
Besok Paginya
Pagi yang begitu cerah
Kediaman Xia lu
Dalam kamar,didepan meja rias Xia lu duduk didepan meja rias dengan senyuman merekahnya
Dia bersenandung ria sedari tadi sembari menatap wajahnya dalam cermin rias dengan menopang dagu
"Zhang lumayan,dia juga sangat tampan..arrgghh malam tadi bagaimana dia mengatakannya padaku?"Ucap Xia lu berbicara sendiri
Xia lu beranjak dari duduknya,ia tersenyum merekah sambil memperbaiki rambutnya
"khem..khem"dehemnya
Xia lu melangkahkan kakinya dengan pelan meniru jalan Kaisar Zhang
"Xia lu aku sangat menyukaimu,aku sangat mencintaimu...dan hanya menyukaimu,arghhh"
Xia lu menghempaskan tubuhnya diatas ranjang
"Dia sangat romantis,tampan,gagah dan hebat namun dia agak sensitif,tapi tidak apa itu pertandanya dia sangat menyayangiku"
Xia lu berguling-guling diatas ranjang seperti cacing kepanasan saja
"Zhang kau sungguh membuatku gila"
Tiba-tiba terdengar suara langkah kaki cepat masuk dalam kamar
"Putri..putri"Panggil Ceh yi lari terbirit-birit mendekati ranjang
"ada apa?"Tanya Xia lu merubah posisinya berduduk
sesampainya Ceh yi didekat Ranjang
"Yang mulia Kaisar Zhang berada diluar kamar ingin bertemu anda"jawab Ceh yi
"Ya ampun kenapa kau tidak bilang sedari tadi Ceh yi?"panik Xia lu langsung beranjak dari atas ranjang
"Sayakan baru masuk"jawab Ceh yi berucap pelan
Xia lu memperbaiki hanfu dan rambutnya yang terurai cantik kebelakang,ia mendekat kemeja rias dan mengambil botol kecil yang berada diatas meja itu
Xia lu membuka tutup botol itu dan mengangkat tutup itu yang ternyata adalah kuas Parfum,ia mengarahkan ujung kuas itu pada sekitar leher,bawah ketiak dan lengannya
"hemm"gumamnya mencium harum bau Aroma bunga mawar yang disukainya
"uhukk..uhukk"Ceh yi jadi terbatuk karena Xia lu terlalu banyak memakai Parfum
Xia lu meletakan kembali botol dan berlari menuju luar kamar
"Begitulah mulai malam tadi keanehan terjadi pada Putri,dia sering tersenyum sendiri-sendiri,Aneh bukan?"gumam Ceh yi
Diluar kamar
Kaisar Zhang tercengang melihat penampilan Xia lu sangat cantik memakai Hanfu bewarna pink muda yang bermotif ukiran tangkai bunga yang menjalar dibagian Pinggang Xia lu
"Selamat Pagi"sapa Xia lu tersenyum berjalan mendekat kehadapan Zhang
Mendengar sapaan Xia lu lamunan Zhang jadi terbuyam
"Pagi ju uhukk..uhukk"batuk Zhang mengusap-usap depan dadanya
"Ada apa Zhang?"Tanya Xia lu langsung menyentuh depan dada Zhang dan ikut mengusap-usapnya dengan wajah cemas
"Tidak apa"jawab Zhang tersenyum mengenggam tangan Xia lu yang menyentuh depan dadanya
"Kau sudah siap?"Tanya Zhang
"emm"angguk Xia lu tersenyum menatap wajah Kaisar Zhang
Zhang langsung menarik tangan Xia lu dan membawanya berjalan menuju luar kediaman itu
Mereka berjalan sambil bergenggaman tangan dijalan istana,sejenak jika ada yang lewat Xia lu dan Zhang langsung saling melepaskan genggaman mereka
Zhang dan Xia lu saling mengenggam tangan kembali saat tidak ada yang lewat,kedua tangan mereka seperti di lem terus menempel tidak mau terpisah
"Kita akan berjalan-jalan..tapi Zhang apa kau tidak lelah akan malam tadi?"Tanya Xia lu mendongakan kepalanya menatap wajah Zhang
"tidak,Kau tau kan aku ini sangat cepat,pintar dan sudah terbiasa melakukan pekerjaan Sebagai Kaisar Mengurus ini dan itu"jawab Zhang tersenyum menatap Xia lu
"Cih,kau mulai menyombongkan diri padaku"ledek Xia lu tersenyum
"Tentu saja gadis kesayanganku ini harus mengetahuinya"Ucap Zhang merangkul tubuh Xia lu dan menekan kedua sisi pipi Xia lu karena gemas
