
Tubuhnya berputar balik dan ditarik kuat jatuh dalam dekapan erat orang yang menariknya.
"Janganlah pergi!, kumohon"lirih Zhang mendekap erat tubuh Xia lu tidak ingin berpisah.
Air mata pun tak kuasa dibendung Xia lu mendengar permohonan Pria yang mendekapnya saat ini.
"Hikss...hiksss, apa yang harus kulakukan?"tangis pecah Xia lu dipelukan Zhang.
"Tidak usah lakukan apapun, tetaplah bersamaku disini, mengapa kau tidak memberitahuku tentang dirimu dari awal agar kita bisa sama-sama mencari jalan keluar"lirih Zhang dengan suara sangat lembut, matanya berkaca-kaca merasa begitu sakit mendengar tangis Xia lu.
"Aku takut kau akan menjauhiku mengetahui hal itu, hikss...hikss"isak tangis Xia lu melepaksan pelukannya dan menatap wajah Zhang.
Dengan tangan gemetaran Zhang menyentuh wajah Xia lu dengan air mata tak sengaja mengalir menyapu pipinya, ia tidak tahan melihat Xia lu mengeluarkan air mata hingga terikut menangis.
"Aku berpikir kau menjauhiku karena itu memanglah sandiwara tapi saat aku melihat surat darimu, aku salah mengira kau tidak mencintaiku"lirih Zhang menatap manik mata Xia lu.
Xia lu memeluk kembali tubuh Zhang dengan sangat erat, "Semua perkataanku saat itu hanyalah bohongan Zhang, aku sungguh ingin membuatmu membenciku agar kau mudah melupakanku saat ku sudah tidak ada di..."ucapnya terpotong.
"Kau tidak perlu melakukan itu, sehebat apapun kau berbohong untuk membuatku membencimu aku tetap akan mencintaimu Xia lu"sela Zhang melepaskan pelukannya.
Zhang menyentuh wajah Xia lu dan menyatukan dahinya dengan gadis itu. Mereka saling bertatapan lembut begitu dekat tanpa jarak.
"Cintaku lebih besar dan tidak akan bisa dikalahkan dengan perasaan apapun"lirih Zhang.
"Aku benar-benar tidak bisa melepaskanmu"ucap Xia lu memeluk kembali tubuh Zhang dengan perasaan tenang dan nyaman.
Zhang membalas pelukan Xia lu dengan sangat erat, ia menyapu-nyapu rambut gadis dalam pelukannya dengan perasaan tenang.
"Ayo kita kekamar, jangan berlama-lama disini kau bisa masuk angin, ramalan cuaca hari ini sangat buruk"lontar Zhang.
Setelah mengucapkan itu, terdengar guntur bersuara gemuruh dilangit, keadaan semakin gelap karena menjelang malam dan juga ingin turun hujan.
"Tik...tik...tik"rintikan hujan menitik mengenai pipi mulus Xia lu.
Xia lu seketika melepaskan pelukannya, ia mengenggam tangan Zhang lalu menariknya membawa Pria itu berlari menghindari hujan lebat yang akan turun.
Mereka berdua berlari kencang menuju kediaman milik Xia lu di kerajaan itu. keadaan sunyi karena Para pelayan dan prajurit sibuk bertugas dalam bangunan menghindari hujan.
Sesampainya Xia lu membawa Zhang dalam kamarnya, mereka langsung masuk dalam kamar dan Xia lu menutup pintu kamar dengan rapat.
Zhang melepaskan jubahnya yang sedikit membasah lalu meletakannya di atas meja yang berada disamping ranjang.
Xia lu berjalan menghampiri Zhang yang meletakan jubahnya.
"Apa dia sering mengunjungimu?"tanya Zhang yang langsung dimengerti Xia lu.
"Tidak juga"jawab Xia lu menggelengkan kepalanya.
Zhang membalikan tubuhnya menghadap Xia lu, ia menyentuh pundak gadis itu dan menatapnya dengan lembut.
"Aku ingin menghidupkan lentera dulu dan lilin, kau duduklah"pinta Xia lu menjauhkan tangan Zhang yang menyentuh pundaknya.
Xia lu langsung pergi menghidupkan lentera yang melekat di dinding kamar maupun lilin yang berada diatas meja dan ditempat lainnya dalam kamar itu.
Zhang mengangguk, ia duduk ditepi ranjang dan melirik Xia lu yang asiknya menghidupkan lilin dengan batang bambu kecil.
