EXTRAORDINARY YOU

EXTRAORDINARY YOU
Malamnya


...Malam hari...


...keadaan begitu sunyi....


Dalam sebuah kamar tidur besar yang didindingnya bercat putih, dalamnya yang terdapat satu buah ranjang besar dengan seprai putih dan atasnya terdapat kelopak bunga mawar membentuk hati.


Di atas sofa tidak jauh dari depan ranjang besar itu tampak sosok Pria tampan yang mengenakan celana pendek dan bertelanjang dada memamerkan perut sixpacknya maupun tato dibelakang lehernya yang bercap bunga mawar tampak mekar.


Dia sedang mengelap rambut pendeknya yang basah dengan handuk baru selesai mandi sambil memandang layar televisi besar yang melekat didinding kamar berhadapan dengan sofa dan ranjang itu.


Selesai mengelap rambut lalu berjalan menuju balkon diluar kamar untuk menggantung handuk agar kering.


"tutup"ucap Zhang keluar dari teras balkon dan masuk kembali dalam kamar.


Pintu yang terbuat dari Kaca itu otomatis bergeser tertutup kembali hanya dengan ucapan Zhang begitu canggihnya.


Zhang duduk kembali di sofa dan menonton televisi yang menampakan acara pernikahannya.


"Han shu dan teman Xia lu ini sepertinya mereka cocok berdua, tapi dijaman masa dulu Ceh yi, Kakak Lu zheng dan siapapun disana semoga bahagia"lirih Zhang melihat wawancara ditelevisi tentang acara pernikahannya.


Zhang mengambil remot diatas meja depan sofa lalu mematikan televisi.


"Kreek"pintu kamar mandi terbuka dan keluar Xia lu dengan memakai piyama selutut bewarna hijau tosca.


Sontak Zhang mengambil koran majalah diatas meja dan memegangnya.


"Malam pertama adalah hari dimana pengantin baru menikmati waktu kebersamaan mereka, tertangkap seorang gadis kabur karena takut..."ucap Zhang yang sedang membaca koran majalah terhenti karena Xia lu menarik korannya.


Xia lu membalikan tubuhnya, ia meletakan koran diatas meja lalu berbalik kembali.


Tiba-tiba tubuhnya ditarik oleh Zhang hingga duduk diatas pangkuan Pria itu.


Hidung Zhang mencium bau aroma sabun yang dipakai Xia lu menusuk hidung dan mengunggah hasratnya.


"Apa kau tidak peka sama sekali?"tanya Zhang menyelipkan rambut Xia lu kebelakang telinga.


Xia lu menatap Zhang dihadapannya dengan senyuman manis, ia mengantungkan kedua tangannya dileher Zhang.


"Kau bersedia istriku?"tanya Zhang tersenyum nakal, sebelah tangan kanannya memegang wajah gadis yang duduk dipangkuannya dan sebelah tangan kirinya meraba paha Xia lu masuk dalam celana pendek yang dipakai gadis itu.


Tubuh Xia lu jadi memanas karena sentuhan nakal Zhang menyentuh kulit sensitifnya.


Xia lu meraba wajah tampan Zhang dan mengecup mesra bibir seksi Pria itu dengan lembut dan dibalas Zhang tidak kalah lembut.


Sambil berciuman mesra, kedua tangan Zhang satu-persatu melepaskan kancing piyama yang dipakai Xia lu mulai dari atas.


Perlahan sambil membuka kancing Zhang memberingkan tubuh Xia lu diatas sofa lalu naik keatas tubuh gadis itu.


Bibir Zhang kembali mencium bibir Xia lu dengan lembut sambil tangannya meraba paha dan pinggang gadis itu.


Xia lu melepaskan ciumannya tiba-tiba, "Kita lanjut diatas sana, jika disini rasanya tidak nyaman"pintanya dengan suara lembut.


Tanpa menunggu, Zhang langsung menggendong tubuh Xia lu dan mereka naik keatas ranjang.


Zhang langsung menindih sepenuhnya tubuhnya Xia lu dibawahnya, ia mencium kembali bibir Xia lu dengan lembut sambil menyosor kebawah diatas dada menonjol gadis itu menji**t kulit putih mulus yang sangat lembut itu.


Bibir Zhang semakin menjalar kebawah mencium perut Xia lu membuat wajah gadis itu merona malu.