Tiba-tiba dari arah jalan berlawanan berjalan Seorang gadis dengan tubuh tegak dan wajah dinginnya,Ia melihat Dua orang tidak jauh dari depannya yang terlihat sangat akur dan bercanda bersama
"Apa hah apa?"Tanya Xia lu mencubit lengan Zhang
"Kau terlalu banyak memakai Parfum Xia lu,tapi tidak apa aku sangat menyukai aroma mawarnya"Jawab Zhang menundukan sedikit kepala dan memiringkannya ingin mencium leher Xia lu
"eh eh eh"larang Xia lu memegang wajah tampan Zhang menahan Pria itu agar tidak menciumnya ditempat terbuka saat ini
"Kalian sedang apa yah?"Tanya Seorang gadis yang berdiri didepan Xia lu dan Zhang
Xia lu sontak melepaskan tangannya yang memegang wajah tampan Zhang
Zhang menegakan tubuhnya kembali dengan wajah tampak biasa
"Putri Li chen"ucap Xia lu tersenyum menatap gadis didepannya
"Li chen kau belum pulang?"Tanya Zhang menaikan kedua alisnya
"Zhang,tadi malam aku tertidur dikediaman Menteri dikerajaan ini dalam kamar bibiku"jawab Li chen tersenyum menatap kearah Kaisar Zhang
"Oh syukurlah,dan kapan kau akan pulang?"Tanya Zhang
"Saat ini..Kalian berdua tampak sangat senang apa yang kalian bicarakan?"Tanya Li chen tersenyum menatap kearah Xia lu lalu Zhang
"Kami hanya bercanda,dia mengejekku karena memakai Parfum terlalu banyak"jawab Xia lu tersenyum ramah pada Li chen
"Dan itu memang benar"Saut Zhang tersenyum menatap Xia lu
"Baiklah,Aku harus pergi sekarang"Ucap Li chen tersenyum
"tunggu dulu Li chen lain kali jika kau ada waktu datang kekediamanku dan kita berlatih pedang bersama itu pasti menyenangkan"Ucap Xia lu tersenyum menatap Putri Li chen
"Boleh,lain kali aku akan berkunjung kekediamanmu..Dadah sampai Jumpa Zhang dan Putri Xia lu"Ucap Li chen langsung berjalan melewati dua orang itu
Setelah kepergian Putri Li chen,Xia lu membuka suara
"Apa lama?"Tanya Zhang
"iya,aku harus membuat jadwal bulanan,apa tidak apa?"tanya Xia lu
"Tidak apa lain kali saja,Ayo aku ikut melihat kau membuat jadwal"Ucap Zhang tersenyum
Kedua orang itu sontak berbalik kembali dan berjalan kearah kanan menuju masuk dalam kekediaman
Jika jalan kiri itu yang dilewati Li chen tadi jalan menuju keluar dari istana kerajaan Xing xing atau menuju gerbang masuk
*****
Di kediaman Xia lu
Dalam kamar
Kaisar Zhang dan Xia lu duduk sila dilantai depan meja kecil
"Zhang ini baru jadwal hari Ke-lima belas apa kau bisa melanjutkannya untukku?"Pinta Xia lu menatap wajah Zhang disampingnya
"Tentu bisa"angguk Zhang langsung menggeser buku dihadapan Xia lu menghadapnya
"Terimakasih"Ucap Xia lu tersenyum lebar
"hm"dehem Zhang mengambil ahli kuas ditangan Xia lu
Xia lu tersenyum senang,ia merebahkan kepalanya diatas meja dan memandang Pria bersamanya
Zhang melanjutkan tulisan Xia lu tanpa bertanya apa yang akan ditulis selanjutnya karena sudah sangat pengalaman membuat jadwal latihan
Beberapa lama kemudian..
keadaan hening dalam kamar itu,Zhang baru selesai menulis meletakan kuas kedalam botol kuas itu sendiri lalu menutup buku dan meletakannya kesamping
Zhang melirik kesamping dan menangkap Xia lu yang memejamkan matanya begitu rapat dengan kedua tangan yang melipat diatas meja dan kepala yang disandarkan ditangan itu menghadap kearahnya
"Dia tertidur,Pasti aku membuatnya tidak bisa tidur semalam karena pengakuan perasaanku padanya..Dia pasti sangat lelah"Gumam Zhang
Zhang memutuskan mengangkat tubuh Xia lu dan menggendongnya menuju Ranjang
Pria itu meletakan tubuh Xia lu dengan hati-hati diatas ranjang,ia menyingkirkan rambut yang menganggu diwajah gadis sedang tertidur pulas itu
"Tidur yang nyenyak"gumam Zhang memasangkan selimut setengah tubuh Xia lu
Di luar kamar..