Selesai menyalakan lentera dan lilin, Xia lu ikut duduk di tepi ranjang disamping Zhang.
"Jika dijamanku, ini masih kurang disana memakai lampu, sejenis cahaya yang sangat terang menerangi setiap tempat, sepuluh lentera sama dengan satu lampu kesamaan cahayanya"jelas Xia lu tersenyum.
"Xia lu"panggil Zhang menatap wajah gadis disampingnya.
"emm?"gumam Xia lu melirik kesamping menatap wajah tampan Zhang.
"Kita tidak bisa pulang, harus menginap disini"ucap Zhang.
"Benar, kau tidur disini saja, aku akan mengambil selimut lain cuaca malam ini sangat buruk"sambung Xia lu, ia berdiri dari dudukannya dan masuk dalam kamar ganti untuk mengambil selimut.
Zhang melepaskan sandalnya lalu naik keatas ranjang dan berbaring disitu dengan posisi telantang.
Xia lu keluar dari kamar ganti dengan membawa lipatan selimut, ia naik keatas ranjang lalu memakaikan selimut pada Zhang.
Selesai memakaikan selimut, Xia lu ingin beranjak dari ranjang langsung ditarik Zhang hingga jatuh terbaring di samping Pria yang menariknya itu.
"Tetaplah disini"mohon Zhang menarik tubuh Xia lu kedalam pelukannya.
Xia lu hanya terdiam, ia mendongakan kepalanya menatap wajah tampan Zhang yang sedang menatapnya juga.
"Aku ingin memberitahu tentang Li chen, malam itu saat selesai perjamuan kukira orang yang berada dalam kamar adalah kau hingga itulah aku memeluknya, Kau mengira aku sengaja memeluk Li chen?, tidak dia memakai pakaian dan gaya rambut yang sama denganmu makanya aku mengira itu adalah kau"jelas Zhang dengan suara lembut.
Xia lu mengangguk mendengar ucapan Zhang, ia membalikan tubuhnya membelakangi Zhang.
"Dan noda lipstik itu?"tanya Xia lu dengan wajah sedikit kesal mengingatnya.
Zhang memeluk tubuh Xia lu dari samping, sebelah kakinya menindih kedua kaki Xia lu.
"Li chen sengaja terjatuh saat menuruni tangga diluar kamar kita dan jatuh dalam pelukanku, aku tidak menyangka dia berbuat selicik itu"jawabnya.
"Apa maksudmu?"tanya Xia lu kembali membalikan tubuhnya menghadap Zhang.
"Begini tadi, bla bla bla"jawab Zhang menceritakan panjang lebar tentang sikap Li chen, pengakuan Li chen menyukainya dan niat buruk Li chen ingin melukai Ceh yi semua diceritakan oleh Zhang tidak terlewat satupun.
"Lalu bagaimana dengan Ceh yi dia baik-baik saja kan?"tanya Xia lu cemas.
Zhang mengangguk, tangannya terulur menyentuh wajah Xia lu dan mengusap-usap lembut pipi gadis itu.
"Tidak perlu cemas, selama ada aku tidak akan ada yang bisa melukai orang terdekatmu"tegas Zhang menetap teduh Xia lu.
Xia lu menganggukan kepala, ia duduk dan mengangkat selimut yang dipakai Zhang ikut masuk dalam selimut.
Zhang memeluk erat tubuh Xia lu begitu dekat dengan tubuhnya. Xia lu mendekatkan kepalanya dibidang dada Zhang dengan perasaan nyaman.
Mereka saling berpelukan nyaman begitu lama. Di luar hujan bertambah sangat deras dan lebat menganggu pandangan orang yang berjalan di luar.
Dalam kamar...
Xia lu sedikit menjauhkan tubuhnya melihat Zhang yang memejamkan mata sudah tertidur, tangan nakal gadis itu terangkat menyentuh hidung mancung Zhang dan semakin turun kebibir seksi Pria yang sedang tidur itu.
tampak senyum terukir dibibir mungil Xia lu mengamati wajah tampan Pria bersamanya.
Aku akan menetap didunia ini untuk dirimu Zhang, kita akan sama-sama mencari jalan keluarnya(batin Xia lu).
Tiba-tiba Zhang terbangun karena merasa terusik dengan gerakan Xia lu, "Kau belum tidur?"tanyanya dengan lembut menarik tubuh Xia lu kembali dalam pelukannya.
