
Li chen sedikit menjauhkan kembali kudanya, ia menatap lurus jalan sambil melirik diam-diam Xia lu dan Zhang.
Sok manja sekali Gadis itu, tidur bersandar ditubuh Zhang dasar tidak tau malu, aku yang lebih pas-nya dalam posisi itu bukan kau(batin Li chen).
Zhang melepaskan pegangan sebelah tangannya pada tali kuda, ia melepas sebagian jubahnya lalu sebelahnya lagi sampai jubah luar yang dipakainya terlepas.
Sambil memegang tali kuda hanya sebelah tangan Zhang menutupi depan tubuh Xia lu dengan jubahnya lalu memeluk tubuh gadis itu semakin dekat padanya.
"Kalian lihat, Yang mulia begitu romantis sejak ada Putri Xia lu banyak hal yang berubah, bahkan Yang Mulia Kaisar sudah jarang sekali marah-marah saat pelatihan"Ucap salah satu anggota pasukan yang berada dibelakang kuda Li chen.
"Benar mereka sangat cocok dan serasi, aku jadi iri ingin mempunyai kekasih namun tidak ada waktu terlalu sibuk"ucap orang yang berkuda disebelahnya.
Li chen menghembuskan nafasnya dengan kasar mendengar obrolan-obrolan Para anggota.
***
Malam semakin malam, Para pasukan sudah berada di perbatasan Kekaisaran Yuan dengan Kekaisaran Taitai, sejenak mereka semua berhenti diperbatasan untuk beristirahat sebentar.
Mereka turun dari kuda dan memakirkan ditengah lapangan kediaman perbatasan itu.
Zhang memakirkan kudanya sedikit menjauh dari anggota pasukan ketempat sepi agar tidurnya Xia lu tidak terusik, kedua tangannya melingkar memeluk tubuh Xia lu.
"Manis sekali"gumam Zhang tersenyum memandang wajah cantik Xia lu yang tertidur pulas menghadap kedepan.
"emm"gumam Xia lu menginggau, mulutnya bergerak mengecap sesuatu.
Zhang tersenyum memerhatikan tingkah lucu Xia lu yang menginggau sedang mengecap sesuatu.
Tunggu menghitung hari lagi, kita akan menikah Xia lu(batin Zhang).
*****
Pagi sekali, embun masih menyelimuti lingkungan, matahari masih sedikit memunculakan dirinya.
keadaan begitu hening diperbatasan Kekaisaran Yuan, semua anggota pasukan ada yang tertidur dimanapun sudah ada yang terbangun maupun tidak.
Di dalam salah satu kamar kecil di perbatasan itu, tampak sosok Pria tampan dan gagahnya berdiri didepan meja rias sedang merapikan pakaian yang dipakainya.
"Zhang"panggil seseorang memeluk tubuh Pria itu dari belakang.
"Xia lu"sebutnya membalikan tubuh dan menyentuh wajah gadis yang memeluknya itu.
"terimakasih saat berkuda malam, aku tertidur pasti menyusahkanmu kan?"tanya Xia lu tersenyum.
"emm sangat menyusahkan, aku harus menggendongmu turun dari atas kuda kemudian membawamu dalam kamar la..."ucap Zhang terpotong mendengar suara sesuatu.
"kryuukkk...kryuukk"suara aneh yang berasal dari perut seseorang.
"Kau lapar?"tanya Zhang ingin menyentuh perut Xia lu.
"eh eh jangan sentuh"tegur Xia lu memayunkan bibirnya.
Xia lu menjauhkan tubuhnya, ia berbalik dan melangkahkan kaki berjalan keluar.
Zhang tersenyum mengikuti langkah Xia lu dari belakang, saat keluar dari kamar, "Prok...prok"tepuk tangan Zhang tiba-tiba membuat Xia lu menghentikan langkah kakinya karena terkejut.
"Cepat bersiap, kita akan melanjutkan perjalanan semuanya bangun, BANGUN!, Ku hitung sampai lima belas jika kalian semua tidak siap dan belum menunggangi kuda maka..."ancam Zhang terpotong.
Semua anggota yang mendengar itu terkejut tidak main, mereka yang bangun tidur langsung gerak cepat membasuh muka.
"satu, dua, tiga, empat, lima"hitung Zhang menyeringai senyum.
"hentikan Zhang kasihan mereka"bisik Xia lu mendekat kesamping Zhang.
"Enam, tujuh, delapan"ucap Zhang menghiraukan bisikan Xia lu, ia hanya memandang Para pemuda yang tampak panik kesana kemari didepan matanya.
"Dasar tidak berperasaan"cerocos Xia lu dengan pelan.