Dua orang mengintip dari balik dinding dekat pintu sebalah kanan maupun kiri,setengah kepala mereka menjinguk kedalam lalu bersembunyi kembali
"Kau lihat Kaisarku sangat perhatian dan peduli pada Putri Xia lu dibanding Kaisarmu yang malah membiarkan Putri dan sok peduli padanya,Kau bilang pada Kaisarmu itu lebih baik pergi saja dari Kekaisaran ini karena Kaisarku yang akan selalu menjaga Putri Xia lu"Ucap Han shu dengan kelihaian bicaranya
"Cih,Kaisarku juga tidak kalah perhatian,Saat Putri Xia lu menghilang dan Kabur dari Kekaisaran Taitai Kaisarku sangat mencemaskannya sampai mencari disetiap Kekaisaran kau ingat itu,Kaisarku juga tidak kalah mencintai Putri Xia lu dan ingin Putri kembali menjadi Permaisurinya"Ucap Fewu yang menginjuk dibagian pintu sebelah kanan tidak terima akan ocehan terhadap Kaisarnya Kaisar Ying
"Kaisar Zhang yang lebih pantas untuk Putri Xia lu,Heh!"ucap Han shu tersenyum sinis melirik Fewu
"Kaisar Ying lah yang lebih pantas untuk Putri Xia lu,Cih!"ucap Fewu juga melempar senyum remeh pada Han shu
Han shu langsung melangkahkan kakinya berjalan lurus mendekati Fewu
"Kaisar Zhang lah!"ucapnya tersenyum remeh
"Kaisar Ying!"Ucap Fewu
"Bagaimana jika kita bertaruh Hah hah?"Ucap Han shu menarik kerah baju Fewu dan membawanya menjauh dari dekat pintu
"Baik"jawab Fewu menyunggikan senyumnya
Dua Pengawal Setia yang berbeda Kaisar itu saling melempar tatapan sengit mengibarkan bendera perang diantara mereka
Kaisar Zhang yang baru keluar kamar menutup pintu dan berjalan pergi dari kamar Xia lu tanpa peduli dua pemuda yang asiknya melempar tatapan sinis
"kau sialan!,heh"Kesal Han shu memalingkan mukanya kearah sekitar Kediaman Xia lu dan menangkap Kaisar Zhang yang berjalan ditengah lapangan
Han shu menatap Fewu kembali dan mengarahkan jari telunjuk dan tengahnya menghadap matanya lalu pada Fewu memberi isyarat bahwa Fewu tidak akan lepas dari pengawasannya
"eeeehh"geram Fewu mengarahkan tangannya ingin memukul Han shu
"Weee"Han shu menjulurkan lidahnya pada Fewu lalu berlari mengejar Kaisar Zhang
Setelah kepergian Kaisar Zhang dan Han shu datang Ceh yi mendekati kamar junjungannya
"mengapa kau berada didepan kamar Putri?"tanya Ceh yi menghadap kedepan Fewu
"tidak ada apapun"jawab Fewu langsung berjalan melewati Ceh yi dan pergi
Ceh yi memilih langsung masuk dalam kamar Xia lu dan mengurus keperluan Xia lu nanti malam
**Malam hari**
**Kediaman Kaisar Zhang**
Dalam Ruang kerja,Kaisar Zhang sedang sibuk dengan kegiatannya menulis berkas-berkas kerajaan beserta mencetak simbol pada berkas itu
Zhang duduk dikursi depan meja yang berada ditengah ruangan kerja itu,dihadapannya bertumpuk Buku-buku banyak bersusun rapi seperti Gunung
Meja didepannya hampir terpenuhi oleh buku-buku banyak yang sudah selesai diperiksanya namun masih menyisa sebanyak sepuluh buku
Keadaan begitu sunyi disekitaran ruang Kerja Sang Kaisar itu hanya ada beberapa Pengawal yang berjaga didepan maupun dibelakang tempat itu
Zhang mengusap matanya yang semakin mengantuk karena belum tidur-tidur sejak kejadian kemarin malam akan pengakuan perasaannya terhadap Xia lu
Pria itu pun menyandarkan kepalanya diatas meja tak kuasa lagi menahan ngantuknya,Kuas ditangannya jadi terlepas dan buku yang jadi sandaran wajah tampannya
Ditengah lapangan Kediaman itu,berjalan Gadis cantik dengan memakai hanfu bewarna hitam bercampur merah