Tubuh Xia lu menegang merasakan sesuatu janggal dibawah sana.
"Kau juga mengapa belum tidur?'tanya Xia lu.
"Karena kau terus bergerak, membuatku jadi terbangun"jawab Zhang menatap lembut Xia lu.
Xia lu hanya mengangguk dengan tubuh membeku merasakan sesuatu yang menonjol dibawah sana.
Tiba-tiba Zhang naik keatas tubuh Xia lu dan menatap wajah gadis dibawahnya dengan dalam.
"Aku ingin menuntaskan rasa ini Xia lu, apa kau bersedia?"tanyanya penuh teka teki yang tak bisa dia ungkapkan secara langsung.
Xia lu menatap sejenak manik mata Zhang sambil menyimak apa yang dikatakan Pria itu.
Tiba-tiba Xia lu menganggukan kepalanya, tangan mulusnya meraba bidang dada kekar Zhang dengan lembut.
Sebelah tangan Zhang perlahan menjalar kebawah kepala Xia lu lalu sebelah tangannya meraba lengan gadis itu dan semakin turun kebawah menyentuh pinggang dan area sensitif dibagian bawah paha.
Xia lu mengantungkan tangan kanannya dibelakang leher Zhang dan menariknya lebih dekat dengan wajahnya.
Zhang menatap dalam manik mata Xia lu, "Malam ini adalah waktu kita bersama, apapun yang terjadi aku bersumpah akan selalu ada disisimu dalam suka maupun duka"tegasnya.
Tangan kiri Xia lu perlahan melepaskan pakaian Zhang, "Aku juga bersumpah akan selalu ada disisimu dalam suka maupun duka"tegas Xia lu.
Zhang menegakkan tubuhnya, ia langsung melepas sisa pakaiannya yang dilepaskan Xia lu sampai bertelanjang dada memperlihatkan tubuh kekar dan perutnya yang begitu Sixpack.
Zhang kembali menindih sepenuhnya tubuh Xia lu dibawanya, bibirnya perlahan mengecup mesra bibir mungil Xia lu dengan lembut.
Xia lu membalas kecupan Zhang tidak kalah lembut, kini merasa ada balasan Zhang mempercepat ciuman mereka begitu lihat bermain lidah.
Selimut yang menutupi tubuh dua orang itu jadi terlepas, Bibir Zhang menyosor keleher mulus Xia lu dan semakin turun kebawah.
Xia lu meremas rambut Zhang merasakan sengatan hangat ditubuhnya begitu membuat tubuhnya memanas dan tegang.
Tangan kanan Zhang meraih tangan Xia lu yang meremas rambutnya, ia meletakan tangan gadis itu disamping kepala dan mengenggamnya dengan erat.
Sambil berciuman lembut tangan kiri Zhang yang berada dibelakang kepala Xia lu kini beralih melepas ikatan hanfu Xia lu hingga terlepas dan menampakan dua gundukan menggoda yang masih terbalut kain putih polos.
Zhang melepaskan ciumannya dan beralih mengigit ikatan kain yang berada diatas perut Xia lu hingga balutan kain itu terlepas, dia langsung melempar pakaian dalam Xia lu kesambarang arah.
Kini tubuh Xia lu sudah tak diselimut sehelai kainpun dibawah tubuh Zhang, wajah gadis itu merona malu menatap wajah Zhang.
Zhang menelan ludahnya dengan susah payah melihat tubuh Xia lu begitu menggoda dan menarik keinginannya.
Tidak tahan lagi, Zhang langsung mencium kembali bibir Xia lu dengan hasrat memuncak.
Bibir Zhang semakin menyosor kebawah mencium dan mengigit ****** merah kehitaman di tengah berada di tengah gunung kenyal milik Xia lu.
Tubuh Xia lu semakin memanas tidak terkendali merasakan sengatan panas berasal dari tubuhnya yang disentuh lembut dan dibelai oleh Zhang.
Keadaan semakin gelap hujan deras lebat tidak berhenti-hentinya membasahi atap kamar itu.
Aksi semakin liar, bantal, guling, pakaian dalam berserakan dilantai dimana-mana. Dua orang berlawanan jenis diatas ranjang itu bertelanjang bulat sudah tidak dibaluti kain maupun selimut lagi.
