EXTRAORDINARY YOU

EXTRAORDINARY YOU
Kesembuhan Pangeran Lu zheng


...Dapur besar kerajaan Xing xing...


Di dalam tempat itu keadaan begitu ramai, Para pelayan maupun Prajurit yang bertugas disitu mengumpul memenuhi dapur sedang asiknya menonton pertarungan Kaisar Zhang dan Xia lu yang membuat bakpao.


Di atas nampan besar begitu panjang memenuhi meja besar yang biasa digunakan untuk memasak, kini atasnya dipenuhi bakpao yang bersusun rapi dari berbagai jenis bentuk bermacam-macam dari bakpao biasanya yang berbentuk seperti tempurung.


"Putri Xia lu!, Putri Xia lu!"sorak Para Pelayan yang mendukung Xia lu.


"Kaisar Zhang!, Kaisar Zhang!"sorak Para prajurit yang mendukung Kaisar Zhang.


Xia lu mengangkat keatas kedua tangannya pertanda selesai menghabiskan semua tepung terigu yang sudah menjadi adonan bakpao.


Keadaan hening melihat Xia lu mengangkat kedua tangannya.


Xia lu melirik kesamping melirik Kaisar Zhang yang tidak jauh darinya, "Bagaimanapun Wanita adalah yang terbaik dalam urusan membuat makanan atau memasak"ucapnya menyunggingkan senyum remeh pada Zhang.


Zhang seketika mendongakan kepalanya, ia berjalan mendekati Xia lu dengan tersenyum.


"Hei Nona manis, jangan terlalu yakin, bagaimanapun juga jika Seorang Pria memasak itu pasti akan lebih enak, anda jangan yakin dulu sebelum bakpaonya sudah dikukus"canda Zhang.


"Hahaha, baik kita buktikan bakpao siapa yang lebih enak"tegas Xia lu melipat kedua tangannya didepan dada.


"Menggemaskan, emm emm"gumam Zhang mencubit kedua pipi Xia lu karena merasa gemas. Tepung yang menempel di jari maupun telapak tangan Pria itu jadi melekar di kedua pipi Xia lu bersebelahan.


"Emm"kesal Xia lu menepis kedua tangan Zhang.


"Rasakan ini!"teriak Xia lu mencubit balik kedua pipi Zhang dengan tersenyum menggertakan gigi.


Zhang tersenyum, ia menarik tangan Xia lu dan mendekap tubuh gadis itu didepan semua orang.


Semua orang membalikan tubuh mereka dengan wajah malu-malu.


"Lepaskan"bisik Xia lu mendongakan kepalanya menatap wajah Zhang.


"Tidak mau"tolak Zhang tersenyum nakal.


Xia lu melirik kesekitar melihat Semua orang membalikan tubuh, melihat itu Xia lu bertambah malu, "Apa yang kau inginkan?"gerutunya.


"mmm"gumam Zhang memonyongkan bibirnya seperti bebek.


Xia lu yang mengerti itu langsung berjinjit dan mengecup sekilas bibir Zhang. Setelah mengecup dia langsung menjauh pergi berjalan menuju tungku perapian.


Zhang tersenyum, "Kalian bantu kukus bakpao ini setelah petarunganku dan dia berakhir, setelah matang bagikan semua bakpao pada penghuni didapur termasuk kalian"pesannya memerintah.


Sontak Pelayan dan Prajurit membalikan tubuh tanpa melirik kekaisar Zhang.


"Baik Yang Mulia"jawab semua pelayan dan prajurit dengan tundukan kepala.


***


...Kekaisaran Yuan...


Kediaman Pangeran Lu zheng, dalam kamar disitu tampak Pria tampan duduk dikursi roda dekat Jendela.


"Aku tidak sabar menunggu adikku menikah"gumamnya tersenyum memandang pemandangan luar jendela.


"Saya juga Pangeran, apalagi jika hadir anak kecil yang sangat menggemaskan"saut Chu xi berjalan dari pintu masuk menghampiri Pangeran Lu zheng.


