
Paginya
Di sebuah kamar, tampak dua orang berlawanan jenis yang tertidur pulas di atas ranjang dengan posisi miring menghadap jendela.
"ehhh"gerang sosok gadis yang terusik dari tidurnya membelakangi sosok Pria tampan yang memeluknya dari samping.
Matanya samar-samar melihat bayangan dinding kamar dan jendela, ia mengucek matanya dan tersadar.
"Upps"kagetnya langsung menutup mulut, ia menarik selimut yang menutupi seluruh tubuhnya sampai kekepala.
Wajahnya merona malu ketika melihat tubuhnya yang bertelanjang bulat dari dalam selimut.
"Kau sudah bangun Xia lu?"tanya sosok Pria disampingnya dari dalam selimut.
Xia lu melototkan matanya dengan tubuh membeku mengingat kejadian tadi malam yang begitu di luar kendali dimana dirinya begitu liar.
Perlahan, terasa tangan kekar meraba dibagian pinggangnya dengan sentuhan lembut lalu semakin meraba kebawah menyentuh area sensitifnya dan menekan dalam lubangnya.
"Aww"ringis Xia lu kesakitan langsung membalikan tubuhnya dan menatap Zhang yang tersenyum nakal dari dalam selimut.
"Aku ingin lagi"mohon Zhang tersenyum menggoda.
"Menyebalkan, ituku sudah sakit karenamu dan kita be...belum meme...menikah Zhang"ucap Xia lu terbata-bata menutup depan dadanya.
"Besok kita akan menikah, aku tidak ingin menunda lagi"ucap Zhang langsung beranjak dari atas ranjang dan masuk dalam kamar mandi dengan membawa pakaiannya kemarin yang tergelatak dilantai
Xia lu membuka selimut dan melirik Zhang yang masuk dalam kamar mandi tanpa menutupi tubuhnya, "Zhang cobalah tutup tubuhmu"teriaknya yang didengar Zhang dari dalam kamar mandi.
Xia lu pun beranjak dari atas ranjang dengan balutan selimut menutupi tubuhnya. Dia memupuk pakaiannya yang terdampar dilantai dimana-mana.
***
...Kekaisaran Xing xing...
Kediaman Xia lu dan Zhang, di depan kamar tampak dua sosok Pria dan gadis yang mondar-mandir kesana kemari secara bergantian.
Mereka mondar-mandir sembari berpikir tentang sesuatu yang terus menghantui pikiran mereka.
"Semoga saja Yang Mulia Kaisar pulang dengan membawa Putri Xia lu"ucap Han shu melirik Ceh yi yang berjalan melewatinya.
"Iya Han shu, aku tidak ingin Yang Mulia Kaisar Zhang dan Putri berpisah, apalagi memilih Kaisar Ying"sambung Ceh yi.
**Kekaisaran Taitai**
Di depan gerbang Kerajaan Taitai, terlihat dua kuda yang ditunggangi oleh Xia lu dan Zhang.
"Pulanglah kalian berdua"suruh Kaisar Ying dengan wajah datarnya melirik Xia lu maupun Zhang yang menunggangi kuda.
Zhang dan Xia lu secara bersamaan melihat kesamping melirik Kaisar Ying yang melipat kedua tangannya didepan dada.
"Ying, jangan lupa besok sore adalah pernikahanku dengan Xia lu"lontar Zhang melempar wajah dingin pada Ying.
Ying tersenyum tipis, ia mendekatkan tubuhnya pada kuda Zhang.
"Aku sudah pasrah padamu Si cunguk, kau memanglah Pria sejati yang jauh lebih baik untuk Xia lu dibanding aku"bisik Ying dengan suara pelan hanya terdengar oleh Zhang.
"Kau sadar juga Pria bodoh"ejek Zhang tersenyum tipis.
"Zhang, ayo"sela Xia lu mengajak Zhang untuk memacu kuda.
Zhang melirik Xia lu dengan menganggukan kepala. sementara Xia lu langsung memacu kudanya dengan cepat lalu diikuti Zhang dibelakang.
Mereka berdua melakukan perjalanan dengan kuda saling beriringan sepanjang jalan.
Besok paginya
Seluruh tempat itu dihias setiap depan bangunan dengan gantungan bunga-bunga.
Bendera merah yang mengantung ditali dipasang dimana-dimana tempat seperti ditengah lapangan, jalan istana dan sebagainya.
Kediaman Zhang dan Xia lu
Dalam kamar Xia lu
Tampak Xia lu mondar mandir ditengah kamar dengan wajah gelisah namun terlihat senang.
"Ahh, mengapa aku gugup sekali?"keluh Xia lu menepuk-nepuk dadanya.
