EXTRAORDINARY YOU

EXTRAORDINARY YOU
Membuatmu membenciku


"brukkk"tubuh Seseorang yang duduk bersandar dipintu jadi ambruk dilantai tepat didepan Kaki Xia lu.


"Zhang"sebut Xia lu langsung duduk dengan wajah cemas melihat Pria dihadapannya memejamkan mata.


Tiba-tiba Zhang langsung berduduk saat Xia lu ingin membangunkannya.


Dengan mata sayu, Zhang mengucek mata dan berusaha sadar.


"Xia lu"panggilnya tersenyum.


"Kubilang jangan muncul dihadapanku lagi Zhang, apa kau tidak mendengar apa yang aku katakan?"tanya Xia lu langsung berdiri kembali dan membalikan tubuhnya tidak berani menatap Pria itu.


"Aku ingin bicara padamu Xia lu"jawab Zhang yang sudah tersadar langsung berdiri.


Xia lu membalikan tubuhnya, ia mendorong tubuh Zhang keluar dari kamar lalu menutup pintunya dan bersandar dipintu itu.


"Xia lu"lirih Zhang mendekatkan wajahnya dipintu.


"Ada apa sebenarnya?, kemarin malam dikamar itu..."ucap Zhang terpotong.


"Cukup, jika kau tidak pergi sekarang aku tidak akan menemuimu lagi!"bentak Xia lu dari dalam kamar mengejutkan Ceh yi yang sudah terbangung sedari pura-pura tidur.


Apa yang terjadi yah pada Kaisar Zhang dan Putri Xia lu?, kemarin saya lihat semuanya baik-baik saja saat diperjamuan(batin Ceh yi).


Zhang terpaksa pergi dari depan kamar Xia lu dengan langkah berat, ia tidak berhenti menoleh kebelakang melirik pintu yang ditutup.


Di dalam kamar...


Xia lu duduk dilantai dengan bersandar dipintu, pandangannya kosong memikirkan sesuatu.


"Aku tidak boleh bersedih, nanti ada yang curiga"gumam Xia lu langsung berdiri dari dudukannya dan berjalan mendekati Jendela.


Xia lu membuka tirai jendela dan mengikatnya dengan ikat pita kesamping. Dia menatap pemandangan dari luar jendela, "Bagaimanapun ini bukanlah kehidupanku yang sesungguhnya, aku harus terbangun dari mimpi ini, semua ini hanyalah mimpi"racaunya asal bicara.


***


...Kediaman Zhang...


Zhang mondar-mandir dalam kamarnya dengan wajah bingung, "apa yang harus kukatakan agar Xia lu ingin bicara dan bertemu denganku?"tanyanya.


Han shu yang berdiri ditengah pintu masuk hanya terdiam melihat Zhang mondar-mandir sedari tadi.


"Yang Mu..."panggil Han shu terpotong.


Tiba-tiba datang dua Prajurit dengan tubuh kekar dan pakaian besinya, Han shu yang melihat itu jadi menaikan sebelah alisnya.


"Salam"ucap dua prajurit itu membungkukan tubuh dihadapan Han shu.


"katakan saja langsung"suruh Han shu dengan wajah datarnya.


"Kami melapor di depan gerbang, kedatangan tamu yang tidak diundang, Kaisar Ying"beritahu dua prajurit itu dengan kepala menunduk.


Zhang yang mondar-mandir seketika menghentikam langkah kakinya mendengar laporang dari penjaga gerbang itu. Dia melangkah mendekati pintu masuk, "Apa yang dia bilang?"tanyanya mengejutkan Dua prajurit.


"Dia bilang ingin meminta maaf secara langsung atas semua yang terjadi Yang Mulia pada anda dan Putri Xia lu"jawab langsung Kedua prajurit dengan serempak.


Zhang menajamkan matanya, "biarkan dia masuk menemuiku"putusnya.


"Apa Yang Mulia tidak keberatan, dia pasti punya maksud lain Yang Mulia?"tanya Han shu membuka suara.


"Jika musuh dikawasanku, maka itu bukanlah suatu ancaman, melainkan musuh yang teperangkap karena berani masuk, Han shu kau pasti berpikir jika Seseorang musuh masuk dalam markas sendiri adalah suatu bahaya bagi pemilik markas itu sendiri, justru sebaliknya kau mengerti?"tanya Zhang yang membuat Han shu langsung mengangguk cepat.


