
Han shu yang berkuda dibelakang hanya bisa memalingkan wajah kesamping kanan dan kiri menghindari melihat kemesraan dua orang dalam satu kuda itu.
aku bagai nyamuk tidak berguna(batin Han shu).
Beberapa lama kemudian, Tiga orang yang melakukan perjalanan itu sudah memasuki gerbang Kekaisaran Xing xing.
Malam yang sunyi dan sepi, sudah begitu malam mereka melintasi kota depan Kekaisaran Xing xing itu sambil tengok kanan dan kiri melihat bangunan disekitar.
Angin malam menerpa dan berhembus menusuk kulit memberikan rasa sejuk dan dingin.
Beribu langkah kaki kuda terus bergerak maju, sampai menjelang dini hari mereka baru tiba di istana Kerajaan Xing xing yang berada ditengah-tengah Kota.
Didepan gerbang langsung terbuka, Dua kuda masuk secara bergantian, Xia lu dan Zhang membuka topeng dan membalikannya kebelakang kepala.
Beberapa prajurit yang masih berjaga disekitaran gerbang langsung membungkukan tubuh mereka memberi hormat pada Sang Kaisar dan calon Permaisuri yang berkuda masuk dalam istana diikuti Pengawal terhormat.
Zhang menghentikan pacuan kuda sesampainya didepan Kediamannya dan Xia lu.
Mereka berdua turun dari kuda, Zhang menarik tali kuda dan membawanya masuk dalam kediaman.
Han shu yang baru masuk langsung mendekati Kaisarnya.
"Han shu antarkan Xia Zhang kekamar"perintah Zhang memberikan tali kudanya pada Han shu yang juga berjalan menarik kuda lain.
"Siap Yang Mulia"terima Han shu langsung mengambil ahli memegang tali kuda lalu menarik dan membawa kuda itu berjalan menuju tempat parkiran kuda yang berada dikediaman itu.
Zhang melirik Xia lu yang berjalan disampingnya, wajah gadis itu tampak mengantuk ingin tidur, jalannya pun sempoyongan ingin terjatuh.
Zhang tidan tahan melihat itu langsung menggendong Xia lu ala penganting baru, ia berjalan menuju kamar utama.
Xia lu tersenyum tipis, matanya yang sayu akhirnya terpejam, gadis itu melingkarkan tangannya menyelimuti pinggang Zhang.
"manja sekali"gumam Zhang tersenyum menatap wajah cantik Xia lu di gendongannya.
Zhang membawa Xia lu masuk dalam kamar, ia membuka pintu kamar lalu berjalan menuju Ranjang dan membaringkan tubuh Xia lu diatasnya sambil melepas topeng yang berada dibelakang kepala Xia lu.
Setelah itu, Zhang melepaskan sepatu sandal yang dipakai Xia lu lalu memasangkan selimut setengah tubuh pada gadis yang sudah tertidur pulas itu.
Selesai memasangkan selimut, Zhang meniup lilin dan mematikan lentera yang menerangi dalam kamar itu lalu pergi menuju luar kamar dan menutup pintu kamar itu kembali.
Zhang berjalan menuju kamar sebelah dan masuk kedalamnya.
***
...Besok Paginya...
Tengah lapangan mengumpul Para pemuda maupun gadis berbaris rapi sesuai kelompok jenis kelamin.
Mereka berbaris menghadap bangunan besar yaitu penyimpanan persenjataan yang mengelilingi tengah lapangan itu.
Di depan barisan terdapat enam orang yang berdiri tegak.
"Hari ini aku ingin mengumumkan pada kalian semua bahwa mulai saat ini sampai kedepannya Pasukan ini menjadi satu, Pasukan calon Permaisuriku akan bersatu dengan Pasukanku, Paham!?"tanya Kaisar Zhang menatap semua orang dengan wajah datarnya.
"Paham"seru semuanya menjawab dengan wajah tegas.
Xia lu dan Zhang saling melirik kesamping menatap wajah sesama.
"Mulai sekarang dalam satu markas, kami berdua akan mengajari kalian segala ilmu beladiri untuk menjaga keamanan Tanah air ini"ucap Xia lu dengan keras agar terdengar semuanya.
"Tepuk tangan, Prok..prok..prokk"sorak Han shu yang berdiri disamping kanan Zhang menepuk tangan hingga diikuti semua orang.
Zhang mengangkat sebelah tangannya agar menandakan semua orang harus berhenti bertepuk tangan.