"Yuhuuuuu, Putri Xia lu akan menikah dengan Yang Mulia Kaisar Zhang"sorak Han shu diluar kamar meramaikan suasana pagi itu.
"Han shu, kesini"perintah Zhang yang berdiri dipintu sebelah kamar Xia lu.
Xia lu mendekat kepintunya dan menengokan kepalanya keluar melirik Zhang yang berdiri didepan pintu dengan melipat kedua tangan.
Saat Zhang melirik kearah pintu kamar Xia lu, Xia lu seketika masuk kembali dalam kamar.
"Nanti kita lanjut lagi malam"ucap Zhang tersenyum.
Mendengar itu Xia lu langsung menutup pintu kamarnya dengan rapat.
Dasar Tuan mesum(batin Xia lu).
"Han shu, apa di aula sudah siap semuanya?"tanya Zhang pada Han shu yang berdiri di hadapannya.
"Iya Yang Mulia, semua sudah siap hanya saja sepertinya ada seseorang yang belum siap"sindir Han shu dengan tersenyum.
"Kau berani menyindir calon pengantinku?"tegur Zhang mencentil dahi Han shu.
Han shu seketika menundukan kepala dengan menutup mulutnya rapat-rapat.
Tiba-tiba datang kelompokan ibu-ibu dengan membawa semua peralatan berhias, pakaian yang pengantin merah, sepatu sandal, selendang merah, mahkota emas, dan aksesoris sebagainya dengan ditutupi kain merah yang dibawa masing-masing.
Mereka masuk dalam kamar Xia lu, memenuhi dalam kamar itu.
Kaisar Zhang yang melihatnya tersenyum, ia masuk dalam kamar miliknya disebelah kamar Xia lu.
***
Penjara di istana kerajaan Xing xing
Salah satu ruang gelap yang dibatasi jeruji besi, dua orang duduk bersampingan saling menatap jeruji besi dengan wajah datar.
"Li chen, aku sudah bilang dari awal, kau tidak akan bisa memisahkan Kaisar Zhang dan Putri Xia lu bagaimanapun caranya"tutur Dong li pada gadis yang duduk disampingnya dengan suara melemah habis dicambuk banyak.
Li chen hanya terdiam, "aku tidak menyesal akan itu, aa...aku lebih ingin..."balasnya terpotong.
"SUDAH CUKUP LI CHEN!"bentak Dong li yang membuat Li chen seketika bergidik kaget.
Dong li menyentuh pipi Li chen dengan tangan gemetaran, "Apa kau tidak pernah memandangku Li chen, mengapa kau hanya menganggapku teman?, tidakkah kau berinsiatif sedikitpun padaku?, Aku tidak peduli tentang keburukanmu aku akan menerimanya dengan tulus"lirihnya.
Li chen menatap manik mata Dong li dengan mata haru, entah mengapa perkataan sungguh membuatku...(batinnya terpotong).
"Tok tok"ketuk penjaga penjara mengetuk pintu diruang yang ditempati Li chen dan Dong li itu.
"Kalian berdua hari ini dibolehkan keluar hanya untuk sehari atas izin Kaisar Zhang dan Putri Xia lu, karena hari ini adalah hari besar pernikahan Kaisar Zhang dan Putri Xia lu"jelas Penjaga itu dengan wajah dinginnya.
Li chen dan Dong li seketika saling berpelukan erat tanpa sadar, aku ingin menemui ayah(batin Li chen)
aku ingin menemui ayah dan ibu(batin Dong li).
***
Menjelang sore hari
Dalam kamar Xia lu
Keadaan begitu ramai akan para ibu-ibu istri Para menteri maupun Jenderal itu yang duduk dilantai sedang berbincang-bincang mengenai tentang pernikahan pada Xia lu.
"Saat malam pertama, seorang wanita harus menunggu Pria yang sudah menjadi suaminya di atas ranjang, duduk manis dengan kepala ditudungi"ucap salah satu wanita melempar senyum pada Xia lu yang kepalanya sudah ditudungi
Ibu-ibu lain-nya mengangguk-an kepala mendengar ucapan wanita itu.
"Ahh, Yang Mulia Kaisar muda Zhang pasti tidak akan sabar melihat istrinya yang sangat manis dan cantik ini"ucap yang lainnya lagi sengaja membuat Xia lu tersenyum malu.
Xia lu menundukan kepalanya, bahkan itu sudah terjadi lebih dulu(batinnya). Dia seketika teringat malam luar biasa dan indah itu yang membuatnya merona malu mengingatnya.
"Lihat wajah Putri memerah, ahh lucu sekali"goda wanita disitu.
Xia lu semakin menundukan kepalanya begitu malu, ia tidak berani menatap wajah para ibu-ibu yang terus menggodanya itu.