EXTRAORDINARY YOU

EXTRAORDINARY YOU
Penyesalan Kaisar Ying


"kreekk"pintu kamar mandi terbuka menampakan Xia lu yang memakai hanfu biru muda.


Xia lu melirik kesekitar kamar dan menangkap Zhang yang duduk santai melempar senyum lembut padanya.


"Ada apa?"ketus Xia lu berjalan mendekati ranjang tanpa melirik Zhang.


"aku hanya ingin melihatmu, mengapa nada suaramu terdengar tidak suka begitu?"tanya Zhang berdiri dari dudukannya, ia berjalan kedepan Xia lu dan langsung ingin memeluk tubuh gadis itu.


Xia lu langsung menghindar dengan menggelengkan kepala, "Ck, minggirlah, aku ingin menyisir rambut Zhang"pintanya menatap Pria yang terus menghadang jalannya menuju meja rias yang berada disamping ranjang sebelah.


"Diam"tegur Zhang mengangkat tubuh Xia lu lalu meletakannya ditepi ranjang.


Xia lu mematung ditempat, ia melirik Zhang pergi kedepan meja rias mengambil sesuatu dalam lorong dimeja rias itu.


Setelah mengambil sesuatu Zhang duduk disamping Xia lu dan meletakan barang yang diambilnya di atas ranjang.


"Menghadap sana"pinta Zhang memerintah Xia lu untuk membelakanginya.


Xia lu terpaksa sedikit menghadapkan tubuhnya membelakangi Zhang yang duduk disampingnya.


Zhang tersenyum tiba-tiba dia memeluk tubuh Xia lu dari belakang sambil memakaikan handuk yang diambilnya dari dalam lorong meja kebelakang punggung gadis itu.


Xia lu melirik kesamping menatap wajah tampan Zhang yang tersenyum manis padanya.


Zhang menjauhkan kepalanya, ia mengambil sisir rambut yang diletakannya diatas selimut lalu menyentuh rambut lembut Xia lu yang sedikit basah.


"Rambutmu cantik"puji Zhang menyisir rambut Xia lu dengan pelan, jari tangannya menyelip kehelaian rambut Xia lu sambil meniup rambut itu.


Xia lu tersenyum mendengar pujian Zhang, ia melirik sekilas wajah Pria itu yang sibuk menyisir rambutnya.


Zhang melirik Xia lu yang sedang menatapnya, "aku tau kau sangat tergila-gila akan ketampanan calon suamimu ini kan?"godanya tersenyum mengedipkan sebelah matanya.


Xia lu langsung memalingkan wajahnya kembali, "Anda rupanya senarsis itu"ejeknya tersenyum.


"tidak penting saya senarsis apa anda akan tetap mencintai saya bukan?"tegas Zhang tersenyum.


Xia lu hanya berdiam mendengarkan ucapan Zhang.


Selesai menyisir rambut, Zhang memakaikan anting-anting mutiara bersebelahan telinga Xia lu.


"Anting-anting ini ternyata adalah milikmu, aku bahkan menyimpannya sebelum waktu perguruan saat itu"ucap Zhang tersenyum memandang anting yang selesai dipakaikannya di sebelah telinga Xia lu.


"Terimakasih, oh iya gelang ini...apa kau tidak membuat yang lain seperti ini?"tanya Xia lu memperlihatkan gelang yang melingkar dipergelangan tangan sebelah kirinya.


"Aku tidak perlu bertanya, aku yakin kau memberikan hukuman yang setimpal padanya"jawab Xia lu berdiri dari dudukannya.


Zhang mengangguk, ia mendongakan kepalanya memandang Xia lu, "Kau sudah sarapan pagi?, mari kita sarapan kedapur aku akan memasak untukmu"ajaknya berdiri dari dudukannya.


"Baik, bagaimana jika kita bertaruh memasak siapa yang paling banyak suaranya dari Para pelayan maka dia akan menang dan jika kalah akan meminum air dari perasan buah jeruk nipis sebanyak lima gelas"tantang Xia lu tersenyum.


"Baik aku pasti menang"yakin Zhang melempar senyum remeh pada Xia lu.


"Heh, kita lihat saja"kekeh Xia lu melempar senyum remeh juga.


"Jika menang apa untungnya?"tanya Zhang.


"Jika menang boleh meminta apapun dari lawannya dan lawan itu harus mengabulkannya"jawab Xia lu.


***


...Kekaisaran Taitai...


Kediaman Para selir, di kamar tidur utama yang begitu lua, keadaan didalamnya begitu ramai akan Para selir yang duduk mengumpul menggelilingi Selir Mei mei yang berbaring diatas kasur kapuk dilantai.


Disamping Selir Mei mei terdapat Kaisar Ying yang duduk sambil mengenggam telapak tangan Selir Mei mei dengan wajah tampak merasa sedih dan bersalah.


"Maafkan aku Mei mei, aku tidak tahu bahwa kau telah hamil dan anak dikandunganmu telah gugur, maaf Mei mei jika aku membentak-bentak dan melarangmu setelah malam itu"lirih Kaisar Ying mencium lembut punggung tangan Selir Mei mei.


"Pergi Ying"pinta Selir Mei mei melirik kesamping menatap wajah Kaisar Ying, ia menarik tangannya yang dicium oleh Kaisar Ying


"tidak Mei mei aku akan menjagamu disini, Tabib kapan kondisinya membaik?"tanya Kaisar Ying melirik tabib wanita yang berada disebelah sana Selir Mei mei.


"Kondisi Selir Mei mei akan membaik mungkin selama sehari, tapi Yang Mulia perlu dipentingkan Seorang wanita yang mengalami keguguran tidak boleh melakukan hal berlebih, seperti berjalan terlalu lama ataupun berdiri, itu bisa memengaruhi kondisi rahim agar tidak terluka lebih buruk lagi karena tersandung batu"jawab Tabib dengan kepala menunduk.


"Hmm, Tabib tolong kau rawat dia sampai sembuh jangan sampai terjadi hal buruk, aku sudah kehilangan calon anakku, aku sangat menyesal akan itu"pinta Ying dengan wajah bersedih.


"Baik Yang Mulia"jawab Tabib menundukan kepalanya.


Para selir lainnya yang melihatnya hanya bisa berdiam dan berkata dalam hati melihat apa yang terjadi pada Selir Mei mei, Mereka tentu terkejut karena baru mengetahui secara bersamaan jika Selir itu telah hamil dan keguguran pagi-pagi sekali saat semua orang masih tertidur.


"Aku akan pergi mengurus urusan Kerajaan, kau jaga kesehatan Mei mei"pesan Ying menyapu rambut Selir Mei mei lalu berdiri dari dudukannya dan pergi.


bersambung...