"Jika ada yang berkhianat di antara kalian maka dengan senang hati nyawanya akan melayang, Lin zu, Ye yi, dan Ceh yi mereka bertiga juga akan ikut berlatih dan melatih, Semua paham!?"Tanya Zhang dengan wajah dingin dan tegasnya.
"Paham!"seru mereka semua.
Xia lu mengalihkan pandangannya lurus dan menatap para pemuda dan gadis yang tampak ketakutan melihat raut wajah Kaisar Zhang begitu dingin.
Dengan sengajanya Xia lu menggatuk lengan Zhang dan melemparkan senyum pada Pria itu.
Zhang yang mengerti maksud Xia lu langsung menuruti sang kekasih, ia tersenyum menatap kembali semua orang.
"Baik, pagi ini kita akan mulai pelatihannya, dengarkan apa yang kukatakan baik-baik!"ucap Zhang melangkah pelan ketengah barisan.
"Jangan ada yang bercanda saat latihan, Berlatih harus serius dan pokus, aku tidak ingin mendengar jika ada yang namanya dengan perkelahian, Paham!?"Ucap Zhang dengan tegasnya menatap satu persatu wajah Pemuda disekitarnya.
"PAHAM"seru semuanya menundukan kepala.
"Prajurit ambilkan semua bahan latihannya!"Ucap Xia lu dengan suara nyaring.
Sontak Prajurit yang berada dalam tempat persenjaataan tersentak langsung melaksanakan tugas.
"Yang berada ditengah minggir semuanya!"Perintah Han shu berteriak keras.
Para pemuda dan gadis yang berbaris rapi jadi mengambil ahli berdiri kepinggir dan mengosongi tengah lapangan membentuk lingkaran.
Para prajurit meletakan bahan latihan ditengah lapangan.
Semua orang sungguh terkejut melihat sesuatu yang jadi bahan latihan termasuk Zhang.
"Ooo..oootekkk, oooootekkk"teriak Ayam-ayam jantan yang berada dalam kandang besar diletakan ditengah lapangan Oleh Para prajurit.
Xia lu tersenyum berjalan ketengah lapangan, "Latihan hari ini adalah menangkap Ayam, siapa yang paling banyak bisa menangkapnya maka akan mendapat tanda tangan dari Ketua kita Kaisar Zhang"ucapnya tersenyum.
"Prok...prok...prok"tepuk tangan Han shu diiringi orang-orang.
Para pelayan dan prajurit dikediaman latihan itu jadi keluaran dan menonton apa yang terjadi.
Zhang terkekeh dengan apa yang dikatakan Xia lu, namun dia mengerti yang dikatakan gadis itu sebenarnya bukanlah pelatihan tapi penghiburan atau pembukaan agar bisa lebih me-akrabkan sesama anggota.
"Baik, bukan hanya tanda tangan tapi juga hadiah lain"ucap Zhang melipat kedua tangannya didepan dada sambil berjalan mendekati Xia lu.
Xia lu melempar senyuman pada Zhang dan dibalas dengan senyuman juga membuat semua orang disekitar tersenyum malu-malu.
***
...Kekaisaran Taitai...
Dalam kamar di Kediaman Kaisar Ying
Dua sosok Pria duduk dilantai saling berlawanan dan terhalang oleh meja persegi.
"Pangeran Dong li, aku setuju dengan apa yang kau putuskan"ucap Kaisar Ying tersenyum licik menatap wajah Pria di depan matanya.
Pangeran Dong li yang memegang cangkir menyeruput teh hangat didalam cangkir itu dengan gaya coolnya, setelah meminum ia meletakan kembali cangkir diatas meja dan menatap wajah Kaisar Ying.
"Mulai sekarang kita satu tujuan Kaisar Ying, tujuan kita sangat besar kau akan memperoleh keuntunganmu mendapatkan apa yang kau inginkan dan aku akan mendapatkan keuntungan apa yang kuinginkan"Ucap Pangeran Dong li tersenyum tipis.
"hahaha...dan kerugian akan tertimpa pada korban"sambung Ying tersenyum licik.
"kita tos dulu"ajak Dong li mengangkat cangkir kembali dan menunjukan kedepan Ying.
Ying tersenyum mengangkat cangkirnya juga, ia mendekatkan cangkirnya pada cangkir yang dipegang Dong li
"tingg"suara denting cangkir itu saling bersentuhan, Kaisar Ying dan Dong li melempar senyum lalu menyeruput teh dalam cangkir masing-masing secara bersamaan.
bersambung...