Tiba-tiba ia menghentikan aksinya saat ingin melepaskan celana da**m Xia lu yang bewarna merah polos. Kepala Zhang kembali menaik keatas menatap wajah Xia lu dengan penuh perasaan cinta.


"Aku sangat mencintaimu Xia lu, istriku"lirihnya sangat lembut.


"Zhang lakukan sesukamu malam ini, aku akan menerimanya dengan senang hati, kau adalah suamiku kau tentu mempunyai hak akan itu"balas Xia lu meraba bidang dada kekar Zhang diatasnya.


Piyama yang masih dikenakan Xia lu kini dilepas dan terlempar kesembarang arah.


Tangan Zhang perlahan melepas sebelah tali kutang Xia lu sambil menyosop kulit mulus Xia lu dibagian bahu gadis itu.


Xia lu mengigit bawah bibirnya dengan wajah merona malu merasakan sentuhan bibir Zhang yang perlahan mencium belahan gunung kembarnya yang masih diselimuti kutang.


Aksi semakin ganas, Zhang tidak tahan langsung menarik kutang Xia lu dan melemparnya kesambarang arah dalam kamar itu, ia menyosop pu**ng dua gunung kembar milik Xia lu yang bewarna merah kehitaman begitu menggodanya.


Xia lu hanya bisa mengenggam erat kepala rambut Zhang menerima dengan senang hati setiap belaian nikmat Pria yang dicintainya itu.


***


Hari semakin malam


Dua orang berlawanan jenis sedang melakukan hubungan intim yang begitu dahsyat.


Ranjang bergoyang hebat, keadaan hening dalam kamar itu hanya terdengar suara jeritan pelan maupun erangan nikmat.


Kamar yang ditempati penganti baru itu kedap suara sehingga suara dari dalam kamar tidak akan terdengar dari luar sekeras apapun.


"Akkhhh!"jerit Xia lu meremas kepala rambut Zhang dengan mata terpejam dan bibir yang sedikit terbuka.


Zhang menaik turunkan kedua pahanya dengan sangat cepat sembari menyosop dua gunung kembar gadis dibawahnya semakin candu.


"Akhhhh!, keh luar.."desah Xia lu dengan nafas terengah-engah membuka matanya.


Zhang menarik dan mengeluarkan batang pusakanya dari dalam lubang gua Xia lu yang membesar dan lebar akibat pembobolan dari pusakan miliknya, tampak cairan bening keluar dari ujung batang pusakanya yang langsung ia semburkan dalam lubang gua Xia lu yang juga mengeluarkan cairan bening.


"Ahhh"desah Xia lu menormalkan nafasnya menatap Zhang diatasnya yang penuh dengan keringat bercucuran.


"tiga ronde lagi Zhang setelah sepuluh ronde, baru kita tidur"pinta Xia lu tersenyum.


"Dengan senang hati istriku"jawab Zhang tersenyum menggoda.


Kini beralih dengan posisi Xia lu yang bermain diatas, ranjang besar dalam kamar itu kembali bergoyang hebat, pakaian berserakan dimana-mana.


Xia lu menaik turunkan bokong dan pahanya memantapkan batang pusakan Zhang yang berdiri tegang masuk sempurna dalam lubang guanya.


"Akhhh, akhhh"desah Xia lu sambil melihat naik dan turun punyanya dan Zhang.


Zhang mengulurkan kedua tangannya menyentuh wajah Xia lu sambil mengelap keringat yang keluar dari wajah gadis itu.


"Semangat, istriku"ucap Zhang dengan lembut.


Xia lu beralih menatap wajah Zhang dan mempercat gerakannya sampai menuju *******.


💦💦💦


Xia lu mengangkat bokongnya dan melepas pusaka Zhang dari dalam guanya, ia langsung menjatuhkan diri diatas tubuh Zhang dengan posisi tengkurap dan tersenyum lega.


Zhang juga tersenyum lega, ia memeluk tubuh Xia lu dan menyapu lembut kepala rambut gadis itu yang bersandar diatas bidang dadanya.


"Istriku sangat kuat"puji Zhang mencium lembut puncak rambut Xia lu.


"Suamiku juga sangat kuat"puji balik Xia lu meraih telapak tangan Zhang dan mengenggamnya.


Zhang mengenggam erat juga tangan Xia lu dan mencium punggung tangan gadis itu.


Kedua insan itu saling tersenyum penuh cinta dan kebahagiaan.