
Malam hari
Dibelakang perpustakaan
dua orang berbicara begitu serius
"Kau melakukan hal yang baik namun juga buruk..bagaimana bisa kali ini kau gagal melukai Tuan muda junyi dan malah terkena pemuda yang berwajah hitam"Marah Pengawal Qian pada pemuda didepannya
"Aku sudah berusaha melakukan itu..sedikit lagi aku yakin rencana yang kulakukan berhasil namun aku juga tidak menyangka yang terkena bukan Tuan muda junyi melainkan Tuan muda zhu"Bentak Fu li menatap qian dengan kilatan marah juga
"Kalau begitu tetap rencanakan yang lain dan pantaui terus dia..aku pergi dulu..sekali lagi kau bertindak bodoh dan gagal Kaisar wezi mungkin tidak akan mengampuni ketidak becusanmu itu"ucap qian memarahi pemuda itu
setelah mengatakan hal itu Pengawal qian melesat pergi dengan cepat
Fu li mengepalkan tangannya begitu erat sampai uratnya terlihat nampak
\*\*\*\*\*
Dalam kamar asrama
Xia lu berbaring diatas kasur dengan posisin menyamping sedang menatap wajah Kaisar Zhang dan juga balutan perban dikepalanya
"kau sangat baik kaka zhu"gumamnya dengan tersenyum lembut menatap Kaisar Zhang yang sudah tertidur
Keadaan sunyi karena semua orang sudah nyenyak tidur terkecuali Xia lu
Xia lu seketika teringat kejadian tadi yang tidak terduganya
"saat aku sudah mengungkap semuanya,Kau harus minta maaf pada kaka zhu..karenamu dia terluka..Dasar lelaki tua bangka,bedebah,sialan,tidak berguna,munafik dan penipu!"kesal xia lu berucap pelan mencemooh Kaisar wezi
Kaisar Zhang yang pura-pura belum tidur,sedikit membuka matanya melirik Xia lu yang terlihat kesal
senyum tipis terukir dibibir seksi lelaki itu
jika junyi memiliki wanita dihatinya aku yakin wanita itu pasti akan sangat mencintainya,pemuda ini menyenangkan(batin Kaisar Zhang)
Xia lu yang baru menyadari lelaki yang ditatapnya tersenyum jadi heran
"apa dia bermimpi indah"gumam Xia lu menyipitkan matanya
"tidurlah brengsek"ngigau orang yang berada disamping kiri Kasur Xia lu
Xia lu merubah posisinya menghadap Kaisar Ying yang tersenyum lebar dengan memeluk guling begitu erat
"aku merindukanmu permaisuri Xia lu"ngigau Kaisar Ying
"mmmoa"ciumnya mencium guling dipelukannya
"iiiii"xia lu bergidik geli melihat tingkah Kaisar Ying
entah apa yang dia mimpikan,semoga bukan berhubungan denganku(batin Xia lu)
Xia lu menarik selimut menutup seluruh tubuhnya
besok adalah pengumuman siapa yang akan terpilih,pokoknya aku harus terpilih dan juga kaka zhu!,jika harapanku sesuai kenyataan maka aku akan membawa kaka zhu berjalan-jalan kekota pasar kekaisaran xing-xing terdekat dari istana Kerajaan ini...pasti seru!(batin Xia lu)
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Besok paginya
Diaula yang begitu luas,lebar,dan panjang
Terisi penuh oleh kalangan pemuda yang mengikuti perguruan dalam jangka tidak lama itu
Semuanya berduduk rapi dan tegak
pakaian mereka begitu rapi,harum,dan berkualitas
Semua guru yang berhadir duduk didepan aula berjejer rapi
"tong..tong..tong"suara kentongan dipukul keras oleh kasim disudut dalam aula
setelah pukulan kentongan menandakan harus diam itu,keadaan jadi hening
para guru saling berbisik membicarakan sesuatu
Guru Min Hu berdiri dari dudukannya,dia menunduk pada para guru lalu menatap lurus pada para pemuda yang berduduk
Mata tajam guru itu menelisik seluruh pemuda,saat matanya menangkap Kaisar Zhang yang memakai perban melilit kepalanya jadi terkejut
"Nak muda zhu"Panggil Guru Min hu dengan keras yang membuat semua pemuda menoleh ke orang yang dipanggil Guru Min hu
Kaisar Zhang yang nama samarannya disebutkan dia langsung berdiri dari dudukannya dan melirik Guru Min hu
"Salam guru"Salam kaisar Zhang tersenyum menundukan kepalanya