Lu zheng tersenyum, ia menolehkan kepalanya ingin melirik kearah Chu xi


"itu mungk..."ucapnya terpotong melihat sesuatu yang tiba-tiba jatuh dipangkuannya.


Chu xi melototkan mata dan mulutnya terbuka lebar melihat Pangeran Lu zheng berlari keluar kamar, ia melihat kelantai terdapat cicak yang merangkak menuju dinding jendela.


Diluar kamar, Para Pelayan dan Prajurit yang menjaga diluar terkejut melihat Pangeran Lu zheng menggoyang-goyangkan kakinya dengan wajah tidak suka.


"Pangeran, cicak sudah pergi!"teriak Chu xi berlari menuju luar kamar.


Pangeran Lu zheng sejenak mematung ditempat, ia terdiam memandang kebawah kakinya yang bisa berdiri lama.


Lu zheng langsung menutup mulutnya yang melongo terkejut, ia baru menyadari jika dirinya tadi sempat berlari.


Perlahan, Lu zheng menggerakan sebelah kaki melangkah maju lalu sebelahnya lagi dan seterusnya lagi.


"A...a a aku bisa berjalan?"tanya Lu zheng menatap Pelayan yang dilewatinya.


Semua yang berada didepan kamar itu menganggukan kepala dengan wajah masih melongo.


Lu zheng berbalik, ia berlari mendekati Chu xi dan langsung memeluk tubuh pemuda itu.


"Aku bisa berjalan, aku sudah bisa"lirih Lu zheng dengan mata berkaca-kaca.


"Iya, Pangeran sudah bisa berjalan"ucap Chu xi terharu dengan apa yang terjadi barusan, air mata mengalir tidak sengaja dipipinya.


"aku tidak menyangka dan menduga suatu saat aku bisa sembuh, aku bisa berjalan lagi adikku Zhang pasti akan sangat senang"ucap Lu zheng penuh haru dan senang apa yang terjadi barusan.


Para pelayan dan Prajurit ikut menangis melihat Chu xi yang dipeluk Pangeran Lu zheng menangis begitu terharu.


***


Siang hari


...Kekaisaran Xing xing...


Di Kediaman dapur besar, dalam dapur situ keadaan begitu ramai.


"Bagaimana menurut koki kerajaan, bakpao siapa yang lebih enak?"tanya Xia lu melirik Koki Pria yang berada dihadapan meja besar sedang menyantap Bakpao buatan Xia lu dan Kaisar Zhang yang sudah dikukus matang dipiring yang berbeda.


Zhang menggeser sedikit tubuhnya mendekati Xia lu, "itu tentu saja aku"bisiknya ditelinga Xia lu.


"Rasanya sama-sama sangat enak Yang Mulia dan Putri"jawab koki kerajaan menundukan kepalanya.


"apa?"tanya kompak Xia lu dan Zhang melirik kearah Koki yang menilai buatan bakpao mereka.


"coba yang lainnya juga ikut makan tidak apa, masih banyak bakpao dalam panci besar"suruh Xia lu melirik Para pelayan dan prajurit yang berada disekitar.


tiba-tiba terdengar hentakan kaki banyak, orang berpakaian merah hitam masuk dalam dapur, Para pelayan dan prajurit seketika menghindar jauh dari Kaisar Zhang dan Xia lu.


"Salam Yang Mulia, ada kabar baik dari Kekaisaran Yuan"lapor Han shu yang berdiri disamping Koki kerajaan menyalamkan kedua tangannya kedepan.


"Kabar apa?"penasaran Zhang melirik Han shu.


"Pangeran Lu zheng sudah sembuh, dia sudag bisa berjalan normal seperti biasa"jawab Han shu yang mengejutkan semua orang mendengarnya.


Xia lu dan Zhang seketika saling melirik, mereka berdua langsung berpelukan senang mendengar kabar itu.


Para pelayan dan prajurit pun ikut saling berpelukan secara tidak sadar.


Han shu tersenyum melihat semua orang saling berpelukan, tidak dengan dirinya tidak ada teman berpelukan.


Tiba-tiba terasa pelukan di tubuh Han shu, ia terkejut melihat orang yang memeluknya dari samping.