
Dan-Oh pun terkejut saat ia melihat sebuah lingkaran hitam yang melayang di udara. Tangannya terangkat untuk mengucek matanya, dan lingkaran itu benar-benar ada. Namun, tidak ada yang menyadari lingkaran itu kecuali dirinya seorang.
Kedua mata Dan-Oh menyisir lingkungan di sekeliling nya, dan ia melihat peri cumi kering yang berada di bawah. Peri cumi kering itu pun melihat ke arah lingkaran hitam itu. Mata mereka pun saling bertabrakan.
Tiba-tiba ada yang menabrak Dan-Oh dari belakang, setelahnya Dan-Oh melihat lagi ke arah peri cumi kering. Namun pria itu sudah tak ada lagi di bawah sana.
Dan-Oh segera bergegas untuk pergi ke kantin sekolah guna mencari peri cumi kering. Saat peri cumi kering melihat keberadaan Dan-Oh, pria itu langsung bersembunyi di bawah meja dapur. Namun tentu saja itu terlambat, karena Dan-Oh sudah melihatnya.
"Kamu mengenalku bukan?" Tanya Dan-Oh.
"Entahlah. Dimana kita bertemu?" Tanya balik peri itu, ia hanya berpura-pura tak mengenal Dan-Oh.
"Kita melihat hal aneh di jembatan, lubang hitam" ucap Dan-Oh.
Peri itu pun masih berpura-pura untuk tak mengetahui apa yang dibicarakan oleh Dan-Oh. Ia pun tak mau menjawab semua pertanyaan Dan-Oh.
Dan-Oh pun kesal dengan pria cumi itu, hingga akhirnya tanpa sengaja matanya melihat ke arah meja yang terdapat sebuah buku "SECRET", buku itu sama seperti ia melihat nya di perpustakaan beberapa hari yang lalu.
Pria cumi itu pun melihat bahwa Dan-Oh menatap ke arah buku itu. Dengan segera pria cumi itu naik di atas meja, dan menduduki buku itu agar tak terlihat. "Apa kamu punya waktu luang dan membantuku?" Tanya pria cumi itu.
"Jadi kamu tidak mau memberiku jawaban?" Tanya balik Dan-Oh, ia pun segera pergi.
"Dia lebih cerdas dari dugaan ku" gumam pria cumi itu.
----
Dan-Oh pergi untuk menuju ke perpustakaan, ia mencari buku yang sama seperti yang dirinya lihat tadi dan beberapa hari yang lalu, "SECRET". Tetapi saat ia mencari di tempat itu Dan-Oh tak menemukan nya lagi. Di tempat buku itu terdapat sebuah lingkaran hitam yang menyerupai sebuah lubang, persis seperti di dekat jembatan tadi.
Dan-Oh pun mencoba untuk menyentuh lubang itu, ia merasakan dirinya seperti tersedot ke dalam lubang itu. Dan-Oh pun kaget.
Dan-Oh menyimpulkan bahwa ruang perpustakaan, buku 'SECRET', dan peri cumi kering pasti ada hubungan antara ketiganya.
Dan-Oh segera pergi ke dapur secara diam-diam, agar peri cumi itu tak mengetahuinya. Setelah memastikan situasi aman, dengan peri cumi yang tak berada di dapur. Dan-Oh segera membuka buku 'SECRET' yang tersimpan di atas meja dapur.
Dan-Oh membuka buku itu pada halaman di mana sosok lelaki yang berkata tidak menyukai seorang gadis yang mempunyai penyakit. Dan-Oh pun terkejut saat melihat isi buku itu.
Karena karakter gadis di buku itu adalah dirinya!!!
“Astaga, kamu melihat ini?” ucap peri cumi yang telah tiba di belakang Dan-Oh. Dengan cepat peri cumi segera mengambil buku 'SECRET'. Tidak-tidak, buku itu lebih tepat disebut komik.
“Dasar mesum” sentak Dan-Oh.
“Itu terlalu kejam”
Dan-Oh ingin merebut komik itu dari peri cumi, namun peri cumi tak membiarkan itu terjadi.
“Yang ada di buku komik itu adalah aku, atau bukan?” tanya Dan-Oh dengan penasaran.
“Maafkan aku, tapi kamu salah” ucap peri cumi.
“Tunggu, kamu juga bisa melihat masa depan? Aku bisa melihat masa depan sejak menyentuh lubang itu. Kamu dan aku satu-satunya yang melihat lubang itu” ucap Dan-Oh dengan beruntu.
"Tenanglah, kenapa kamu tidak mendengarkanku dahulu?” tanya peri cumi.
Kedua manusia itu pun memutuskan untuk mendudukkan diri terlebih dahulu pada sebuah kursi yang sudah tersedia di dalam dapur. Dan peri cumi pun menjelaskan apa yang telah terjadi.
“Kita bukan manusia. Yang kamu rasakan adalah transisi antar adegan. Kamu tidak tertidur, tapi kamu hidup di hari berikutnya. Kamu tidak ingat datang ke sekolah, tapi kamu di sekolah. Beberapa hari berlalu dalam sekejap mata. Kamu tidak akan merasakannya, tapi begitu kamu sadar, kamu menyadari perbedaannya. Makanya kamu berpikir telah kehilangan ingatan” ucap peri cumi panjang lebar tanpa memberi celah Dan-Oh untuk menyela ucapannya.
“Ini bukan amnesia?” tanya Dan-Oh.
“Ini, dunia komik” ucap peri cumi.
“Kamu pasti gila!” sentak Dan-Oh, dirinya tak percaya dengan semua perkataan peri cumi hingga menyebutnya sudah gila.
Dan-Oh merasa dirinya bodoh karena mau mendengarkan semua perkataan peri cumi. Dengan tegas dan menekan, peri cumi berkata bahwa Dan-Oh adalah tokoh di dalam buku komik itu.
“Kamu adalah tokoh di buku komik ini Dan-Oh!” tukas peri cumi dengan serius. Bukannya percaya, Dan-Oh lagi-lagi menganggap semua itu hanyalah hal yang bodoh. Dirinya tak percaya bahwa ini adalah dunia komik, dan dirinya adalah tokohnya.
Walau begitu peri cumi tak patah semangat, ia terus mengejar Dan-Oh agar gadis itu mempercayai ucapannya. Akhirnya kedua manusia itu pun saling mengejar dan berakhir di jembatan, hingga Dan-Oh sampai kehilangan nafas.
Peri cumi berjalan mendekat ke arah Dan-Oh, dam bertanya, “Apakah kamu akan percaya kepadaku jika aku mendorongmu dari atas sini? Palingan kamu cuma patah tulang” tanya peri cumi dengan ejekan di akhir kalimat.
Tapi, tidak perlu khawatir karena di adegan berikutnya Dan-Oh baik-baik saja. Dan-Oh pun yang takut dengan peri cumi memilih melaporkan peri cumi menggunakan handphone miliknya.
Peri cumi pun segera merebut handphone Dan-Oh dan menjatuhkannya dari atas jembatan. Dan-Oh marah dan kesal dengan perlakuan peri cumi.
Namun handphone itu tidak terjatuh, melainkan melayang di udara. Hal yang mengejutkan, bagiamana di dunia yang sudah semaju ini masih ada hal seperti itu?