Xia lu yang berduduk tersenyum mendongakan kepalanya menatap Kaisar Zhang
"ada apa dengan kepalamu?"Tanya guru Min hu melirik Kaisar Zhang dari jauh
"Terimakasih atas perhatian guru Min hu,Kepala saya hanya terbentur kelantai saat tidur terjatuh dari atas kasur karena tidak sadar terlalu nyenyak saat tidur"Jawab Kaisar Zhang dengan wajah bodoh dan senyum anehnya
mendengar alasan palsu Kaisar Zhang yang terdengar konyol namun masuk akal membuat semua pemuda jadi tertawa
"duduklah kembali"Pinta Guru Min hu tersenyum mendengar alasan Kaisar Zhang
Kaisar Zhang duduk kembali dan melirik Kesamping menatap xia lu yang tersenyum padanya
"Semuanya berdiri"Perintah guru Min hu
Semua orang dalam aula seketika berdiri dari dudukannya termasuk para guru
Guru Min hu memundurkan dirinya hingga berdiri sejajar dari para guru lainnya
"Hari ini adalah pengumuman siapa yang terpilih melakukan perjalanan menuju gunung weimeing,yang tidak terpilih hari ini juga boleh pulang ketempat masing-masing,dan yang terpilih tetap disini mempersiapkan untuk melakukan perjalanan kegunung weimeng"Ucap Guru Min Hu dengan keras agat terdengar semuanya
"Dan yang terpilih hari ini bisa bebas berjalan-jalan keluar kekaisaran Xing-xing,sekedar melihat-lihat atapun membeli sesuatu"Saut Guru Hu wei yang kepalanya botak
"Sekarang pengumuman yang terpilih Saya sebutkan namanya selama dua kali dan tidak bisa diulang kembali"Ucap Guru Min Hu dengan keras
Guru Hu wei yang berada disamping guru Min hu memberikan titah yang bergulung ditangannya pada Guru Min hu
Guru Min hu tersenyum mengambilnya
perlahan guru itu membuka titah ditangannya dengan lebar
semua pemuda tegang menunggu hasil pemilihan
"1.Kaisar Ying
2.Pangeran Dong Li
3.Tuan muda ruoli
dan seterusnya..."Ucap Guru Min Hu dengan keras
"29.Tuan muda Zhu
dan terakhir.."ucap Guru Min hu sengaja dilambankannya
"kau dipilih"Senang Xia lu tersenyum melirik samping kiri menatap kaisar Zhang
"kau juga pasti"bisik Kaisar Zhang menyapu-nyapu rambut xia lu
"cih..itu tidak mungkin"decih Kaisar Ying melipat dua tangannya didepan dada
Xia lu melirik Kaisar Ying disamping kanannya dengan tersenyum sinis
"Terakhir..ke 30.Tuan muda junyi"Ucap Guru Min hu tersenyum
wajah xia lu berubah jadi senang mendengar nama samarannya disebutkan
yes(batin Xia lu)
"Terimakasih atas gabungan kalian selama belajar disini...Sekian"ucap Guru Min hu menggulung titah kembali
para guru berlalu pergi keluar dari aula
para pemuda berbeda kalangan itu yang tidak disebutkan namanya terpaksa pulang kembali meninggalkan perguruan dengan wajah kecewa dan sedih karena tidak terpilih
Zi rui berjalan menghampiri Xia lu
"maaf aku tidak bisa ikut lagi"ucap Zi rui berwajah sedih karena tidak terpilih
"tidak apa..Kau harus tetap semangat!"Ucap Xia lu tersenyum manis pada Zi rui
Zi rui membalas senyuman Xia lu dengan senyuman lebar
"Baiklah..Sampai jumpa kalian"Ucap Zi rui berbalik dan berjalan menuju luar aula
Xia lu tersenyum memandang punggung Zi rui yang berjalan menjauh
"selamat"Ucap Kaisar Ying melirik Xia lu yang tersenyum
Setelah mengatakan itu Kaisar Ying langsung berjalan pergi
"apaansih dia"gumam xia lu
"Sampai jumpa"Ucap Kaisar Zhang menepuk pundak Xia lu lalu berjalan pergi juga
"Kaka zhu tunggu"panggil Xia lu berlari mengejar Kaisar Zhang
Kaisar Zhang menghentikan langkah kakinya dan berbalik
Xia lu menghentikan langkah kakinya saat sudah berada didepan Kaisar Zhang
Gadis itu berjinjit membisikan sesuatu ketelinga Kaisar Zhang
Kaisar Zhang mengangguk mendengar bisikan Xia lu
"bagus juga"Ucap Kaisar Zhang tersenyum tipis pada Xia lu
**Sore Hari**
Dipasar kota dekat perguruan ataupun Istana besar Kerajaan Xing Xing