"hah?, tidak ada"jawab Xia lu melempar senyum menatap wajah Zhang, ia memalingkan wajahnya kesamping dengan raut wajah berubah kesal.
"Xia lu ini agar kita lebih cepat sampai Kekaisaran Taitai, lalu kita dan Para anggota akan sarapan disana karena disini tidak ada makanan"ucap Zhang membuka suara.
"maksudmu agar aku cepat makan karena lapar?"tanya Xia lu tersenyum.
"hm"dehem Zhang tanpa melirik Xia lu.
"Sembilan, sepuluh, sebelas, dua belas, tiga belas"ucap Zhang, ia merangkul pundak Xia lu dan membawanya berjalan menuju luar kediaman.
"Empat belas, lima be"ucap Zhang terpotong melihat diluar semua anggota sudah menunggi kuda masing-masing terlihat rapi dan segar.
"Baik, kita berangkat"ucap Zhang tersenyum berjalan menuju kudanya yang berdiri paling ujung menghadap jalan besar.
Sesampainya, Xia lu dan Zhang naik dalam satu, Kini posisinya berbeda Xia lu yang duduk dibelakang.
"Jalan"ucap Xia lu memeluk tubuh Zhang dari belakang.
Zhang tersenyum lebar, ia memegang tali kuda lalu memacunya dengan kuat hingga kedua kaki kuda yang berada didepan melompat tinggi mengejutkan semua orang yang melihatnya.
Xia lu jadi melebarkan matanya dengan memeluk tubuh Zhang begitu erat.
Zhang melambatkan pacuan kudanya dengan tersenyum senang.
"Zhang kau sengaja yah"kesal Xia lu memayunkan bibirnya.
Para anggota langsung mengikuti Kuda Kaisar Zhang yang sudah berjalan jauh.
Sepanjang jalan, keadaan hanya hening saat melewati pepohonan yang berada samping jalan tidak terlalu lebat. Semuanya terdiam pokus dengan kudanya masing-masing.
***
...Kekaisaran Li...
Disebuah hutan dekat dengan perbatasan Kekaisaran Li dan Kekaisaran Gu, mengumpul bangsa asing disitu yang pakaian terlihat begitu mewah mengenakan mantel, dilengkapi medali emas pangkat disekitaran atas bahu.
"Bagaimana jawaban Pemimpin dari Kerajaan ini?, apa ada respon dari mereka?"tanya Seorang Pria muda yang tampan berkulit putih dengan rambut pendek yang dikeriting dibagian samping kanan dan kiri bergelombangan dibagian depan.
"Hormat Baginda Raja Dylan, mereka tidak ada jawaban akan permintaan izin anda namun mereka hanya menjawab akan mengajak bertemu sore nanti di padang tandus yang berada tidak jauh dari hutan ini"jawab Pria berkulit hitam dan tubuh gemuk berdiri menghadap Sosok Pria tampan itu.
Pria tampan itu memasukan kedua tangannya dalam saku celana, ia memandang sekitar menatap Para pasukannya yang sedang melepas tenda kemah dan membereskannya.
"Jika begitu kita akan pergi nanti"jawab Raja Dylan tersenyum.
***
...Kekaisaran Taitai...
Para Pasukan sejenak berhenti didepan restoran makanan, mereka sarapan pagi bersama dengan Sang Kaisar di dalam restoran itu yang kebetulan tidak ada siapapun.
Keadaan hanya hening dimeja makan panjang yang memuat lima puluhan orang makan, suara dentingan sumpit yang beradu dengan piring sudah menjadi kebiasaan.
Xia lu dan Zhang yang duduk berdampingan hanya berdiam, mereka berdua sibuk makan bahkan saling melirik diam-diam.
Zhang tersenyum melirik sekilas Xia lu yang sedang menyantap potongan daging sapi, ia mendekatkan dirinya dan berbisik ditelinga gadis itu.
"Xia lu, kau tidak pernah mengajakku Ke-istana kerajaan Taitai yang adalah milik ayahmu dulu-kan?, pasti banyak kenangan masa kecilmu disana, aku ingin sekali kau menceritakan masa kecilmu padaku"bisik Zhang tersenyum.
Xia lu tersentak mendengar bisikan Zhang, apa yang harus kuceritakan?, sebenarnya aku bukan Seorang Putri aku adalah atlet di jaman modern Zhang, masa kecilku ada di jaman modern bukan disini jika aku menceritakan tentang Masa kecil Putri Xia lu aku tidak tahu akan itu(batin Xia lu).
Li chen yang duduk disamping Jenderal Pei melirik Xia lu yang duduk dihadapannya hanya dihalangi oleh meja.
apa yang dia pikirkan?, aku merasa ada sesuatu yang dia sembunyikan dari Zhang, aku harus mengetahuinya(batin Li chen).