
Saat itu seorang pria yang berada di perpus, berjalan melewati Baek-Kyung dan dengan sengaja menabrak bahu Baek-Kyung. Baek-Kyung pun kesal, ia pun berteriak memanggil pria itu.
Pria itu pun berbalik, wajahnya tidak terlihat karena terkena sinar matahari yang memasuki ruang perpustakaan melewati jendela. Dan juga tag name yang biasa terpasang di dada seragam para siswa, itu pun tak ada pada seragam pria itu.
Baek-Kyung bingung dengan menatap pria itu, pria itu pun segera pergi meninggalkan Baek-Kyung.
"Kau mengenalnya?" tanya Baek-Kyung pada Ae-Il.
"Tidak" jawab Ae-Il.
"Kapan kau akan membonceng ku dengan motormu?" tanya Ae-Il dengan manja.
Dan-Oh berada di dalam kamar mandi dan membasuh wajahnya. Ia mendengar suara membalikkan halaman buku kembali. Anehnya, Dan-Oh kali ini berharap agar ingatannya terhapus.
Dan-Oh menutup matanya, beberapa saat kemudian dia membuka matanya. Namun tak terjadi sesuatu pada dirinya. Dan-Oh malu dengan perkataan yang diucapkan oleh Baek-Kyung, seolah bahwa Dan-Oh adalah seorang penguntit. Maka dari itu Dan-Oh berharap bisa melompati waktu kembali dan melupakan apa yang telah terjadi.
Saat itu juga Dan-Oh mendengar sebuah suara orang yang tengah menggedor pintu dari salah satu bilik kamar mandi.
Orang itu terus menggedor-gedor pintu dengan berharap akan ada yang membukakan pintu tersebut. Suara orang tersebut sudah terdengar bahwa dirinya tengah menangis, dia memohon agar ada yang menolongnya.
Dan-Oh yang mendengar itu pun, berjalan mendekat ke arah pintu itu. Ia pun membuka pintu itu yang telah terkunci dari luar.
Dan ternyata yang berada di dalam bilik kamar mandi itu ialah Joo-Da. Rambut Joo-Da terlihat berantakan, dan terlihat dengan jelas bahwa ia baru saja terkena pembuliyan.
Dan-Oh kaget melihat Joo-Da dengan kondisi seperti itu. Dan-Oh mengambil tisu yang ia bawa, ia pun membantu Joo-Da untuk membersihkan rambut Joo-Da, dengan bertanya bagaimana keadaan Joo-Da.
Dan-Oh tersadar, darimana dirinya mendapat kan tisu. Dari tadi tangannya kosong, dirinya sama sekali tak membawa benda apapun di tangan nya. Dan darimana datangnya tisu itu?
"Mereka merundung mu lagi ?" Tanya Dan-Oh.
"Tidak" jawab Joo-Da.
"Kamu baru pindah ke sekolah kami, seharusnya mereka bersikap baik kepada mu. Berkacalah, kamu seharusnya menjaga dirimu dengan baik" ucap Dan-Oh.
"Aku sungguh baik-baik saja, terimakasih sudah membantuku keluar" ucap Joo-Da dengan tulus, ia pun segera beranjak keluar.
Setelah Joo-Da keluar, Dan-Oh memarahi dirinya sendiri. Dia ini sekarang sedang kehilangan ingatannya, dan seharusnya mengkhawatirkan dirinya sendiri. Namun ia malah mengkhawatirkan keadaan orang lain. Dan darimana tisu itu datang?
Dan-Oh pergi ke roof top sekolah, dia merasa benar-benar kacau. Ingatannya memudar, berhalusinasi dengan berlebihan serta sifat kepribadian nya yang berubah. Apakah ia mengidap sebuah penyakit yang amat serius?
Dan ternyata disana pun terdapat Nam-Ju yang sedang berbaring.
