
"emm"angguk Zhang mencubit kedua pipi Xia lu dengan perasaan gemas
Setelah puas mencubit pipi gadis yang membuatnya merasa gemas, ia beranjak dari dudukannya dan pergi menuju luar kamar tanpa sepatah kata apapun
Xia lu memandang belakang punggung Zhang yang berjalan menjauh dengan senyuman senang
"aku penasaran apa arti tato di punggung dan lehernya itu"gumam Xia lu
...**Kekaisaran Yuan**...
Kediaman Jenderal Chen, dalam sebuah kamar tampak gadis cantik berdiri didekat jendela sedang memandang cambukan yang dipegangnya
Wajahnya tampak sedih merenungkan sesuatu
"Aku sangat menyayangi Zhang dan aku ingin dia bukan hanya menjadi sahabatku namun lebih dari itu"gumamnya
"Li chen"panggil seseorang menyentuh pundak gadis itu dari belakang
Li chen tersadar, ia membalikan tubuhnya dengan senyuman
"Ayah"sebutnya langsung memeluk tubuh Ayahnya
"Putri ayah, apa yang sedang kau pikirkan?, ku amati dari luar pintu kau nampak kecewa"Tanya ayahnya bernama Jenderal Chen, Pria paruh baya berumuran empat puluhan
Li chen tersenyum melepaskan pelukannya, ia sedikit menjauhkan tubuhnya dan memperlihatkan cambuk ditangannya
"aku hanya merenungkan pemberian cambuk ini dari seseorang saat ulang tahunku ayah"jawabnya tersenyum
"Dari siapa?"tanya Jenderal Chen tersenyum
"Rahasia, ayah"jawab Li chen langsung kenan melangkahkan kakinya mendekati lemari dalam kamar dan menyimpan cambukan itu kedalam peti
"Apa kau tidak pergi Ke Perguruan Shang di musim panas ini?"tanya Jenderal Chen membalikan tubuh dan melirik Putrinya
Li chen tersentak, ia menutup pintu lemari dan membalikan tubuhnya
"Memangnya apa yang terjadi ayah?"tanyanya menaikan kedua alis
"Kau belum tahu persiapan lomba tahunan untuk Para murid di perguruan itu?, bukankah Para senior tinggi ikut menjuri Perlombaan itu, sepertimu Li chen?"Tanya Jenderal Chen
"Oh iya, aku lupa ayah malam tadi di pertunangan Zhang ada yang bi"jawab Li chen terpotong
"Iya iya pergilah sana"usir Jenderal Chen tersenyum
"Ayah ini adalah kamarku mengapa kau mengusir Putri sendiri dari kamarnya?"kesal Li chen memayunkan bibirnya
"oh iya, ayah baru sadar ayah kira ini adalah kamar ayah"ucap Jenderal Li chen langsung beranjak pergi keluar kamar
"ayah ayah"gumam Li chen memandang arah pintu masuk
Kekaisaran Xing xing
Depan gerbang istana kerajaan Xing xing, terdapat satu buah kereta kehormatan Kerajaan itu yang sangat besar
"Jalankan sudah"perintah Kaisar Zhang yang berduduk dalam kereta pada empat Prajurit yang jadi kusir
Setelah mendengar perintah sang Kaisar, Kereta dijalankan dengan kecepatan sedang
Dalam kereta, dua orang berlawanan jenis saling duduk berdekatan
"Kita akan kemana, Zhang?"tanya Xia lu yang penasaran mulai tadi
"Nanti kau juga akan tahu Xia lu"jawab Zhang menatap wajah Xia lu
Xia lu menyandarkan kepalanya dibahu Pria disampingnya dengan senyuman senang
Zhang menatap wajah Xia lu dengan senyuman tipis, ia merangkul pundak gadis itu agar duduk lebih dekat padanya
"Kau ingat saat kau nyanyi di hari ulang tahunmu, suaramu sangat jelek"ejek Xia lu tersenyum
"Bukankah terbalik?"Tanya Zhang tersenyum
"aku mengakui nyanyianmu sangatlah merdu dan membuat hatiku saat itu sangat senang"jujur Xia lu tersenyum
"Nyanyian-mu saat itu juga bagus"puji Zhang
