menghadap Pria paruh baya itu dengan wajah datar.


"Siapa nama gadis yang kau cari itu nak?"tanya Pria paruh baya itu dengan kedua tangan masuk dalam kantong celana.


"Namanya Xi..."jawabnya terpotong.


"Tutt tutt tutt"suara hanphone berdering.


"Tunggu"pinta Pria paruh baya itu berjalan menjauh sembari mengeluarkan hanphone yang berdering dalam saku celananya.


Di layar kaca laptop terpapang sebuah tulisan, berita baru saat ini Putri sulung yang bernama Nn. Xia lu anak dari atlet profesional Mr. lu wen telah sembuh dari komanya selama beberapa bulan, di rumorkan jika karir gadis itu sebagai atlet muda telah dicabut dan diturunkan hingga itulah awam media tidak pernah meakses kabar kesehariannya seperti biasa setelah tragedi mengerikan yang terjadi enam bulan lalu.


"hallo, emm iya aku akan segera pergi kesana"ucap Pria paruh baya yang sedang menelpon dengan seseorang.


"tutt"panggilan dimatikan, Pria paruh baya itu menengok kebelakang melirik Pria muda yang sudah dianggap seperti Putranya sendiri.


"Ayah ada urusan mendesak, kau lanjutkanlah"jelasnya lalu memandang kedepan kembali dan langsung melangkah pergi.


Pria muda itupun mengangguk dengan wajah datar, ia kembali berbalik dan melangkah menuju dudukan kursinya.


Saat ia sudah duduk, "baterai telah habis, harap perangkat di charger"suara laptop dihadapannya langsung berubah gelap layarnya telah mati.


"Ck"dengusnya kesal menutup laptop kembali. Dia mengambil handphone diatas meja dan menelpon seseorang.


Telpon langsung dijawab oleh seseorang, "Siap menerima tugas Yang Mulia"ucapnya dalam telepon.


"Kau terus memanggil sebutan itu, panggil saja namaku, segera kesini aku ingin menyuruhmu membelikan sesuatu"jawab Pria itu langsung menekan tombol matikan.


***


Di sebuah toko bernama 'toko mie ramyeon tentu enak', dalam toko yang tampak ramai terlihat dari luar karena dinding depan toko itu berkaca transparan hingga orang-orang yang berada didalamnya terlihat.


Meja dan kursi yang bersusun rapi dalam toko itu dipenuhi orang-orang yang sedang asiknya memakan mie maupun berbincang-bincang dengan sesama teman disatu meja.


Pintu toko yang berada ditengah dibuka oleh seorang Pria mengenakan pakaian kemeja putih dengan memakai topi dan masker hitam yang menutupi kepala dan setengah wajahnya.


Pria itu berjalan menuju meja panjang pembelian Mie dan berdiri didepannya, "Tolong Mie ramyeon dua porsi, lengkapi dengan sayuran, ayam, namun jangan pedas dan jangan terlalu banyak kecap, dan jangan terlalu panas"pinta Pria itu secara langsung pada karyawan yang sedang menatapnya.


"Baik Tuan, seperti biasa"jawab karyawan wanita itu menundukan kepalanya lalu berbalik pergi.


Pria itu berbalik dan melipat kedua tangannya memandang orang-orang yang berada dalam toko itu sedang menyantap mie.


Matanya tertuju pada salah satu gadis yang duduk didepan meja berada disudut dalam tempat itu menghadap kaca depan toko itu.


"Hikss...hikss, Mie pedas seperti ini adalah andalan alternatifku menghilangkan rasa sedih, hikss hikss"isaknya menangis dari balik helm yang menutupi kepala dan setengah wajahnya.


"Aku jadi teringat akan ucapan Zhang dijaman sana"racau Xia lu lagi lalu mengangkat mangkok dan menyeruput Mie didalamnya dengan sumpit disebelah tangannya.


Pria yang memandang gadis itu jadi menaikan kedua alisnya baru melihat ada seseorang yang memakan Mie dengan helm yang tidak dilepas.


"Ini pesannnya Tuan"ucap karyawan tadi baru kembali menyuguhkan tas belanja yang dalammnya terdapat pesanan Mie yang dipesan oleh Pria mengenakan topi dan masker itu.


Pria itu seketika berbalik dan mengambil tas itu dari tangan sang karyawan, ia mengambil hanphone dalam saku celananya lalu menunjukan layar kaca handphone nya pada karyawan itu.


"Ini pembayarannya sudah di transfer"jelasnya lalu memasukan handphone kembali dalam celana.