"Kamu sangat berisik" protes Nam-Ju saat Dan-Oh sedang berbicara mengenai isi hatinya tadi, hingga tidur Nam-Ju terganggu.
Nam-Ju terus memarahi Dan-Oh yang membuat nya kesal. Dan-Oh pun membalas agar Nam-Ju mengabaikan dirinya seolah Dan-Oh tidak berada di sana.
Dan-Oh masih memikirkan darimana datangnya tisu dengan tiba-tiba tadi. Darimana ia mendapatkan tisu itu ? Dan-Oh tidak ingat bahwa dirinya pernah membawa atau pun membeli tisu itu.
"Seperti inikah kamu memperlakukan Baek-Kyung?" Tanya Nam-Ju.
"Dia lagi" Dan-Oh sangat kesal dengan topik pembicaraan Nam-Ju.
Nam-Ju, Baek-Kyung, serta Do-Hwa sedang berkumpul di ruangan khusus milik mereka bertiga. Ruangan itu cukup luas dan sangat berkelas serta elegan.
Manik mata Nam-Ju melihat gantungan kunci yang kala itu Dan-Oh berikan padanya. Dan-Oh mengira gantungan kunci itu milik Nam-Ju. Nam-Ju terlihat kesal.
"Dia" gumam Nam-Ju, dirinya sangat kesal dan tidak menyukai Dan-Oh.
"Siapa?" Tanya Baek-Kyung dengan penasaran serta ingin melihat gantungan kunci itu.
Nam-Ju dengan gerakan cepat segera mengambil gantungan kunci itu sebelum di pegang oleh Baek-Kyung.
"Jangan sentuh, ini milikku!" Seru Nam-Ju.
Baek-Kyung pun mengejek Nam-Ju dengan selera nya yang manis. Terlihat gantungan kunci itu bermotif dengan hewan babi.
"Hei, Baek-Kyung bagaimana pendapatmu tentang dia?" Tanya Nam-Ju dengan tiba-tiba.
"Siapa?" Tanya Baek-Kyung dengan bingung.
"Sudah kubilang, dia bukan tipeku" lanjutnya kembali saat Baek-Kyung sadar siapa yang di maksud oleh Nam-Ju.
"Begitukah? Syukurlah" ucap Nam-Ju.
"Syukurlah?" Tanya Baek-Kyung.
"Belakangan ini aku memikirkan nya /" ucap Nam-Ju dengan jujur. Dengan Do-Hwa yang sedari tadi menyimak pembicaraan itu.
Dan-Oh masih berusaha untuk mengetahui tentang penyakitnya. Dirinya yakin bahwa yang ia alami bukanlah penyakit biasa. Setiap kali dirinya mendengar suara membalikkan halaman buku, dia pasti akan berpindah tempat.
Namun ada waktunya dirinya tak berpindah tempat, dan dengan sifat nya yang kadang berubah sendiri. Dan juga mengenai tisu yang tiba-tiba berada di tangannya.
"Kukira aku hanya mendengar suara-suara aneh. Pikiranku dan perilaku ku tidak sesuai" ucap Dan-Oh.
"Astaga, ini kisah 'Jekyll and Hyde' kepribadian ganda atau apa?" Ucapnya kembali.
Dan-Oh teringat dimana dirinya bisa melihat apa yang akan terjadi, lebih tepatnya ialah masa depan.
"Benar, lalu apa maksudnya halusinasi itu? Tidak. Jika aku berhalusinasi seharusnya itu terjadi di dunia nyata, astaga. Aku melihat melihat masa depan atau apa? Tidak mungkin, apa aku sudah gila?" Monolog Dan-Oh.
Dan-Oh tiba di kantin, disana sudah ada Sae-Mi serta Soo-Chul yang menunggu kehadiran Dan-Oh. Sae-Mi berdandan dengan sangat menor hingga membuat Dan-Oh merasa shock dengan riasan wajah Sae-Mi.
...thanks bnh...
...-------------...