Dua prajurit hanya melongo mengerti tidak mengerti apa yang dijelaskan oleh Kaisar itu.


"Cepat!"perintah Zhang pada Kedua Prajurit, ia membalikan tubuh dan masuk kedalam kamar kembali.


Kedua Prajurit langsung pergi menjalankan tugas.


***


...Kamar di kediaman yang Xia lu tempati....


"Ceh yi, kau peras air susu sapi di kandang yah sampai penuh botol ini, jika tidak penuh kau tidak boleh kembali"perintah Xia lu memberikan botol besar pada Ceh yi.


"Baik Kakak"jawab Ceh yi tersenyum lembut mengambil botol itu.


Xia lu tersenyum tipis pada Ceh yi lalu berjalan menuju kamar mandi dan masuk kedalamnya.


Ceh yi pergi dari kamar dengan wajah senang karena baru pertama kali ditugaskan oleh Junjungan untuk tugas yang bisa membutuhkan waktu lama, sebelumnya Xia lu jarang atau tidak pernah sama sekali menugaskan tugas lama.


***


Siang hari


Kediaman Zhang, Di pondok terbuka yang berada dikediaman situ tampak Dua Pria duduk dilantai saling berhadapan dibatasi oleh meja persegi didepan mereka.


Dua Pria yang berbeda sikap itu saling menatap begitu lama sampai-sampai Para Prajurit yang berbaris diluar pondok kesemutan kakinya menunggu Dua Kaisar itu selesai berbicara.


"Maaf"salah satunya akhirnya membuka suara itupun hanya satu kata.


"Terlalu tinggi"ledek Zhang dengan wajah dingin melipat kedua tanganya didepan dada.


"Ck"dengus kesal Kaisar Ying menatap tajam Zhang.


"Bukankah Kau datang untuk meminta maaf, apa itu semua cukup dan layak?"sindir Zhang menatap Ying.


"Brakk"Suara gerbarakan meja yang dipukul Ying tiba-tiba.


Kaisar Ying berdiri dari dudukannya, ia menunjuk Zhang secara langsung dengan gertakan gigi.


"Aku sudah jauh-jauh datang kesini dari Kekaisaran Taitai dan berusaha bersikap baik padamu Zhang, Aku juga adalah Seorang Kaisar bukankah kata Maaf itu sudah cukup dengan statusku seperti ini?"tanyanya menatap wajah dingin Pria yang masih duduk dengan tenang.


"Ying, apa kau ingat dengan pamanmu?, Kekaisaran itu awal dan akhirnya adalah milik Xia lu, lalu mengapa kau bersikap sok sekali pada calon suaminya?, atau penerus Kekaisaran itu?"sindir Zhang lagi.


Ying mengggertakan giginya, ia langsung pergi saja dari pondok itu tanpa mengeluarkan sepatah kata apapun.


Zhang tersenyum tipis melirik Ying yang tampak kesal.


*****


Di depan Kediaman Xia lu dulu


Di balik pohon besar yang berada didepan pagar pembatas kediaman itu tampak dua orang berlawanan jenis sedang bicara dengan serius.


"Kali ini aku membutuhkan bantuanmu, beruntung kau ada disini Ying"lontar Xia lu menatap wajah Kaisar Ying yang terkejut mendengar ucapan Xia lu padanya.


"Ini benar, kau akan kembali padaku?"tanya Ying tersenyum ingin menyentuh wajah Xia lu namun langsung ditepis Xia lu.


"Emm, asalkan lakukan apa yang aku katakan, tunggu beberapa lama lagi"jawab Xia lu dengan wajah datar menatap Kaisar Ying.


Tiba-tiba Kaisar Ying memegang pundak Xia lu dan menyudutkan gadis itu bersandar kebatang pohon.


"Aku akan rela melepas semua selir untukmu Xia lu, aku akan berjanji menjadi Kaisar yang baik, aku berjanji tidak akan menyakiti hati wanita lagi dan aku akan selalu ada untukmu meski kau tidak pernah menanggapku ada seperti Zhang"lirih Ying menatap dalam bola mata Xia lu.


Xia lu menatap wajah Kaisar Ying dihadapannya, aku tidak peduli siapa yang akan menjadi pemilik tubuh ini, aku hanya ingin Zhang baik-baik saja dan aku harus kembali ketempat dimana aku harus kembali, aku harus memerankan wanita jahat agar Zhang membenci dan mudah melupakanku(batinnya).