"Terimakasih atas kunjungannya ketoko kami Tuan"ucap karyawan itu melempar senyum ramah.


Pria itu mengangguk, ia berbalik kemudian berjalan menuju pintu toko lalu membukanya dan melangkah keluar dari toko itu menuju mobil hitam yang terparkir dijalan.


Dia membuka pintu mobil lalu masuk kedalamnya dan duduk dikursi pengemudi.


"Saya sudah membeli Mie nya yang mulia, ini"ucapnya menyuguhnya tas belanja pada Pria yang bersandar dibangku mobil tepat disampingnya.


"hm"dehemnya mengambil tas itu.


"Yang mulia eh coba anda lihat gadis memakai helm sedang makan mie itu?"tanyanya memegang kemudi sembari melirik kearah toko.


"Hem?, dia"jawab Pria yang memegang tas belanja itu seketika melirik gadis yang sedang meletakan mangkok diatas meja lalu berdiri memperbaiki helm yang dipakainya menutupi mata dan hidung mancungnya.


"Aku jadi teringat dia, dia suka makan mie ramyeon pedas"ucap Pria yang melihat dari dalam mobil itu.


"Gadis itu sangat aneh, masa dia makan mie dengan helm tidak dilepaskan?"kekeh Pria yang memegang roda kemudi.


Pria yang memegang tes belanja meletakan tas itu disamping bangku dalam mobilnya "Aku dan Xia lu juga pernah seperti itu makan mie ramyeon dikeramaian dengan memakai topeng setengah wajah di toko masa kerajaan saat itu agar tidak diketahui orang Han shu"gumam Zhang tersenyum tipis melipat kedua tangan didepan dada.


Xia lu yang selesai memakan mie langsung keluar dari dalam toko membuat dua Pria yang melihat dari dalam mobil jadi memperhatikannya karena mengenakan celana lepis hitam panjang dengan memakai baju kaos putih dalamnya dan jaket sepinggang yang melapisi baju kaos itu.


Mengapa aku tidak asing dengan tubuh, jalan dan gaya gadis itu?(batin Zhang dalam mobil yang melipat kedua tangannya didepan dada).


Tidak sadar saking asiknya memperhatikan, gadis yang dilihat mereka berada disamping kaca mobil mereka.


"Hei paman boleh tidak ikut menumpang, aku akan membayar ongkosnya?"tanya Xia lu berteriak dari balik helm yang menutupi seluruh wajahnya.


Dua pria dalam mobil itupun terkejut mendengar keberanian gadis itu.


"Ya...Yang mulia apa sebaiknya kita pergi saja atau menerima gadis ini?"tanya Han shu dengan wajah hati-hati melirik Pria disebelahnya yang memasang wajah dingin.


"tidak"tolak Zhang dengan singkat.


Han shu seketika membuka setengah kaca mobil disampingnya, "Bos ku menolak, maaf nona"ucapnya tersenyum hangat menatap gadis yang wajahnya ditutupi kaca helm hitam.


"Ck, menyebalkan bilang pada bos mu itu sungguh pelit"oceh Xia lu langsung menjauh pergi dengan wajah kesal.


Zhang jadi tersindir mendengar ucapan gadis asing yang minta menumpang dalam mobilnya.


"Kau biarkan saja dia masuk"suruh Zhang langsung memalingkan muka.


Han shu seketika berteriak, "Nona anda boleh menumpang, bos saya mengijinkannya"teriaknya.


Xia lu seketika langsung berlari dan masuk dalam mobil duduk dibelakang.


Saat Xia lu masuk, keadaan hening Han shu langsung menyalakan mesin dan menjalankan mobil dengan kecepatan sedang.


Xia lu melirik dua pria yang duduk didepan yang hanya berdiam dengan wajah dipalingkan menghadap kaca mobil memandang pemandangan luar.


"Antarkan aku keapartemen bintang star yang tidak jauh dari sini"ucap Xia lu membuka suara.


Suara ini mengapa tidak asing terdengar?(batin Zhang).


"Wah, Ini kebetulan Nona Bos saya juga menuju apartemen situ"lontar Han shu tersenyum dari balik maskernya.


"Benarkah, apa Pria disampingmu itu adalah bosmu atau dia supirmu yang sedang sakit gigi mengapa juga dia tidak mengobrol?"tanya Xia lu secara blak-blakan.


Mengapa suara pria ini tidak asing(batin Xia lu).


Han shu melebarkan matanya mendengar lontaran gadis yang duduk dibelakang.


"khemm"dehem Zhang yang masih memalingkan muka melihat pemandangan dijalan raya.