Xia lu tersenyum senang mendengar pujian untuknya dari Zhang langsung, ia memperlihatkan cincin yang berada ditangan kirinya yang melekat dijari manis
"Jadi cincin tunangan kita ini warisan dari Ayah dan ibumu?"tanya Xia lu memandang cincin emas dijarinya
"benar, ayah dan ibu kita"jawab Zhang juga memperlihatkan cincin dijarinya
"Apa cincinmu muat padaku, kan sama?"tanya Xia lu yang seketika membuat Zhang ingin tertawa mendengarnya
"Xia lu bagaimana bisa ini muat padamu, jariku lebih besar dan jarimu sangat kecil dibandingku"jawab Zhang tersenyum
"oh"angguk Xia lu
Setelah berbincang-bincang ringan, kereta kuda sudah memasuki perkotaan tengah yang begitu padat akan Para rakyat setiap harinya
Saat Kereta itu berjalan, Para rakyat yang berada ditengah jalan langsung berminggiran membuka jalan
Xia lu sedikit mengintip dari tirai jendela dalam kereta melihat keadaan diluar
Zhang hanya berdiam melihat Xia lu yang mengintip keluar
"Ramai sekali"gumam Xia lu menutup tirai kembali dan melirik Zhang yang juga sedang meliriknya
"ada apa?"tanya Xia lu menaikan satu alisnya
Zhang menggeleng-gelengkan kepalanya
Xia mengangguk saja dengan wajah santai, ia menatap lurus kembali
keadaan kembali hening, kedua orang itu hanya berdiam dalam kereta terkadang saling melirik
Beberapa lama kemudian, Kereta sudah memasuki jalan besar yang bertambah sangat ramai
Terdengar suara kuda banyak dipacu cepat melewati kereta besar itu
"Ayo kita absen secepatnya"
"jangan sampai terlambat ke perguruan"
"cepat...ini sudah siang hari beruntung hari ini waktu persiapan lomba jadi tidak akan belajar"
Xia lu menaikan kedua alisnya mendengar suara-suara pemuda maupun gadis dari dalam kereta
"entah kemana, orang datar ini akan membawaku"gumam Xia lu
***
Di lain tempat
Tengah lapangan yang sangat luas, mengumpul banyak gadis memakai Hanfu sama bewarna biru muda
"Kaka Li chen, bisa ajarkan tentang cambukan selama lomba besok akan dimulai"
"Kak Li chen semakin cantik dan pintar"
Lontaran-lontaran pujian keluar dari Para gadis pada gadis cantik yang berdiri ditengah-tengah
"Kalian selama perlombaan harus serius, jika menang kalian juga yang dapat untung Dari Kaisar Zhang"ucap Li chen tersenyum
"benar-benar"sambung gadis lainnya
"Cih, Li chen li chen mengapa aku merasa kau sedikit berubah, bukankah biasanya kau antisosial pada sesama jenismu?"ucap Seseorang berjalan ketengah mendekati Putri Li chen
"Seseorang telah menyadarkanku Putri Mu xi, emm atau Mu xi"jawab Li chen menatap manik mata wanita didepannya
Putri Mu xi melirik kesamping lalu menatap wajah gadis didepannya
"Li chen jika butuh bantuanku janganlah sungkan, aku pasti akan membantumu"ucapnya tersenyum
Li chen terkekeh mendengar ucapan Putri Mu xi
"Bantuan?, urus saja dirimu dulu"ucap Li chen menyunggingkan senyum sinisnya
Tiba-tiba dari arah gerbang masuk dua orang berlawanan jenis yang sontak membuat orang yang berada dibangunan lantai utama maupun dua dipinggir lapangan melebarkan mata mereka dengan mulut menganga
"KAISAR ZHANG XING"teriak salah satu gadis yang berada dilantai dua bersandar dipagar
"PUTRI XIA LU"teriak salah satu pemuda yang berada dilantai dua berlawanan dari tempat gadis yang berteriak barusan
Sontak mendengar suara itu semua orang membungkukan badan ditempat
Zhang dan Xia lu saling bergenggaman tangan dan berjalan ketengah lapangan sambil melihat kesamping