"Aku benar-benar senang kau lebih memilihku dari Zhang"ucap Ying dengan wajah seriusnya menatap lembut Xia lu.


"Aku juga senang Ying, aku akan membatalkan pertunanganku dengan Zhang dan kita akan kembali Kekaisaran Taitai"sambung Xia lu tersenyum manis mengantungkan tangannya dileher Ying.


Tidak sadar, Seseorang melangkah mendekati Xia lu dan Zhang dengan wajah marahnya.


Kaisar Ying menundukan kepala dan ingin mencium bibir Xia lu, sedangkan Xia lu memejamkan matanya bersiap menerima ciuman itu namun tiba-tiba.


"Xia lu!"bentak Zhang langsung menendang tubuh Ying dari samping hingga tubuh Pria itu jadi terpental jauh mengantup dinding pagar.


Xia lu melebarkan matanya langsung berlari ingin mendekati Ying namun tiba-tiba tubuhnya di angkat oleh Zhang dan dibawa masuk dalam kediamannya.


***


Di tempat lain


Kandang sapi yang berada di istana di belakang kediaman dapur.


"Kapan air susu sapinya keluar?"tanya Ceh yi berjongkok dibelakang tubuh sapi sedang memandang Han shu yang membantunya memeras air susu.


"Cuaca hari ini sepertinya tidak bagus, makanya dia lamban menghasilkan susu"jawab Han shu melirik Ceh yi.


***


...Dalam kamar dikediaman Xia lu...


"Brakk"Zhang menutup pintu kamar dengan kasarnya setelah menghempas tubuh Xia lu diatas ranjang.


"Kubilang keluar Zhang!, mengapa kau terus muncul dihadapanku?!"bentak Xia lu duduk dari posisi baringannya.


Zhang berbalik, ia langsung berlari dan naik keatas ranjang. Dia mendorong tubuh Xia lu terbaring kembali dan menindih tubuh gadis itu.


"Mengapa kau terus menghindariku setelah Perjamuan malam?"tanya Zhang mengunci kedua tangan Xia lu.


"Tidak ada urusannya denganmu!"bentak Xia lu berusaha lepas dari cekalan tangan Zhang.


"Tidak ada urusannya denganku?, Lalu apa tadi yang kau katakan dengan Kaisar Ying!?, apa itu semua benar?"tanya Zhang dengan pancaran mata marah menatap Xia lu dibawahnya.


"Iya, itu semua benar"jawab Xia lu dengan wajah datarnya menatap Zhang.


Zhang tersentak mendengar jawaban keluar dari bibir Xia lu, seketika ia teringat dengan kejadian tadi Kaisar Ying dan Xia lu ingin melakukan ciuman tanpa Xia lu tolak.


Zhang langsung mendekatkan bibirnya pada Xia lu dan mencium bibir gadis itu dengan ganas.


Xia lu melototkan matanya, ia langsung mendorong bidang dada Zhang.


Zhang melepaskan ciumannya dan kembali mendekatkan bibirnya keleher Xia lu.


"Dimana dia menciummu?, disini atau disini?"tanya Zhang langsung mencium leher Xia lu dengan kasarnya tidak seperti biasanya.


Xia lu menggelengkan-gelengkan kepalanya, ia berusaha memberontak, "Pergi Zhang, jangan membuatku marah!"bentaknya.


"Apa kau tidak melihat aku sungguh marah melihatmu dengan Ying!"bentak balik Zhang melepas ciumannya.


Xia lu berusaha ingin duduk namun terus ditahan Zhang.


Zhang mengunci kedua tangan Xia lu diatas kepala dengan sebelah tangannya, tangan satunya menyentuh bahu Xia lu dan merobek pakaian yang dikenakan Xia lu du bagian itu hingga tampak kulit mulut gadis itu.


Zhang langsung mencium dengan kasar kulit mulus Xia lu sambil merobek disebelahnya lagi dan menurunkan pakaian yang dikenakan Xia lu


"kreekk"suara robekan Pakaian Xia lu.


"Jangan Zhang!, Ini sakit!"bentak Xia lu dengan buliran air mata keluar dari matanya melihat Zhang bersikap kasar padanya.


Zhang terus mencium dibagian area sensitif di atas payudara Xia lu meninggalkan jejak biru kemerahan di kulit mulus Xia lu.