keadaan tidak terlalu ramai dijalan,setiap pinggir jalan itu terdapat pedagang pinggir jalan berjualan apapun
Dua pemuda dengan pakain tidak terlalu mencolok berjalan bersampingan ketengah jalan sambil melihat keadaan sekitar,satunya berwajah terlihat cantik seperti wanita dan satunya berwajah hitam,perban dikepalanya sudah dilepaskan karena tidak perlu lagi baginya
"ayo ikuti aku"Ajak Kaisar Zhang menarik tangan Xia lu kedagangan pinggir jalan
"Kita ingin apa?"Tanya Xia lu yang ditarik tangannya
Sampai didepan tempat perjualan pinggir jalan,wajah Xia lu seketika berbinar melihat arena permainan seperti Memanah,Memancing,dan lainnya layak seperti Dijaman modern
"Wah..aku ingin memanah"Ucap Xia lu berjalan ketempat pemanahan diikuti Kaisar Zhang
Xia lu mengambil busur dan anak panah yang sudah disiapkan didepannya
"hei anak ingusan..kau tidak akan bisa menang"Ucap Lelaki disebalah kiri Xia lu yang juga ikut mengarahkan panah
"Ayo mengumpul...Siapa yang akan mencapi titik merah saat memanah akan mendapat gratisan Gulali kapas disana...Lihat orang pemilik nya sudah setuju"Ucap pemilik tempat pemanahan itu
Keadaan bertambah ramai banyak bertambah lagi yang ikut memanah
Kaisar Zhang yang juga ikut dan berdiri disamping Xia lu
"Apa kau ingin gulali kapas..apa kau pernah memakannya?"Tanya Xia lu melirik kesamping menatap Kaisar Zhang
"pernah"Jawab Kaisar Zhang tersenyum pada Xia lu
"sayangnya aku belum pernah..aku ingin mencobanya"Ucap Xia lu tersenyum senang
"ayo kita mulia"Ucap Pemilik tempat itu yang dekat dengan papan panahnya
Dimulai dari orang yang paling ujung untuk melesatkan anak panahnya namun sayangnya tidak mengenai Titik Merah paling tengah
Sampai lima belas orang semuanya gagal tidak mendapat gratisan,mereka sangat ingin mendapat gulali kapas karena dijaman ini Harga gulali kapas itu sangat mahal karena pembuatan untuk membuatnya yang diharuskan harganya mahal
Kini giliran Xia lu
Xia lu menggeser tubuhnya bersejajar dengan papan panah yang tidak jauh darinya
Dengan bersiap,Xia lu menarik busur dan melesatkan anak panahnya
"tapp"
"tapp"
Dua anak panah menancap dititik merah berdekatan
"prok..prok..prok"tepuk tangan orang sekitar yang menonton sadari tadi
Xia lu melirik kesamping
"kau juga?"Tanya Xia lu pada Kaisar Zhang
"Selamat dua pemuda ini telah berhasil..Kalian bisa ambil Gulali kapasnya disebelah tempat ini..wei berikan gulalinya"Teriak Lelaki itu
"Baik ayah"saut Anaknya disebelah
Xia lu meletakan busur dan anak panahnya kembali ketempat,dia langsung menarik tangan Kaisar Zhang dan membawanya berlari ketempat sebelah
Kaisar Zhang melirik wajah senang Xia lu yang membawanya berlari,senyum terukir dibibir seksi lelaki itu
Tidak sengaja dari atas atap,seorang Lelaki berpakaian ksatria terhenti melihat hal yang membuatnya terhenti
Lelaki itu duduk diatas atap dengan mata tajamnya
Xia lu dan Kaisar Zhang berhenti berlari
mereka sudah sampai kedepan pembuatan gulali kapas
"wah"decak Xia lu tersenyum lebar melihat ada pembuatan gulali dijaman ini
*ini rekor terbaru..seandainya jika aku kembali kejaman modern aku akan mengungkapkan sejarah ini..disini ada gulali*(batin Xia lu)
"Selamat kalian berdua"Ucap anak lelaki yang terlihat lebih muda dari Xia lu
"Kaka ingin saya buatkan atau buat sendiri?"tawar lelaki itu menatap Xia lu lalu Kaisar Zhang didepannya
"buat sendiri"jawab Xia lu tersenyum lebar
"kau bisa membuatnya?"Tanya Kaisar Zhang melirik Xia lu
"emm"angguk Xia lu tersenyum
"seperti ini"Ucap Xia lu mengambil batang bambu tipis yang sudah disiapkan
Anak lelaki itu mulai menyalakan mesin pembuatan gulali nya,dia menaburkan gula pasir beserta penambah pewarna berwarna pink
Xia lu mengulurkan batang ditangannya kedalam pembuatan gulali