"Aakhhhh"jerit Xia lu merasakan tekanan kuat dari area sensitifnya yang dibobol oleh pusaka Zhang yang begitu besar.
Zhang membuka lebar paha mulus Xia lu memantapkan aksinya, ia menaikan turun pahanya memompa pusakannya masuk sepenuhnya dalam mahkota indah milik Xia lu yang semakin berlubang besar akibat tekanan kuat darinya.
"Akhhhhh!"jerit Xia lu tidak berhentinya, gadis itu mengigit bawah bibirnya merasakan hal yang sangat nikmat dan luar biasa dibawa sana.
Wajah Xia lu merona malu saat melihat aksi Zhang yang berada diatas tubuhnya. Sedangkan Zhang dia menatap wajah Xia lu yang merona malu.
"lebih cepat Zhang!"suruh Xia lu meremas bantal yang berada dibawah kepalanya.
Mendengar itu Zhang semakin mempercepat gerakannya dengan perasaan nikmat sesuai keinginan Xia lu, sambil naik turun Zhang mendekatkan bibirnya kebibir Xia lu mencium bibir gadis itu lalu menyosor kekedua gunung kembar Xia lu yang begitu indah menggoda.
Ranjang itu bergoyang hebat, terasa getaran hebat yang ditunjang oleh dua orang melakukan penyatuan berada diatas ranjang itu.
Tidak sadar diluar kamar sosok Pria mengintip dari pintu, hatinya tergores sakit melihat hal memalukan dua orang dalam kamar, dia pun mengunci dari pintu kamar dari luar lalu pergi dengan kecewa berat.
Dalam kamar...
Zhang menarik pusakanya keluar dari dalam mahkota cantik Xia lu, ujung pusakanya mengeluarkan cairan putih kebeningan yang langsung ia masukan dalam lubang mahkota milik Xia lu.
Kedua orang itu saling melempar senyum lega dengan nafas terengah-engah dan dada yang naik turun.
Kini posisi berganti, Xia lu yang bermain diatas dan Zhang berada dibawah.
Ranjang bergoyang hebat seperti terjadi gempa dalam kamar itu, dua orang berlawanan jenis itu melakukan penyatuan hakiki yang begitu nikmat menambah kekuatan dan kebesaran cinta mereka.
Xia lu tidak bisa menahan ******* yang terus keluar dari bibirnya sambil menaikan turun pahanya diatas tubuh Zhang.
Zhang memegang wajah Xia lu dengan tatapan lembut, "Apa kau tidak lelah, biar aku yang melayanimu?"tanyanya.
Xia lu menghentikan aksi turun naiknya, ia melepaskan dan menyentuh batang pusaka Zhang yang masih berdiri tegang.
"Asal kau tau dijamanku aku adalah seorang atlet olahraga, hal semacam ini hanyalah pemanasan bagiku, aku suka olahraga"lontar Xia lu yang membuat Zhang terkekeh pelan.
Zhang tiba-tiba duduk, ia mendorong tubuh Xia lu beralih gadis itu yang berada dibawahnya.
Xia lu juga duduk dengan kedua paha yang terbuka lebar.
"Bagaimana jika kita sama-sama melayani?"tawar Zhang tersenyum menggoda.
Xia lu tersenyum, ia naik keatas tubuh Zhang dan duduk dipangkuan Pria itu. Dia memasukan batang pusaka Zhang yang berdiri tegang kedalam mahkota miliknya begitu sempurna, kedua tangannya mengantung dileher Zhang dan kedua kakinya mengapit tubuh Zhang.
Sebelah tangan Zhang memeluk pinggang Xia lu dan sebelahnya meremas gunung kembar gadis itu dengan lembut dan pelan sambil menyosopnya.
Xia lu menaik turunkan kembali pahanya memantapkan aksinya dengan Zhang sambil menikmati belaian lembut Zhang yang begitu nakal selalu menyentuh area sensitifnya dibagian dada.
Malam itu dua orang yang dimabuk cinta yang tak tertahan itu melakukan penyatuan hakiki penuh cinta dan kelembutan dengan kesadaran penuh. Hujan deras yang tak berhentinya seakan memberikan dua kekasih itu kesempatan memperbaiki hubungan dan kesalahpahaman diantara mereka.
Sampai merasa lelah berolahraga malam, dua orang itu tertidur saling berpelukan nyaman tanpa sehelai kain namun ditutupi oleh selimut tebal agar tidak kedinginan.
bersambung...