"Dimana lagi dia bekas menciummu?, apa lebih dari ini?"marah Zhang ingin mencium bibir Xia kembali tiba-tiba berhenti melihat air mata yang mengalir dipipi Xia lu.


Cekalab tangan Zhang jadi terlepas, ia menyentuh pipi Xia lu dengan perasaan bersalah.


"Pakkkk"suara tamparan mengenai wajah Zhang.


"Menjijikan!"bentak Xia lu langsung mendorong bidang dada Kaisar Zhang dan beranjak dari Ranjang sambil memperbaiki pakaian atasnya yang dirobek Zhang.


Zhang mematung ditempat menerima tamparan dari Xia lu.


"PERGI!"teriak Xia lu menutup atas tubuhnya dengan selimut tidurnya.


Zhang beranjak dari atas ranjang, ia menghadap Xia lu dan ingin memelukku tubuh gadis itu.


"Cukup Zhang, hari ini aku tidak menduga kau sekasar itu dengan Wanita!, apa kau tidak memikirkan kehormatanku sebagai wanita?, Kau seperti pemerkosa saja!"Bentak Xia lu dengan wajah marah menatap Zhang.


Zhang menelan ludahnya dengan susah payah mengamati sudut bibir Xia lu berdarah akibat ciuman kasarnya tadi.


Aku harus menjalankan peran jahatku sekarang, aku pasti bisa melakukannya(batin Xia lu).


"Maafkan ak..."lirih Zhang terpotong.


"Tidak perlu, asal kau tahu cintaku selama ini hanyalah sandiwara Zhang"lontar Xia lu dengan wajah dingin menatap Zhang.


"Apa aku tidak akan percaya itu, kita akan menikah Xia lu beberapa hari lagi"bantah Zhang memajukan tubuhnya kedepan Xia lu.


"Tidak percaya atau tidak aku tidak peduli, asal kau tahu saja Semua hanyalah sandiwara, cintaku padamu selama ini, aku mendekatimu karena untuk membalaskan dendam pada mendiang Kaisar Wezi dan itu sudah tercapai"jelas Xia lu dengan wajah datarnya menatap manik mata Zhang.


"Itu tidak mungkin, aku tidak percaya dengan apa yang kau katakan barusan"balas Zhang menggelengkan kepalanya.


Xia lu tersenyum tipis, "Sebaiknya kau sadarlah Zhang, jangan terlalu berharap padaku, aku akan kembali pada Kaisar Ying karena dia awalnya adalah suami utuhku dan kau hanyalah pelampiasan dariku"tuturnya dengan sengaja.


Zhang tersentak mendengar ucapan Xia lu, "Itu tidaklah benar bukan?, aku tahu kau berbohong padaku Xia lu, katakan saja apa yang kau sembunyikan dariku, kita sama-sama mencari jalan keluarnya"ajaknya dengan suara lemah lembut.


"Berbohong?"tanya Xia lu menunjukan cincin yang melekat dijari manis tangannya sebelah kiri.


Xia lu melepaskan cincin itu didepan mata Zhang lalu melemparnya jauh keluar jendela.


Zhang melebarkan matanya melihat cincin itu dilempar oleh Xia lu.


"Kau!"bentaknya.


Xia lu kembali memperlihatkan gelang dipergelangan tangannya dan melepaskannya didepan mata Zhang.


"Gelang murahan ini, kau tidak hanya membuatkannya untukku-kan?, Li chen juga memakainya dari hasil buatanmu yang penuh cinta Kaisar Zhang"ucap Xia lu memperlihat gelang yang sudah dilepaskannya.


Wajah tampak berpikir keras melihat apa yang dilakukan Xia lu dan gadis itu katakan sungguh membuat hatinya sakit.


Xia lu menarik napasnya dalam-dalam dan mengeluarkannya, "INI SEMUA HANYALAH BOHONGAN!"bentak Xia lu mengejutkan Zhang. Tidak terduga gadis itu melempar kebawah gelang buatan Zhang.


Papan nama yang diukir dengan tangan Zhang sendiri hancur berkeping-keping dilantai didepan mata Zhang.


Xia lu langsung membalikan tubuhnya, air mata yang ingin keluar tidak bisa lagi ia bendung.


Zhang tersungkur dilantai, ia meraih gelang dan pecahan papan nama dengan tangan gemetaran.