Para siswa dan siswi seketika keluar dari setiap kelas mereka dan melihat keluar dengan wajah terkejut dan heboh
"Zhang bisa tidak lepas tanganmu?, malu tau dilihat mereka"bisik Xia lu
"baiklah"patuh Zhang langsung melepaskan gandengan tangannya
"Zhang"panggil seseorang berteriak dengan melambaikan sebelah tangannya pada Pria yang dipanggilnya
Sontak semua mata melirik asal suara dengan wajah penasaran karena orang itu memanggil secara intim tanpa sebutan gelar
"Li chen"sebut Zhang berjalan mendekati perkumpulan para gadis diikuti Xia lu
Para gadis jadi tersenyum senang dengan berbinar-binar melihat ketampanan sosok Pria yang berjalan menuju mereka
Para pemuda yang berada diasrama sebelah jadi ikut mengumpul dan mendekat keperkumpulan orang-orang melihat Dua sosok orang yang begitu mempesona itu
"akh, Dia sangat tampan"
"benar-benar tampan apalagi jika Kaisar tersenyum"
"Apalagi terlihat tubuh kekarnya, akhh"
bisik-bisik Para gadis yang berdiri disekitar Li chen
Li chen tersenyum berjalan kedepan Zhang dengan wajah santai
"Zhang kenapa kau tidak memberitahu akan kesini lebih dulu hem?"Tanyanya terdengar akrab
Zhang melirik ke Li chen dan membuka suara
"aku tidak bisa memberitahu itu Li chen karena Kau berada jauh di Kekaisaran Yuan"jawabnya dengan wajah datar
"oh"angguk Li chen
"Hai Li chen"sapa Xia lu melambaikan tangannya dengan senyuman
"Hai"sapa balik Li chen tersenyum melirik Xia lu
Tiba-tiba lari empat Pria tua mendekat ketengah perkumpulan, semua siswa dan siswi seketika menjauhkan tubuh mereka
"aigooo, Yang mulia Kaisar mengapa dibiarkan berdiri di cuaca panas-panas begini dan juga calon Permaisuri, ayo masuk-masuk dalam ruang rapat Yang mulia"Teriak salah satu Pria tua itu sangat cemas dan panik
"ambilkan payung cepat-cepat"pinta salah satu Pria yang berlari
Beberapa pemuda langsung berhambur masuk dalam kelas mencari payung dan mengambilnya
"Tidak perlu"tolak Zhang langsung merangkul Xia lu hingga jatuh dalam dekapannya
Zhang menutup atas kepala Xia lu dengan jubah seperti kelalawar dibagian lengan, ia berjalan menuju bangunan pinggir lapangan diiringi Para Pria tua yang berlari dibelakang
Para gadis seakan mengigit jari mereka melihat sikap perhatian dan romantis Kaisar Zhang pada Xia lu yang membuat mereka sangat iri
Xia lu tersenyum dengan perlakuan Zhang
Li chen mengenggam erat tangannya, ia mematung ditempat melihat perlakuan Zhang pada Xia lu
...bayangan ingatan terlintas sejenak dibenaknya, seorang anak perempuan kecil yang terjatuh ditengah lapangan karena tersandung batu didepannya...
..."hikss...hikss...hikss"anak perempuan itu menangis merasakan sakit diujung kakinya...
..."Kau tidak apa chen chen?"tanya anak kecil yang terlihat sangat tampan dan manis mengulurkan tangannya pada anak perempuan yang terjatuh itu...
...anak perempuan itu meraih tangan anak tampan yang berada didepannya itu sembari mengucek-ngucek matanya...
..."aku tidak apa...hiks"isaknya berdiri dibantu anak kecil lelaki itu...
...Anak kecil lelaki itu membantunya berdiri, lalu mengangkat tangannya menutup atas kepala anak perempuan itu ...
..."Ayo kita pergi ke ayahmu"ajaknya berwajah datar merangkul anak perempuan itu dan membawanya pergi...
Li chen membalikan tubuhnya dan beranjak pergi dari tengah lapangan diperguruan Shang itu entah menuju kemana
Diruang rapat...