Gadis itu memupuk gulali kapas dan menempel dibatang yang dipegangnya sampai banyak

Sampai sudah banyak,Xia lu menyerahkan gulali ditangannya pada Kaisar Zhang
Kaisar Zhang tersenyum melihat gulali ditangannya
Xia lu membuat satu lagi untuknya
"taraaa"Ucap Xia lu memperlihatkan gulali itu kedepan Kaisar Zhang
"terimakasih yah"Ucap Xia lu melirik pada pemuda yang menabur gula itu tersenyum melihatnya
Xia lu kembali berjalan ketengah jalan sambil melihat sekitar seraya memakan Gulali kapas ditangannya
Kaisar Zhang mengikuti Xia lu dari belakang sambil memakan gulali kapas juga
"Kaka zhu"Panggil Xia lu terhenti melangkahkan kakinya
"hm"dehem Kaisar Zhang berada disamping Xia lu
"ayo kita ke jembatan"Ajak Xia lu melirik dari jauh jambatan besar yang terhubung ketaman,dibawah jambatan itu terdapat perairan sangat jernih
Kaisar Zhang mengangguk setuju
Mereka berdua berjalan kembali sambil memakan gulali

"aaaa"ucap Xia lu ingin memakan gulali ditangannya pada Kaisar Zhang
"aku sudah punya"ucap Kaisar Zhang tersenyum pada Xia lu
"oh iya"kekeh Xia lu
Sampai dekat jembatan,dua orang itu berjalan pelan diatas jembatan yang melengkung indah dipagar pinggirnya
"wah"decak Xia lu berputar melihat pemandangan sekitar
Kaisar Zhang tersenyum lebar melihat wajah senang Xia lu
*apa dia tidak pernah berjalan keluar sama sekali?,sampai sesenang itu*(batin Kaisar zhang)
"emm"kunyah Xia lu memakan gulali yang belum habis ditangannya
Dengan nakalnya Kaisar Zhang menghadap kedepan Xia lu
Xia lu menaikan dua alisnya heran
Kaisar Zhang membungkukan tubuhnya dengan langsung menyambar gulali milik Xia lu
"Kau!"kesal Xia lu gulalinya dimakan begitu saja
Xia lu melayangkan tinju ke Kaisar Zhang didepannya namun Kaisar Zhang menghindari tinjuan Xia lu
Kaisar Zhang tersenyum menghindari pukulan Xia lu yang ingin memukulinya
Diatas jembatan itu mereka berdua berputar-putar,satu ingin memukul dan satunya menghindar
"kaka zhu curang!"Teriak Xia lu kesal
"Junyi terlalu bodoh"ledek Kaisar Zhang tersenyum lebar
Dari kejauhan seseorang mengerutkan alisnya
*baru kali ini aku melihat yang mulia tersenyum sesenang itu*(batinnya)
Mereka berkejaran diatas jembatan itu hingga tidak sengaja Xia lu menabrak tubuh seseorang dibelakangnya
Gulali kapas ditangan Xia lu jadi terjatuh
"maaf"Ucap Xia lu berbalik melihat pada orang yang tidak sengaja tertabrak ketubuhnya
"tidak apa nak"Ucap pria paruh baya yang juga tidak sengaja menabrak tubuh Xia lu
Pria paruh baya itu melanjutkan kembali lagi jalannya
Kaisar Zhang mendekat Ke Xia lu
"maaf gulalimu jadi terjatuh"Ucap Kaisar Zhang melirik gulali yang terjatuh
"tidak apa boyfriend"ucap Xia lu melirik Kaisar Zhang
Tiba-tiba
awan menggelap membuat lingkungan jadi gelap
"tik..tik..tik.."bulirab air dari atas langit terjatuh menitik diwajah cantik Xia lu
Kaisar Zhang langsung melepaskan jubah panjangnya dan melihat sekitar
"ayo kita kepondok ditaman itu"Ucap Kaisar Zhang
Xia lu berbalik melihat ketempat pondok ditaman itu dengan mengangguk
Kaisar Zhang langsung mendekati Xia lu,Dia menundungi kepalanya dan Xia lu dengan jubah panjangnya
"dresss..dresss"hujan turun tidak terlalu lebat
Mereka berdua berlari diatas jembatan itu menuju taman,tubuh mereka begitu dekat tidak ada jarak sama sekali
Xia lu mendongak keatas melirik wajah Kaisar Zhang yang memegang jubah menutupi kepala mereka berdua
Tersenyum terukir dibibir manis Xia lu menatap manik mata kaisar Zhang
Kaisar Zhang juga menatap xia lu yang sedang menatapnya dengan tersenyum
Mereka berdua saling menatap sama-sama tersenyum dari balik jubah yang menutupi kepala mereka ditengah air hujan yang turun membasahi
\***bersambung**...