Para guru-guru duduk dilantai menghadap Sang Kaisar dan calon Permaisuri yang duduk ditempat duduk yang sudah dikhususkan
"Perlombaan tahunan akan dilaksanakan besok ditengah lapangan ini selama tiga hari langsung penjurian dari Para guru maupun saya dan pemberian hadiah selama sehari , hadiah sudah saya siapkan untuk siswa maupun siswi yang juara setiap lomba"ucap Zhang dengan wajah datarnya
"Siap Yang mulia Kaisar terhormat"jawab Para guru menyatuka kedua telapak tangannya kedepan memberi hormat
"Tentang seberapa besar hadiahnya malam ini Kasim akan mengantarkannya"ucap Zhang lagi dengan tatapan lurus
"Baik Yang mulia"seru Para guru lagi dengan sopan menundukan kepala
Xia lu yang berduduk disamping Zhang ikut menyatukan kedua telapak tangannya memberi hormat pada Guru-guru yang duduk dibawah
"Para guru salam semuanya, kalian berdirilah semuanya tidak baik duduk karena kami berdua lebih muda dari kalian semua, Kami berdua jadi merasa tidak nyaman duduk lebih tinggi dari kalian"Ucap Xia lu tersenyum hangat menundukan kepalanya
Sontak Zhang melirik Ke Xia lu yang meminta Para guru berdiri
kau benar Xia lu, kita lebih muda tidak baik duduk lebih tinggi dari orang yang lebih tua(batinnya)
Para guru seketika berdiri melaksanakan perintah calon Permaisuri itu yang membuat mereka terkejut
Zhang dan Xia lu berdiri dari dudukannya secara bersamaan, mereka saling menatap sesama dengan tersenyum membuat Para guru ikut tersenyum
"Kami akan kembali, besok adalah hari perlombaan pertama, kami berdua berharap para siswa dan siswi menunjukan keahlian ataupun bakatnya agar Dinasti Xing xing semakin berkembang"ucap Zhang lagi menatap Para guru
"benar"saut Xia lu menatap wajah Zhang dengan tersenyum
Zhang menatap wajah Xia lu lalu meraih telapak tangan gadis itu dan mengenggamnya dengan erat
Zhang dan Xia lu menuruni tangga dan berjalan menuju luar dari ruangan itu
Para guru menundukan kepalanya dengan sopan
Saat keluar dari ruangan itu, tampak Para pemuda dan gadis berkumpul dengan berbincang-bincang seketika melirik Dua orang yang mereka tunggu-tunggu keluar dari ruangan
"Putri Xia lu kado untuk anda, saya sudah lama ingin memberikannya pada anda, hehe"kekeh Salah satu pemuda melangkah maju mendekati Xia lu dengan senyuman malu-malu
Bukan hanya itu, Para pemuda yang berguru disitu masing-masing menunjukan bingkisan, bunga maupun lainnya kedepan Xia lu tanpa sadar akan orang yang berada disamping gadis cantik itu terlihat marah
"Bubar semuanya, aku tidak ingin ada yang memberi aneh-aneh pada Calon istriku"tegur Zhang dengan wajah dinginnya
Para pemuda seketikan menghambur pergi dan masuk dalam kelas masing-masing sambil mengintip keluar dari balik pintu
Sama halnya dengan Para gadis juga bubar dan masuk ke kelas masing-masing
Zhang memeluk pinggang ramping Xia lu dan membawanya berjalan
"Zhang mereka melihat"bisik Xia lu ingin memegang pergelangan tangan Zhang ingin melepaskan tangan yang melingkar dipinggangnya
"tidak, biar mereka tahu bahwa kau hanyalah milikku dan calon istriku, enak saja"ketus Zhang masih dalam perasaan kesalnya
Xia lu menghembuskan nafasnya dengan kasar
benar-benar Pria posesif(batinnya)
**Kekaisaran Taitai**
**Dalam kamar di Kediaman Kaisar Ying**
"rasanya tidak cukup mandi kembang suci tujuh kali, aku benar-benar menyesal melakukan itu pada wanita yang tidak tepat, seandainya itu nyata adalah Xia lu"gumamnya baru keluar dari kamar mandi
"Pelayan"panggil Kaisar Ying berucap keras berjalan kedepan meja rias yang berada didekat pintu ruangan lain dalam kamar itu
Sontak beberapa pelayan langsung masuk dan melayani Sang Kaisar itu memilih dan memakaikan pakaian terhormat
*bersambung*...